Ketika Cinta Itu Terbagi

Ketika Cinta Itu Terbagi
Unboxing?


__ADS_3

Sekarang, Pia dan Karena mendengar kalau Ifraz sudah akan mengucapkan kalimat yang sudah ditunggunya yaitu kalimat cinta yang sesungguhnya.


Pia menatap layar monitor itu dengan harap-harap cemas, takut kalau Ifraz tidak akan lancar mengucapkan ijab kabulnya dan sekarang Ifraz sudah berjabat tangan dengan pak penghulu dan tentunya yang menjadi wali nikah Pia adalah wali hakim.


Pia terus menatap Ifraz yang mengenakan setelan jas putih dan terlihat sangat tampan untuk hari ini.


Sekarang adalah waktu yang Pia tunggu.


Dengan satu tarikan nafas Ifraz dengan lancarnya mengucapkan ijab kabul.


"Saya terima nikah dan kawinnya Oktavia Dinara binti Fulan dengan emas kawin seperangkat alat sholat dan uang sebesar tujuh belas ribu tiga ratus dua puluh dua rupiah (17.322). (sesuai tanggal sekarang ya.) dibayar tunai!"


Mendengar itu Pia menangis bahagia dan sedih bercampur menjadi satu, bahagia karena akhirnya akan bersatu dengan orang yang dicintainya, sedih karena orang tuanya tak dapat melihat hari bahagia ini.


****


Setelah itu terdengar suara sah,sah dan sah dari saksi dan para tamu undangan.


Sekarang, Pia keluar dari kamar diapit oleh Karena dan juga Maya.


Pia memberikan senyum saat sudah sampai di mana Ifraz menunggu.


Ifraz mengulurkan tangannya dan Pia meraihnya.


Ifraz menatap penuh cinta dan kagum pada kecantikan Pia. Ifraz berbisik di telinganya, mengatakan kalau Pia sangat cantik, Pia sedikit mendorong Ifraz dan Ifraz mengerti kalau Pia sedang salah tingkah.


Ifraz mencium tangan Pia dan semua yang melihat itu bersorak.


Pia semakin tersipu dan sekarang Ifraz memakaikan cincin kawin di jari manis Pia, sekarang Pia juga memakaikan cincin di jari manis Ifraz.


Setelah itu, Ifraz mengecup kening Pia.


Setelah acara akad selesai, sekarang acara resepsi akan di mulai dan resepsi di gelar di hotel milik Sukma yaitu kakek dari Ifraz.


Sekarang Semua sudah ada di hotel dan Imelda terus mengawasi Maya, Maya mengerti itu karena memang di sana ada Biru yang sekarang menjadi besannya sendiri.


Maya dan Biru tentunya sangat menjaga jarak karena tidak ingin di hari bahagia ini akan menjadi masalah bagi keluarga Maya.

__ADS_1


Sekarang, Ifraz dan Pia sedang menyalami tamu, sekarang Miko dan Silvi hadir bersamaan.


Miko mengucapkan selamat dan Ifraz meminta pada Miko untuk tidak berlama-lama berjabat tangan dengan istrinya.


Sementara Silvi, ia mengucapkan selamat dengan setengah hati, ia tidak mengira kalau Pia juga sebenarnya menyukai Ifraz dan membuat Silvi kembali teringat tempo hari lalu di kereta, saat Pia menantangnya kalau bisa mendekati si es balok.


Silvi merasa kalau ini adalah jawabannya, hanya Pia yang dapat mencairkan bekunya es tersebut.


Sekarang, Pia dan Ifraz menatap pada tamu yang tak diundang, tamu itu adalah Zenia dan Bram.


Bukan hanya Pia dan Ifraz saja, tetapi juga Maya, Biru dan Daniel.


Semua menatap pada pasangan yang baru menikah itu dan Daniel menggenggam erat tangan Zenia.


Sekarang, Zenia dan Bram menyalami yang bukan hanya pengantin saja tetapi pada orang-orang yang ada di masa lalunya.


"Terimakasih," kata Maya saat Bram dan Zenia menyalami dan mengucapkan kata selamat atas hari bahagia ini.


Sekarang Bram dan Zenia berjalan ke arah Ifraz dan Pia, mereka saling bersalaman dan saat Ifraz bersalaman dengan Zenia, Pia memperhatikan sorot mata Ifraz.


Pia mencari apakah masih ada cinta dari Ifraz untuk Zenia.


Ok, Pia merasa ingin menanyakan ini setelah pesta selesai, karena Pia tidak ingin membuat hari bahagianya ini menjadi hari yang menjengkelkan.


Benar saja, sekarang, pesta telah selesai, Ifraz dan Pia masuk ke kamar pengantin.


Sementara yang lain ada yang memilih pulang.


Begitu juga dengan Biru, ia memilih untuk pulang dan akan menunggu putri dan menantunya itu pulang


Loh kok putri dan menantu? Kan yang anaknya itu Ifraz, entah lah, Author dah nganggap Pia anak kandung Biru soalnya✌.


****


Sementara itu, di kamar hotel, Pia yang masih mengenakan gaun itu merasa bingung saat mencari baju gantinya.


Bolak-balik Pia mencari baju ganti itu di lemari tetapi tidak ada.

__ADS_1


Sementara Ifraz yang sedang duduk di ranjang itu memperhatikan Pia seraya melepaskan jam tangannya.


"Kenapa?" tanya Ifraz yang lama-lama tidak tahan juga dengan Pia yang terus berdiri di depan lemari besar.


"Gue nyari baju ganti tapi enggak ketemu, katanya udah disiapin semua tinggal terima beres aja," kata Pia dan Ifraz pun bangun dari duduknya lalu ikut melihat ke lemari dan Ifraz melihat dress, Ifraz mengambil dress itu dan menyerahkannya pada Pia.


"Gue rasa ini buat besok, masa tidur pakai dress kaya gini!" kata Pia seraya kembali meletakkan dress itu.


Lalu Ifraz kembali membuka pintu lemari yang lain tetapi ditahan oleh Pia.


"Jangan buka yang ini!" kata Pia yang sedang mencoba menghalangi.


"Kenapa?" tanya Ifraz dan Pia yang menatapnya hanya menggelengkan kepala.


Namun, Pia yang berdiri depan Ifraz itu harus menelan salivanya saat Ifraz menatapnya.


Sekarang, Ifraz mengunci Pia dengan dua tangannya, Pia pun menjadi salah tingkah, Pia berfikir kalau Ifraz akan menciumnya seperti kemarin.


Sekarang, Pia mendorong dada Ifraz dan Ifraz membawanya ikut bersamanya.


Sekarang, Ifraz menarik Pia dan membawanya ke ranjang.


Pia yang masih lengkap dengan gaun itu sekarang sudah berada di bawah Ifraz.


Begitu juga dengan Ifraz yang masih lengkap dengan tuxedonya itu merasa sudah tidak tahan lagi untuk mengecup bibir Pia.


Pia memejamkan matanya dan Ifraz tak menunggu lama segera mencium mesra bibir tipis istrinya.


"Jangan tegang dong!" kata Ifraz setelah melepaskan kecupan pertama.


"Gue deg-degan!" kata Pia yang masih memejamkan mata, ia tak berani untuk menatap wajah Ifraz yang sekarang begitu dekat.


"Buka mata!" kata Ifraz dan Pia pun menurut.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Yuk jangan lupa untuk like dan difavoritkan, ya.

__ADS_1


Tunggu terus kelanjutan cerita ini, terimakasih 😇


__ADS_2