Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Kalung sabit dan perbuatan bejat Han XU (masa lalu)


__ADS_3

...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


...~•^HAPPY READING^•~...


...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


"Hahahahaha... Hey adik kau masih bisa berteriak dalam ke adaan lumpuh ya?" Ucap Han.


"Lepaskan istriku bangsat" teriak Alexander kepada kakak tirinya itu.


"Lepaskan dia mari bicara baik baik" Ucap tuan XU.


"Aku akan bicara baik baik jika kau memberikan seluruh harta keluarga XU dan Anna kepadaku Ayah" Ucap Han.


"HHAANN....jauhkan pikiran mu untuk mengambil istri ku, mari kita bertarung dengan gantle, jangan menjadi pengecut seperti ini" Ucap Alexander murka ia melihat sang istri menggeliat seperti caci kepanasan, ia bukan orang bodoh dan Alex yakin Han sudah melakukan sesuatu kepada istrinya itu.


"Ahhh.... Mas Alex panas,,, Tolong aku..." Ana merintih.


"Plak....Jagan sebut nama laki-laki lain selain nama ku sayang" Ucap Han menampar Ana.


"Haannnnnnnnn" Teriak tuan XU dan Alexander berbarengan.


"Berisik... mengganggu malam pengantin ku saja" Ucap Han.


"Pak tua cepat kau tanda tangani aset pemindahan harta mu ini" Ucap Han kepada tuan XU.


"Hahahaha, kau datang disuruh wanita ***.*** itu kesini, kau selamanya tak akan mendapatkan harta dari kami karena harta ini sudah diwariskan kepada anak anak Alexander oleh ayahku, dan anak anak itu harus anak sah dan pemilik token yang akan aktif jika mereka sudah berusia 20 tahun" Ucap Tuan XU kepada anak yang di jadikan senjata oleh wanita ular yang mengincar keluarganya.


"Apa...."Teriak Han..


"Semua itu pasti akal-akalan mu pak tua" ucap Han.


"Maaf tuan yang di ucapkan adalah benar adanya, kami sudah menggeledah rumah ini dan menemukan token ini di kamar rahasia" Ucap nak buah Han.


Han melihat sendiri token bulan sabit dan mata hari tercetak di atas peti besar yang tak bisa dibuka oleh orang orang jenius sekalipun.


"Dor....." Han menembak anak buahnya.


"Hey pak tua jawab aku, bagaimana cara membuka kotak besar ini?" Ucap Han sambil mengarahkan senjatanya kepada Ana yang sudah semakin berantakan di atas ranjang.


"Kotak itu hanya akan bisa dibuka oleh keturunan seluruh putra atau putri Alexander, dan jika putri atau putri Alexander hanya tinggal satu orang saja. maka anak Alexander harus bersih tak bersuami ataupun tak beristri, sidik jarinya bisa membuka gembok harta karun keluarga XU".


"Aku sudah memberi tahu mu tentang kotak besar itu, sekarang kau lepaskan gadis itu, biarlah Alexander bahagia, jika kau ingin harta maka mintalah ke ikhlasan keponakan keponakan mu kelak" imbuh tuan XU.


"Dor" Han menembak ayahnya sendiri.

__ADS_1


"Tidakkkk....ayah" teriak Alex dan Ana berbarengan.


"Kalian cari semua jenius, kumpulan jika perlu ke seluruh penjuru dunia".


"Han akun ku bunuh kamu setelah ini!!" Jerit Ana melawan reaksi obat yang semakin membuat nya menggila.


"Ayah ayah Jagan tinggalkan kami yah, ayah ayah" tangis Alex hanya bisa melihat darah segar bercucuran dari perut tuan XU.


Saat ini Alex tak berdaya, tubuh seperti jelly, hanya kepalanya saja ia bisa gerakkan, "Bede.bah kau Han, aku pastikan kau tewas di tangan ku".


"Siapapun tolong ayah aku...." Teriak Alex.


"Mas... mas Alex..." jerit Ana yang sudah di Klungkung oleh Han.


Tangan Anna sudah di ikat oleh Han...


kakinya meronta ronta agar di lepaskan oleh Han.


"Plak.... Diamlah aku akan membantumu sayang" Ucap yang merobek gaun malam Anna yang seharusnya ia suguh kan untuk menarik perhatian sang suami.


Malam yang di harapkan untuk menorehkan kenangan yang sangat membahagiakan bagi pengantin baru, malah pengantin baru itu merasakan penderitaan dan kehilangan sekaligus....


Rintihan dan jeritan kesakitan menjadi musik di telinga Alexander XU, hatinya hancur melihat ayahnya merenggang nyawa di depan matanya tak sedikitpun ia bisa menolong.


Cinta nya di sakiti...


Cinta nya terkoyak...


Ia mengangis meraung Raung seperti orang gila...


"Tuhan.... Aku selalu hidup tekun dibawah perintah mu"....


"Dimana kau tuhan.....!!"


"Aku mohon tolong keluarga ku...!!."


"Sekali ini saja.... aku mohon" ucap Alex baginya merintih.


"Cintaku, ayahku, hancur di depan mataku...."


"Takdir ku sungguh menyakitkan"....


"Kenapa harus sekarang tuhan"...


"Apakah tak ada hari esok, atau hari dimana aku siap melawan iblis ini"...

__ADS_1


Entah kekuatan dari mana tubuh Alexander bisa digerakkan. Alexander terbangun ia menarik tubuh pria yang tengah menikmati keindahan tubuh istrinya itu.


"Anggota Tubuh yang mana dulu kau menyentuh istriku" teriak Alexander.


"Pranggg...." Alexander lalu menarik lampu tidur hingga pecah.


" Ini untuk mu yang sudah melihat tubuh istriku" Teriak Alexander menu.suk sebelah mata Han hingga kaca lapu menusuk disana.


"Aaaahhhhhhhh" jerit kesakitan Han...


"Buk... Buk...Buk..." Abraham memukul Han brutal. Alexander langsung menarik lampu tidur dari wajah Han.


"Ahhhhh... bereng.sek kau Alex, kau merusak mataku" jerit Han kesakitan, ia memegang wajahnya yang bercucuran darah segar.


"Dan ini untuk tangan mu yang telah membunuh ayahku" menusuk lengan Han dengan tanjam nya pecahan kaca sehingga engsel lengannya putus dan ia yakin jika selamanya orang itu akan cacat.


Apalagi bola ping pong nya si Han pecah hingga ke saraf sarafnya karena runcing nya pecahan kaca yang menusuk matanya tadi.


"Masss" Rintihan Ana membuat Alex sadar jika sang istri lebih membutuhkannya.


"Brak .....Dor...." Tiba-tiba dari Pitu masuklah anak buah Han langsung menolong sang bos dan menembak Alexander.


"Bawa wanita itu bersama kita" Ucap Han sebelum ia tidak sadarkan diri.


^^^~To be continued^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh emak Liana 🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di reating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini


Sambil menunggu kehidupan kedua up lagi Yuk mampir di karya Luar biasa teman emak ini...


__ADS_1


__ADS_2