
...^HAPPY READING^...
Disebuah ruangan UGD rumah sakit milik taksa, ia saat ini ditangan dengan penanganan insentif oleh para dokter ahli rumah sakit itu, semua dokter mengusahakan yang terbaik untuk gadis cantik yang saat ini mereka tangani karena pasien saat ini adalah penentuan karirnya di rumah sakit WU, sebab gadis ini orang spesial bagi tuan muda Taksa.
Tubuh Qiana yang terjatuh tiba-tiba di lift Mansion milik Taksa itu telah dilarikan ke Rumah Sakit, banyak kegaduhan yang Taksa buat akibat kejadian yang menimpa Qiana saat ini.
^Flashback
Ketika Qiana jatuh pingsang di samping Taksa, membuat keterkejutan yang amat besar untuk nya.
"Sayang..... Sayang.... Sayang... Kau kenapa??" teriak Taksa ketakutan.
"Sayang jangan membuat ku takut baby" Taksa mengangkat tubuh tak berdaya Qiana dengan sorot wajah kekahawatiran.
Sedangkan Pana Desmond dan tamu Taksa syok melihat kejadian itu. Karena kejadian itu amatlah tiba-tiba.
"Aku mohon Colvis, bantu aku mengantarkan kami ke Rumah Sakit" sepanjang hidup seorang Taksa tidak pernah memohon, dia memohon untuk seorang gadis yang amat ia cintai.
"Baiklah, ayo kita cepat bergegas"
Diperjalanan Taksa tak bisa sabar sedikitpun, ia menelpon dokter Dion.
"Halo Dion aku ingin semua dokter berkumpul di didepan rumah sakit, jika tidak ada yang berkumpul, maka pecat dokter itu" Terikat Taksa.
"Ada apa Taksa, kau terdengar panik,"
"Kekasih ku sakit, aku ingin kalian menyembuhkannya, "lalu mematikan handphone seketika.
nada dingin Taksa sangat menyeramkan sehingga membuat dokter Dion di rumah sakit kelimpungan mengumpulkan ahli medis untuk kekasih pemilik rumah sakit.
Colvis yang juga merasakan aura Taksa menjadi sedikit merinding.
"Mobil ini berapa tahun kau tak pernah servis Colvis, jalannya seperti siput, apa kau sudah bangkrut hingga tak pernah merawat mobilmu"
__ADS_1
"Tenang Taksa mobilku ini mobil baru" Colvis yang mendapat teguran dari Taksa membuat sedikit bingung sama Taksa, padahal saat ini mobilnya seperti sedang balapan di jalan, seakan Taksa tak merasakan laju mobilnya.
"Sayang bangunlah, jika kau bangun kaku bebas menendang bokongku, tamparlah aku, tapi jangan potong si Jery, itu adalah aset kita, apapun mau mu akan ku berikan.... Cup cup cup" Taksa mengecup kening gadis nya berkali kali.
"Baru kali ini aku melihat Taksa menyukai seorang gadis,,,, dan cinta itu amatlah besar" kata hati Colvis
"Kau beruntung mendapatkan si gunung es itu nona".
Hingga mobil yang mereka tumpangi itu sudah sampai di basement rumah sakit.
Di Sana sudah berjejer para dokter dan staf lengkap,
"Dia kenapa Taksa" tanya dokter Dion
"Aku tidak tau penyebab ia pingsan, aku sudah usahakan untuk membangunkannya tapi ia tak sadar-sadar.
"Baiklah aku akan meriksa nya terlebih dahulu, ayo cepat pindahkan tubuh nona ke atas branker."
"Tidak usah aku yang akan mengangkat nya sendiri, dan aku mau kau yang menanganinya dan pilihlah dokter perempuan yang terbaik, khusus untuk menangani tubuh kekasihku, karena aku tidak ingin ada laki-laki yang menyentuh tubuhnya termasuk kau dion" posesif Taksa.
"Apa kamu bilang, rupanya kau benar-benar sudah bosan dengan posisi mu saat ini"
"Ampun ampun... aku akan memeriksa pasienku dulu" dokter Dion kabur
^Flashback off
Dan disinilah Taksa mondar mandir di depan IGD dengan perasaan gelisah yang amat sangat besar, Taksa yang dulunya tanpa ekspresi saat ini memiliki perasaan itu dengan nyata didampingi oleh Colvis yang duduk di ruang tunggu UGD.
...* * * *...
Setelah mendapat telpon dari Taksa, Mulin langsung bergegas ke Rumah Sakit meninggalkan semua pekerjaan nya dengan Rafael sekaligus sebab mereka saat ini sedang bersama.
Sedangkan di Vila milik Qiana, semua orang mendengar dari Rafael yang saat itu sedang mendiskusikan kerja samanya dengan mulin ia langsung mengabari keluarga nya di Vila, jika nona nya jatuh pingsan di Rumah Taksa.
__ADS_1
Dan disinilah mereka saat ini berdiri di depan UGD, Mulin dan Rafael, melihat Taksa mondar mandir, Rafael takut terjadi apa-apa terhadap Nonanya.
selang 30 menit Qiana ada didalam, datanglah Kanzia, Tony beserta tim kesehatan milik Qiana,
"Buk" Zia Langsung menendang Taksa hingga terjungkal ke lantai.
"jika sesuatu terjadi kepada nona kami, anda meskipun penguasa di Negara ini, saya Kanzia yang akan membunuh Anda" aura permusuhan kental, ia tidak takut dengan Taksa sama sekali, yang ia takutkan adalah kehilangan Nonanya penyelamat hidupnya.
Orang yang ada disitu semua kaget dengan penyerangan Zia terhadap Taksa.
mulin yang melihat tuannya di banting, dan Colvis melihat kekuatan seorang wanita memandang takjub kepada wanita cantik itu.
"Nona apa yang anda lakukan, saat ini tuan khawatir dengan keadaan nona, dan tidak mungkin tuan muda menyakiti nona sebab tuan muda sangat mencintai nona anda" mulin menepuk bahu kanan Zia agar tidak menghajar tuannya, karena ia yakin jika tuannya tidak akan melawan sebab ia merasa apa yang menimpa kekasihnya adalah salahnya.
Zia yang masih diselimuti kemerahan, dan aura membunuhnya sangat kental menarik tangan mulin di bahunya, dengan sekali tarikan tubuh mulin yang besar dibanting ke lantai " buk "
Sedangkan Rafael tidak berusaha melerai kejadian itu malah terlihat tenang dan biasa saja, sebab ia juga marah sama Taksa, dan membiarkan Zia meluapkan emosinya, apalagi saat ini mereka berada di UGD yang sudah dikosongkan.
"Hay tuan kau bantu melerai mereka" Colvis mengajak Rafael membantunya.
"Anda mau dicincang oleh Zia, Zia adalah orang yang paling dekat dengan nona selain saya, dan menurut saya taun muda pantas mendapatkan sesuatu, jika Kanzia tidak memukul duluan maka saya yang akan menghajar, dan anda harus tau Zia akan menjadi malaikat maut jika menyangkut nona, kami pun takut dengan kemarahan Zia "
"Gluk ..." Colvis menelan air liur ia merasa tenggorokan nya kering, siapakah wanita cantik didalam ini .
Bersyukur lah Taksa dan mulin pintu UGD terbuka, membuat keributan di luar UGD itu langsung berhenti seketika, seakan tak terjadi apapun, biang kerok dalang dari keributan itupun terlihat santai langsung menghadap dokter, tapi sebelum Zia menanyakan kepada dokter, Taksa sudah mengambil langkah seribu langsung menghampiri dokter Dion.
"Katakan apa yang terjadi dengan kekasih ku Dion"
" Maaf lama menunggu tuan muda nona tadi mengalami 3 kali gagal jantung, nadinya lemah, kami sudah berusaha menyelamatkan nyawa nona, saat ini nona sudah baik-baik saja kita tinggal menunggu ia sadar, mudah-mudahan ia dalam 24 jam sadar jika tidak.." sebelum dokter Dion menyelesaikan ucapannya sudah terpotong dahulu oleh Taksa.
"Apa.... bisakah kau mengobatinya, jika rumah sakit ini tak bisa membangunkan kekasihku, aku akan membakar rumah sakit WU di manapun berada, rumah sakit WU tidak akan ada lagi, dan kalian semua akan kehilangan pekerjaan kalian. " murka taksa
Semua orang disini merinding dengan kata-kata Taksa yang seperti gunung es dan tegas, matanya memancarkan kemarahan yang amat besar, para dokter hampir kencing di celana akibat kemarahan Taksa.
__ADS_1
^^^~Next^^^