Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Ritual Abraham VS Mulin


__ADS_3

...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


...~•^**HAPPY READING^•~...


...* * * * * * * ^•^* * * * * *...


...Kamar Abraham...


Sepasang suami istri itu duduk dengan rasa kecanggungan, Abraham yang seorang pemain bersertifikat langsung berubah polos tak tersentuh malam ini, mungkin ia tak percaya diri melihat pedangnya selama ini tengah bertapa.


“Hem ... Sayang mulai yuk!” ajak Yumna. Dimana mana yang mengajak itu pria, saat ini malah yang mengajak adalah wanitanya...


“Seperti biasa dulu kan Beby?” tanya Abraham.


“Ia seperti biasa, cepat buka celana mu” ucap Yumna.


(Entar dulu kenapa gue yang malu ya🤭.)


“Malu malu kucing dong beb, biar para Reader baper pas baca part kita ini.”


“Aduh mau malu malu jika ujung ujungnya malu maluin mending buka bukaan kenapa sih Beb, itu aku gak sabar mau lihat si perkutut bangun. Kau tau bukan selama ini aku ngocok arisan terong rebus terus setiap hari, sekarang aku tak sabar pengen lihat yang bangun. Kemarin terakhir kita terapi di Klinik Tong Seng, itu perkutut bangun cuma sebentar, coba gak ada dokternya aku sudah masukkan dia ke dalam kuburan ku biar tau berapa lama ia bisa hidup” ucap Yumna.


“Astaga ... Istri ku bar bar bener dah, bagaimana jika ini kenalpot kagak bangun bangun, bisa bisa di suntik racun sama pawangnya” ucap Abraham dalam hati, mengingat sang istri wanita beracun🤭.


“Ayoo sayang” ucap Yumna merayu suaminya itu.


“Baiklah ... Baiklah ....” ucap Abraham mengalah.


Abraham membuka bajunya dengan jantung dag Dig dug der. Seperti anak pera•wan, tangannya gemetar ketika membuka satu persatu bajunya.


Bukanya nervous takut salah masukin kenalpot kedalam lubangnya, tetapi ia takut si kenalpot kagak bangun bangun, sehingga membuat istrinya kecewa karena gagal di tusuk.


“Tidur lah disini sayang, tunggu aku ok?” ucap Yumna langsung loncat dari atas tempat tidur, ia masuk keruang ganti.


2 menit kemudian.


Yumna keluar dengan mengangkat baju Dinar peranjangan yang sudah siapkan di dalam sana, tanpa keresek pembungkus kue cucur, dan segitiga penutup Pralon pun sudah terlepas, hanya baju saringan santan yang tembus pandang menggoda iman.


Glek ... Abraham menelan air liurnya kering. apalagi bau wangi parfum sang istri yang sepertinya satu botol di siramkan ke seluruh tubuh nya.


“Astaga ....” Abraham tambah kaget karena sang istri mengenakan bandana berbentuk telinga tikus, sepertinya gadis itu sedang cosplay di depan sang suami.


“Sayang darimana kau mendapatkan barang beginian?” tanya Abraham.


“Oh ini aku dapat dari Nenek QI kemarin, kenapa beb, aku jelek ya mengenakan baju dinas macem ini??” tanya Yumna.


“Oh ... tidak sayang, kau sangat cantik.” ucap Abraham langusung duduk menarik istrinya.


“Istriku paling cantik mau menggunakan baju dari macan tutul Sumatra pun juga cocok kok.” rayu Abraham.


“Benarkah?” tanya Yumna.


“Benar sayang, kau tak percaya deng ucapan suamimu ini?” Abraham menepuk dada bidangnya.


“Bukannya tak percaya tapi curiga, soalnya suamiku ini dulunya buaya karena senjatanya mati akhirnya mejadi buaya buntung” ucap Yumna mengingatkan suaminya itu, jika si suami mantan biaya darat yang suka berkelana mencari lubang baru milik para wanita.


“Kan ini sudah pensiun dari dunia Casanova sayang, sekarang aku setia kok” Abraham meyakinkan sang istri, tangannya menarik Yumna sehingga sang istri jatuh keatas pangkuannya.


“Cup ... Sayang mulai ritual yuk!” ajak Abraham kepada sang istri setelah mengecup kening Yumna.


Abraham menyatukan bibir mereka. Ia memberikan ciuman penuh perasaan sangat dalam, dan Yumna membalasnya penuh cinta.


Satu persatu kain terlepas dari tubuh mereka, saat ini tubuh mereka sudah polosan, wajah Yumna bersemu merah ketika suaminya memandang lapar kepada kue cucurnya, yang semenjak menikahi Abraham ia harus sering memberikan amunisi untuk suaminya itu berupa zuzu kopong miliknya, agar Kenalpot milik suaminya bisa berdiri tegak.


“Jangan di lihatin aja lah beb!” bisik Yumna.


“Mereka semakin hari semakin besar sayang, cepat banget tubuhnya.” ujar Abraham memandang kue cucur milik sang istri.


“Ia lah Beb, ini setiap hari aku memberi makan bayi besar, makin lama ya makin melar juga, aku tak menyangka mereka bisa Segede ini padahal baru 1 bulan kita menikah udah sebesar ini bagaimana jika setahun apa gak seperti buah nangka ini dua duanya, kamu sih terlalu doyan minum DOTnya.” protes Yumna.


“Ya maaf sayang, aku ketagihan sama kue cucur legit mu ini” bisik Abraham langusung menyedot empeng bayi di tengah tengah si kue cucur.


“Akh ....” des•ah Yumna, tangannya nekan kepala sang suami. Dengan perlahan Abraham merebahkan tubuh sang istri keatas kasur.


“Gaya 69 yuk yank” ajak Yumna ketika sang suami melepaskan epeng bayi milik sang istri.


“Oh ... Akh ...” desah Abraham ketika sang istri memasukan Kenalpot setengah hidupnya kedalam mulutnya...


Sedangkan dirinya tengah menggaruk harta karun dari dalam kuburan yang belum pernah di gali. pasangan istri saling memuaskan bak orang profesional.


“Ahhh ... Uhuh.. seeett” rintih Yumna mulutnya di penuhi kenalpot hidup.


“ Ahhh ... Sayang geli, mau pipis” Yumna merintih. karena suaminya semakin semangat menggaruk di bawah sana.

__ADS_1


“Keluarkan sayang, biar licin agar si Kenalpot langusung meluncur diprosotan mu nanti” ucap Abraham dengan suara beratnya.


Karena pemanasan dirasa cukup, meraka melepaskan pekerjaan yang baru mereka mulai. Abraham menarik sang istri lalu merebahkan tubuh gadis itu keatas kasur. Saat ini gantian Abraham lah yang berada di atas...


Abraham mencium bibir sang istri dengan rakus, sedangkan bibirnya menuntun si kenalpot mencari lubang kuburannya.


Memang Abraham sudah handal tak usah melihat dimana itu lubang berada karena si kenalpot sudah tau letak sudut dan bujur sangkar tempat sarangnya berada.


Dengan hati-hati Abraham mendorong yang di bawah, perlahan tapi pasti si kenalpot. Blesh ... si kenalpot masuk dengan sempurna.


Kagak ada nangis nangisan, karena spesies wanitanya seorang petarung, hanya setetes air mata keluar dari mata Yumna.


Dirasa sang istri sudah menyesuaikan adanya benda asing di bawah sana, Abraham menggerakkan pinggulnya maju mundur, wajahnya merem melek...


“Oh ... begini rasanya milik pera•wan legit dan menggigit seperti diriku terbang ke awan awan ... akh ....” racau Abraham.


“Ohhh ... Akh .... seeettt ... Akhh” Yumna merintih merasakan tusukan si kenalpot...


Tapi sayang baru 2 menit 50 detik kenalpot maju munder saringannya sudah bocor, “Ahhhhh” lenguh Abrhaam karena sudah sampek di ujung duluan.


“Yah buka lahan 5 menit sampek kejang nih kaki mau pecah peraw•an, tidak sampek tiga menit udah bocor itu saringan Beb” Ucap Yumna.


“Kau benar beby, maafkan aku mengecewakanmu sayang. sepertinya ini kenalpot harus di bawak ke bengkel lagi lain saja” Ucap Abraham frustasi.


“Maafkan aku, apa yang terjadi kepadamu adalah ulahku. Seharusnya aku sudah bersyukur meski hanya 2 menit 50 detik. Sepertinya Klinik Tong Seng kurang manjur” ucap Yumna tertunduk.


“Hey sayang, dengarkan aku. Malah aku berterimakasih kepada mu kau sudah menendang si kenalpot, jika tidak saat ini aku masih bermain main tak memikirkan nasib masa depanku. Kau adalah pembawa untung dan pembawa rugi untukku.” bisik Abraham.


“Aku rugi karena si kenalpot mati suri dan beruntung mendapatkan cinta seorang istri luar biasa seperti dirimu. kerugian ku bisa ku beli dengan kekayaan ku, tapi mendapatkan seorang istri sepertimu adalah keberuntungan mungkin wanita spesies dirimu hanya satu di dunia yang mau menerima pria seperti diriku ini” Ucap Abraham.


“Aku mohon jangan seperti itu sayang, jika durasinya cuma segitu selamanya aku janji tak akan mengeluh lagi. Aku mencintaimu ... Cup ....” Yumna mencium bibir suaminya.


“Terimakasih, sayang .... Besok aku akan membawamu ke Indonesia, disana ada Klinik Mak erot, katanya tangannya ajaib bisa membuat barang yang hibernasi bertahun tahun langsung bangun seketika.” Abraham menghibur sang istri.


“Benarkah? ... Ayo kita berangkat sekarang.” Ucap Yumna antusias.


“Besok saja sayang, sekarang aku pengen lagi merasakan lubang sempit mu. Kali ini aku akan menggunakan bantuan tisu magic agar tahan lama, kau awasi jam berapa lama si kenalpot bisa bertahan.”


“Jika tiga menit lagi maka kita akan mengulanginya sebanyak yang kita mau, sehingga kita puas sampek pagi. lihatlah ini ....” Yumna memperlihatkan sebuah kotak pil encok kepada suaminya.


“Sayang, darimana kau mendapatkan beda terkutuk itu?” Tanya Abraham merasakan firasat yang yang kurang enak.


“Kami para wanita sudah di bekali obat encok ini oleh nenek QI, katanya jika aku yang mau kalah berarti aku yang harus meminum pil ini, jika yang kalah sebaliknya maka pasangan kita yang disuruh minum. Ini adalah perintah nenek QI” Ucap Yumna.


“Yuk main lagi, ayang perhatikan jamnya ya” Ucap Abraham langsung menyerang bibir sang istri.


Dan akhirnya mereka melakukan penyatuan lagi mengandalkan tisu magic dijamin dan seperti kata abraham meraka setelah mendapatkan pelepasan maka melihat jam.



Nih siapa belum tau dengan si tisu, siapa tau reader emak ada yang memiliki kelemahan di bidang ehem ehem, hanya untuk refrensi 🤭.


...----------------...


...Kamar Mulin...


Mulin dengan semangat 45 memasuki kamar, ia tak sabar menghukum istrinya yang pergi meninggalkannya selama dua hari.


Ia menaiki Lift menuju kamarnya, meski pernah belah duren tetapi ia hanya merasakan nusuk semalam saja.


Hari ini Mulin dengan percaya dirinya memasuki kamar mereka, ia juga tak sabar mempraktekkan gaya baru hasil berguru kepada gugurnya yang profesional yaitu Kakek WU.


Mana dia menyogok Kakek WU dengan cara menyeludupkan kacang Kakek yang tengah di sita oleh Taksa dan tuan ayahnya.


Ceklek ... pintu ia buka dan ternyata kamar masih kosong. Karena sang istri tengah melepas gaun pengantinnya, sepertinya giliran Alana membuka baju yang terakhir sehingga Mulin yang masuk ke kamar terakhir masih belum melihat sang Istri.


10 menit kemudian Mulin mulai bosan menunggu, ia berjalan mondar mandar di depan pintu.


Karena merasa gerah ia langsung masuk ke kamar mandi dulu lalu membersihkan tubuhnya secepat kilat.


Mandi kilat ala abang Mulin hanya memakan waktu 10 menit saja. Setelah itu ia langsung menarik handuk untuk menutupi si singkong yang masih Bocap bobok cakep.


Saat ini ia sudah ada di depan cermin melihat ototnya yang sempurna, ia mengangkat kedua ketiaknya, “Aman.” Begitu ia ucapkan ketika mencium si ketiak.


Mulin mengambil minyak wangi, lalu menyemprotkan parfum maskulinnya yang membuat ia selalu pede.


“Alana lama sekali ya! ... apakah aku jemput saja ya?” Ucap Mulin kepada dirinya.


Mulin berjalan kearah pintu, pada saat tangannya hampir memegang handle pintu kamar tiba tiba pintu kamar bergerak sehingga membuat abang Mulin mengurungkan tangannya.


Mulin langusung sembunyi di samping pintu, dan bener Alana masuk kedalam kamar, Ketika melihat istrinya, Mulin yang sudah tak sabaran ia langsung menangkapnya...


Hap ...

__ADS_1


“Astaga yank aku hampir jantungan tau!” omel Alana.


“Aku sudah rindu beb.” bisik Mulin.


“Ta ... Tapi ... Awww ...,” Jerit Alana ketika tubuhnya melayang di angkat oleh suaminya.


Mulin dengan tak sabaran langsung membanting sang istri keatas ranjang empuknya. “Aku sudah menunggumu lama sayang, Cup ....,” Mulin mencium bibir istrinya tanpa jeda.


Alana mengalungkan tangannya di leher sang suami, ia membalas belaian bibir tipis bervolume itu, semakin lama ciuman semakin menuntut.


Ciuman semakin turun ke leher, lalu ke tulang selangka. Ia memberikan stempel kepemilikan untuk sang istri.


Sroak ...


Bunyi gaun di robek oleh tangan tak sabaran si Mulin. “Sayang kenapa kau merobeknya, itu baru dan mahal kemarin aku membelinya dengan cara menguras uang tabungan mu” omel Alana.


“Besok aku akan membelikan baju seperti itu berserta toko tokonya” ucap Mulin kepada istrinya yang hampir merajuk.


“Kau kan sudah gak punya banyak uang Yank, jangan Ngada Ngada deh” ucap Alana.


“Aku masih banyak punya usaha sayang, dan asal kau tau setiap bulan gajih ku itu 1 Miliar dari tuan muda, makan di dalam dan tidur sudah di tanggung bos” ucap Mulin.


“Wow berarti ada dong membelikan ku baju macan tutul” ucap Alana.


“Sama macam macan nya akan aku bawakan sayang, biarkan suamimu ini melanjutkan tugasnya.”


Mulin mencium rakus pepaya milik sang istri sehingga terdengar suara lacnut dari bibir sang istri, “Ohhh ... Lebih dalam lagi Yank!” Alana merintih.


Mulin mencium perut sang istri hingga ke tempat di mana panci si singkong berada.


“Astaga” ucap Mulin terdiam memandang bibir pancing selama 5 menit.


“Yank, kenapa diam, kau butuh senter untuk melihat letak lubang panci ku?” Tanya Alana karena terlalu lama menunggu ia bangun dari posisi tidurnya.


Saat ini bukan hanya Mulin yang pucat pasi tetapi wajah Alana langusung memerah pucat macem melihat demit sundel bolong.


“Kenapa kau kau tak bilang kepadaku Yank?” tanya Rana, ia langsung menurunkan kakinya.


“Stop, sayang kau tak boleh bergerak” ucap Mulin.


“Tunggu aku disini, aku akan mencari bantuan dulu” ucap Mulin.


“Aku datang bulan Yank, aku harus cepat cepat membersihkan darah dibawah” teriak Alana tapi sudah tak di dengar oleh suaminya.


Mulin keluar tergesa gesa entah belum tau kemana tujuan si asisten kaku itu.


Saat ini Mulin berada di depan kamar salah satu pengantin, tanpa menunggu lama ia langsung mengetuk pintu itu tak sabaran.


Tok ... Tok ... Tok ... Tok ... Tok ... Tok ....


Kira kira kamar siapa yang Abang Mulin ketuk??😅🤭🤔









^^^~To be continued^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh emak Liana 🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini

__ADS_1


__ADS_2