
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
...~•^HAPPY READING^•~...
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
Hujan petir melanda bumi padahal hari ini adalah hari pertama turunnya hujan setelah kemarau panjang menimpa kota I. seorang tengah membawa mobil dengan kecepatan tinggi, bukan ada masalah besar tetapi masalah pada diri Abang Mulin terletak di Singkong tuanya sudah tak mampu menahannya.
“Aduh kenapa kebelet di waktu yang tak bagus seperti ini!” umpat Mulin ia buru buru mencari pom bensin.
Sedangkan di lain tempat seorang wanita sedang berduka karena berpisah dengan saudara saudaranya, Tangis kepedihan melebur dengan air hujan yang deras membasahi bumi, beberapa kali tubuhnya terjatuh kedalam kubangan yang tergenangi air.
“Aku harus menyamar seperti kata kakak! Kakak harus tidak sia siap melepaskan ku kedalam truk sebelum menolong si bungsu Aruna. Setelah ini aku akan bekerja agar bisa mencari uang untuk membesarkan saudara ku! Aku yakin Han tak akan membunuh kakak ku karena selama masih bermanfaat untuk nya maka akan di pertahankan.” gumam Alana kepada dirinya sendiri.
Gadis itu tetap berjalan melawan rintangan besar dalam keterbatasannya dalam bergerak karena ia sedang terluka lumayan parah. Darah segar dari lutut dan tangannya sudah tak terasa.
“Ayah! Bu aku merindukan kalian. Malam ini kami terpisah.” ucap Alana sambil meneteskan air mata.
Di setiap langkahnya, Bayangan kebahagiaan keluarganya yang harmonis lenyap akibat pembunuhan yang terjadi dalam semalam.
Semua kekayaan dan kebahagiaan sudah lenyap sehingga yang tersisa adalah puing Puing kenangan yang yang indah yang tersimpan rapi dalam ingatan.
Alana Grizelle adalah wanita yang tak terlalu pandai jika di bandingkan dengan para saudaranya yang jenius. Tetapi dirinya memiliki bakat yang di turunkan oleh mendiang sang Mama yaitu pianis.
Nama Grizelle sangat terkenal sebagai pemain piano yang mendunia, Kakaknya Rafale Griezl adalah jenius dalam berbisnis dan sang adik Aruna Grizelle adalah jenius dalam TI dan merupakan orang jenius nomer 5 di dunia.
Mendapatkan keponakan yang luar biasa paman mereka tega menjual ke organisasi H dimana neraka untuk para keponakannya.
Sedangkan pamannya menikmati kekayaan hak milik keponakan nya hingga habis tak tersisa. Karena si paman tak bisa berbisnis tetapi menghabiskan apa yang ia punya dengan berfoya-foya.
“Ayah! Ibu aku benci Piano jika aku bisa bermain piano seperti biasa aku tak akan berpisah dengan Kakak dan adik.” Alana memukul dadanya yang sesak.
Ia harus bermain piano kapanpun untuk tuan Han, jika tuan Han menginginkan ia bermain selama 24 jam ia tak akan menolak, semu yang di alami Alana sama dengan para saudaranya.
Karena tertekan selam 3 tahun berturut-turut di siksa jika tak mau bermain piano ia mengalami sindrom buta akan suara, setiap ia bermain piano ia tak bisa mendengar suara alunan musik yang menjadi cintanya.
Karena berbulan bulan Alana tak bisa menciptakan lagu, ia dianggap tak berguna sehingga Han menyuruh mengeksekusi gadis itu. Dengan segala upaya para saudara seperjuangan nya dalam bertahan hidup menyelamatkan dirinya sehingga Rana membuat rencana agar mereka melarikan diri.
Tetapi sayang 6 bulan dalam pelarian mereka tertangkap dan demi dirinya sang kakak rela terluka parah untuk melindunginya dan si kecil, sehingga para jenius berpecah.
“Aku haus segera menyamar! Siapa tau anak buah H berkeliaran di tempat ini.” ucap Alana melihat sebuah pompa bensin.
bajunya yang sedikit kotor ia langsung tergesa-gesa memasuki bilik kamar mandi untuk Menganti pakaiannya dengan pakaian pria.
Alana membuka seluruh pakaiannya lalu memberikan tubuhnya dengan air agar tak kotor langi, ia yang ceroboh tak mengunci bilik kamar mandi.
Sedangkan seorang pria kaku langsung membuka Gasper import sebelum masuk kedalam kamar mandi karena kebelet, dengan tak sabaran ia memasuki kamar mandi yang sedang di gunakan oleh gadis itu.
BRAK, Mulin langsung menuntun si singkong ke arah kloset tak, ia tak melihat seorang wanita sedang berganti pakaian di dalam bilik kamar mandi.
__ADS_1
“Ahhhh ... leganya!” ucap Mulin, ia langsung menoleh tangannya mengelus si singkong yang sudah lega biang air kecil.
Sedangkan Alana syok apalagi ia melihat singkong si Abang Mulin yang persis dadar gulung, “AaaHhhhhhhhhh ...” Jerit Alana, mulut Alana langsung di bekap oleh Abang Mulin.
Mulin juga kaget karena ada manusia lain didalam bilik itu, namanya si muka tembok ia pandai menyembunyikan kegugupannya.
“Dasar wanita pencuri! Ia mencuri pemandangan singkong ku yang berharga jadi tak misterius lagi kan ini Otong!” umpat Mulin dalam hati.
“Tok ... tok ... tok ... Mbah mbak ada tidak apa apa?” tanya seseorang dari luar.
“Tidak ada jawaban, Mari kita dobrak pintu kamar mandi ini. siapa tau terjadi sesuatu kepada si wanita didalam sana!” ucap petugas pom bensin.
“Dengar Wanita! Bilang kepada semua orang yang ada diluar bahwa kau dalam keadaan baik baik saja. Jika tidak akan ku tuntut dirimu karena sudah mencuri pandang kepada benda berharga ku!” Bisik Mulin.
“Jika masalah ini sampai ke hukum, keberadaan ku akan tercium oleh group H, tidak tidak aku harus mengalah untuk kali ini, setelah ini aku akan menendang anunya yang mengotori mataku!” Gadis itu wajahnya memerah melihat barang terlarang Abang Mulin.
“Saya tidak apa apa pak, tadi ada kecuali besar yang kencing di toilet ini. Saya yang kaget refleksi berteriak.” ucap Alana..
“Dasar wanita ceroboh! Kau mengatai ku kecoak maka kau harus memberikan kompensasi untuk ku!” ucap Mulin dalam hati.
“Oh Baiklah, jika teriak jangan kencang kencang nantik di kira di perk•osa jin toilet tau rasa neng!” ucap ibu ibu yang numpang kamar mandi sebelum.
Karena merasa sepi, Alana langsung keluar dulu dari dalam kamar mandi. Ia tak ingin mencari masalah dengan orang kaya sehingga penyamarannya terungkap. Bagaimanapun wajahnya tak asing di media.
Mengenakan baju kaos milik kakaknya dengan celana pria, serta topi kupluk membuat gadis itu persis pria karena tadi si Alana hanya tinggal memasang topi di kepalanya tiba-tiba Mulin masuk kedalam bilik.
“Kenapa gadis itu? Ia sepertinya luka parah.” ucap Mulin penasaran dengan lawan jenis.
“Hey Nona! Kau pergi begitu saja setelah melihat milikku yang misterius!” ucap Mulin menarik tangan Alana lembut tetapi dengan sekali tarikan membuat tubuh Alana tumbang kedalam pelukannya. Gadis itu tak sadarkan diri.
Karen merek masih di arena kamar mandi wanita. Mulin takut dikira sedang berbuah tak senonoh terhadap seorang gadis, ia langsung mengangkat gadis itu kedalam mobil.
“Suhu tubuhnya tinggi! Aku akan membawanya kerumah sakit sekarang juga.” ucap Mulin memacu kecepatan kendaraannya kesebuah rumah sakit.
“Gadis kau harus baik baik saja. Jangan sampai terjadi kenapa napa kepadamu! Aku takut kau kaget melihat si singkong sehingga kau sakit seperti ini.” ucap Mulin dengan penuh dengan nada khawatir.
Melihat gadis yang keringat dingin di kuris sebelahnya membuat Mulin semakin khawatir.
Akhirnya mobil sampai juga di rumah sakit dengan selamat, Mulin dekapan erat tubuh Alana seakan takut akan terjadi sesuatu kepada wanita nya.
Mulin memberikan wanita itu kepada dokter. Ia juga melunasi tanggungan rumah sakit untuk wanita itu.
...----------------...
Saat ini Mulin berada di depan UGD rumah sakit tempat Alana dirawat 2 jam yang lalu. Mulin tak bisa membuang wajah lemah wanita itu sehingga berapa lampu merah ia terobos untuk, ketika ia sampai di Mansion WU. Rintihan Alana terngiang di benaknya.
“Dasar gadis pencuri! Sekarang kau merebut pikiran ku.” Mulin mengomel karena jantungnya berdetak memikirkan wanita yang baru satu jam yang lalu ia jumpai.
“Sith ...!” Umpat Mulin, ia langsung masuk kedalam mobilnya lalu kembali ke rumah sakit.
__ADS_1
“Tuan, Mulin!” panggil serang Dokter. Panggilan sang dokter menyadarkan Mulin dari lamunannya.
“Bisa ikut saya?” tanya Dokter.
“Baik!” jawab Mulin.
“Silahkan duduk tuan.” Sang Dokter mempersilahkan Mulin duduk.
“Katakan!” ucap Mulin.
“Dari hasil pemeriksaan kami dalam keseluruhan Nona itu mengalami banyak penderitaan, tubuhnya memiliki 10 tulang patah dan cider yang tak terhitung.”
“Tadi aku tak pernah melihat tubuhnya!” ucap Mulin.
“Jika anda melihat punggung wanita itu ada akan percaya jika wanita itu mengalami penyiksaan karena bekas luka lama dan luka baru tercetak banyak seperti jaring laba laba.” ucap si Dokter.
“Baiklah ... Nanti ketiak ia sadar baru kita tanyakan dari mana ia mendapatkan luka! Aku ingin menjenguknya dulu sekarang.” ucap Mulin to the points.
Dan saat ini Mulin berada di ruangan VIP tempat gadis itu dirawat. Mulin memberikan yang terbaik untuk gadis Kamar mandi itu.
“Ayah! Alana takut ... Ibu!” Gadis itu meracau.
Mulin duduk di tepi tepat tidur lalu gadis itu. Tangannya menyentuh jari jemari si gadis itu yang kasar dan kapalan disana.
“Hey, Wanita! Kau hutang banyak penjelasan tetang dirimu. Dan kau adalah wanita pertama yang mampu membuat diriku memikirkan wanita lain, menghawatirkan manusia lain selain tuan mudaku.” ucap Mulin.
“Ayah! Kau kah itu?” Panggil Alana dengan mata terpejam, tangannya langsung menarik tubuh Mulin keatas ranjang.
Mulin merebahkan tubuhnya. Lalu Alana memeluk tubuh Mulin dengan erat. Sedangkan Abang Mulin sesekali mencari kesempatan dalam kesempitan atas bibir Alana.
Awalnya coba-coba mencuri kecupan setelah itu ketagihan, “Bibirnya lembut! Dosa tidak ya jika aku mencuri ciuman lagi dari wanita ini. Toh wanita ini lagi tak sadarkan diri! Siapa suruh bibirnya lembut.” ucap Mulin dalam hati.
^^^~To be continued^^^
Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh emak Liana 🙏🙏🙏
Jangan lupa
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini
__ADS_1