
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
...~•^HAPPY READING^•~...
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
Saat ini Taksa duduk di kursi dekat dengan tempat tidur, matanya memandang dalam perut sang istri.
wajahnya penuh frustasi seperti remaja takut menghamili pacarnya.
"Bagaimana jika dia hadir, waktu pacaran ku akan sangat singkat, mana lagi selalu ada reklame berpisah dua kali selama kita menikah, masak aku harus berbagi lebih awal"
"Tidak.... Tidak... Tidak mungkin dulu si Jery nyolok malam perdana berkali kali tidak berisi tuh malah banjir setelahnya" Ucap Taksa dalam hati.
"jika hamidun istriku kan tidak masalah kita kan menikah resmi, kita hanya kurang membuat perayaan saja" Gumam Taksa.
"Tapi itu sungguh mendadak aku belum siap membagi istriku" Taksa menarik rambut nya, sekarang ia merasa tambah tua 10 tahun.
Baru saja enak enak sudah dihempaskan ke dasar jurang tak berujung.
Sedangkan si dokter Dion bahagia dengan kejadian tak terduga.
Ia langsung merogoh saku celananya.
"Kakek mungkin doa kakek terkabulkan, sebentar lagi akan ada penerus di keluarga WU" ucap Dion to the points.
"Benarkah... hebat... hahahaha....kau jika Cicitku jadi saham 1 persen di rumah sakit WU aku berikan kepada mu Dion, sekarang aku ingin kau tambah memuluskan rencana ku untuk mendapatkan cicit, wahhh akik akik ini sudah mencium bau bayi di rumah ku" lalu si kakek menutup telponnya.
"Aku belum mengambil tindakan sudah dapet saham 1%, kaya kaya aku, akhir nya teror si kakek tidak menghantui ku lagi, dan gara gara si kakek aku membeli sarung buat si Jeri yang sengaja di bocorin agar si Jeki menghasilkan uncet, dan itu harus merogoh gocek besar, tapi setidaknya jika perut si nona Belendung mereka tak mencurigai ku, Setelah ini tinggal kabur berlibur ke Hawaii tiga bulan ... Hehehehe" Dion bicara pada dirinya, sambil mengabil satu kardus besar sarung tak layak pakai untuk sang bos, anggaplah si Dion penghianat kepada sang bos, dari pada gara gara si kakek yang menerornya setiap satu jam, dan itu sungguh kejam untuk Dion yang bekerja siang dan malam di rumah sakit, bahkan si kakek tau waktu istirahat dan selesai nya ia bertugas.
Perbuatan si kakek itu membuat hidup Dion merasa terteror melebihi teror demit jail di rumah kosong.
Dion membawa kardus berisikan seribu biji Sarung sutra Jery yang limited edition, karena si kakek sudah berani mengambil tanggung jawab jika ada keributan di kemudian hari.
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
"Tok... Tok..." bunyi pintu kamar diketuk pelan, membuat perhatian Taksa kepada perut sang istri.
Lalu Taksa bangun dari duduknya, ia keluar dari dalam kamar "Ceklek"
"Apa itu" Tanya Taksa kepada Dion.
"Oh ini adalah sarung lembut untuk Jery selama 3 bulan, karena prediksi luka nyonya muda akan sembuh total selama 3 bulan tuan, dan ini sebagai Stok anda selama saya pergi ke Hawaii besok, disini sudah ada tim medis nona yang menangani.
"Haruskah aku menggunakan nya?" Tanya Taksa tak semangat.
"Dan disana sudah ada cara pemakaiannya tuan muda, anda akan terbiasa memakainya karena tebal sarung itu hanya setebal kulit bawang, dan semua sarung itu sudah bercorak corak bahkan ada gambar karakter kartun dan modelnya macem macem tuan, setiap anda membuka bungkusnya pasti mendapat kejutan seperti kinder Joy. Bentuk bentuk dan setiap biji memliki rasa. Anda harus berkorban sedikit tuan" ucap Dion yang tumben menggunakan kata kata formal.
__ADS_1
"Kau makan sampah kah Dion, tumben kau formal seperti ini dengan aku" Taksa mengernyitkan dahi.
"Tidak tuan saya sekarang serah terima tugas saya, saya mohon pamit" ucap si Dion, ia sudah tak tahan mau pergi dari tempat itu, bahkan celananya basah, bukan main basah dengan wanita, tetapi celananya basah karena keringat sebesar biji jagung dari dalam sana.
"Baiklah ... sana pergi" ucap Taksa.
Tangannya langsung mengabil kotak yang cukup besar dari tangan sahabatnya itu.
Dion mendapat perintah pergi dari Taksa langsung mengambil langkah seribu, meninggalkan tempat itu.
Sedangkan Taksa ia langsung masuk ke dalam kamar sambil mencium cium kardus nya. "Tidak ada baunya tuh, dasar pembual"
Setalah jauh dari sang bos Dion langsung terduduk di samping tembok ia duduk tak beralaskan apapun.
"Rekening mu bangkrut dokter Sampek anda seperti gembel baru tuan." tanya Mulin.
"Ehhh ... Mulin.. itu.. itu aku caper baru menangani luka nona" .
"Anda mencurigakan dokter" ucap Mulin dengan mata mengintimidasi.
"Ehhh tidak tidak aku mau berangkat sekarang ke hawaii cuti 3 bulan ku sudah menunggu ... da.. da...."
"Cih gak terima dada dada an" Mulin langsung pergi menemui Rafael karena ada sesuatu yang ingin dia diskusikan.
~Sedangkan dilain tempat , yaitu kamar tamu.
"Dasar mesum baru bangun tangannya kemana mana meraba, kenapa aku kurang kencang menendang nya tadi" ucap Yumna lagi mengupas apel dengan wajah panas dan memerah, ia saat ini merasakan lapar karena menjaga orang yang pingsan merangkap tidur itu.
melihat Yumna memegang pisau Abraham langsung terduduk. Ia mengabil bantal untuk di letakkan di pangkuan nya ia berjaga-jaga jika ada serangan baru dari wanita barbar didepannya.
"Hey wanita kau mau apa dengan pisau itu hah??" Tanya Abraham dengan nada ketakutan, kondisinya lagi nyut nyutan dibawah tak bisa berkutik.
Abraham merogoh saku kanan kiri tetapi ia tak menemukan senjata satupun.
"Kau mencari ini tuan" Yumna langsung menodongkan senjata kearah Abraham.
"Heh Heh wanita.... Jagan macem macem ya, aku harus kerumah sakit untuk memeriksa kan si pusaka keramat ku agar tidak cidera."
"Aku sudah memeriksa nya tadi" jawab Yumna, tadi Yumna langsung nyuruh tekan nya memeriksa si milik Abraham memastikan jika ia tak membuat cacat burung orang, ia sedikit bersalah sudah Menendang Abraham terlalu kencang sehingga membuat sang empunya Sampai pingsan Berjam jam.
"Apa kau yang membongkar Sahara dan popok ku" Tanya si Abraham.
"Emangnya kenapa?, barang lagi mati dan orang nya pingsan tak berkutik itu bebas kita apakan" ucap Yumna enteng.
"Apah... kau liat itu lagi Bogan? (bobok ganteng )" tanya Abraham memastikan.
"Emangnya kenapa itu mu sudah hampir turun mesin karena kau pakai terus, apalagi Warnanya yang hitam legam kayak pantat panci, membuat gue tak selera" ucap Yumna dengan muka memerah, ia cuma berkilah, yang membongkar sahara Abraham adalah dokter, kalau dia yang bongkar buat apa coba, dia bukan seorang dokter, ia merasa bersalah karena membuat laki-laki tanpan itu pingsan Sampek 2 jam lamanya.
__ADS_1
"Wahh... teganya kau padaku, aku di dianiaya oleh gadis kecil macem kamu gadis kecil, jika terjadi kenapa Napa dengan sahabatku kau harus bertanggung jawab" ucap Abraham.
"Cihh, dianiaya katanya... Selamat merana kedepannya, dan itu balasan karena anak buah mu yang melukai nona kami, dan apa yang kau banggakan akan mati suri untuk sementara" Ucap Yumna dalam hati.
"Baiklah karena kau sudah sadar aku ingin memberi makan si Zeta dan si Zora."
ucap Yumna.
"Siapa Zeta dan Zora itu ?" Tanya Abraham penasaran.
"Orang yang suka penasaran akan memperpendek usia tuan" ucap Yumna dingin.
"Kau tak takut dengan ku, aku adalah mafia terkuat di Asia," Abraham memamerkan kekuasaannya.
Yumna berjalan mendekat ke ranjang Abraham "Dan saya adalah ahli racun tuan, kau tak takut dengan ku jika saat kau pingsan tadi aku menyuntikkan racun mematikan di tubuh mu" Bisik Yumna, lagu mengacungkan pisau yang dia pegang ke depan wajah Abraham.
"GLUK" Abraham menelan air liur di tenggorokannya yang kering.
"Mimpi apa aku akhiri akhir ini selalu bertemu dengan wanita kejam" kata hati Abraham.
"Klek" bunyi pisau membelah apel, yang membelah matanya memandang Abraham tajam.
Jakun Abraham naek turun meliahat gadis di depannya itu.
"Tuhan kau lindungi aset berharga ku ini dari para singa yang mau mengebiri diriku ini" doa Abraham.
Author \= " Si Abraham kalog sudah berada di posisi terjepit baru ingat Tuhan, padahal dosanya sekebon tetangga aja tak muat nampung, bunuh orang aja kayak bunuh semut, dasar Mafia gadungan."
Abraham \= " Si otor nih tega bener mengolok gue, mafia kan juga manusia, dan gue butuh perlindungan demi ***** gue yang terancam punah."
Author \= " Makanya Jagan celap celup sedotan mu ke sembarang gelas. "
Abraham \= 🤮😭
^^^...~To be continued...^^^
Terimakasih atas dukungan nya
maaf jika selama membaca karya receh Liana keizia kalian menemukan typo bertebaran dan dan kata kata tak sesuai tempat nya.
mohon dimaklumi, saat ini Liana keizia sedang dalam tahap belajar menulis dan menulis sebuah satu episode itu tidaklah mudah.
Terimakasih sudah menghargai karya receh ini.
Liana hanya mendoakan semoga kalian selalu sehat di manapun berada.
Jagan lupa tinggalkan jejak kalian , dengan cara , like, komen, Vote karya receh Liana sebagai penyemangat untukku agar semangat dalam berkarya.
__ADS_1
...Thank you to all of you...