KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Berulah lagi


__ADS_3

Esok pagi di kamar utama Alleta perlahan membuka matanya


"Ug..!" lalu membalik badan. "Eh.?"


Gadis yang sudah tidak berpakaian itu terkejut melihat Gavano tertidur dengan wajah lelahnya, 'Gavano, mengapa dia tertidur tampa pakaian.? apa kami.?... ah.! aku sudah mengingatnya, semua ini karna mabuk, selain itu aku yang berinisiatif menggodanya, astaga agrh...! bagaimna ini bisa terjadi.?' Keluh Alleta dalam hatinya sambil meremas rambut panjangnya.


"Apa kau sudah bangun.?"


"Ah.! tuan Vano, apa semalam kita melakukannya.?" Tanya Alleta sembari menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya yang penuh dengan bekas yang di tinggalkan Gavano. 'Eh, tunggu, aku tidak mersa sakit di bawah sana, ternyata dia tidak melakukannya, aku salah paham lagi, hufff...' Dalam hatinya Alleta merasa lega


"Sudah, berhenti berisik, aku masih ingin tidur sebentar saja, semalam setelah kau...."


"Aku kenapa tuan.?"


"Pikirkan sendiri," Berbalik membelakangi Alleta. Sebenarnya bisa saja Gavano mengaulinya semalam, namu seperti yang sudah lelaki itu katakan, dirinya akan melakukannya jika Alleta dengan suka rela, bukan dalam keadaan yang mabuk.


Alleta kembali mengingat apa yang ia lakukan pada Gavano sehingga lelaki itu tidak bisa tertidur semalaman. 'Astaga, bukankah setelah aku merayunya lalu,,, aku justru tertidur pulas.' Ucapnya dalam hati sambil menepuk jidatnya, wajahnya merona dan kembali bertanya dengan hati-hati


"Tuan Vano.!"


"Em...!"


"Kali ini... kamu berencana menghukumku bagaimana.?"


"Masalah kali ini tak perlu di bahas lagi, dan juga, walaupun kita terdaftar sebagai sepasang suami istri, aku harap kau jangan mempermainkanku seperti semalam.! Dan berhentilah mengusikku, aku ingin tidur dengan tenang.!"


"Ma... maaf.!" Namun tak ada jawaban sama sekali.


Alleta berjalan menuruni anak tanggas setelah membersihkan diri menuju meja makan, Arkana juga sudah ada di sana bersiap untuk sarapan sebelum berangkat ke lokasi syuting. Pria muda itu memperhatikan Alleta yang sudah duduk di hadapannya sambil termenung.


"Hei kodok betina, kamu kenapa.? di mana kakak.? apa kakak menghukummu.? di lihat dari suasana hatimu yang murung, sepertinya kakak sudah memberimu pelajaran. Hahaha"


"Arkana berhentilah mengerecokiku dengan pertanyaan-pertanyaanmu itu, aku sungguh pusing, bagaimana cara mendapatkan uang dengan cepat."


"Apa uang itu untuk membayar hutang ayahmu.?"


"Ya.!"


"Kenapa tidak minta saja sama kakak.?"


"Kamu pikir aku ini gila, semua itu tidak semuda apa yang kamu katakan, terlebih lagi, Gavano tidak tahu uang itu untuk apa.!"


Arkana terdiam sejenak lalu mengitat sesuatu.


"Apa kamu mau menghasilkan uang.?"


"Bagaimana caranya.?"


"Sebentar malam, akan ada pasar malam di dekat lokasi syuting, setelah syuting, aku akan mengajakmu kesana dan kau bisa menjual sesuatu dan mendapatkan uang dengan mudah."


Wajah Alleta yang murung berubah menjadi ceria setelah mendengar penuturan Arkana

__ADS_1


"Benarkah.?"


"Ya.!, makanlah."


"Ok.!"


"Ah, Alleta aku lupa memberitahumu sesuatu.?"


"Apa itu.?"


"Ibu dan ayah akan kembali dalam dua bulan lagi. Karna gadis kecil itu ingin melanjutkan sekolahnya di kota S."


Alleta menghetikan makannya, 'Ibu dan ayah.? bagaimana ini.? apakah mereka jahat, dan gadis kecil.? siapa.?' Pertanyaan-pertanyaan mulai berkecamuk di pikiran Alleta, gadis itu berfikir bahwa ayah dan ibu Gavano jahat dan menakutkan seperti yang dirinya tonton dalam drama-drama rumah tangga, yang pemeran wanitanya tertekan karna mempunyai mertua jahat.


"Agrhh...! ini membuatku pusing.!" sambil mengenggam kencang sendok yang ada di tangannya.


"Kau kenapa Alleta.?"


"Tidak, tidak ada.!" Jawabnya dan kembali pada aktivitas makannya. Begitu pula dengan Arkana, lelaki muda itu tidak mau menganggu Alleta saat ini, terlebih lagi kakaknya yang dingin dan tegas masih ada di rumah.


Padahal, ingin sekali rasanya Arkana membuat perhitungan pada Alleta, dirinya masih belum bisa menerima saat gadis itu menjemputnya dengan mobil norak yang di penuhi dengan warna merah muda, memikirkanya saja sudah membuat Arkana hilang selera. Namu dirinya tak berani, takut jika ia memperhitungkannya sekarang, malah mendapat hukuman dari kakaknya.


***


Seperti yang telah Arkana janjikan pada Alleta, ia membawa gadis itu ke pasar malam, tidak lupa Arkana mengenakan masker agar orang-orang tidak mengenalinya.


Di pasar malam, Arkana dan Alleta berjualan aksesoris untuk wanita dan pria dengan harga murah.


Para gadis-gadis muda itu membeli sesuai kebutuhan mereka, sebentar kemudian barang yang Alleta dagangkan terjual habis.


Merasa hasil yang di dapatkan masih kurang banyak, Alleta kembali bertanya pada Arkana yang sejak tadi membantunya.


"Hei... ini masih sedikit, jadi bagamana.?"


"Biarkan aku berfikir sebentar."


Beberapa saat kemudian, Arkana menghampiri Alleta dengan beberapa kantong barang ditangannya, yang tadi meninggalkannya sebentar.


"Alleta, pasar grosis berkata, barang ini sangat laris di pasaran, dan aku memborong beberapa menggunakan uang hasil menjual aksesoris tadi."


"Apa kamu gila.? tapi sudahlah, biarkan kita mencoba saja."


"Anu... itu, aku tidak bisa membantumu, tadi kakak menelfonku, aku harus segera pulang.! kakak ingin melihatku berada di rumah sebelum jam sepulu malam, jadi aku harus meninggalkanmu."


"Baiklah... Terimah kasih untuk hari ini."


"Kamu juga cepatlah pulang setelah barangnua habis.!" Ucap Arkana kemudian berlalu meninggalkan Alleta.


Setelah Arkana berlalu, Alleta dengan semangat mengatur barang yang di berikan Arkana padanya di atas meja jualannya.


"Nyalakan gairah dan lepaskan cinta sejati.! Du..rex akan menemanimu malam ini....!" Berteriak dengan semangat dan lantang.

__ADS_1


Orang-orang segera berkumpul dan membeli barang yang ditawarkan oleh Alleta.


"Gavano, lihat itu, malam-malam ada gadis yang menjual benda yang di gunakan anak muda sekarang, benar-benar gadis yang berani." Ucap Riko yang tidak sengaja melintas dan berhenti di pasar malam itu, dan kebetulan posisi Alleta sangat dekat dengan pintu masuk pasar malam.


"Perhatikan kesehatan pasangan di mulai dengan Du..rex.!" Teriak Alleta semakin kencang."


Di dalam mobil Riko, memperhatikan siapa gadis itu,


"Gavano, tidakkah kau merasa gadis itu sangat femeliar.?, Astaga.! Gavano, itu istrimu." Ucap Rico yang terkejut tampa memperdulikan Gavano sudah emosi di jok belakang


"Alleta Anastasya.!" Geram Gavano dengan gerutukan giginya, sambil keluar dari dalam mobil dan berjalan ke arah Alleta.


"Gavano.! kamu jangan emosi, mungkin saja ini hanya salah paham.!"


Gavano tetap berjalan tanpa berbalik pada Riko yang meneriakinya dari dalam mobil.


Tampa memperdulikan sekitar, Gavano yang di selimuti amarah besar, menarik tangan Alleta dan menyeretnya masuk ke dalam mobil


"Masuk..." Titah Gavano.


"Aduh...!"


Lelaki yang sudah marah besar itu juga masuk ke mobil dan menutup pintu dengan keras, sedangkan Riko sudah meninggalkan mobil itu lantaran ia sepertinya mengerti dengan situasi.


"Alleta Anastasya.! Menjual barang seperti ini di jalanan, apa kamu tidak mersa malu.?" Tanya Gavano dengan tatapannya yang seperti biasa, sambil memegang satu Du..rex di tangannya dan menujukan pada Alleta.


Dengan santai Alleta menjawab.


"Tuan Vano.! Apa kamu baru tahu.? aku menjual barang dengan kemampuanku sendiri untuk menghasilkan uang.! Permisi... kenapa aku harus malu.?"


"Kamu.!"


Gavano melemparkan durex di tangannya dan mengubah posisi naik di atas Alleta yang juga sudah terbaring.


"Baik, menghidupi diri dengan kemampuan sendir kan.? Aku akan memberitahumu, apa itu menghidupi diri dengan kemampuan sendiri."


"Apa yang ingin kamu lakukan lagi.?" Ujar Alleta yang sudah tersudutkan


Tapi lelaki itu tidak menghiraukannya, ia bahkan menarik resleting dress sederhana yang di kenakan Alleta. Gavano menarik dress itu hingga memperlihatkan bra berwarna hitam polos milik Alleta.


Beberapa detik kemudian bra itu sudah tidak berada pada tempatnya dan bagian dada yang membusung sangat jelas terpampang di depan mata Gavano.


"Tuan...tuan Vano.!, apa yang akan kau lakukan...? kita masih di dalam mobil"


Bersambung....


******


... RIKO ANDREAN...


__ADS_1


__ADS_2