
Kedatangan Ifraz ke rumah Biru bukan juga hanya mengatakan kalau Maya sudah bercerai dari Daniel, Ifraz juga mengatakan kalau selama ada Maya di rumah, maka Ifraz dan Pia yang akan mengunjunginya, itu semua demi menghindari fitnah.
Biru pun memahami itu, karena sebelum kedatangan Ifraz, Biru sudah kedatangan tamu terlebih dulu, tamu itu adalah Daniel yang menuduh kalau dirinya telah berhasil merebut Maya untuk yang kedua kalinya.
Setelah hari itu, Daniel menjadi pria yang pendiam, pekerjaan tetap berjalan lancar, tetapi tak berbicara kalau itu tidaklah penting.
Kania pun menjadi semakin kesepian. Gadis remaja itu juga merasa kasihan pada Daniel, ia sering kali melihat Daniel terdiam.
Dalam hati, Kania semakin membenci Maya karena sampai sekarang Kania tidak mau tau alasan Maya pergi dari rumah, yang Kania tau adalah Maya telah meninggalkan pria sebaik Daniel untuk pria lain seperti yang dikatakan oleh neneknya.
Sementara Biru, ia menjaga jarak dengan Maya, ia juga tau kalau Daniel masih mengawasi Maya, memperhatikan dengan siapa Maya dekat.
****
Lima bulan berlalu, Kania masih tidak mau bertemu atau menerima panggilan dari Maya, tidak mau membalas pesan Maya.
Sedangkan Biru memutuskan untuk mengurus bisnisnya di Singapura, ia tidak lupa membawa Ran.
__ADS_1
Biru tak bisa tanpa Ran, tangan kanannya yang selalu bisa diandalkan, bahkan Biru juga meminta pada Ran untuk mendidik putranya supaya menjadi pria hebat seperti ayahnya dan akan di pekerjakan sebagai sekretaris Ifraz.
Ran mengiyakan itu dan beruntung Ran memiliki anak yang penurut sehingga anak itu mau menjadi seperti dirinya yang bisa diandalkan oleh perusahaan dan keluarga.
Sekarang, Maya, Ifraz, Pia dan Ghali sedang mengantar Biru beserta Ran dan keluarganya yang ikut di boyong ke luar negeri.
"Jaga ibumu, jaga anak dan istrimu, jaga juga adikmu!" pesan Biru pada Ifraz, pria itu menepuk bahu putranya.
Ifraz menganggukkan kepala dan akan menepati janji itu.
TAMAT.
Maya merasa tidak akan adil apabila dirinya kembali pada Biru.
Ia ingin menepati janji pada Kania yang mengatakan kalau ia bercerai bukan untuk pria lain. Maya juga tidak ingin menyakiti hatinya lagi dengan kehadiran pria di hatinya, di hidupnya.
Cara Maya, Biru dan Daniel bahagia setelah ini adalah keikhlasan dalam menjalani hari. Keikhlasan dalam menerima takdir.
__ADS_1
Di sini banyak pelajaran, sebisa mungkin untuk menjaga keutuhan hati. Jangan pernah menyimpan dua nama dalam satu hati seperti Maya dan Biru di awal cerita ini karena ini adalah awal dari kehampaan.
Tidak percaya? Coba saja 😅✌.
Semoga pembaca bisa menerima keputusan Maya, eh keputusan author.
Toh bahagia itu datangnya dari diri sendiri bukan dari orang lain.
So, buatlah dirimu bahagia dengan caramu selama itu di jalan yang benar.
Salam hangat dari aku, terimakasih sudah mengikuti cerita ini sampai akhir.
Salam bahagia dari author untuk kalian semua, semoga bijak dalam berkomentar di part ini. Karena kalau aku jadi Maya pun akan memilih untuk sendiri, membahagiakan diri sendiri setelah sekian lama terluka.
...Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, tetap jaga kesehatan dan semoga diberikan kelancaran dalam beribadah. ...
Assalamu'alaikum warohmatulohi wabarakatuh.
__ADS_1
Sampai jumpa di lain kesempatan.
Mohon maaf atas kurangnya novel yang saya buat 🙏