Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Pilihan


__ADS_3

...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


...~•^HAPPY READING^•~...


...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


Malam ini Rana sedang mempersiapkan makan malam di dapurnya. Semenjak menikah dengan Rafael ia memutuskan tinggal di Vila tempat suaminya di bawah bukit.


Ia menolak Mansion pemberian kakak-kakaknya. Kenapa ia memilih Vila mewah di bawah bukit jawabannya hanya satu ingin menghabiskan waktu dengan para adik iparnya. Vila itu luas didalam Vila sudah terbagi sepuluh ruangan dimana satu ruangan di tempati oleh setiap orang Jenius. satu ruangan tertidur dari tiga Kamar dan ruang tamu serta dapur yang mewah.


Jika memasuki Vila itu di dalamnya seperti sembuh apartemen mewah yang di susun seperti rumah, ada ruang santai dan semua Fasilitas yang Qiana berikan tak kalah mewah di Vila utama.


Keluarga WU dan QI saja memilih tinggal di anak Vila sebelah kiri dan kanan Vila megah Qiana.


Greppp tangan besar memeluk tubuh buncit Rana, “Bagaimana kabar anak Papa?” tanya Qiana.


Rana langsung membalikan badannya lalu memeluk leher sang suami. “Mereka baik baik saja papa!” ucap Rana.


“Sekarang mau memeluk tubuh Mu susah banget! Selalu ada penghalang di antara Kita.” Bisik Rafael calon papa bagi si kembar.


Rana saat ini hamil bayi kembar, “Nanti akan anak kita akan menjadi penghalang untuk kita bermesraan seperti ini.” ucap Rana menyenderkan kepalanya di dada sang suami.


“Oh manis sekali neng! Bikin Abang ini baper. Kata orang Indonesia mah gitu” ucap Rafael dengan nada di buat buat.


Rafael adalah pria hangat dan ceria, wanita wanita yang suka Kepop jika melihat Rafael maka mereka langsung jatuh cinta.


Ototnya yang tegap dan wajah khas Jepang campuran Korea karena ibunya asli orang Korea. Membuat Rafael sangat tampan.


“Sayang! Aku merindukan Alana kita.” Bisik Rana tangannya membuka kemeja sang suami bukan untuk melakukan ritual tetapi itu adalah hobby baru seorang Rana semenjak hamil.


“Mama lagi masa apa?” tanya Rafael kepada sang istri.


“Aku masak menu sehat untuk ibu hamil kembar, yaitu sup lengkap! Sebentar lagi sup nya pasti sudah mateng.” ucap Rana.


“Oh romantisnya!” ucap ucap Rafael.


Begitulah Cinta Rafael dan Rana begitu sederhana dan murni, Cinta mereka bermula Rana kecil yang penakut di bawa oleh pamannya.


Rafael sang putra presiden pergaulannya di batasi, orang tuanya ingin menginginkan putra putrinya perfek layaknya bangsawan.


Ada seorang Rana yang di bawa kerumah mereka sebagai anak angkat pamannya. “Hay gadis cantik! Selamat datang di rumah kami.” sapa Rafael.


Rana yang pendiam membuat seorang Rafael kecil yang selalu di kejar oleh para gadis kecil karena ia seorang anak presiden Jepang dan ketampanannya mengalahi opa Lee Minhong.


“Hey gadis kecil eh salah wanita kecil kenapa kau tak pernah menghiraukan ku dari dulu!” ucap Rafael mengingat setiap saat bertemu Rana itu adalah yang di ucapkan oleh dirinya ketika setiap bertemu Rana 5 tahun.


“Ah Kakak meningkatkan kisah lama! Jangan ungkit kak. Aku malu nanti Reader Kehidupan kedua sang putri ini baper lagi dengan kisah cinta Kita!” ucap Rana.


“Tidak apa-apa sayang! Tetang cinta manis kita reader kehidupan kedua sang putri harus tahu karena aku adalah pemeran pria pertama yang muncul di karya ini!” bisik Rafael hidung mereka bersentuhan.


“Ayo gadis besar ku! Aku akan membawamu terbang seperti dulu.” Rafael mengangkat tubuh istrinya menuju meja makan.


“Uh ... Sekarang berat banget ya sayang! ucap Rafael.


“Berat lah papa! Mama sudah besar bisa membuat anak kecil. Lihat di perut Mama sudah ada dua isinya!” ucap Rana.


“Oh manisnya ... Tapi jangan bilang bilang kau mencintai ya sayang agar tidak ada orang yang tau sehingga memisahkan kita.” ucap Rafael mengingat tentang cintanya yang tersembunyi.


~Flashback ON.


Rana kecil yang diam dibawa kerumah Rafael membuat sosok Rafael yang ceria penasaran.


Dengan sembunyi-sembunyi pergi kerumah pamannya. Ia menyaksikan Rana tengah di paksa melakukan hipnotis agar melupakan segalanya.


Pluk ... Sebuah batu Rafael lempar dari luar kamar, sehingga membuat Rana mencari asal batu yang mengenai tubuhnya.


“Hey! Aku disini.” ucap Rafael.


“Kenapa kau kesini! Kakak saja si hukum oleh ayah jika datang keruangan ini.” Bisik Rana. Ini adalah pertama kali Rana berbicara kepada Rafael.


Sedangkan Rafael yang berusaha 10 tahun mendengar suara Rana untuk pertama kali bicara kepadanya wajahnya langsung memerah.


“Aku adalah putra mahkota! Tidak akan ada orang yang melukai diriku. Seandainya suatu hari nanti aku harus membawa pergi dirimu sangat jauh! Tak ada orang yang berani menghalangi ku.” ucap Rafael kecil yang masih belum tau apa apa itu seberapa beratnya kehidupan pria dewasa.


“Benarkah? Kau akan menjadi pangeran seperti pangeran dan putri si cider si Ela itu?” tanya Rana kecil 5 tahun itu dengan mata yang berbinar.

__ADS_1


“Benar asal kau mau menjadi calon istriku dan tak kelak maka akan ku ajak kau pergi dari sini. Aku tau paman tadi itu ingin berbuat jahat kepadamu Rana.” ucap Rafale yang kecil.


“Aku mau ... Aku mau! Aku ingin pulang kerumah ku, apakah kau mau mengantarkan ku?” tanya Rana.


“Kemana pun kau inginkan aku akan mengantarkan mu!” ucap Rafael.


Semenjak hari itu Rana dan Rafael pacaran ala anak kecil dengan saling berjanji untuk saling menjaga hati. padahal mencintai ala rafael adalah cinta anak kecil yang dibilang cinta monyet.


Rafael dan Rana setiap hari bertemu bermain seperti anak biasa semua orang tak mempermasalahkan itu karena mereka bermain bertiga setiap hari karena kakak angkat Rana itu sangat galak sering kali memukul adiknya.


Tahun bertahun hubungan itu semakin erat. Rafael berusia 17 tahun dan Rana 12 tahun.


Pada suatu malam terjadi pembunuhan di rumah Rafale, Rana mendengar pembicaraan ayah angkatnya Tetang pembunuhan yang ia rencanakan. Rafael ada diluar negeri mengurus bisnisnya.


Rafael si jenius dalam berbisnis terjun ke dunia bisnis keluarga nya semenjak usianya 12 tahun.


Malam Berdarah itu membuat seorang rafael kehilangan keluarganya,, Dan entah apa yang ayah angkat Rana lakukan sehingga Rafael berserta adik adiknya hilang tanpa jejak.


Hidup Rana sepi kembali, mereka saling merindu. Rafael dan adiknya di jual ke organisasi H ditukar dengan kekuasaan yang di inginkan ayah angkat Rana.


Empat tahun kemudian Rana kembali berjumlah dengan Rafael, dalam keadaan yang berbeda Rafael menjadi robot untuk organisasi H dan Rana sebagai tahanan yang di kembalikan ke sisi organisasi H.


Rafael seakan berpura-pura tak mengenali Rana, sedangkan hati Rana sangat terluka karena ia menganggap jika Rafael pembohong tega meninggalkannya.


“Rana sayang!” Bisik Rafael menarik Rana masuk kedalam kamarnya.


“Apakah kita kenal tuan?” tanya Rana dengan nada dingin.


“Kenapa kau ada disini?” tanya Rafael.


“Bukan urusan anda ... Cup” belum sempat Rana selesai bicara dengan pira gagah yang lama ia rindukan dan tunggu tunggu.


Plak ... Rana menampar wajah Rafael karena pertama kali bertemu dengan pria itu yang ia dapatkan adalah sebuah ciuman pertama.


“Sayang, dengarkan aku! Tempat ini sangat berbahaya. Kau tau tidak dengan kematian Ayah dan ibuku?” tanya Rafael. Hanya di jawab anggukan kepala.


Pada saat kematian ayah dan ibu kami kami satu persatu di tangkap oleh organisasi H untuk dijadikan pekerja rodi mereka, aku hanya mendengar kematian orang tuaku! Bahkan aku tak melihat pemakamannya. Hanya dari Alana dan Aluna saja aku mendapatkan kabar kematian kedua orang tua kami.” bisik Rafael.


Ia menarik tubuh Rana keatas ranjangnya, “Dan disini lah kami bertiga memajukan kekayaan organisasi H” ucap Rafael.


“Empat tahun ini aku sangat merindukanmu sayang! aku ingin pergi dari sini tapi aku tidak tau caranya meniggalkan tempat ini” Bisik Rafael lalu ia menyatukan bibirnya dengan sang kekasih.


Hari hari Rafael Dan Rana kembali meski harus menjalani hubungan sembunyi-sembunyi. Hingga suatu hari hubungan Rana dan Rafael tercium oleh Tuan H calon suami Rana.


Rafael dan tim jenius akan di pindahkan tempat yang jauh dari tempat organisasi H berada.


Rana berkerja sama dengan seluruh tim jenius agar mereka melarikan diri, dengan Rana mencuri dengar rencana musuh.


Akhirnya para jenius pergi dari penjara mereka tapi sayang Rana harus kembali kedalam penjara demi mendapatkan para jenius itu Tuan H mempertahankan Alana di dalam organisasi.


~Flashback off


“Ahhh! Entah kenapa aku bisa meningkat Tetang kenangan lama kita yang bersatu dan berpisah lalu bersatu lagi, mudah mudahan kita tak berpisah lagi lagi. Jika itu terjadi A” ucapan Alana langsung dibungkam oleh bibir Rafael.


“Tidak ada kata perpisahan lagi di antara kita sayang! Kita akan makan aku kasian anak papa mungkin sudah lapar, Atau kau ingin memakan sesuatu di dalam kamar kita?” tanya Rafael.


“Ah Kakak sekarang mesum, bayi kita sudah lapar dan ini sudah waktunya mereka makan malam Papa.” ucap Rana.


Mereka makan dengan romantis saling suap suapan saling mencintai. Dan berakhir dengan berada di tempat tidur saling memberikan kehangatan.


“Sayang! Panggil Rana.


“Kenapa sayang?” tanya Rafael.


Bisakah kau menelfon Alana! Aku ingin mendengar suaranya.” ucap Rana.


“Baikalah! Aku akan menelpon nya anak itu sungguh beruntung sangat sangat di cintai oleh mu.” ucap Rafael, dalam hati ia terharu kerena istirnya sangat mencintai keluarganya.


“Ayah ibu! Aku sudah bahagia, semoga kalian bahagia di atas sana.” ucap Rafaela dalam hati.


“Kau teleponlah mereka aku ingin kekamar mandi dulu!” ucap Rana.


Dengan susah payah Rana berjalan dengan perut yang besar melebihi batas wajar karena ia mengandung bayi kembar.


Tut ...

__ADS_1


Tut ...


Tut ...


“Halo tuan Rafael?” jawab anak buah yang mendampingi sang bosa, karena sedari tadi ia menelpon adiknya tak di angkat angkat.


“Berikan ponsel mu kepada adikku!” ucap Rafael.


“Tuan Nona Alana saat ini di larikan kerumah sakit. Beliau pendarahan!” Jawab anak buah mereka.


Suara di ponsel itu begitu jelas karena Rafael membuat dalam mode spiker.


Rana yang mendengar bahwa adik iparnya tidak baik baik saja ia langsung berlari keluar. Karena lantai licin.


Jedurrrrrrrrrrrrrrr


kamar mandi Rafael bergetar karena benturan keras dimana kepala Rana terbentuk kloset kamar mandi.


“Sayang! Kau kenapa?” teriak Rafael berlari kedalam kamar mandi, matanya langsung terbelalak ketika melihat darah dari kepala istrinya bercucuran.


Darah dari jalan lahir Rana sangatlah banyak.


...----------------...


Rafael berlari dan berteriak memanggil para ahli medis milik yang sudah dipilih Qiana untuk memastikan para ibu hamil dalam keadaan baik baik saja.


Cup ... Cup ... Sayang kau jangan lah tertidur lihatlah aku. Kau harus bertahan.


Tangan Rana yang berlumuran darah memegang pipi Rafael yang sedang menangis seperti anak kecil.


“Janganlah menangis! Aku tidak apa apa. Aku janji anak kita akan selamat. Tapi maaf jika kami tidak selamat kau harus mengikhlaskan kami ... Uhuk uhuk” Darah muncrat dari mulut Rana.


“Persetan dengan anak! Aku hanya mau dirimu sayang. Kau jangan tidur sebentar lagi para dokter akan menangani.” ucap Abraham meliahat sang Istri semakin pucat.


Dokter... Dokter... “Astaga Nona Rana.” ucap seorang Dokter.


Para Dokter langsung cekatan melakukan pertolongan pertama pada wanita hamil kembar itu, “Tuan Nona harus di oprasi jika tidak ketiganya akan tak bisa kita selamatkan lagi.” ucap sang dokter.


“Aku mau istriku selamat! Tolong selamatkan istriku dokter.” ucup Rafael.


“Silahkan keluar serahkan kepada kami tuan!” ucap Dokter.


“Tuhan Kau memberikan ku kesedihan dua kali lipat, baru aku mendengar adikku tengah keritis, saat ini lah istriku yang menyusul aku mohon tuhan berikanlah orang orang yang aku sayang rasa aman dan baik baik saja” ucap Rafael ia menunggu depan ruang operasi.


...----------------...


Dua jam sudah berlalu, semua keluarga saling berpelukan menangisi wanita yang sedang berjuang di dalam.


Krek ... pintu di buka dari dalam.


“Dokter bagaimana dengan istriku?” tanya Rafael mengguncang tubuh sang Dokter.


“Maaf tuan saya sangat menyesali keadaan ini, tetapi mau bagaimana saya harus memberi tau kepada anda jika Nona tak ...,” ucapan dokter di paksa berhenti oleh Rafael.


Ia tak sanggup menerima kenyataan yang menyayat hati.


Eps kali ini sad ya! ini up terakhir hari ini, semoga para reader selalu sehat selalu.


^^^~To be continued^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh emak Liana 🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini.

__ADS_1


__ADS_2