
..."Penyesalan"....
...semua orang pasti memiliki sebuah penyesalan....
...jika hidup maka selamanya selalu berdampingan dengan sebuah penyesalan, tergantung besar kecilnya sebuah penyesalan itu kita hadapi....
...Adanya penyesalan itu kita mulai belajar apa itu menghargai sesuatu yang menurut kita kurang berharga....
...Seperti Jalan hidup yang selalu berputar tergantung keputusan apa yang kita ambil dalam menentukan pilihan agar terhindar dari sebuah penyesalan yang besar....
...Karena semua manusia berharap jauh dari sebuh Penyesalan....
...Sejujurnya penyesalan itulah guru terbaik bagi semua manusia ,...
...Karena penyesalan mengajarkan kita banyak hal yang menuju sebuh kedewasaan untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi....
...karena apa aku menyebut penyesalan membawa kedewasaan ?...
...karena sebuah kedewasaan bukan kita dapatkan dari usai, tapi pengalaman hiduplah yang membawa kita ketahap dewasa....
...Pengalaman itu kita dapat dari sebuah penyesalan, tergantung seberapa berat ringannya sebuah penyesalan yang manusia dapatkan, jika orang yang sudah merasakan penyesalan tersebut lalu mengulangi perbuatan yang sama lalu membawa lagi ke penyesalan yang sama, maka orang itu adalah manusia terbodoh di dunia ini....
...karena penyesalan sesungguhnya adalah pelajaran hidup yang harus di jalani oleh manusia....
...jika hidup tidak tersandung dengan kerikil penyesalan , bak sepeda motor yang tak memiliki rem, melintasi jalanan yang terjal maka yang kita dapatkan hanyalah celaka....
...jika manusia tak pernah menyesal maka hidup manusia akan hambar bak masakan tanpa garam....
...Tak ada penyesalan manusia akan terlahir menjadi egois dan kalian bisa merenungkan itu....
...adanya penyesalan adalah azab yang nyata bagi semua manusia, karena jika menyesal pikiran akan hampa dan diluar sana manusia banyak yang memilih mengakhiri hidupnya kerena penyesalan....
...jika manusia yang merasakan itu nama penyesalan makan niscaya kedepannya ia akan berhati hati dalam memilih dan memikirkan matang matang apa yang di kehendaki....
...Bahakan orang sukses sekalipun terlahir dari orang yang memiliki penyesalan terdalam, dan orang tersebut mampu bangkit dari kata menyesal dan menata ulang kembali hidupnya agar menjadi berhasil seusai impiannya....
...^Liana keizia...
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
...~•^HAPPY READING^•~...
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
Saat ini kaki jenjang Qiana menapaki penjara tahanannya.
Semua penjaga dan anggota yang melihatnya langsung berbaris layaknya menyambut CEO yang baru datang ke kantor setiap hari.
"Selamat datang Nona kami bersyukur anda tidak apa-apa" ucap mereka serempak.
"Hem" Qiana hanya membalas dengan anggukan dan deheman saja.
__ADS_1
Mereka yang sudah faham mengantar nonanya ke tempat tahanan, mereka langsung membuka pintu tahanan Kusus untuk para keluarga lu berada.
"Qiana Qiana kau kah itu" jerit orang yang berada didalam.
"Selamat siang tuan Adrian" ucap Qiana.
"Qiana.... Qiana.... Tolong mama, harimau itu mencakar mama, Ular ini berada diperut ku" nyonya Lu menggapai kaki Qiana.
"Bruk" Zia langsung kendang si Nyonya lu.
"Huh baru segini saja kamu sudah mengeluh... Bagaimana rasanya jika aku dulu selalu kau sakiti, bahkan saat ini cuman seujung kuku rasa sakit ku yang kau rasakan" Ucap Qiana.
"Qiana tolong lepaskan papa, papa tak ikut ikut menyakitkan mu dulu, kenapa kau membuat papa seperti ini?" Ucap Rudi Lu.
"Cih... dulu anda berkata jika anda malu mempunyai menantu seperti saya yang miskin ini tuan Rudi, dan sifat anda tak mencerminkan anak Nenek Rima tuan Rudi, saya curiga anda dan nenek Rima bukan sedarah, karena setau saya, nenek Rima adalah seorang yang dermawan yang sifatnya bertolak dengan anda yang seorang bajingan serakah, Maka nikmatilah kebangkrutan mu yang kau buat sendiri Tuan Rudi mantan terhormat" ucap Qiana sinis, ia sangat benci seorang laki-laki pemain wanita.
"Apah tidak.. tidak, aku tak ingin hidup miskin, bagaimana nasib putri kita mas" ucap si simpanan.
"Kau tenanglah, memang semenjak pendukung kita dari kota terbengkalai kabur entah kemana perusahaan semakin menurun, kita akan membangun keluarga kita dari nol asalkan Qiana memberikan kesempatan kita hidup yang kedua" bisik Rudi pada istri keduanya, ia juga sudah tak kuat menahan siksaan, ia berpikir jika memohon akan membuat nyawanya terselamatkan makan ia akan bebas dari sini, dan ia akan kabur membawa uang simpanan yang tak di ketahui oleh siapapun.
"Cih" Qian berdecih membaca pikiran laki-laki ini.
"Kau diam saja tuan Adrian yang terhormat" tanya Qiana.
"Aku pasrah Qiana, hidup ku adalah milik mu, aku banyak dosa terhadap mu, dan aku rela jika nyawaku bisa membalas semua kejahatan ku selama in, aku bahagia kau kembali dengan selamat, dan maafkan aku sekali lagi gara gara diri ku, kau mengalami musibah terus menerus" Ucap Adrian benar benar dari lubuk hatinya, ia menerima hukumannya tanpa mengeluh, Semenjak Sofia mengakui jika ia menyakiti Qiana gara gara dirinya.
Mata Qiana melihat sosok Adrian didepannya dengan tatapan intimidasi, air matanya langsung menetes ia merasakan perasaan Qiana asli yang sedang bersedih, jantung berdetak lebih cepat, seakan di remas remas seperti emak emak lagi memeras cucian.
Mendengar ucapan nonanya, Zia Langsung membuka rantai di tubuh Adrian, ia memandang satu satu wajah yang sudah babak belur seperti terkena amukan masa sekampung.
"Kalian sungguh lemah baru menghadapi kami bersembilan selama satu Minggu sudah tak terbentuk" ucap Zia.
Setelah melepas ikatan Adrian, Zia tak percaya sedikit pun, demi keselamatan nonanya ia langsung meringkus Adrian yang lemah, ia takut ada serangan dari Adrian ketika orang itu dilepaskan.
Sekarang dua orang itu tengah duduk di ruang Khusus penjaga keamanan penjara.
"Bagaimana perasaanmu tuan, setelah merasakan siksaan dari anak buah ku ?" tanya Qiana.
"Aku pantas Qiana, aku pantas mendapatkan nya, sekarang aku menyesal sudah menyia-nyiakan mu, kau sudah milik laki-laki lain" Air mata Adrian menetes.
"Dan aku tak memiliki kesempatan untuk mendapatkan mu lagi, dan aku pasrah nyawaku tiada ditangan mu, aku pasrah sekarang, perlakuan ku terlalu jahat dan tak seperti manusia" aku Adrian.
"Kau memang kejam, dan aku ingin melenyapkan mu tuan Adrian, tapi apakah daya, janji seseorang disana tidak ingin kau mati di tangan ku" ucap Qiana dengan mata berlinang air mata, kedua tangannya terkepal sangat erat.
Qiana sedari tadi ingin memotong laki-laki di depannya itu, tapi tubuhnya sedang di kuasai Qiana asli.
"Kau sungguh sungguh mencintai bajingan ini Qiana, dan bajingan ini tak tau bersyukur."
"Maafkan aku Qian, aku menghalangi mu untuk melukai orang yang aku sayang, aku merasa dia sudah cukup menderita seminggu ini, dan aku melihat nya, bisakah aku memeluknya untuk terakhir kali"
"Akan aku pikirkan" ucap Qiana, Air matanya masih mengalir menggambarkan kesedihan mendalam Qiana asli yang terakhir kali melihat orang yang dia cintai.
__ADS_1
"Siapa orang itu Qiana ?" tanya Adrian
"Orang itu adalah Qiana mendiang istrimu" ucap Qiana.
"Tidak kau adalah Qiana dan kau masih hidup, kenapa kau sebut dirimu mendiang?. Kau bukan arwah " Ucap Adrian bingung dengan apa yang di ucapkan oleh Qiana.
"Pandang mata ku tuan, apakah istrimu sama persis dengan diriku, aku adalah seorang Mafia kejam, apakah aku mau ditindas oleh keluarga remah rengginang macam keluaga mu yang melawan anak buah yang aku didik saja tak mampu, dan untuk apa Qiana hidup menjadi pembantu jika ia mampu mendirikan sebuah perusahaan besar dalam setahun, dan untuk apa seorang Qiana mau menjadi babu sedangkan dia mampu mencari pembantu yang berkualitas tinggi." Ucap Qiana.
Otak Adrian langsung traveling kemana-mana, pikiran nya mengumpulkan satu persatu pecahan ingatannya tentang sang istri.
Dan wanita yang berada di hadapannya saat ini sangat berbeda dengan sang istri.
Wajah memang bak pinang di belah dua tetapi sifat dan tingkah laku bak bawang merah bawang putih, sama sama manusia tapi beda karakter.
Ucapan Qiana tentang mendiang, membuat telinga Adrian mendengung
"Siapa anda?, dimana istri ku?" Tanya Adrian, air matanya sudah mengalir seperti sungai yang bersatu dengan laut, di atas air mata, di bawah ingus meleh, sehingga di bawah mereka bersatu menjadi air laut, asin, Kalog GK percaya coba pembaca cobain sendiri.
hehehehe biar kagak tegang.
"Namaku Qian, dan Pada saat kau mengusir istrimu, itu adalah kesempatan terakhir mu melihatnya, sejujurnya aku mengetahui kehidupan Qiana di sisimu, pada saat aku menginjakkan kaki ku di tanah ini, aku ingin meledakkan tubuh mu, dah membalaskan apa yang Qiana rasakan di rumah mu, kau laki-laki bodoh yang mendapat cinta tulus tapi kau sia siakan" ucap Qiana.
"Berarti kau adalah kembaran Istriku" Adrian menebak.
"Terserah kau menilai apa, aku membawa pesan dari Qiana" Qiana merogoh saku nya lalu memberikan diary usang milik Qiana yang ia keringkan pada saat mengecek isi dalam tas Qiana.
"Dan permintaan terakhir hanya satu tuan, dia ingin aku memberikan pelukan terakhir kali dari Qiana untuk mu, dan anggaplah aku Qiana mu, tapi aku hanya memberikan mu waktu cuma 5 menit dari sekarang" Ucap Qiana yang tak tega dengan rengekan sahabat dunia maya nya itu.
Qiana berdiri mendekati Adrian yang sedang duduk menggenggam diary sang istri, ia menangis makin kencang.
Melihat Qiana mendekat ia langsung berdiri.
"Qiana... Sa sayang.. Aku menyesal" ucap Adrian lalu meraup tubuh Qiana yang sudah di tempati Qiana asli.
Qiana asli pun menangis dengan diam mengelus punggung kokoh adrian yang bau darah dan sebagainya.
Setelah 5 menit "Kau bebas Adrian jalani kehidupan kedua mu, dan selamat tinggal Qian, aku pergi, dan terimakasih" itu yang Qiana ucapkan pelan.
^^^~To be continued^^^
Makin sepi aja nih
maaf dua hari cuti, keluarga author lagi berduka.
terimakasih atas dukungan nya di dua novel author yang receh ini.
jangan lupa like, komen , dan vote.
yuk berikan reating lima karya ku ini, reating lima setara dengan Vote loh .
terimakasih semuanya
__ADS_1
semoga sehat selalu author mampu mengetik 1500 kata saja.