Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
derita mulin


__ADS_3

...^HAPPY READING^...


Jatuh tertimpa tangga, begitulah pepatah yang cocok untuk nasib Mulin yang malang.


Niat hati ingin menghindari pasangan pengantin baru yang selalu melakukan ritual malam pertama dimanapaun mereka berada.


Mulin duduk di batu tanpa melihat tempat sekitar, tumben seorang mulin yang selalu perfek dimanapun berada, karena untuk berdiri di belakang Taksa ia harus teliti, dan sempurna.


Semenit ia duduk dibantu tubuhnya terasa ada sesuatu yang menggelitik, lama-lama sengatan hewan kecil terasa di pantatnya.


"Astaga apa yang menggigit pantatku ini rasanya sakit sekali?!" mulin membuka Gasper celananya lalu tangannya ia masukkan dalam celana untuk menggaruk apa yang gatal disana.


"Kau rupanya yang menggigitku ya!" Mulin marah kepada semut rangrang di tangannya itu, tiba-tiba semua daerah tubuhnya merasakan gatal yang amat gatal, perih bahkan membuat mulin kelimpungan, sebab semut Sampek masuk di Daerah pribadinya.


Bahkan kakinya yang berada dalam sepatunya direbut di bawah sana, tanpa ba-bi-bu mulin membuka seluruh pakaiannya, ia hanya meninggalkan bokser ketat yang tercetak di tubuhnya,


Jika ia saat ini tuannya mendesah keenakan, maka berbeda dengan Mulin, Mulin mendesah kesakitan.


"Apa aku menginjak ratu semut yang lagi kawin ya ??, sehingga keluarga semut menyerang ku, sungguh iri aku, si bos lagi Acep Acep cihuy, di luar sini aku acep-acep dengan para semut kurang ajar, jika mereka manusia, saat ini aku bikin perhitungan dengan mereka, bahkan jika mereka orang kayak aku akan membuat mereka bangkrut saat ini juga... AW....AW...AW" Begitulah mulin menggerutu sambil menggaruk tubuhnya yang sudah merah-merah.


Karena tak tahan dengan rasa gatal si mulin kembali ke mobilnya.


Satu meter jarak antara mobil saat ini dengan mulin, suara gaib terdengar di Indra pendengaran nya.


"Auhhh honey.. lebih cepat, ahhh itu bibirmu sungguh nakal" Begitulah suara racauan Taksa ...


Makin on tuh si Otong milik mulin Bakan kepala si Otong yang digigit semut tambah cenat cenut kelimpungan.


Karena sudah putus asa ia kebali ke sungai.. ia taruh pakaian nya, " BYUR" mulin melompat ke sungai berendam di air untuk menghilangkan rasa yang nano nano yang saat ini ia rasakan.


Satu jam bahkan dua jam mulin berendam di sungai jernih itu, tangannya sudah keriput dan ia kedinginan, gatal di tubuhnya sedikit mereda, meski banyak tubuhnya merah bekas gigitan dan kecupan para semut rangrang.


"Dreet dreet" getaran hanpone nya di seberang sungai penyelamat dari rasa kedinginan, mulin keluar dari dalam air menerima telponnya.


"Ia tuan muda?".


"Kau dimana? ... Pulang sekarang!"..


"Baik tuan muda" Taksa menutup telponnya sepihak.


Mulin memperhatikan jam di hanpone nya" astaga ini sudah dua jam aku berendam, sungguh sial... Tuan mudah enak Acep Acep Sampek dua jam hingga melupakanku... Sedangkan aku sungguh menderita" Gerutu mulin memunguti bajunya "Cresss" tiba-tiba lebah datang kearah mulin lalu menyengat nya....


"Ahhh... Bangsat" mulin kesakitan seperti di aniaya, bahkan kondisinya tak sepeti orang berpengaruh seperti biasnya.

__ADS_1


*


*


*


Sedangkan taksa di dalam mobil lagi bahagia setelah membuat sang istri tepar dengan pertarungan dahsyat, bahkan gaya baru mereka lakukan, sungguh percintaan yang sangat menguras tenaga dan kepuasan yang hakiki.


"Tok... tok... tok..." Kaca mobil diketuk dari luar .


"Siapa sih yang ketuk-ketuk,,, menganggu saja", Taksa menurunkan kaca melihat pada biang kerok pengganggunya itu.


"SETAN!". teriak Taksa.. RGB ia melihat seorang laki-laki menggunakan kolor dengan keadaan basah bak tikus got yang nyemplung di air, dengan tanda merah sekujur tubuhnya, bahkan bibir orang itu maju 5 CM dari orang normal biasanya.


Teriakan Taksa juga membangunkan Qiana dari terlelap nya, yang hanya bisa di hitung menitan saja "dimana ada setan hubby" kaget Qiana.


"Tuan ... Nona... Tolong saya" ucap mulin yang pucat seperti zombie.


"Astaga mulin siapa yang memperkosa mu, bilang padaku, kelompok mana yang mengabil keperjakaan mu, akan ku jajal satu persatu, atau para tante kesepian atau demit penjaga hutan ini yang memperkosa mu" tanya Taksa beruntun dengan nada panik, sebab dari yang ia lihat seluruh tubuh mulin di penuhi bekas ****** dan bibir bengkak akibat cipokkan yang menggebu, ia curiga asisten kesayangan itu di perkosa habis habisan oleh seseorang .


"Yang menindas saya adalah semut dan lebah tuan!... Gubrak" mulin terjatuh tak sadarkan diri.


Sebelum pingsan mulin menggerutu


"Mulin ... Mulin.... Mulin" Taksa dan Qiana mengguncang mulin yang tak sadarkan diri.


"Sepetinya Mulin terkena sengatan hewan" Qiana merogoh tas kecil yang selalu di bawanya, ia mengabil sebuah obat dari sana.


"Hubby bisa tida kau bantu aku meminumkan obat ini untuk nya.bantu dia masuk ke mobil" tanpa menunggu lama saat ini tubuh mulin sudah berada di kursi penumpang sebelah pengemudi.


"Sayang berikan obat itu, kau masuk kedalam, aku tak ingin kau melihat tubuh laki-laki lain selain suamimu ini, dan lihatlah kau tak mengenakan baju, kain tipis itu membuat si Jery bangun lagi" kata Taksa.


Qiana menggerutu "Dasar raksasa mesum,, siapa coba yang membuat bajuku robek, dasar posesif tak tau tempat!" ia merogoh ponselnya.


"Aku ingin salah satu dari kalian datang kesini, aku butuh supir untuk mengantar kami ke kota I"


"Baik nona... Tuan Vincent ada di markas" tutur Robert.


"Suruh Vincent saja kesini cepat!" perintah Qiana.


*


*

__ADS_1


*


~Sepuluh menit kemudian.


Vincent datang ke lokasi di antar anak buah Qiana.


"Salam tuan muda"


"Hem.. antar aku pulang ke kediaman WU"


"Baik"


Vincent masuk ke kemudi langsung mengabil alih kemudi mobil itu.


"Maaf menunggu lama nona!"


"Tidak apa-apa" jawab Qiana.


"Maaf saya boleh tau, apa yang terjadi kepada tuan Mulin nona?" Karena yang ia lihat Mulin tertidur dengan babak belur, dengan selimut menyelimuti tubuh nya.


"Dia digigit semut dan lebah Vin pada saat menunggu kami selama dua jam" jawab Taksa.


Vincent mengerutkan alisnya, ia ingin menanyakan lanjut tapi ia tak berani menanyakan kepada tuannya di belakang,


"Kau sih hubby mainnya kelamaan coba cuma satu kali pelepasan mulin tak akan seperti itu", marah Qiana, tanpa sadar didengar oleh Vincent, sebab Qiana lupa jika pembatas mobil sudah di buka oleh suaminya.


"Kan kamu duluan nyerang aku Hon, apa lagi tadi kau memberikan servis dahsyat sama di jery, jadinya aku lupa daratan, bahkan goyangan mu membuat aku tak sadar diri, mungkin karena ******* kita ia pergi main-main diluar" jawab Taksa polos nya.


Pipi Qiana merah mengingat kejadian tadi.


"Kau juga salah kenapa sampai dua jam kita melakukan ritual Acep Acep, mulin terlalu lama menunggu kita hingga seperti itu" Qiana tak ingin disalahkan, tapi ia sangat merutuki dirinya yang kesurupan penyakit mesum sang suami yang turun padanya, bahkan ia melakukan hal yang sangat menjijikan akibat kemaren malam melihat hanpone suaminya yang penuh dengan film enak enak doang, sehingga terbesit mencicipi rasa si jery yang sepertinya nikmat di film-film itu.


"Astaga mereka enak enak rupanya , sampai 2 jam , jika aku jadi tuan Mulin juga lari terbirit-birit menghindari perbuatan tak ada ahlak bos merek... Hus pikiran ini jadi jorok" gerutu hati Vincent


Qiana mendengar kata hati vincent langsung mengedarkan pandangannya ke depan "Astaga pembatas nya terbuka!" kata hati Qiana, wajahnya tambah memerah,,, ia saat ini ingin reinkarnasi kembali, ia ingin pergi jauh.


"Vincent kau tak mendengar apapun kan?" kata Qiana dingin.


"Ti-dak nona" jawab Vincent gugup.


"BRAK" Qiana memencet tombol pembatas.


^^^~To be continued^^^

__ADS_1


__ADS_2