
...^HAPPY READING^...
Setelah pulang dari Vila Qiana, mulin langsung menghubungi dokter Dion karena sampel dari penawar virus Ebola yang saat ini lagi buming, ia ingin cepat menyelesaikan kerjaan yang tuannya berikan sebab di ruangannya sudah menumpuk pekerjaannya, akibat tuannya terserang virus cinta, mulin lah yang menghandle pekerja tuannya.
"Halo dokter Dion"
"Ada apa mulin"
"Saya mengirim sampel obat data ke email anda, dan sampel obat nya sudah dikirim oleh anak buah saya, anda cepatlah kerjakan itu karena tuan muda mau hasil nya cepat keluar."
"Baik saya akan kerjakan"
Setelah mobilnya memasuki pekarangan perusahaan, ia melangkah memasuki kantor menuju ruangannya,
Sebelum masuk ruangannya sang sekertaris Taksa menghampirinya.
"Maaf tuan saya lancang di depan ada nona...." sebelum sekertaris Taksa menyelesaikan ucapannya mulin sudah memotong ucapannya.
"Ahhh wanita itu... jika bukan kakek WU yang sering mengajaknya kesini aku sudah tendang wanita ular itu setiap hari cuma mengotori pandanganku saja"
"Suruh dia bilang tuan Taksa tidak kekantor hari ini"
"Baik tuan"
Setelah mendengar perintah mulin, sang sekertaris langusung menyuruh wanita itu pulang.
"Ah merepotkan sekali,,, padahal tuan muda tidak meliriknya sama sekali, masih saja tebal muka setiap hari datang ke kantor seperti nyonya pemilik kantor, jika bertemu dengan nona Qiana pasti dia akan minder, cuma nona Qiana yang pantas menjadi nyonya Taksa, aku harus melaporkan kepada tuan muda, baru terpikir kan tuan muda sudah menelpon "
"Ia tuan".
"Sudah kau kirim ke Dion sampel obat nya ??" Taksa
"Saya sudah mengirim nya ketika di vila nona"
"Tuan nona Jenita datang terus kekantor anda"
Untuk sesaat Taksa di sebrang sana terdiam "wanita itu akan jadi masalah jika terus keluyuran di sekitar ku, aku mau wanita manapun mendekati ku karena saat ini aku sudah memiliki kekasih, aku tidak mau ada toleransi jika wanita wanita yang mendekati ku merusak hubunganku dengan Qiana."
"Tapi tuan wanita itu yang membawa ke dekat anda adalah tuan besar, saya tidak berani tuan"
"Nanti aku akan menelpon pak tua itu, biar si pak tua yang membereskan wanita itu, dia pasti membantuku mengusir jauh jauh wanita ular itu karena kakek sudah tau jika aku memiliki kekasih, aku tau sikap kakek yang sangat ingin menimang cicit itu akan menolongku untuk menjauhkan nya dariku"
"Nanti jam 2 aku akan pulang karena ayahku ada kepentingan dengan ku, mereka sudah pulang dari luar negeri. kau tangani dulu masalah di kantor besok aku mulai bekerja"
"Baik tuan"
🌷di vila.
"Sayang aku akan pulang dulu, ayahku menelpon tadi, dia baru pulang dari luar negeri untuk pengobatan ibuku."
Kata-kata Taksa mengalihkan dari pekerjaannya. " ibumu sakit apa?"
🌷 flashback
__ADS_1
"Lima tahun yang lalu ibuku kecelakaan dan mengakibatkan tulang pahanya patah,"
kejadian itu merupakan pukulan terberat untuk keluarga kami, terutama untuk ayahku yang sangat mencintai ibuku."
"Ayahku tipe posesif dengan istrinya, kepadaku pun ia cemburu, ketika aku kecil hari-hari ku banyak dihabiskan dengan kakek, karena ibuku selalu mengikuti kemana ayahku pergi."
"Suatu hari ibuku pergi kekantor ayahku untuk makan siang bersama, tetapi di perjalanan mobil yang di tumpangi oleh ibuku mengalami kecelakaan dan menewaskan sang supir, sedangkan ibuku koma, 2tahun yang lalu ibuku sadar, ayahku membawa ibuku berobat keluar ngeri tapi belum ada kemajuan, ibuku lumpuh, maka dari itu ayahku keluar negeri mengobati ibuku."
"semenjak 5 tahun yang lalu ayahku pensiun dari kantor dan menyerahkan semua pekerjaan nya untuk ku, ayahku tak pernah meninggalkan ibuku. "
cerita Taksa sedih.
🌷 flashback off
Qiana yang mendengar cerita Taksa merasa simpati langusung memeluknya Taksa tanpa sadar,
"Aku akan membatu mengobati ibumu"
"Benarkah baby" sambil memeluk erat tubuh Qiana
"Ia, jadwalkan saja, aku akan mengobati ibumu,"
"Aku akan memeriksa nya, setelah itu aku akan meracik obat untuk nya"
"Kasian juga Taksa bodoh ini, ia sudah memberikan ku kapal pesiar mewah yang mahal, aku akan membalas mu dengan mengobati ibumu, aku jadi teringat ibuku , aku sangat merindukanmu mu ibunda, apakah kau juga ada ditempat ini... " kata hati Qiana...
"Terimakasih baby, aku pulang dulu sayang, besok aku akan pergi mengunjungimu lagi.... cup " Taksa mencium kening Qiana.
"Apakah kau percaya jika aku yang mengobati ibumu ?"
"Kau tak takut aku memberi racun pada ibumu ??" uji Qiana
"Tidak... aku percaya, karena, kau dengan mudah membantu orang yang baru pertama kali kau lihat seperti tuan Tony dan putrinya, mana mungkin menyakiti orang yang tidak bersalah padamu"
"Kau tau kan aku dengan mudah membunuh orang tanpa perasaan"
"Aku tau, tapi kau membunuh orang jahat sayang, dan aku percaya padamu,,, CUP " kau jgn banyak berpikir aku selalu mempercayaimu baby ,," aku pulang dulu ok... "
" Baiklah pulang sana "
🌷🌷🌷🌷
Sedangkan di sebuah kamar apartemen ada seorang gadis cantik yang marah, menghancurkan barang barang yang ada di hadapannya.
"Taksa... Taksa... sayang kau hanya milikku... tidak seorang pun yang pantas untuk mu selain diriku seorang "
"Sudah lama aku berusaha mendekati mu,,,, hingga memaksa kakekku yang sabat kakek mu menjodohkan kita"
"Muka ku sampai terasa tebal akibat bersandiwara di depan tua bangka itu, tapi kenapa kau tak pernah melirikku sedikitpun"
" Sebulan ini aku serasa seperti sampah di usir dari ruangan mu, padahal aku adalah artis nomer satu di negara ini, banyak laki-laki menginginkan ku. "
"Hanya Taksa Tyaga Danendra WU orang nomer satu yang pantas bersanding dengan artis nomer satu di negara ini."
__ADS_1
"Aku adalah nona muda kaya raya, dan memiliki karir dan kekayaan yang melimpah"
"Tak ada yang tidak bisa kau dapatkan termasuk kau Taksa ku sayang"
"Sudah banyak perempuan diluar sana yang mau mendekati mu aku sudah singkirkan, aku tidak ingin usahaku sia-sia" dengan senyum iblis yang sangat mengerikan.
"Nyonya Taksa WU aku sudah menyematkan namamu di sisiku selama ini ..... hahahahahaha "
"Seperti nya aku harus membuat rencana sedikit ekstrim untuk mendapatkan mu baby "
"Halo"
".........."
"Aku membutuhkan obat yang efeknya sangat kuat"
".........."
"Berapapun biayanya aku akan membayarnya"
"..............."
"Ingat aku ingin kualitas nya yang sangat bagus, dari segi bentuk dan baunya tidak terdeteksi"
".............…"
"APA......dalam seminggu"
" .............."
"Baiklah, tapi aku ingin obat itu tidak mengecewakan, jika mengecewakan, aku akan meminta kompensasi 100 kali lipat"
"..............." lalu telpon itu berakhir.
"Salahkan dirimu sayang, sebelumnya aku berusaha menarik perhatianmu dengan cara baik-baik, tapi kau yang membuat aku sepeti ini, aku tak sabar menunggu hari itu terjadi."
"Akan ku pastikan kau bertekuk lutut di bawah kakiku.... dan kau akan tergila-gila kepadaku sayang"
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
^^^🌷 BERSAMBUNG🌷^^^