
...* * * * * * * ^β’^* * * * * * *...
...~β’^HAPPY READING^β’~...
...* * * * * * * ^β’^* * * * * * *...
Setelah Qiana keluar meninggalkan Adrian, tangan Adrian langsung Membuka buku diary milik istrinya.
setalah membuka buku diary, sebuah kertas yang terlipat di tengah buku jatuh.
Tangan Adrian membuka kertas yang terlipat itu dulu sebelum mebaca diary sang istri, karena ia penasaran dengan lipatan kertas yang sangat unik.
*() tanda yang aku kurung adalah Adrian
...__________________________________________...
~isi surat
Teruntuk surga ku yang selalu aku rindukan.
Hay suamiku sayang....
Jika kertas usang ini ada di tanganmu, berarti aku sudah jau pergi dari hidup mu.
Kuharap kau tak pernah mencari ku lagi.
Hehehe....
Aku terlalu percaya diri jika kau akan mencari ku...
*(Air mata Adrian menetes ke atas kertas )
Suamiku sayang , eh salah , mantan suami ku sayang , jika kertas ini jatuh ke tanganmu berarti kita telah berpisah...
Jalan hidup kita sudah berbeda.
Jagalah dirimu...
Berhentilah hidup bebas....
Carilah pasangan yang pantas kau sanding sampai akhir hayat kelak sebagai penggantiku .
Tuan Adrian jika suatu saat nanti kita tak sengaja berjumpa kembali...
Bolehkah aku berharap kau tersenyum kepadaku seperti dulu, sebelum aku menjadi istrimu?...
*( "Jika itu terjadi aku akan membuat mu menjadi ratuku yang paling berharga sayang..." air mata Adrian semakin luruh )
Ahhh... Maaf kertas nya ternoda darah dari tanganku yang terluka dan darah ini kuharap luka terkahir yang kalian berikan padaku.
Maaf sekali lagi aku tak punya waktu untuk mengganti kertas yang baru karena apa?...
Karena aku sadar waktuku berada di sisimu udah berada di tahap game over.
Dan hari ini adalah hari seorang wanita menyerah akan perjuangan nya merebut hati seorang suami.
Sungguh berat meninggalkan tempat penuh luka dan derai air mata.
apalah daya batin tak mampu.
*( " Hik...hik... aku tau luka itu kau dapat dari ibuku yang menyakitimu pada saat kau memasak, dadaku sesak Qiana ")
...___________...
Surga yang selalu ku rindukan....
__ADS_1
Qiana minta maaf jika selama pernikahan kita , Qiana selalu membuat mu marah dan benci kepadaku.
Kenapa ku sebut kau surga yang ku rindukan?, karena kau adalah laki-laki halal ku yang hanya bisa ku impikan, kau hanyalah khayalan ku semata yang selalu ku rindukan dalam doa.
Mungkinkah aku terlalu lancang jika menyebutmu suami , sedangkan ibu mu sangat melarang ku menyebutkan panggilan itu kepadaku, Kata suami dalam hidup seperti ranjau darat yang sewaktu waktu meledakkan ku.
*( " Akulah yang tak pantas untuk mu sayang , aku hanyalah sampah yang menyia nyiakan bidadari surga sepertimu... Hik ... Hik.." )
Mungkin aku wanita satu satunya tak tau diri dalam hidup karna aku memimpikan semua pernikahan bahagia dihari kau menjadikan aku istrimu.
Mataku terlalu buta untuk melihat kenyataan di depan mata, Karena cintaku padamu terpatri pada saat aku melihat mu pertama kali.
ingatkah dirimu pada saat kau membantuku berjalan di rumah sakit pada pertemuan pertama ?..
Saat itulah jantung ku berdetak lebih cepat dengan lancangnya. Cinta pada pandangan pertama, yang menurut ku hanya isapan jempol, aku merasakannya.
Surgaku maafkan aku tak bisa membawamu ke surga sesungguhnya.
Surga yang ku rindukan ternyata neraka yang aku dapatkan.
Aku benci diri ku yang tak bisa berpaling darimu, yang selalu menyiksa ku, bak aku seorang kuman yang menempel hidup di sisimu...
*("Betapa aku sungguh hina mendapatkan cinta besar darimu, jantung ku ini serasa meledak Qiana, " )
Wahai suamiku ...
Bisakah sedikitpun kau meliahat ku?
Disini aku yang selalu mendengar suara mu yang sedang melakukan hubungan haram dengan wanita lain..
Tau kah diri mu jika diriku juga ingin merasakan belaian dari suamiku.
Hanya kepedihan yang aku sandarkan, di pintu gudang tempat ku berbagi kisah.
Malam ku yang sunyi dengan melodi irama dari suara dirimu dan dirinya yang menganggap ku tak ada.
Ada seorang istri yang menjerit karena dada yang sesak karena selalu kau torehkan luka yang semakin hari semakin dalam.
Luka yang kau torehkan di tubuh ku tak seberapa, bahkan luka di tubuhnya ku yang selalu menganga tak sesakit dari penghianatan mu yang terang benderang di depan mataku, Bahakan orang ketiga dalam hubungan kita juga berani menyakiti ku yang lemah ini.
*(" Buk...Buk...Buk... " Adrian memukul dadanya karena terlalu sesak.)
Sayang....
Apakah mantan pembantu ini tak pantas dikasihani???
Apakah istri yang terlahir miskin ini hanya patas di jadikan sebuah samsak pelampiasan kesal???...
maafkan aku yang tak bisa menuntun mu kejalan yang lebih baik, tapi aku berharap kau menemukan jodoh yang baik dan membina rumah tangga yang manis kelak dengan wanita yang lebih baik dariku.
Dari situ aku sadar , bahwa kau adalah angan angan ku yang hanya bisa aku bayangkan, Surgaku suamiku , yang ku rindukan belaiannya.
Pernah aku berkhayal jika aku adalah seorang putri dari orang kaya yang hidup di suapi oleh sendok emas, akankah dirimu sedikit melirik diriku, dan memperlakukan ku bak kaca yang sangat berharga?.....
Padahal aku sering membaca cerita di novel novel yang selalu kusukai, jika seorang lelaki menikah kontak mereka tidak saling menyakiti, malahan mereka hidup masing masing tanpa berdampingan dan tak mengurusi urusan pihak satu dan yang lain, dan memiliki happy ending bahagia di ujung cerita, dan bodohnya aku sampai berharap jika pernikahan kita seperti di novel novel tercinta ku.
Kenapa kau harus siksa aku lahir batin , sedangkan aku tak berbuat kejahatan di dunia mu?.
Terkadang aku ingin menanyakan kepadamu. Adakah seujung kuku memiliki rasa tertarik padaku?
Jika rasa itu ada , aku harap kau membuangnya jauh jauh...
pada saat ketukan palu pengadilan itu menyatakan perceraian kita maka aku berdoa kepada Tuhan agar aku tak lagi bertemu denganmu.
anggaplah seorang Qiana tak pernah masuk di hidupmu, jangan kau memalingkan wajahmu ke belakang jika kau tak penah melihat ku dulu ketika aku masih milikmu.
__ADS_1
Selamat tinggal sayang. Dimanapun aku berada kau selalu kucinta walau tak lagi bersama.
Salam manis dari ku Qiana Clarisa Lavina....
*( " kenapa kau tinggalkan aku selama lama lamanya sayang... kenapa Tuhan tak memberikan kesempatan kepadaku untuk berubah dan menebus kesalahanku, Kenapa Tuhan...
Kau baru menyadarkan ku jika aku mencintai istriku pada saat kau telah memisahkan kami...
Begitu Hinakah diri ku sehingga untuk sebuah kata maaf pun tidak aku dapatkan ....
Bisakah aku juga mengambil nyawaku , dan satukan aku dengan dirinya ? " Tangis Adrian menyayat hati ").
__________________________________________
"TIDAK....." Jerit Adrian dari belakang.
Tengah Adrian bergetar karena guncangan batin yang ia rasakan .
Tangannya langsung membuka diary sang istri di awal buku terdapat bunga lavender yang sengaja di keringkan.
Ia teringat dengan bunga kesukaan Qiana dan neneknya sama.
"Nenek maafkan Adrian yang tak amanah menjaga Qiana, Karmaku sekarang aku rasakan, aku kehilangan dirinya." ucap Adrian.
Penyesalan Adrian semakin menjadi pada saat ia membaca Diary Qiana kesedihan Qiana semenjak menikah dengannya.
Dan matanya melihat amplop tebal di bawah diary entah kapan Qiana meletakkan nya, matanya membaca tulisan Untuk Adrian.
Adrian membuka amplop itu, ia masih berharap jika si salah satu kertas berisikan tulisan alamat makam milik Qiana, atau keajaiban lain yaitu Qiana nya masih hidup.
Tapi hasilnya nihil.
Ternyata harapan Adrian kosong belaka yang Adrian dapatkan adalah sebuah penyesalan karena membaca riwayat hidup mendiang istrinya.
Dan jeritan Adrian di dengar oleh Qiana, ia belum pergi dari tempat itu, ia duduk dengan termenung memikirkan kata kata terakhir dari sang sahabat.
"Pembalasan yang Ter kejam adalah meliahat orang yang kita benci menyesal di sisa hidupnya," Ucap Qiana.
"Terimakasih Qian" ucap Qiana.
"Kenapa kau selalu mengucapkan kata terimaksih hari ini ?"
"Ada kalanya pertemuan pasti ada kalanya perpisahan, sudah waktunya aku pergi, hiduplah dengan baik setelah membalas dendam mu, aku lihat tak lama lagi kau akan bertemu dengannya" Ucap Qiana asli dengan suara serak.
"Bisakah kau tetap berada di sampingku?, mari hidup berdampingan, dua nyawa satu tubuh tidaklah buruk, diluar sana ada kok orang yang hidup dengan dua kepribadian sekaligus"
"Tidak bisa Qian, Kita dua arwah, sedangkan mereka satu arwah yang tertekan, sudah saatnya aku kembali kepangkuan tuhan, aku menyangi mu Qian, perjalan sang putrimu masih panjang, aku pamit"
Ucap Qiana asli.
"Bruk" Tubuh Qiana langsung hilang kesadaran, untung ada sebuah tangan langsung sigap menangkapnya.
"Sayang sayang kau kenapa lagi ?...
Setelah kau memeluk laki-laki lain, kau seperti ini," Panik Taksa.
"Ya ..."
Taksa menyaksikan adegan di dalam sana, karena hatinya terbakar cemburu ia langsung berlari untuk memberi bogem mentah laki-laki yang sudah lancang menyentuh istrinya.
^^^~**To be continued^^^
Jangan lupa like, dan komentar nya
karena satu komentar+ like kalian menyumbang dua poin di karyaku...
__ADS_1
Yuk Vote semakin menurun yaπππ
terimakasih atas semua doa kalian ucapkan untuk ku yang berduka ππ**