
...^HAPPY READING^...
Jika Taksa dan Qiana mengarungi indahnya pernikahan yang sudah ditumbuhi bunga bunga cinta bedah hal nya dengan seorang laki-laki yang merasa kehilangan mantan istrinya.
Benar apa kata pepatah "Jika kita menyia-nyiakan seseorang yang ada di samping kita, jika orang itu pergi jauh maka kita akan merindukan nya,"
Seperti Adrian Lu mantan suami mendiang Qiana, setelah mengusir istrinya dari rumah ia sedikit merasa bersalah, hari demi hari dan bulan demi bulan rasa rindu itu menjadi penyesalan yang amat mendalam.
Saat ini ia terkapar sendiri di apartemen nya Sambil menegak bir sambil meracau "Qiana kau dimana hampir satu tahun aku mencari mu, tapi kau seperti di telan bumi, maafkan aku, mari kita menikah lagi, aku berjanji tidak akan menyakiti mu, dan aku akan berubah ... uhukk..uhukk" begitu lah setiap hari Adrian semenjak Qiana pergi dari rumah.
Ia tak lagi berpesta seperti dulu lagi, setiap harinya setelah bekerja ia langsung mabuk mabukan di apartemen nya,
dan semenjak Qiana pergi ia tak pernah berpesta seperti dulu,
Apartemen saat ini dipenuhi minuman keras bermacam-macam merek. begitulah setiap malamnya seorang direktur perusahaan Lu entertainment .corp, bos di dunia hiburan yang menyedihkan selama ini.
"Uhuk... uhuk.... uhuk..." batuk Adrian mengeluarkan darah seteguk akibat terlalu banyak mengonsumsi minuman keras.
"Tuan sudah minumnya, kesehatan anda tambah memburuk jika Anda terus seperti ini, nyonya lu pasti marah besar melihat kondisi anda," Andre asisten pribadi Adrian memapah tubuh Adrian membawa nya kerumah sakit sebab ia sungguh kasian dengan bosnya itu.
Didalam mobil Adrian tetap meracau memanggil nama Qiana "Dre kamu percaya kan jika wanita yang berpapasan dengan kita adalah istriku,"
"Wanita itu sangat cantik dan modis tuan, sedangkan nona muda memang cantik tapi memiliki kepribadian sederhana, anda saat ini menyesal sebab nona muda Qiana sudah meninggal, sebab bukti CCTV kejadian malam itu sudah anda terima, malam itu badai sangat besar, nona muda tertabrak mobil dan jatuh ke sungai yang arus nya besar, meski mayat nona muda tak di temukan hingga kita menyusuri sepanjang sungai tak ada yang menemukan jenazah nonanya, jika dipikir oleh manusia biasa tak mungkin nona bertahan terbawa arus dengan keadaan kritis, saya pun kasian dengan nasib nona yang teragis ditangan suaminya sendiri, dan saya yakin jika anda merasa bersalah yang amat besar atas meninggalnya nona Qiana tuan" kata hati sekertaris Andre sepanjang perjalanan.
Lalu Adrian dilarikan ke RS sebab lambungnya bocor.
~Flashback pertemuan Qiana dengan Adrian.
Pada saat ini Adrian pergi keluar kota untuk mengecek kantor cabang di kota X, disampingi oleh sang asisten Andre.
"Dre apa ada apa ini, pagi-pagi sudah macet, 30 menit lagi kita akan mengadakan pertemuan untuk membuka kantor kita di daerah sini"
"Maaf tuan sepertinya di depan ada razia sekaligus kecelakaan, apa kita putar balik saja tuan," tanya sekertaris Andre
"Tidak usah, tempatnya dekat dari sini, jika kita memutar arah kita akan semakin terlambat" omel Adrian.
"Sepertinya sudah selesai pengecekannya tuan kita akan jalan sekarang" mobil mulai berjalan dengan kecepatan sedang.
__ADS_1
Karena Adrian merasa ingin tau apa yang terjadi, ia melihat ke samping melalui kaca,
Matanya mem belalak, ia melihat istrinya bicara dengan polisi, meski saat ini istrinya terlihat modis dan cantik menawan, ia melihat liontin di leher wanita itu sekilas sama dengan milik sang istri, dan wajah wanita itu sedikit mirip dengan sang istri.
Awalnya dia ragu jika itu mantan istrinya, tetapi fikiranya berkelana "apa itu Qiana, tetapi wajahnya sangat cantik, dan Qiana yang aku tau memiliki wajah mirip sepertinya, tetapi Qiana ku berjerawat dan berkaca mata, apa uangku yang aku berikan kepadanya membuatnya memutuskan merawat dirinya" begitulah pikiran Adrian.
"Dre hentikan mobilnya" bentak Andrian tiba-tiba.
Andre yang dibentak oleh Adrian langsung mengerem mendadak, sehingga mobil di belakang menabrak body belakang mobil Adrian,
Segala umpatan keluar dari mulut pengguna jalan, Andre kira tuannya keluar untuk melabrak orang-orang yang memaki nya, tetapi Andre salah besar,
Adrian lari kembali ketempat wanita yang sekilas mirip dengan istrinya tadi.
"Maaf tuan anda melihat wanita cantik yang berdiri di sini dengan anda ?" tanya Adrian kepada Rafael yang sudah menyelesaikan urusan nonanya dengan polisi.
"Nona itu sudah pergi tuan" ucap Rafael dengan waspada sebab baru kali ini ada seorang mencari Nonanya dan ia harus waspada dan harus hati-hati dengan orang yang mereka belum kenali.
"Maaf tuan apa kau mengenali wanita tadi, sebab saya lihat ia berbincang dengan anda disini tadi" tanya ulang Adrian.
"Maaf saya tidak kenal nona tadi menolong korban kecelakaan saya cuma menanyakan masalah kondisi orang itu" kilah Rafael.
Sedangkan Rafael langsung menelpon Qiana "halo Nona ..."
"Ada apa Rafael?"
"Tadi ada seorang laki-laki menanyakan tentang anda kepada saya"
"Siapa ya mungkin orang-orang masa lalu Qiana yang asli " kata hati Qiana.
*Rafael kau suruh Aruna meretas CCTV tempat itu agar tau siapa yang mencari ku"
"Baik nona sekarang juga Aruna akan meretasnya" Rafael langsung menyuruh Aruna melakukan apa yang nonanya perintahkan,
Tak sampai 5 menit handphone Qiana sudah berdering kebali.
" Ia Aruna "
__ADS_1
"Orang itu bernama Adrian lu, dia adalah direktur Lu Entertainment crop,"
"Rupanya mantan suami Qiana, sudah saat nya aku sedikit membuka identitas ku, aku ingin menyapa sedikit orang itu" kata Qiana dalam hati.
"Aruna kau masih disana"
"Ia nona"
"Kau buka identitas ku tentang seorang janda dan yatim piatu, seperti aku akan perlahan muncul di hadapan publik"
"Baik nona"
"Tunggulah setelah ini aku yang akan menemui mu dulu Taksa" tersenyum smirik.
~ Flashback off.
*
*
*
Sedangkan Qiana saat ini menerima laporan tenang Adrian mantan suami Qiana.
"B**esok pagi aku akan kekantor Adrian mengantarkan cek 10 M pemberian nya dulu, maka dari itu aku mengakui bahwa aku adalah Qiana mantan istrinya, sebenarnya rencana aku sudah susun semenjak ia melihat aku, karena banyak kendala yang terjadi padaku, hingga menghabisi ****** yang menyinggung ku mungkin urusan mantan istri dan mantan suami ini sudah habis di awal awal episode"
"Nona tuan muda menelpon anda" Zia yang memberi pijatan kepada nonanya membuyarkan lamunan sang nona.
" *Ia Hubby ? "
"....."
" Ke mall, baiklah aku akan bersiap-siap "
"......"
" Baiklah " Qiana menutup telponnya.
__ADS_1
^^^~To be continued^^^