Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Salah Faham


__ADS_3

...^HAPPY READING^...


Hari demi hari dilalui dengan berat hati oleh Taksa, sebab selama seminggu ini Taksa merasa beruntung pekerjaan nya sangat padat, sebab ia mengerjakan berkas-berkas untuk satu bulan ke depan dengan lembut,


Salah satunya ia mengalihkan otak mesumnya dari tubuh sang istri yang sangat menggoda imannya yang setebal kulit bawang merah,


Selama seminggu ini mood Taksa sangat berubah-ubah seperti saat ini.


Aura Taksa sangat cerah ceria, kaki jenjangnya turun dari helikopter sangat menghipnotis siapapun yang melihat nya akan terpesona, sampai orang-orang yang menyambut tuan muda mereka tak menyangka jika yang saat ini bos yang berada di hadapannya iblis yang menyiksa mereka selama satu Minggu ini.


"Karena kalian sudah bekerja baik selama seminggu ini, silahkan pergi ke HRD saat ini juga" ucap taksa


Semua orang yang tadi memuji tuan mereka semua langsung pucat semua orang duduk di lantai ada juga langsung pingsan di tempat.


"Ampuni kami tuan ... jangan pecat kami... kami berjanji akan kerja lebih giat lagi.." tangis para karyawan.


"Siapa yang memecat kalian ?" Taksa bingung dengan reaksi pekerjanya.


"Tadi tuan menyuruh kami ke HRD untuk di pecat kan tuan"


"Kau jelaskan pada mereka," ucap Taksa kepada mulin,


"Baik tuan muda"


"Kutunggu di ruangan ku" ucap Taksa.


Makin salah paham tuh para karyawan di sana, semua orang menangis berjamaah, ada yang hamil besar saat itu juga wanita mengalami kontraksi seperti mau melahirkan.


Jika pimpinan mereka bersinar secerah mata hari di pagi hari, beda halnya dengan para karyawan WU internasional group suana mendung bak hujan petir menggelegar di Kantor itu.


Mulin mengerutkan dahinya "Kenapa kalian menangisi seperti ini hanya mendapat bonus dari tuan muda, apa semua karyawan sangat membutuhkan uang, sehingga ekspresi kalian seperti ini"


"APA BONUS ??" teriak semua orang di sana, semua tangisan dan wanita yang akan di bawa ke ambulan langsung kaget, wanita itu langsung turun dari brankar rumah sakit, tiba-tiba perutnya tak sakit lagi, dan semua orang yang nangis langsung berhenti seketika layaknya paduan suara"


''Kenapa kalian membentak ku ?" nada dingin asisten Mulin.


"Kami kira kami di suruh ke HRD disuruh mengambil gajih dan pesangon untuk terakhirnya kita bekerja disini" para karyawan nunduk mendengar suara dingin kalian.


"Kapan tuan muda memecat kalian semua, dan kalian telah bersantai selama 30 menit, apa kalian semua ingin di pecat sungguhan, HaH..." kata-kata dingin gunung es mulin seakan menusuk jantung para karyawan.


"Tidak tuan kami masih menyukai pekerjaan kami, kami saat ini ke HRD, lalu langsung bekerja" semua orang langsung bubar, mendung di perusahaan WU sudah tak ada lagi.

__ADS_1


"Permisi nona mari ikut kami ke Rumah Sakit, katanya anda mengalami kontraksi" kata petugas yang di tinggalkan begitu saja oleh ibu hamil itu.


"Maaf tuan perut saya sudah tidak sakit lagi" wanita hamil 7 bulan itu langsung membungkukkan tubuhnya.


"Astaga ada apa dengan kantor ini baru tadi aku melihat pemandangan menyedihkan dari para karyawan Z sampai aku berfikir jika WU internasional group gulung tikar, sehingga aku pun ikut takut, sebab aku pun kerja di rumah sakit WU," kata petugas ambulan dari rumah sakit WU.


*


*


*


Sedangkan biang keladi masalah sedang senyum senyum sendiri tidak jelas.


Mengingat kejadian pagi hari yang sangat mengairahkan bersama sang istri tercinta.


~*****Flashback***** pagi hari.


Jam Menunjukkan pukul 04.00 dini hari, Taksa terbangun dari tidurnya sebab ia merasakan haus,


karena merasa ada pergerakan di sampingnya , Qiana terbangun juga dari tidurnya.


"J**am 04.00 sayang, kenapa kau ikut bangun ?" tanya Taksa


"A**ku merasakan guncangan Hubby"


"Maafkan aku honey , tadi aku haus dan tak sengaja membangunkan mu , kau juga ingin minum ?" tawar Taksa.


"Boleh"


Taksa langsung menyuguhkan satu gelas air kepada sang istri.


"Apakah perutmu sakit sehingga guncangan dariku kau merasakan nya ?" tanya Taksa khawatir.


"Tidak sakit lagi kok, aku sudah selesai datang bulannya" jawab Qiana tanpa sadar membuat seorang di depannya merasakan udara segar yg telah lama ia nanti-nantikan.


"Benarkah sayang si bulan sudah pergi," dengan mata berbinar bahagia, seperti menemukan berlian cuma-cuma.


Sedangkan Qiana yang sudah sadar apa yang dia katakan kepada suaminya, alarm waspada di tubuh Qiana langsung mengumpulkan arwah nya yang masih berpencar entah kemana, sekarang kesadaran nya pulih 100%.


"Eh..itu... ia aku sudah bersih semenjak tadi malam" Qiana menggaruk kepalanya yang tidak gatal sedikit pun, sebab ia merasa takut melihat sang suami dengan ekspresi mata berbinar penuh kebahagiaan, dan pikiran mesumnya itu membuat Qiana gugup.

__ADS_1


menghadapi suami mesum akut yang tak ditemukan penawarnya, dan dalam satu Minggu ini Libido Taksa membuatnya kewalahan.


Saat ini Qiana sang ratu mafia bak tikus berjumpa dengan ular yang kelaparan.


"Bolehkah aku minta jatah untuk si Jery honey??" tanya Taksa, karena kasian dengan suaminya selama satu Minggu menahan tak menentukan nya Qiana menjawab dengan anggukan kepala.


Mendapat lampu hijau, Taksa langsung naik kempat tidur, lalu degan sekali gerakan ia telah mendidih tubuh sintal milik sang istri.


Entah siapa yang memulai duluan saat ini kedua sejoli itu memulai peperangan sesi kedua, bibir mereka saat ini berperang,


Taksa menyentuh sang istri dengan penuh kelembutan di bagian-bagian favorit nya, entah sejak kapan baju mereka sudah bertebaran di lantai,


******* dan erangan dari mulut Qiana ketika Taksa menikmati bakpau daging dengan penuh penghayatan, sekarang giliran si Jery yang beraksi, ini adalah DP yang sesungguhnya, nanti saat Bulan Madu pembayaran tunainya.


"Akhirnya jer, lu buka puasa," kata hati Taksa gembira.


Dengan perlahan Taksa melepas di Jery balapan di goa Kasablanka milik Qiana


dalam hatinya berdoa semoga tanggul sang istri tidak jebol lagi.


Penyatuan antara Jery dan terowongan Kasablanka itu tak cukup satu kali bahkan penyatuan ini ditutup jam 7 pagi di kamar mandi.


Saat ini Qiana terkapar di tempat tidur dengan nyenyak, sedangkan sang suami sedang bersiul-siul bersiap untuk berangkat kerja.


"Cup... aku berangkat kerja dulu Honey, kau lanjutkan lah tidurmu, Zia akan melayani mu makan setelah ini"


Sedangkan Qiana cuma bisa mendengar bisikan sang suami di telinganya. ia tak punya tenaga untuk membuka ke dua mata indah nya ... "Hem " itu aja jawaban yang di keluarkan oleh bibir seksi sang istri.


~Flashback Off


" TOK... TOK... TOK.. " Bunyi ketukan pintu dari luar membuyarkan lamunan Taksa.


"Masuk"


"Tuan semua yang ada perintahkan sudah beres"


"Nanti malam aku akan memulai bulan madu ku, kau sudah menyusun kegiatan bulan madu ku Mulin? "


"Sudah tuan" Mulin menyodorkan sebuah kertas yang berada didalam map kepada tuan mudanya.


^^^...~To be continued...^^^

__ADS_1


__ADS_2