
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
...~•^HAPPY READING^•~...
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
12 tahun kemudian.....
3 orang pria dewasa itu tengah duduk setelah lakukan rapat pemegang saham, karena kesibukan mereka tak sempat bertegur sapa akhir akhir ini.
"Bagaimana keadaan Lusi setelah 12 tahun?" Tanya tuan Danu WU.
"Puji Tuhan semenjak Lusi di hipnotis agak melupakan kejadian itu dan kami sangat bahagia sekarang di limpahkan putra dan putri yang bayak" Ucap Alex sambil tersenyum bahagia.
"Wihhh kamu rajin sekali mencetak anak bang, aku saja memiliki Colvis yang nakal tak ingin memiliki anak lagi" Ucap tuan QI.
"Kau benar, aku aja GK mau punya anak lain selain Taksa, karena waktu Istri ku tersita terus oleh si brandal kecil itu".
"Aku turut berduka atas menimpa keluarga WU, aku gak nyangka pengasuh Taksa bisa macem macem kepada keluarga WU" Ucap QI.
"Tidak apa apa, sekarang anak itu emang dingin, tapi jika kerumah Alex aura dinginnya hilang di Bawak lari kucing".
"Kau benar Dan, ketika kita melihat si kecil Anna yang bar bar yang cuma mau dekat dekat dengan Taksa, dan Rana yang hanya mau ikut Colvis kemana pun, dan rasa iri nya abraham melihat sang adik lebih memilih Taksa, membuat Abraham selalu berlomba lomba merebut hati Anna, dan anak sulung ku itu selalu berseteru dengan putramu Dan membuat kebahagiaan keluarga ku semakin bertambah " Ucap tuan Alex dengan wajah berseri seri.
"Sepertinya kita akan besanan di masa depan nih Lex" Ucap tuan Danu.
"Ah putri kembar kami masih usia 5 tahun kau sudah mau menjodoh-jodohkan mereka.
"Tapi Abraham tak pernah berantem dengan Colvis meski Rana nempel padanya ia tak marah". ucap tuan WU..
"Ya ialah Abraham kan tau jika Colvis itu sepupunya, dan tak mungkin menculik adiknya" Ucap tuan QI.
"Belum besar adiknya, Abraham sudah menjadi orang posesif" Ucap Alex XU membenarkan ucapan adik iparnya.
"Dan selamat sebentar lagi kau akan menyambut buah hati mu yang ke 4, kenalpot tuan XU top cer juga" ledek tuan Danu WU
"Ahhh dari pada kenalpot kalian yang tersumbat dan akhirnya hanya memiliki satu telur aja kurang asik lah, sedangkan kecebong ku yang berkualitas tinggi dan menghasilkan panen yang banyak agar mansion XU lebih rame, dasar kalian juga maunya baut Mulu engak mau gilirannya mau panen anak enggak " Ucap Alex.
"Hahahahahaha" Tawa 3 laki-laki dewasa itu.
Karena sudah lelah ketawa, para bapak bapak yang menceritakan kelucuan anak anaknya.
"Lex, apa kau menemukan jejak bajingan itu?", Tanaya tuan Danu WU kepada sahabatnya.
__ADS_1
"Sudah 12 tahun lamanya, ia bisa lolos dari maut yang kita ciptakan, anak buah ku sudah mencarinya, ia seperti di telan bumi, tak berjejak". Ucap Alex XU.
Ia mengingat kejadian 12 tahun yang lalu dimana ia sadar dan mendapatkan posisi istrinya di sekap, ia masih merasakan hutang Budi besar kepada pasangan itu, sehingga setelah kejadian itu ia mengangkat dua dokter itu menjadi dokter pribadinya, bahkan anak Dion berteman dengan putra putri tiga keluarga.
Setelah 2 bulan Alexander XU memulihkan kesembuhan nya, selama 3 bulan Alexander menyusupkan satu persatu anak buahnya sehingga lebih dari setengah anak buah Han adalah anak buah Alexander XU.
Pada malam itu tepat 12 bulan Istri nya menghilang, dan malam itu Alexander menyerang markas Han, Alexander membantai semua anak buah Han, dan membunuh ibu Han tepat di depan putra nya, Alexander membalas apa yang Han lakukan kepada ayahnya satu tahun yang lalu.
Alexander membawa istrinya yang menjadi gila di bantu dua Sabahat nya, setelah keluar dari markas itu Alexander mengaktifkan bom dan meluluh lantakkan temapat itu.
Plak.... Danu menepuk pundak Alexander XU.
"Jagan dipikirkan, aku yakin laki-laki itu jika selamat dari ledakan pasti saat ini dia menjadi cacat" Ucap Danu.
"Baiklah mari kita pulang, aku sudah rindu putra putri ku".
"Tadi istri ku telpon, tadi istriku telepon katanya mereka baru pulang dari salon, dan mereka meminta ku untuk memberi tahu kalian karena istri istri kalian menelpon kalian dari tadi tak di angkat, saat ini mereka tengah menjemput si kembar Anna dan Rana" Ucap Danu setelah menerima telpon sang istri.
"Astaga aku tak mengecek hanpone ku" Ucap Alex, ia merogoh kantong celananya dan memencet hanpone nya.
"Astaga hanpone ku mati" Ucap Alex XU.
"Dan hanpone ku dalam keadaan silent" Qi melibatkan sudah berapa panggilan dari dalam telponnya.
"Baiklah aku akan menjemput Abraham dulu di sekolah, ia sudah pulang ini" Ucap Alex.
"Aku akan ke markas militer juga, beginilah jika menekuni bidang bisnis dan militer jadinya lupa waktu, hati hatilah mengendara".
Alexander mengendarai mobilnya, ia menjemput Abraham di sekolah menengah pertama, lalu melaju mobilnya kerumah, hanpone nya yang ia charger di dashboard mobil, tiba-tiba Hanponenya berdering...
Kring.... kring...
"Lihat ayah baru menghidupkan ponsel bunda mu sudah menelpon ayah, dia sangat merindukan ayah tampan mu ini boy" ucap Alex.
"Dasar narsis" Ucap Abraham.
"Ia sayang?" Ucap Alex dengan dengan nada lembut.
"Mas kami di kejar mobil, sedari tadi mereka memepet mobil ini, dah berusaha memecahkan kaca" Tangis Lusi.
"Apah... dimana posisi kalian sekarang?" Tanya Alexander dengan nada cemas.
"Jalan XX mas, cepat datang aku takut".
__ADS_1
Abraham kecil mendengar semua percakapan kedua orang tuanya.
"Ayah aku akan menelpon Paman QI dan WU, ayah tenangkan mama, karena ada adik adik yang pastinya ketakutan."
"Ok boy, kencangkan sabuk pengaman, kita akan mengebut".
Mobil yang di kendarai oleh Alexander melaju dengan kecepatan tinggi.
Tanpa mereka sadari, sedari tadi mereka sudah di perhatikan dari jauh.
Disebuah jalan tol tiba-tiba ada sebuah truk tronton melaju, dengan cepat dari arah berlawanan, dan di belakang mobil Alexander ada sebuah mobil Pertamina melaju dengan kecepatan tinggi.
Mobil Alexander di dalam keadaan yang sangat sulit, jika ia maju maka makan celaka. jika dia diam mobil di belakang akan menghantamnya.
"Kau harus selamat putraku, ayah hanya meminta jika ayah tiada kuharap kau melindunginya sodara saudaramu, sepertinya ada seseorang yang ingin menghancurkan keluarga kita ini".
Alexander membuka sabuk pengaman nya lalu ia mengikat tubuh nya ke kursi sebelah dimana sang putra tengah ketakutan, ia memeluk sang putra dengan sangat erat....
Brak....Brak....Brak...
Kecelakaan beruntun tak terelakkan....
punggung Alexander XU terhunus kaca...
mobil nya pun terlempar sejauh 5 meter.
^^^~To be continued^^^
Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh emak Liana 🙏🙏🙏
Jangan lupa
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di reating pojok popularitas karya ini.
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini
__ADS_1
sambil menunggu kehidupan kedua sang putri, yuk mampir di karya temen emak yang satu ini.