
...^HAPPY READING^...
Setelah memberi tugas masing-masing pada anggota nya ke tiga orang itu langsung berjalan menuju rumah berlantai dua tempat targetnya saat ini.
"Xiever dobrak pintunya untuk memberi salam pada pemilik rumah" tanpa perintah dua kali Xiever mendobrak pintu kokoh itu dengan satu kali tendangan
"Brak" bunyi pintu roboh memekikkan telinga sepasang sejoli yang sedang memadu kasih di ruang tamu, seakan tidak ada kamar saja
"Begini cara kalian menyambut tamu" kata Xiever langsung mengambilkan kursi tunggal yang ia kebas dulu untuk tempat duduk nonanya, lalu dengan ekspresi datar membukakan sebungkus keripik kesukaan nona mereka.
(mau perang masih siap makanan kayak mau nonton film aja, hahahaha)
"Siiiapa kalian" tanya Karina dan laki-laki 55 tahun itu gugup antara kaget mencari baju mereka masing-masing
"Malaikat Cabut nyawa kalian" Qiana yang asik makan menjawab dengan nada dingin
"Hahaha mau memb***h ku kau tak tau siapa aku gadis kecil" kata laki-laki
"Lancang, sudah tidak menyambut nona kami dengan baik, pedang ini akan menebas kep**amu dengan menghitung jari" Xiever menarik pedangnya mengarahkan ke l***r laki-laki itu dengan cepat kilat sampai mebuat sasaran berkeringat dingin karena tidak memegang sejata, dengan mudah nya membuat sasaran bertekuk lutut biasa setelah uwu uwu otaknya lemot.
"Kalian sudah menyinggung ku, jangan salahkan aku ny**a kalian habis ditangan anak buah ku malam ini" kata Qiana lantang
"Heh nona cantik kau tak bisa memb***hku, karena aku adalah salah satu pemimpin desa mati, jika aku m**i kau pun nanti juga m**i ditangan anak buah ku, aku tidak merasa sudah menyinggung mu cantik " tatapan genit masih tetap arogan meski kedua tangannya sudah dipegang oleh Xiever.
"Buk....buk....buk...buk
.. jauhkan m**a mesum mu dari nona kami" tendangan perut laki-laki itu murka Kanzia.
__ADS_1
"Aku paling b***i orang yang mau m**i tapi masih cerewet" berdiri dari kursinya langsung mengabil pedang Xiever tanpa ba-bi-bu ia mengayunkan pedangnya ke sebelah kaki laki-laki.
"Ceess...... aaaaahhhhhhh" jerit memilukan disertai d***h yang membasahi lantai.
"Jika membuat ku tidak suka maka aku akan memo**ng satu persatu anggota t***hmu, sudah waktunya kalian masuk" instruksi Qiana
semua anggotanya masuk beserta Auman kesayangannya karena hidung harimau sensitif akan bau darah
"Gggggeeerrrrr" erang harimau itu, membuat dua orang itu ketakutan Karina yang ingin pergi diam-diam ambruk dilantai karena Rafael penekan pundaknya dengan kuat.
"Siapa kalian sebenarnya, memangnya apa salah kami kepada kalian hingga membuat kekacauan dirumah ku" teriak Karina marah
"Kalian tidak mempunyai salah pada kami tapi kalian mempunyai salah kepada salah satu anak buah ku, karena dia meminta ku menemani dia bertamu kesini, benarkan Zia???" jelas Qiana dengan Nanda arogan.
"Apakah kau tidak mengenalku lagi ibu tiri ku tersayang ...." senyum iblis Kanzia
"Tapi tunggu giliran mu setelah ini, kau nikmati dulu hidangan pembuka kami mama" ucap Kanzia datar.
"Sekarang kau tau kesalahan mu juga pak tua, dimana kata-kata mu yang menggebu-gebu ketika meng***li kakak ku, hhaaaahhhh...... buk....buk...buk" hajar Kanzia mem babi buta laki-laki itu yang tidak sempat menjawab pertanyaan Kanzia
"Selamat menikmati tontonan mu, dan ucapakan kata terakhir untuk kekasih mu nyonya, dan ku ucapakan selamat untuk mu karena kau membangunkan sisi ib**s salsa saat ini, sudah waktunya kau bangun dari mimpi , dan kau Zeta duduklah didekat nyoya Karina, jika dia berbuat macam-macam kau langsung ha**si dia" ucap Qiana sambil memasukkan keripik kedalam mulut, dengan keadaan santai seperti sangat menikmati apa yang ada di hadapannya, lalu Zeta berjalan mendekati nyonya karina dan langsung duduk sebelah nyonya karina, karina yang melihat kepatuhan hewan buas itu sampai ter kencing kencing ketakutan Melihat sorot mata mengerikan hewan itu dan dia tidak berani bergerak sedikitpun
"Ampun nona maafkan aku" laki-laki itu memohon ampun karena Zora sudah bergabung dengan Zia menyerang laki-laki yang sudah tak berdaya, rafael, Zayyan, Xiever dengan keadaan siap siaga menjaga kemanan rumah ini, sedangkan sisanya menunggu di mobil untuk menghindari keramaian, mereka menunggu instruksi nonanya.
"Ampuuunnn katamu mu,,, akan kau mengampuni disaat kakak ku memohon ampun padamu, kau bu**h kakak ku dengan keji", pukulan terakhirnya pada bagian ******** laki-laki itu.
"Anak buah mu sudah h***s ditangan nona kami dengan sekali te***an, nanti Giliran desa yang kau bangga-banggakan itu habis ditangan kami, Xiever, Rafael pegang tubuh dia", setelah tubuh tak berdaya dipegangi, dia langsung menarik jubah laki-laki itu sehingga terpampang tubuh b**il laki-laki itu.
__ADS_1
"Mungkin takdir mu tiada ditangan ku, berapa dosa kem***an mu selama hidup ini?, berapa wanita yang memohon ampun padamu?, sudah saatnya kau pensiun dari dosa mu itu, hiyaaaaaaa "Kanzia mengayunkan samurainya pada titik kem***an laki-laki itu hingga p***s dengan kaki sebelahnya sambil meneteskan air mata mengingat mendiang kakaknya, Karina yang melihat ke ke**man anak tirinya langsung muntah saat itu juga.
"Plok....plok....plok... bagus Zia dan kalian semua potong tu**h orang itu wadahi kotak yang kita sediakan tadi, kita akan mengantarkannya ke markas mereka berada, dan bawa tahanan kita yang masih hidup" sambil memeluk tubuh Zia yang menangis, setelah puas menangis, raut wajah Zia kembali dingin, menghampiri musuh nya yang sesungguhnya.
"Hay mama Karina apa kau tak merindukanku??" tanya Zia dengan nada menyeramkan
"Maafin mama sayang dulu mama men**al mu dan kakakmu itu karena utang-utang keluaga mu" berakting karena dia belum tau bawa anak tiri nya sudah tau kebusukannya.
"Plak" tamparan keras tercetak di pipi mulus Karina
"Kau jangan berakting lagi, aruna kau putar video yang kita tonton tadi" Qiana meng instruksi melalui alat yang ada di telinganya,
seketika TV diruang yang mati tiba-tiba hidup dan tapi buka channel yang terputar, tetapi rekaman pengakuan Karina tadi bersama kekasihnya.
"Krek......ahhhhh" bunyi tulang siku Karina yang pa**h dan jeritan tertahan karena mu**tnya di tutup oleh rafael agar tidak berteriak, dengan sekali pelintir oleh Qiana
"Plak... plak.... plak...plak.. ini permulaan pembalasan untuk semua keluargaku" tamparan kanzia ber gantia dengan anggota yang lain hingga berkali-kali tak terhitung jumlahnya hingga pingsan.
"Siram dia" Qian memerintah
"Uhuk...uhuk..uhuk... ampuni aku Salsa" nafas Karina tersendat sendat, muka yang sudah tak berbentuk
"Hukuman untuk mu bukan m**i Karina tapi tapi kau harus mersakan kemarahan khalayak umum, dipenjara baru m**i, dengan ini aku memberimu sebuah suntikan racun, yang memberimu penyakit berkepanjangan, dan setiap malam kau akan kedinginan sampai 1 tahun lamannya, dan obat ini akan memulihkan luka memar mu selama 2 jam tapi efeknya mulutmu akan seperti orang setruk, nikmatilah hukuman terakhirmu, jadilah orang baik dipenjara", setelah menyuntikkan racun dan mencekoki Karina obat semua orang membereskan kekacauan yang mereka buat, ruangan itu disemprot oleh spray racikan mereka untuk menghilangkan jejak, mereka membaringkan Karina yang terbius efek obat di kursi panjang.
sudah beres semua, Sebelu masuk ke perumahan ini setiap anggota sudah meminum obat anti bius, karena mereka menyemprotkan obat bius ke udara dari jarak 10 meter, dan menonaktifkan CCTV perumahan tersebut jadinya tak satupun mengetahui kelakuan mereka.
"Aruna kau kirimkan video pengakuan kejahatan karina di media sosial sekarang, besok malam kita beraksi di perkampungan mati bersiaplah kalian" ucap Qiana menutup aksinya malam ini.
__ADS_1
^^^~To be continued^^^