
...^HAPPY READING^...
Pagi hari menjelang, sudah sehari semalam Qiana menghilang, Taksa semakin uring uringan tak jelas, bahkan sekarang ia duduk termenung di pohon tempat bersantai dengan sang istri pada saat di meminta DP dulu, dulu Taksa lagi kasmaran duduk disini sekarang Taksa lagi galau berjamaah dengan kedua hewan milik istrinya siapa lagi kalau bukan si Zora dan Zeta.
"Eh Zora kenapa kau tak mau diam, kau ngamuk aja kerjaanya dari kemarin, kau tau tidak bukan lu doang yang rindu dengan kehadiran istriku," ucap Taksa pada Zora yang tak bisa tenang bahkan salah satu anak buah Qiana hampir di cabik cabik oleh binatang ini, jika tidak ada Taksa sudah melayang satu nyawa, sepertinya dua binatang ini mau bunuh diri jika tidak ketemu Qiana.
"Lu natap gue kayak musuh saja ZET.. gue lagi galau Jangan ajak gue berantem ya, kau belum tau ya kekuatan the power suami kehilangan, lu lihat nih mata gue kantung matanya sudah hitam kayak mata panda, abis dah pesona ketampanan gue ini .. Jangan liat gue kayak gitu, gue GK mungkin ngambil betina lu juga... nih minum alkohol kita mabuk bareng... Qiana ... ohh Qiana sayang aku sudah tak tahan akan rindu ini, besok aku mau pesan borgol untuk mengikat tanganku dan tanganmu biar aku bisa membawamu kemanapun aku pergi meski ke WC sekalipun" Taksa yang mabuk sedang berbagi minuman sama kedua kesayangan istrinya itu, ia menuang wine nya di dua mangku untuk kedua hewan itu, yang anehnya dua hewan itu menegak minuman itu seperti meminum air.
"Aku mohon sayang kau harus kembali anak buah kita sedang mencari mu, aku mohon kau harus baik baik saja, "Taksa teler dengan posisi bersila dengan memangku kepala dua harimau yang tertidur, entah itu karena efek mabuk 3 orang itu terkapar diluar.
Selama 3 Taksa tertidur di temapat itu dengan kedua peliharaan sang istri, tak ada satupun orang yang menganggu mereka. Mulin yang kala itu sedang ada keperluan penting menyangkut tugasnya mendatangi tuannya.
"Hemm....Selamat siang tuan" Mulin membangun kan Taksa.
"Kau sudah sampai Mulin" jawab Taksa.
"Ia tuan tahanan mereka sudah mulai sadar dari obat bius" lapor mulin.
"Bagus ...." Jawab Taksa, ia langsung menepuk kepala kedua binatang itu,
"Sudah saatnya kalian harus bangun, kalian ingin membalas kan rasa sakit nona kalian kan, ayo bangun aku ingin melihat pekerjaan kalian yang selalu memuaskan nona mu, dan kau Mulin ambilkan mereka makanan agar mereka bertenaga, sedari kemarin mereka hanya mengendus makannya, sepertinya mereka merasakan lapar"
Dengan sigap Mulin mengambilkan daging panggang yang baru matang dari dapur.
Taksa lansung mengambil wadah daging itu ia menyuapi satu persatu binatang buas itu. "Ayo makanlah kalian harus buktikan harimau peranakan leopard seperti kalian menyambut tamu kita dengan ramah," Ucap Taksa, sepertinya kedua bintang itu mengerti ucapan Taksa ia memakan dengan diam, setiap suapan mereka mengelus lengan Taksa seperti kucing yang bermanja-manja dengan majikannya.
Taksa yang merasa dua binatang itu menghiburnya, setelah makanan habis ia langsung mengelus kedua kepala binatang buas itu." Kalian menghiburku ?, saat nya kalian menyapa mereka, aku akan mengawasi kalian melalui CCTV.
Kedua binatang dan Taksa sama sama terbangun, mereka berjalan sesuai tujuan masing masing.
...* * * *...
Di sebuah ruangan yang seperti penjara kerena pintu besi seperti sel penjara.
Ada 5 orang sedang tertidur berjejer seperti mayat karena orang meletakkan ke Lima orang itu dengan rapi, bedanya penampilan mereka bermacam macam.
Adrian Lu saat ini sedang menggunakan baju kasual, sedangkan Ibu Adrian sedang memakai baju rumah sakit.
Sama halnya dengan Sofia wanita itu juga menggunakan baju pasien rumah sakit, mereka di culik di kamar rumah sakit.
__ADS_1
Sedangkan ayah Adrian saat ini hanya menggunakan bokser ketat tanpa baju di atasnya, ia saat ini berada satu selimut dengan simpanannya Lusita, mereka di gotong ketika sedang memulai pertempuran ranjang, karena menurut Taksa semakin menarik jika si selingkuhan itu ikut di undang ke tempat itu maka anak buah Qiana menggotong mereka dengan cara ditumpuk menggunakan selimut, karena wanita itu hanya menggunakan lingerie seksi yang membuat mata semua penculik sakit mata.
perlahan mata satu persatu 5 orang terbuka, yang pertama nyonya lu dan Adrian yang bangun, " Dimana ini, kenapa tempat ini seperti penjara ? " ucap nyonya lu.
Mendengar suara ibunya Adrian langsung tersadar," Ibu kau sudah bangun?" tanya Adrian.
"Adrian ini dimana, dan siapa mereka" ibu Adrian menunjuk Sofia yang tertidur menyamping memunggungi mereka berdua, dan pasangan ayah Adrian dan Lusita yang masih bergumul di dalam selimut.
"Entah Aku tidak tau, akan aku lihat mama" Adrian bangun ia menyentuh punggung Sofia.
"Sofia sedang apa kau juga disini" Sofia yang di panggil langsung mengerjakan matanya, ia terbangun.
"Adrian kita dimana, "ia mengedarkan pandangannya." Apa kita di culik ?" Sofia langsung panik.
"Hey siapa disana, kenapa kita di bawa kesini, kalian tidak tau jika semua ini adalah penculikan, kalian tidak takut ditangkap polisi karena ini sudah tindakan kriminal"Teriak Adrian.
"Berisik ... sayang kenapa di apartemen kita ada ribut ribut, apa kedap suara di apartemen kita rusak." ucap ayah Adrian yang terganggu tidurnya, ia masih tidak sadar bahwa 3 orang memandang intimidasi kepadanya.
"Ayah" panggil Adrian.
Mendengar suara anaknya Rudi Lu langsung tersadar, ia langsung duduk keluar dari selimut." Ada apa Adrian kenapa kau ribut ribut ? " Tanya ayah adrian itu, ia melihat 3 orang memandang aneh padanya ia baru sadar jika istrinya juga ada disitu.
"Kaki siapa itu Rudi ?" Tanya nyonya lu istrinya.
"Aku Aku tidak tau sayang... bahkan aku kaget kenapa aku ada disini dan satu selimut dengannya, bahkan aku belum melihat orang yang dibungkus denganku" Tuan Lu itu berkilah.
Adrian mendekat, ia melihat siapa orang yang satu selimut dengan ayahnya. "Bibi Lusita" panggil Adrian setelah memastikan orang yang dia lihat adalah sahabat ibunya sekaligus sekertaris ayahnya.
Lusita yang di panggil langsung terbangun "A.. A....Ada apa ini... kenapa aku di temapat ini" ucap Lusita ia melihat ibu Adrian memandang lekat padanya, semua orang juga melihat padanya.
"Lusita kenapa kau berada dalam satu selimut dengan suamiku, dan pakaian mu itu, cepat tutup" ucap nyonya Lu yang dalam hati kecilnya merasakan kecurigaan kepada sahabatnya itu.
"Ma mungkin dia sama dengan kita di culik di bawa kesini, karena pakaian mereka terbuka penjahat menutup mereka berdua dengan satu selimut" Adrian menenangkan hati ibunya, meski hati kecilnya sedikit curiga kepada ayahnya itu.
"Hemz Aku bosang mendengar drama keluarga kalian, hitungan sampai lima aku akan memberikan kado perkenalan untuk kalian" ucap Taksa dari ruang kendali, suara Taksa menggema di ruangan itu karena ada spiker tersembunyi yang tersimpan ditempat itu.
"Hey... siapa disana, keluar kau brengsek" Teriak Adrian merasa di permainkan.
Tiba-tiba sebuah film seperti dari LCD proyektor terpampang di luar jeruji besi mereka, video itu seperti di film film yang akan mulai dibuka dengan angka 5 sampai 0, semua perhatian 5 orang itu tertuju ke layar itu tiba -tiba film yang tersaji disana yaitu film dewasa antara tuan Rudi Lu dengan Lusita sedang bercumbu dan di sekitar Video itu terdapat bukti bukti perselingkuhan antara Rudi dan Lusita yang sudah berkencan lebih dari 17 tahun lamanya.
__ADS_1
"Rudi bisa kau jelaskan kepadaku" mata nyonya Lu menyiratkan kekecewaan yang amat mendalam.
"Biar aku yang memberi tahu kamu, aku dan Rudi adalah sepasang kekasih sedari aku memasuki sekolah pertama, dan Rudi lulus SMA, memang jarak usia kami sangatlah jauh, tetapi namanya cinta tak memandang usia, kami menjalani kasih sampai aku lulus SMP, aku ikut orang tua ku ke luar negeri, , kala itu aku kecewa karena Rudi menikah tanpa sepengetahuanku, karena selama aku tinggal di luar negeri Rudi setiap perjalanan bisnis selalu menikmati malam panjang dengan ku yang di butakan oleh cinta, tanpa tau statusnya apa saat itu. Tetapi setelah aku lulus kuliah keluaga ku bangkrut orang tua ku memilih bunuh diri, stelah itu Rudi membawaku ke tanah air, dan apa yang aku dapatkan ketika sampai di negara ini yang aku dapatkan adalah sebuah kenyataan bawa Rudi sudah memiliki istri dan anak usia 17 tahun yang kuliah di luar negeri saat ini. Kau jika menjadi aku bagaimana perasaanmu, demi bertahan hidup aku bekrja menjadi sekertaris pribadi Rudi, dan waktu itu aku putus hubungan dengannya, aku menutup kehidupan ku dari laki-laki diluar sana, tetapi asal kau tau, Aku hamil, waktu itu aku hamil anak Rudi , demi anakku aku rela menjadi yang kedua, dan sekaligus menjadi simpanan, karena Nadira putri ku butuh akta lahir agar bisa sekolah, dan demi putri ku aku harus menjadi sahabat mu agar tidak kau tidak curiga ketika kami keluar bersama" jelas Lusita, dengan air mata yang berderai.
"Tapi aku tak terima ******... Buk" nyonya Lu langsung menjambak rambut mantan sahabatnya, ia sangat marah.
Tiba-tiba sebuah Video Sofia sedang bercinta dengan tuan Rudi pun Ter putar, "Hahahahahaha ternyata calon menantu pilihan mu juga membuka ************ nya kepada suami mu dan suamiku" air mata kedua wanita itu deras mengalir.
"Brengsek" umpat nyonya lu... ia langsung mendekati Sofia , sebelum ini nyonya lu datang ke hadapan suaminya "Plak... dasar buaya darat" umpat nyonya lu.
"Plak .... Plak... ini dari ku yang membuat ku jadi simpanan selama ini" Lusita dengan rambut berantakan akibat amukan dari madunya.
"Plak...... Plak... Buk...Plak...Buk" si trio ****** itu adu tinju, etah siapa yang Manang aku author juga tidak tau.
Sedangkan Adrian memandang ayahnya penuh kecewa, "jelaskan"
"Aku mencintai Lusita, aku menikah dengan ibumu karena perjodohan, dan maafkan ayah" ucap tuan lu.
"Berarti anak bibi Lusita adalah putri ayah" ucap Adrian dengan mata memar.
"Iya" jawab ayah Adrian.
Adrian langsung terduduk tanpa melerai para wanita.
"Ceklek" pintu sel terbuka, Tiba-tiba dua ekor harimau, dengan lilitan ular kobra dileher masing masing, membuat pertikaian itu terjeda..
ketika dua hewan itu masuk pintu sel itu terkunci otomatis.
"Tolong Tolong ada harimau tolong" teriak orang orang itu .
"Gerrrrrr" dua harimau itu melihat kan taring nya, dan dua ular itu siap menyembur orang orang itu.
Semua orang melihat binatang buas itu langsung gemetar ketakutan.
"Nikmati hadiah kalian. Sampai jumpa besok" ucap Taksa.
"Tolong... Tolong"
^^^~**To be continued^^^
__ADS_1
~Berikan aku Vote nya ya episode kali ini panjang banget ... selamat malam**