Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Yumna


__ADS_3

...^HAPPY READING^...


Masih di lantai 4 ruang santai Qiana, mereka masih dalam keadaan santai dengan Qiana dipangkuan Taksa.


"Sayang setelah wanita itu berada di rumah sakit jiwa, apa yang kau lakukan untuk nya ?"


"Hubby asal kau tau wanita itu kenapa mengamuk di kantor satpol PP ?"


"Bukannya ia meminta di bebaskan" jawab Taksa


"Bukan, tetapi wanita itu ingin bicara tetapi pita suara nya tak mengeluarkan suara, aku sengaja memberi obat menghilangkan suara selama 24 jam, Setelah efek obat penghilang suara habis tubuh nya seperti kena struk selama 2 hari, setelah sembuh dari stroke ia akan gila selamanya"


"Wah obat itu manjur"


"Benar dan kau tau siapa yang membuat obat / racun itu hubby"


"Memangnya siapa sayang ?"


"Tim senjata dan racun ku yaitu Yumna dan Zayyan, dan itu adalah racun terbaru buatan mereka, disini aku akan menjelaskan jika Yumna adalah adik kandung Jenita"


"Sayang bukannya Jenita itu anak tunggal sebab adiknya sudah tiada 7 tahun yang lalu ?"


"7 tahun yang lalu Yumna di jual oleh jenita kepada organisasi H, yang sangat terobsesi dengan orang-orang jenius... selama 6 tahun mereka kerja rodi untuk HL ketua mereka, siang dan malam mereka mengalami kekerasan dan pemaksaan fisik dan mental untuk memenuhi obsesi sang pemimpin yang mereka tak pernah ketahui wajahnya, sebab jika masuk ke tempat mereka ia selalu memakai topeng emas separuh wajahnya,"


"Kau memang hebat sayang memiliki 9 orang jenius dibelakang mu"


"Awalnya aku bertemu dengan Rafael dan Aruna di hutan tempat aku sering berkelana, kondisi Rafael kala itu sangat memperihatinkan, sebab kau tak pernah mendengar pemimpin kota X meninggal 3 tahun yang lalu?"


"Ia aku tau semua keluarga itu bunuh diri akibat korupsi" jawab Taksa.


"Bukan mereka tidak korupsi, tetapi di jebak oleh paman mereka dan ketiga anak pemimpin kota itu dijual di group H , dan satu tahun yang lalu mereka kabur pada saat pemindahan tempat, selama itu mereka hidup berpindah pindah sehingga suatu hari tempat persembunyian mereka diketahui, sehingga mereka berpencar dan satu orang adiknya Rafael dan kakak Aruna tertangkap sedang Rafael terluka akibat melindungi Aruna, maka dari itu aku membawa mereka kesini dengan perlindungan sangat lengkap untuk melindungi mereka"


"Yumna tau jika kakaknya berada di tanganmu sayang"


"Dia tau dan dia sangat membenci kakaknya yang sangat tega padanya, dia sendiri yang memberi dosis pelengkap pada Jenita"


"Bagus lah kalau begitu"

__ADS_1


"TOK.. TOK..TOK"


"Masuk Zia"


"Maaf nona, tuan,, Yumna berada dibawah menunggu anda"


"Suruh dia menunggu di tempat kerjaku"


"


Hubby aku menemui Yumna dulu, kau diam Disni saja"


"Honey aku ikut ya ..."


"Tidak... tidak... tidak... lihat lah kebawah"


Taksa mengikuti apa yang Qiana suruh, ia melihat kebawah "astaga jer kamu bangun lagi , dasar Luh... baru diduduki dapur sudah berdiri tegak menantang ... sabar lah masih 6 hari lagi, setelah si Bulan pergi kita sikat ok, sekarang kau tidur dulu"


Wajah Qiana bak kepiting rebus melihat sahabat sang suami kelihatan menggelembung meski saat ini berada di dalam sangkar kain.


"Cup... aku akan menyusul mu, aku spa dulu sayang, nanti malam baru minta cicilan yang pertama"


"Cicilan setelah membayar DP tadi, kau harus membayar cicilan kepadaku dalam seminggu ini, setelah seminggu baru di bayar tunai sayang"


"Cihh dasar otak mesum"


"Keluar lah sayang , kau hati-hatilah"


"Ish.... seperti aku mau pergi naek motor saja disuruh hati-hati" gerutu Qiana , melihat kelebihan sang suami.


*


*


*


Saat ini Qiana masuk ke dalam ruang kerja nya, ia melihat Yumna sedang duduk menunggunya.

__ADS_1


"Lama menunggu" sapa Qiana


"Tidak nona, maafkan saya mengganggu aktivitas santai nona dan tuan"


"Tidak apa-apa" Qiana langsung memeluk anak buahnya itu yang sedang menyimpan kesedihan sendiri.


"Menangis lah Yumna, jika kau keluar dari sini kau tak aku izinkan menangis," tegas Qiana.


Yumna menangis dengan diam, "Setelah ini keluarga ku akan mengalami kebangkrutan karena wanita ular itu, aku kasian kepada kedua orang tuaku yang baik hati harus menerima ganjaran semua kelakuan Jenita" hati Yumna berkata.


"Kau tak usah takut orang tuamu bangkrut, aku akan mengakuisisi perusahaan keluarga mu, keluarga mu tetap menjalankan bisnis mereka, cuma group Na akan menjadi anak perusahaan QCL mulai saat ini, apa kau keberatan Yumna ?"


"Sungguh hati anda mulia nona, saya sangat malu mengingat apa yang wanita itu lakukan terhadap anda dan tuan, saya merasa tak pantas berada disini" Yumna menangis bukan untuk kakaknya tetapi ia menangis karena merasa bersalah kepada nonanya.


"Aku tak mempermasalahkan hal ini dengan mu, sebab yang menganggu ketenangan ku adalah wanita yang jahat pada mu, meski ia tak berbuat jahat padaku, tetap aku akan berbuat jahat kepadanya, kau tak ingat janji ku pada kalian di awal pertemuan kita, aku akan membalaskan dendam kalian satu persatu"


"Terimakasih untuk keadilan yang anda berikan kepada saya nona"


"Sama-sama, akan ku tanya satu kali lagi, apakah kau sungguh-sungguh tidak ingin kembali kepada keluarga mu, sebab Janita saat ini tak akan pulih kembali, ia akan gila selamanya"


"Tidak nona, saya akan tetap Disini selamanya mengabdi kepada anda, jika kita sudah bisa menumbangkan organisasi H, saya hanya ingin sesekali melihat keluarga saya,"


"Keluarga mu butuh pewaris yumna"


"Dari semenjak saya kecil saya tidak tidak pandai Bersosialisasi, dan saya tidak punya ketertarikan dengan Desain dan Memimpin sebuah Perusahaan Nona, saya menyerahkan group Na kepada anda, saya hanya ingin meminta satu kepada anda"


"Apa itu ?"


"Bisakah anda mengudang kedua orang tua saya beserta kakek kesini, saya ingin bertemu dengan mereka, agar mereka tau putrinya masih hidup dan ada disini, biar mereka tidak susah-susah menyewa seorang detektif untuk mencari keberadaan saya, sebab saya yakin semenjak kemarin mengetahui jika saya masih hidup, mereka membayar orang untuk menyelidiki dimana saya tinggal selama ini"


"Orang tua mu orang baik, aku akan mengundang mereka ke perusahaan kita, kau bisa bertemu dengannya di lantai paling atas tempat ku bekerja, di sana memiliki fasilitas yang sangat menenangkan, aku tak setuju mereka datang ke vila, sebab aku memiliki privasi yang tidak bisa dijangkau orang luar, sebab aku takut musuhku akan menyakiti kedua orang tua mu jika ia pernah memasuki daerah terlarang ini."


"Kau masih ingat berapa musuh yang mencari kalian selama kalian disini, dan berapa orang yang telah tewas di tangan kita,"


"Saya mengerti nona, terimaksih atas perhatian anda"


"Aku membeli perusahaan mu tak menggunakan uangku kok Yumna, suamiku yang dermawan itu yang memberikan kepadaku cuma-cuma" kata hati Qiana.

__ADS_1


"STOP... apa yang kalian lakukan" pintu dibuka tiba-tiba dan orang yang membuka langsung berteriak.


^^^~To be continued^^^


__ADS_2