
⚠️*D**iharap bijak dalam membaca, sebab bab ini mengandung kekerasan dan seksual 2*1+
...•...
...•...
...^HAPPY READING^...
Helikopter Qiana siap mendarat di atap hotel WU internasional.
dibawah sudah ditunggu oleh Rafael dan mulin.
Setelah helikopter itu mendarat Qiana turun di dampingi Kanzia, Xiever, dan dokter Dion.
" Buk.. buk.. " ia menendang Rafael dan mulin , hingga dua orang itu terkapar dengan hanya satu kali tendangan.
"Kalian sangat menikmati pestanya kan!!"
"Sampai-sampai keselamatan tuan kalian kau teledor" teriak Qiana.
Setelah memberi hadiah kepada dua orang itu , Qiana langsung berlari ke kamar hotel milik Taksa yang berada dibawah atap gedung itu.
Sedangkan di belakang mulin dan Rafael bingung karena kena hajar oleh nonanya.
"Sejak kapan nona sadar" tanya Rafael yang dibangunkan oleh Xiever,
"Ada apa ini" tanya bingung mulin, sambil memegang perutnya yang sangat, sakit, ia heran dengan nonanya , baru sadar tenaganya langsung pulih ,
Mulin dibangun kan oleh dokter Dion,
"Sebaiknya kita susul nona dengan Kanzia sebab Taksa dalam bahaya"
Mendengar tuan mudanya dalam bahaya mereka semua berlari mencari dimana saat ini Taksa berada,
Setelah mereka sampai dikamar hotel Taksa, mereka melihat nona mereka menendang pintu dengan sekali tendangan,
"Astaga wanita ini benar-benar hebat, aku pun sebagai laki-laki perlu berapa tendangan untuk mendobrak pintu itu" kata Dion
"Aku sampai tidak percaya jika wanita itu adalah pasiennya satu bulan ini" kata hati dokter Dion.
Zia yang mengikuti nonanya, langsung menghidupkan saklar lampu di kamar itu sebab kamar itu gelap gulita,
terpampang lah dengan jelas sepasang orang dewasa sudah bertelanjang , dan laki-laki posisinya ada dibawah si wanita.
Laki-laki itu masih menggunakan bokser, sedangkan si wanita sudah telanjang bulat,
Qiana yang melihat kekasihnya sudah tak berdaya, hampir mereka akan bercinta, bersyukur Qiana tepat waktu.
Dengan sedikit berlari, Qiana menarik rambut Jenita dengan sekali sentakan,
Jenika yang kala itu masih syok dengan perusak pestanya dengan Taksa tak sempat melawan
__ADS_1
Qiana melemparkan tubuh Jenita dengan satu tangan , " BUK " tubuh Jenita terhempas ke dinding, ia mengajar Jenita membabi buta sehingga dokter Dion yang pertama kali melihat kekejaman Qiana
, hampir ngompol di celana,
Qiana membenturkan kepala Jenita beberapa kali hingga darah merembes dari dahinya.
Sedangkan dokter Dion langsung menangani Taksa.
"Taksa apakah kau masih sadar"
"Dion, kau kah itu,"
"Tubuh ku sakit, aku mohon Carikan obat penawar dari obat perangsang yang wanita itu berikan padaku"
Sedangkan Qiana saat ini mengajak tangan Jenita sampai berbunyi " KREK " bunyi patahan tulang tangan Jenita.
"Dimana kau menyembunyikan penawar obat perangsang itu, jika kau tidak menjawab maka satu tanganmu lagi akan patah"
"Obat itu tidak ada pewarnanya, satu-satunya hanya bercinta" Jenita menyesali perbuatannya, saat ini tubuhnya remuk, dan berapa tulangnya patah, hingga giginya rontok dua buah.
"Zia, Xiever kau pasti sudah tau tugas kalian kan"
Tanpa di jelaskan oleh nonanya, mereka menyeret tubuh Jenita, keluar dari gedung ini membawanya ke markas mereka.
"Kau Rafael, tugasmu mencari identitas rekan wanita ****** itu, kau akan tersambung dengan tim Aruna yang telah aku berikan misi"
"Baik nona,"
"sepertinya ia membutuhkan pertolongan insentif, dari yang saya periksa saat ini tuan muda memang meminum satu dosis penuh obat perangsang yang sangat keras jika dalam 1 jam jika hasratnya tidak disalurkan maka nyawa tuan muda akan terancam"
"Tidak ada waktu lain aku harus membatunya sekarang" tapi tidak dikamar ini sebab bayak pecahan kaca dan pintunya terbuka
Mulin sebelum mendapat perintah ia sudah membuka kamar sebelah kamar bosnya, ia sedih melihat tuannya tidak berdaya.
...* * * *...
Tubuh basah Taksa dipindahkan ke kamar sebelah, setelah tubuh Taksa ditidurkan di atas ranjang, Qiana langsung membuka jaket,
Sedangkan mulin dan dokter Dion langsun meninggalkan kamar itu, mereka standby di depan kamar, sebab takut musuh datang untuk menyakiti tuannya yang saat ini malam pertama.
Mengingat malam pertama dokter Dion yang humoris dan memiliki fantasi liar, ia memikirkan apa saja yang Ter jadi didalam.
~Sedangkan didalam kamar.
Qiana mengambil jarum akupuntur nya ia menusuk jarum akupuntur nya kepada Taksa, perlahan Taksa sadar.
"Sayang kau kah itu"
"Apa yang kau rasakan saat ini Taksa"
"Sayang jangan mendekat saat ini tubuhku tak terkendali, aku lebih baik mati, jika menodai mu"
__ADS_1
"Kau butuh berhubungan agar pulih Taksa"
"Aku tidak akan menyentuh mu sebelum pernikahan kita, lebih baik aku melukai tanganku terus menerus agar kesadaran ku pulih"
"Dalam 1,5 jam jika kau tak bercinta maka nyawamu akan melayang Taksa"
"Biarkanlah melayang aku tidak akan menodai mu sayang "
Qiana sangat terharu dengan keteguhan laki-laki ini, cintanya yang sebesar biji kacang hijau sekarang sebesar kelereng, perasaannya berkembang pesat.
"Kau lupa aku adalah seorang janda, yang pasti aku sudah tidak suci, aku ikhlas menolongmu"
"Meskipun kau adalah seorang janda aku tidak akan melakukannya kepadamu, kau berharga sayang, dan aku menganggap ma suci, meski kau adalah seorang single mom sekalipun"
"Aku tak ingin menodai kesucian cinta ku"
"Biarlah aku mati jika memang ini adalah takdir usiaku"
"Aku bahagia kamu bangun sayang, aku sedari tadi hanya memikirkan, jika aku tidak selamat maka aku tak pernah melihat mata indah mu itu" Aaahhhh panas.... " desah Taksa.
"Aku saat ini akan menikahi mu Taksa, apakah kau mau menikah dengan seorang janda yang tak memiliki apapun ini" demi Neptunus kesadaran Taksa langsun pulih.
"Benarkah itu baby, kau tak membohongi ku, apa kau hanya kasian kepadaku yang sekarat ini, agar aku mati dengan bahagia saja sayang"
"Aku serius, apakah kau mau menikah denganku saat ini taun muda Taksa Tyaga Danendra WU"
"Aku mau sayang"
"Akupuntur ini akan menahan sakit mu dalam satu jam"
"Ayo kita keluar, suruh mulin menghubungi kantor catatan sipil"
Sedangkan mulin dan dokter Dion masih siaga, kaget dengan suara pintu terbuka.
dokter Dion meliahat jamnya sampai dekat,
"Bro baru 10 menit kalian masuk, kok sudah selesai
, apa si Jery mati suri kali"
"Slak.... siapa yang bercinta, aku masih perjaka tau," memukul sahabat nya itu ,
"Mulin kau telpon catatan sipil, aku mau dalam 15 menit mereka buka karena aku mau menikah"
Bak disambar petir mulin langsung sadar dengan ucapan tuan mudanya, ia langsung menelpon catatan sipil jika tuan muda mau menikah malam ini.
Sedangkan orang catatan sipil lansung kembali ke kantor, padahal saat ini mereka siap-siap untuk tidur, karena sang penguasa yang akan menikah, kukus untuk Taksa mereka membuka kantornya kembali.
Setelah 15 menit perjalanan menggunakan helikopter mereka saat ini berada di depan kantor catatan sipil , dan sudah disambut oleh petugas disana, dalam 10 menit mereka telah menjadi suami istri.
^^^~To be continued^^^
__ADS_1