
Sesuai dengan janjinya, sekarang, Ifraz sedang bersiap untuk menemui Zenia di rumahnya.
Ifraz keluar dari kamar dan ternyata ada Maya yang sedang berdiri di depan pintu.
"Mau kemana? Rapih sekali?" tanya Maya, wanita itu mengajak Ifraz untuk duduk karena ada yang ingin disampaikan.
"Ada apa? Bicaralah? Aku sedang buru-buru," ucap Ifraz dengan dinginnya.
"Ifraz, Mamah sudah minta maaf tapi kenapa kamu masih bersikap seperti ini?" tanya Maya, ia menatap tak percaya pada anaknya.
"Kenapa? Aku memang memaafkan tapi aku tidak bisa melupakan!" jawab Ifraz, setelah itu, Ifraz pergi meninggalkan Maya.
"Ifraz, Mamah belum selesai bicara!" kata Maya seraya mengikuti anaknya.
"Mah, nanti aja, lain kali!" kata Ifraz, sekarang, Ifraz benar-benar pergi meninggalkan Maya yang menatapnya datar.
"Ifraz!" lirih Maya dalam hati, wanita itu mengusap dadanya, merasa tak dapat memiliki hati anaknya.
Lalu, Maya merasakan ada tangan lembut yang mengusap ke dua lengannya dari belakang, yang mengusap itu adalah Daniel.
"Sabar," kata Daniel dan Maya pun mengiyakan ucapan suaminya.
****
Di rumah Marisa, Zenia sudah menunggu kedatangan Ifraz, gadis itu sudah bersiap untuk menggoda Kekasihnya, tentunya malam ini Zenia berpenampilan sangat seksi.
Tidak lama kemudian, Zenia mendengar ada suara bel, segera Zenia membuka pintu itu, terlihat Ifraz sudah berdiri di sana, Zenia langsung memeluknya.
"Lo kenapa?" tanya Ifraz seraya melepaskan pelukan Zenia.
"Masuklah dulu!" kata Zenia seraya menarik lengan Ifraz, Zenia bergelayut manja di lengannya sampai Ifraz merasakan benda kenyal yang sedari menempel di lengan itu.
Zenia membawa Ifraz ke dapur, di sana, Zenia membuatkan minuman hangat dan saat Zenia menuang bubuk coklat ke gelas, Zenia merasakan kalau Ifraz memeluknya dari belakang.
"Sayang, nggak usah repot-repot!" kata Ifraz di telinga Zenia dan itu membuat Zen merasa geli.
__ADS_1
"Jangan begini, gue geli!" protes Zenia dan Ifraz mengecup pipi Zenia, setelah itu Ifraz mengangkat Zenia untuk duduk di meja dapur, Zenia membelai lembut wajah tampan Ifraz dan keduanya saling menatap.
Zenia memejamkan mata dan mendekatkan wajahnya pada wajah Ifraz, sekarang, keduanya sudah saling tertaut, menyesap dan bermain dengan lembut.
Keduanya menghentikan itu saat nafas hampir habis.
Zenia menangis dan Ifraz mengusap air matanya.
"Lo kenapa? Ada masalah?" tanya Ifraz seraya merangkum wajah Zenia dan gadis itu menjawab dengan menggelengkan kepala.
"Lalu?" tanya Ifraz dan Zenia masih tak mampu menjawab. Ia takan tega untuk mengatakan semua pada Ifraz, mengatakan kalau dirinya hanya mempermainkannya.
"Lupakan, yang penting malam ini gue mau sama lo!" kata Zenia seraya menempelkan keningnya di kening Ifraz.
"Gue selalu ada buat lo!" kata Ifraz dan sekarang Zenia meminta turun dari tempatnya duduk, setelah itu Zenia melanjutkan niatnya yang akan membuatkan minuman hangat untuk Ifraz.
Ifraz melihat kearah Zenia yang terlihat sangat seksi, bahkan bra berwarna hitam yang ia kenakan terlihat jelas di balik kaos putihnya.
"Astaga, mikir apa gue!" batin Ifraz, pria itu mulai gelisah dan Zenia yang sedang mengaduk minuman itu dengan sengaja mengikat rambutnya, memperlihatkan leher jenjangnya.
"Sayang, lo ngapain?" tanya Zenia dengan polosnya.
"Gue mau ini, nggak papa kan gue cium?" tanya Ifraz seraya terus mencumbu leher kekasihnya.
Zenia menjawab dengan suara lirih, memperbolehkan Ifraz untuk bermain di sana dan lama-kelamaan tangan Ifraz mulai naik ke bukit kembar milik Zenia.
Zenia menggeliat dan Ifraz teringat kalau belum meminta izin pada gadisnya untuk menyentuh benda kenyal itu dan Zenia menganggukkan kepala saat Ifraz berbisik di telinganya.
Apa yang mereka lakukan telah mengundang rasa penasaran dan nafsu yang lebih besar.
Sekarang, Zenia yang sudah tidak dapat lagi berdiri dengan tegak karena merasa lemas di lututnya itu hampir terjatuh dan Ifraz dengan sigap menangkapnya, dengan mata sayu, Zenia menatap mata Ifraz dan sekarang Ifraz membopong Zenia ke kamarnya, meletakkannya di ranjang.
Di sana, Ifraz meminta izin pulang pada Zenia, merasa takut kebablasan dan tangan Zenia menahan tangan Ifraz.
"Ifraz," lirih Zenia dan suara itu terdengar sangat seksi di telinganya.
__ADS_1
"Jangan pergi!" kata Zenia, gadis itu bangun dan turun dari ranjang, memeluk Ifraz dari belakang dan sekarang Ifraz sekarang menjadi bingung.
"Faz, gue cinta sama lo!" kata Zenia dan Ifraz mengusap lembut tangan Zenia yang melingkar di pinggang.
Setelah itu, Ifraz melepaskan tangan Zenia dan melangkahkan kaki tanpa melihat lagi ke belakang.
Zenia sempat merasa bingung dan memang Zenia sangat menginginkan ini untuk Ifraz, sebagai tanda perpisahan.
Dengan akal bulusnya, sekarang Zenia sudah membuka kaos dan tersisa hanya bra dan celana pendeknya.
"Zenia sengaja menjatuhkan gelas yang ada di nakas supaya Ifraz melihat kearahnya dan benar saja, Ifraz melihat ke belakang dan melihat Zenia yang sangat menantang.
Zenia menurunkan tali bra sebelahnya dan Ifraz seketika tidak sanggup lagi menahan, pria muda itu kembali menutup pintu kamar yang baru saja di bukanya.
Ifraz berjalan cepat ke arah Zenia dan langsung menerkamnya. Ifraz membawa Zenia ke ranjang dan walaupun ini adalah pertama bagi keduanya, tetapi Ifraz sudah mengerti dengan apa yang harus ia lakukan.
Bahkan Ifraz melakukannya tanpa pengaman dan Zenia merasa sakit saat ifraz menerobosnya.
"Sayang, maafin gue, tahan sedikit lagi!" kata Ifraz dan Zenia yang menggigit bibir bawahnya itu menahan hingga mengeluarkan suara erang*n yang merdu semakin membuat Ifraz bersemangat.
Setelah olahraga malam, sekarang Ifraz pergi ke kamar mandi dan saat ia turun dari ranjang, ia melihat bercak darah di seprei.
Ifraz merasa senang karena ia adalah orang yang pertama, berfikir kalau Zenia rela menyerahkan itu karena sangat mencintainya.
****
Di rumah Maya, wanita itu merasa khawatir pada anaknya yang belum juga pulang.
Maya mencoba menghubungi Ifraz dan panggilannya itu diabaikan oleh anaknya.
"Sudah malam begini kok belum pulang!" ucap Maya seraya mondar-mandir di kamarnya.
Maya menunggu sampai pagi dan ternyata Ifraz sama sekali tak pulang atau memberi kabar.
Bersambung.
__ADS_1
Yuk, jangan lupa like, komen dan gift/votenya, ya. Terimakasih bagi yang sudah membaca, sampai jumpa di episode selanjutnya.