KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Penculikan yang menyiksa


__ADS_3

Author note : Di part ini akan ada adegan-adegan yang tidak pantas.๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™ dan maaf banget jika apa yang ada tidak sesui dengan yang para readeraku inginkan๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


...SELAMAT MEMBACA๐Ÿ˜ญ...


Gavano yang tengah meeting tiba-tiba di kejutkan alaram ponselnya yang menandakan suatu bahaya yng terjadi. Seketika lelaki itu panik dan segera meninggalkan ruang meeting,


Meskipun beberapa orang menghalagi bahkan bertanya apa yang membuat Gavano tiba-tiba berubah, namun Gavano tidak menghiraukannya. Riko yang saat itu juga menghadiri meeting itu, menyusul Gavano.


Gavano segera mengemudikan mobilnya, sementra sahabatnya, duduk di sampingnya.


"Apa yang membuatmu begitu khawatir.?" tanya Riko.


"Alleta dalam masalah," Jawab singkat Gavano dan tetap fokus mengemudi dengan laju di atas rata-rata.


Pada waktu yang bersamaan, ketiga pria yang menculik Alleta, membawanya masuk ke sebuah rumah kayu kosong yang ada di pinggiran kota.


Lalu salah satu dari mereka melakukan panggilan.


"Kami sudah mendapatkannya.! selanjutnya apa yang harus kami lakukan.? Tanya pria itu setelah panggilannya tersambung


"Terserah mau kalian apakan dia, asal jangan sampai melayangkan nyawanya." Ucap seseorang yang tidak di ketahui dari seberang telfon.


Sebentar setelah melakukan panggilan, pria yang badanya terdapat tatto naga menghamipiri Alleta yang tergeletak di lantai dan masih tidak sadarkan diri.


Pria itu berjongkok di samping Alleta seraya mengelus pipi mulus gadis itu.


"Ada makanan bagus, sayang jika tidak di nikmati" Ucapnya dengan senyum yang menjijikan.


Setelah puas menatap Alleta, pria itu menepuk-nepuk pipi Alleta agar gadis itu segera tersadar, karna menurut pria itu, sangat tidak nikmat bermain dengan orang yang tengah tidak sadarkan diri.


Beberapa saat kemudian Alleta tersadar, dan betapa terkejutnya gadis itu sudah melihat tiga orang pria yang menatapnya penuh nafsu.


"Siapa kalian.?"


"Tak perlu banyak bertanya.!" Ucap pria satu.


"Kamu hanya cukup membuka kakimu lebar-lebar, dan menemani kami bermain." Sambung pria yang satunya lagi mulai membuka resleting celananya.


Sedang Alleta mulai meronta, namun gadis itu tidak dapat berbuat banyak lantaran kedua pria juga memegang kedua pergelangan tangannya, dan pria dengan tato naga itu bersimpuh di hadapan Alleta.


"kamu cantik sekali, jarang-jarang aku bisa menikmati gadis yang sangat cantik." Ujar pria itu menjulurkn lidahnya penuh nafsu, lalu menjilati pipi Alleta.


Cuih...

__ADS_1


"Alleta meludahi wajah yang penuh nafsu pria itu,


"Wow... berani sekali kamu." Menyeka sisa ludah Alleta baru kemudian menjilatinya, sungguh menjijikan.


pria itu mulai meraba paha Alleta


"Lepaskan, jika kalian berani menyentuhku, suamiku tidak akan mengampunimu.!"


"Rupanya kamu sudah memiliki suami, itu berarti aku sudah tidak perlu bersusah payah melakukannya, tinggal di masukkan saja sudah langsung bisa."


"Tidak, jangan menyentuhku," Ronta Alleta di sertai dengan linangan air matanya yang mualai mengalir.


Rontaan Alleta membuat kedua pergelangan tangan dan bahunya memerah lantaran kedua pria lain mengenggamnya terlalu kuat. Sementara pria bertato naga itu mulai menurunkan resleting dress Alleta, hingga menampakkan br..a Alleta.


Buk... Alleta menendang bagian se..lang..kangan pria itu,


"Awu..." Teriak pria itu kesakitan.


Baru kemudian bangkit kembali dan semakin mendekat pada Alleta, lalu menampar pipi Alleta membuat gadis itu merasa sangat kesakitan.


"Kamu sangat kurang ajar,"


Kembali pria itu melanjutkan aksinya hendak menanggalkan pakaian Alleta, gadis itu kembali mulai meronta dengan sekuat tenaganya, meskipun tak sanggup untuk melawan, ia tetap berusaha hingga seluruh badanya menimbulkan rasa sakit akibat dari rontaannya saat pria itu mulai me..raba-ra..ba leher Alleta..


"Ku mohon... jangan lakukan itu."


"Tenang saja, ini bukan pertama kalimu melakukannya dengan pria bukan.?"


"Tidak, jangan lakukan itu kumohon." Pinta Alleta memohon di sertai dengan air matanya yang mengalir deras.


Namun pria yang sudah dikuasai iblis durjana itu tidak mengindahkan permintaan Alleta, ia mulai membuka da..laman yang di kenakan Alleta, namun masih tidak menampakan inti Alleta karna dress yang tersingkap ke atas kembali turun karna rontaan Alleta.


Meskipun seluruh tubunya sudah sangat kesakitan, Alleta tetap berusaha memberontak, agar benda milik pria itu tidak lolos masuk ke dalam in..tinya.


Hingga tenaga Alleta benar-benar terkuras habis, gadis itu hanya bisa menutup matanya yang berlinag air mata.' Vano kumuhon selamatkan aku, aku mencintaimu.' Ucap Alleta dalam hati sambil berusaha menelan ludahnya yang terasa pahit. Sementara pakaiannya sudah tidak pada tempatnya,


Dress yang di kenakan Alleta sudah tidak pada tempatnya dan memperlihatkan bagian-bagian tubuh yang mengundang bi..rahi.


Baru saja pria itu mengarahkan ke..jan..tanannya untuk membenamkan pada milik Alleta.


Dorr... Suara tembakan tepat mengenai kepala pria yang sedikit lagi hampir me..mperkosa Alleta.


Sementara dua pria lainnya segera melepaskan genggamannya dari tangan Alleta yang sudah tidak berdaya. Mereka berdua menjadi sangat ketakutan melihat nyawa temannya yang sudah melayang bercucuran da..rah segar yang mengalir dari kepalanya.

__ADS_1


Amarah Gavano meledak dan sudah mencapai puncaknya, bahkan tak tanghung-tanggung lelaki itu untuk membunuh. Gavano kemudian menghampiri Alleta yang tergeletak di lantai tak berdaya, segera melepas jasnya untuk menutupi tubuh Aleta yang sudah dalam keadaan setengah polos.


Lelaki itu menggendong Alleta dengan mata yang memereh lantaran sangat marah, hampir saja wanita yang ia cintai di pe..rkosa dengan brutal. Bahkan Gavano sempat gemetaran karna amarah saat melihat pria itu hendak menenggelamkan ke..jan..tanannya pada Alleta.


"Riko, sisanya kuserahkan padamu, bawa kedua pria menjijikan itu." Ucap Gavano meningalkan tempat itu, sementara Riko dan beberapa anak buahnya melakukan seperti apa yang Gavano perintahkan.


***


Gavano tidak membawa Alleta ke rumah sakit, ia justru memba Alleta ke sebuah villa miliknya, agar peristiwa itu tidak di ketahui oleh publik, Ia hanya memanggil dokter peribadinya yaitu dokter Aneth.


"Bagaimana kondisinya Dokter.?" Tanya Gavano cemas setelah Dr.Aneth memeriksa Alleta.


"Tubunya begitu banyak memar, tapi jangan khawatir itu akan menghilang dalam beberapa hari.!, dan kita harus menuggu sampai Nyonya muda sadarkan diri baru bisa melakukan pemeriksaan lanjutan."


"Baik, dan tinggalah di sini sampai istriku sadar."


"Baik Tuan.!" Jawab Dr.Aneth yang sebenarnya juga sangat kasihan pada apa yang menimpa Alleta.


Setelah Dr.Aneth kembali ke kamar yang sudah di sediakan untuknya. Gavano duduk dan menatap lekat wajah Alleta. 'Siapa yang berani melakukan ini padanya' Amarah Gavano dalam hati disertai dengan gerutukan giginya tak lupa juga kedua tangannya yang menggepal. Wajahnya memerah


"Tidak... jangan sentuh aku. huhuhu...!" Ronta Alleta dalam tidurnya. Membuat Gavano segera menariknya ke dalam dekapanya dan seketika Alleta tersadar.


"Vano...!" Panggil Alleta dengan suara yang bergetar.


"Tenag ya, kamu sudah baik-baik saja."


Namun hal yang tak terduga terjadi, Alleta justru tiba-tiba meronta di dalam dekapan Gavano meminta di lepaskan, Tak mau membuat tubuh istrinya semakin sakit, Gavano melepaskan dekapannya.


Alleta segera berlari ke sudut dinding, dan Gavano menyusulnya, namun Alleta memintanya untuk berhenti.


"Tidak jangan mendekat...!" Ucap Alleta.


"Alleta... lihat baik-baik, aku adalah suamimu.!" Gavano meyakinkan seraya tetap melangkah perlahan.


"Berhenti di situ, jangan mendekatiku,"


Tapi Gavano tetap mendekat, hingga Alleta meraih sebuah hiasan di meja dan melemparkan ke arah Gavano.


Alhasil hiasan itu mengenai kepala Gavano yang mengakibatkan terjadi sedikit sobekan pada dahinya lalu mengeluarkan darah.


Setelah melempar Gavano, Alleta merosot ke lantai lalu kembali tidak sadarkan diri.


Bersambung...

__ADS_1


******


__ADS_2