Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Pesta lajang


__ADS_3

...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


...~•^HAPPY READING^•~...


...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


Disebuah Mansion mewah seseorang pria paruh baya sedang melakukan pesta dengan rekan rekan bisnisnya.


“Selamat menempuh hidup baru tuan H” Ucap pria gendut tengah menyodorkan sebuah anggur merah kepada Han..


“Terimakasih mertua, wah tak menyangka ini adalah waktu yang sudah lama kita nanti nanti” Ucap Han.


“Anda sudah membatu saya melenyapkan kakak saya, maka dengan senang hati saya memelihara gadis kecil calon nyonya Han di masa depan” Ucap pria tambun itu.


“Benar setelah ini kita harus semakin giat mencari keponakan keponakan nakal mu itu, hampir 2 tahun ia tak di temukan, sepertinya ia memilih pendukung besar di sisinya, sehingga setiap anak buah ku menyusuri Negara I mereka tak ada yang kembali, tapi ketika aku cek sinyal mereka masih aman aman saja, cuma lokasi mereka tak terdeteksi Tuan Rolan” Ucap Han yang sejujurnya sedikit resah akhir akhir ini....


“Anda tenang saja nikmatilah bulan madu kalian bertiga nanti” Ucap Paman Rafael, mereka hanya memiliki satu orang putra yang liciknya sama dengan sang ayah, dan dulu pada saat Tuan Rolan membawa Rana pulang semua keluarga mengira karena kesulitan tuan Rolan memiliki anak lagi ia mengadopsi anak dari panti asuhan.


“Dimana Hary?” Tanya Han kepada ajudannya.


“Tuan muda lagi berpesta dengan tuan muda Rey di kamar 03 tuan” Ucap si ajudan.


“Dasar anak muda, bukannya rapi rapi mau menyambut ibu keduanya eh malah lagi berpesta mengukur barang siapa yang mati duluan, putramu persisi dengan dirimu tuan Rolan” Ucap Tuan Han.


“Hahahaha ia tuan dia tak puas hanya dengan satu orang wanita, makanya saya mengembalikan Rana pada anda lebih cepat 5 tahun dari perjanjian kita karena saya takut putra saya itu khilafah lalu melubangi Rana anda” Ucap tuan Rolan.

__ADS_1


“Jika itu terjadi kalian satu keluarga habis di tangan ku” Ucap tuan Han...


“Benar... Dan saya masih mencintainya nyawa saya, saya tak sabar menunggu kakak ipar ke dua sampai disini tuan” Ucap Han..


“Aneh biasanya pesawat itu sudah sampai di sini, tapi kenapa belum juga sampai juga, para anak buah selama 2 jam ini tak ada yang melaporkan keadaan di luar sana” Ucap Han yang merasakan keganjalan atas kesenyapan HT yang ia pegang...


“Mungkin mereka tak ingin menganggu, apa lagi kita telah mengutus tim gabungan sebanyak 5 ribu orang untuk menjaga kemana Mansion, apa lagi tempat kita ini adalah tempat terlarang dimana kawasan nya di kelilingi hewan buas” Ucap Tuan Rolan menenangkan rekan kerjanya itu...


Setelah itu bunyi sebuah pesawat mendarat, terdengar di aula Mansion, “Bagaimana aku sudah gagah tidak??, tanya tuna Han kepada ajudannya...


“Anda selalu tanpan dan Karismatik tuan” Lalu ia berbicara dalam hati, “Hanya saja mata anda kurang satu, jika lengkap semua pasti iri dengan ketampanan anda.”


Bagaimana pun Han adalah Putra dari Bangsawan XU, dan wajahnya memanglah tanpan karena mendominasi dari sang ayah...


“Mari kita sambut mempelai kedua ku” Ucap tuan H berdiri dengan tak sabar, jantung nya terasa mau copot. Entah ia merasakan ketakutan teramat besar selama dua jam ini, dia juga bingung apa yang harus di takuti??.


Tanpa di ketahui oleh Han semua anak buah Qiana sudah meminum pil anti racun dan anti obat bius ciptaan Qiana, Meksi mereka memakan daging yang di campurkan obat bius 1 Kg pun tak akan ada efek samping bagi orang yang meminum obat Qiana.


Sebenarnya Qiana memiliki obat penetral untuk adik si Rafael karena ingin membantu si Mulin agar cepat lepas segel perjaka Tong tong ia malah menyuruh si Mulin kawin dulu baru nikah, semacam hadiah istimewa gitu loh....


Ceklek.... Pintu terbuka berapa orang tengah masuk mengenakan pakaian hitam dengan topeng khas anggota organisasi Grup H, topeng itu hanya bisa dipakai oleh orang orang yang sudah didaftarkan, barang siapa yang menggunakan topeng itu tanpa pengaturan sistem maka orang itu pasti sudah tiada pada saat si topeng melekat di wajah orang asing......


Seorang gadis bergaun putih sangatlah cantik tengah di gendong oleh pasukan bertopeng itu.


“Letakkan di ranjang itu” Ucap Han dengan penuh semangat tadi ia sengaja meletakkan sebuah tempat tidur sangat cantik di tengah tengah pesta, bunga bunga tertata rapi disana, sedangkan pengantin wanita yang pertama sedang di kurung dalam sangkar emas yang sangat cantik di ruangan lain.

__ADS_1


Semau itu sudah di tata rapi agar sang mempelai merayakan pesta bujang mereka bersama sama nanti ketika si mempelai ke dua sadar, Rana yang memiliki kepribadian lemah lembut seperti ibunya hanya menangis diam dan penuh ketakutan..


“Kak Rafa kau dimana??” Gumamnya terus menerus, ia berharap jika sang kekasih menjemputnya padahal itu mustahil terjadi karena mereka sudah berpisah dua tahun lamanya...


...____________________________________...


Sedangkan Han yang merasakan gundah gulana tadi saat ini lupa dengan kegundahan nya, ia memandang wajah Qiana yang sama persis dengan Anna dengan tatapan lapar, sehingga membuat darah seseorang mendidih hingga tangannya terkepal melihat miliknya di minati peria lain....


Tangan Han menyentuh lengan halus Qiana, baru menyentuh tangan itu tiba-tiba, Seeetrr... Cesss... secepat kilat tangan nya di patuk oleh ular kobra yang bersembunyi di balik gaun Qiana....


^^^~To be continued^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh emak Liana 🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.

__ADS_1


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini


__ADS_2