KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Putri dari Atmaja Grup


__ADS_3

Kedatang orang itu membuat suasana yang tadinya begitu bahagia dan meriah, kini berubah menjadi sedikit hening,


"Hentikan acara ini.!" Kembali orang itu berteiak tegas.


Hingga beberapa keamanan hendak menghalanginya, namun Gavano menghentikannya.


"Kalian lihat sendiri.? Gavano tidak akan membiarkan aku tersakiti atau di sentuh oleh siapapun.!"


"Felisa, apa yang kamu lakukan di sini.?" Tanya Arkana.


"Kenapa memangnya jika aku ada di sini.? bukankah aku juga adalah salah satu artis di yang bernaung di bawah Gramentha intertaimen.?"


"Lalu apa maksudmu menghentikan acara ini.?"


"Ohhh... apa kalian semua tidak tahu, bahwa pernikahan ini palsu.?"


"Apa maksud anda nona Felisa.?" Tanya salah satu wartawan


"Aku... aku adalah wanita yang pantas mendampingi Gavano, bukan gadis ja..lang itu.!"


Dengan bangga Felisa berdiri di tengah-tengah kermain dan memperknalkan dirinya sebagai wanita yang pantas untuk Gavano,


"Apa kalian tahu, bagimana aku bisa mencapai karirku hibgga menjadi model terhot selama ini.? hahahah tentu saja itu adalah bantuan Gavano."


Ucapan-ucapan Felisa membuat para tamu berfikir yang bukan-bukan, ada yang merasa bahwa apa yang dikatakan oleh Felisa benar, ada juga yang berfikir bahwa Felisa hanya membual.


Gavano tampak sangat Geram, baru saja ingin menghampiri Felisa, Alleta menggenggam tangan Gavano, memberi isyarat untuk tetap di tempat.


Dan Alleta yang melangkah.


"Mau ke mana.?" Tanya Gavano.


"My.! tenagng saja, kamu tahukan siapa istrimu.?"


Gavano hanya tersenyum dan memberikan izin pada Alleta untuk dia yang menghadapi Felisa.


Alleta berjalan menghampiri Felica dan berhenti tepat di hadapan wanita itu, Kedua wanita cantik kini sedang saling menatap. Namun jika di lihat, Felisa memang sangat cantik, tapi Alleta lebih cantik.


"Nona Felisa.!"


"Kenpa.? apa kamu sudah sadar dan akn menyerahkan posisi kamu padaku.?"


"Sebelumnya maaf, tapi sepertinya apa yang nona minta barusan sungguh tidak masuk akal."


"Apa maksudmu.?"


"Gavano suamiku, milikku, priaku, lalu siapa kamu.? bukankah kamu hanya seorang wanita yang bermaksud ingin menggoda suamiku.? dan lagi, sesuai apa yang telah terjadi, bukankah selama ini, suamiku selalu menolakmu, bahkan tak pernah perduli sedikitpun padamu nona.!"


"Kamu, dasar gadis ja..lang,"

__ADS_1


"Bukankah kamu memaki dirimu sendiri nona Felisa.?" Bentah Alleta.


"Hey gadis ja..lang, Apa kanu pikir kamu pantas berdampingan dengan Gavano.?"


"Jika aku tidak pantas, jadi siapa yang pantas.? kamu.? heh, mimpi.!"


"Gadis ja..lang seperti kamu, yang tidak tahu dari mana asal usulnya, bahkan keluarga pun tidak punya. Sungguh tidak pantas mendampingi Gavano.


"Siapa yang kamu bilang tidak pantas.?" Ucap seorang pria paruh baya memasuki ruangan itu bersama istri dan putrinya.


Membuat semua mata tertuju padanya,


"Paman Axcel.!" Panggil Alexa.


"Ya.! gadis kecil."


Alleta yang menyaksikan kedatangan Axcel dan Julia hanya terdiam, tak tahu harus mengtakan apa.


"Nona Felisa, siapa yang kamu maksud gadis ja..lang yang tak di ketahui asal usulnya." Kembali Axcel bertanya dengan segala tekanannya.


"Paman Axcel, tentu saja gadis ini.!"


"Putriku bukanlah gadis ja..lang." Sergah Julia.


Pernyataan Julia semakin membuat suasana menjadi tegang, Terutama bagi Alleta, sesungguhnya gadis muda itu tidak mengerti dengan apa yang terjadi, Ia kemudian melirik Gavano seolah memberi isyrat untuk menghampiri dan memeluknya.


Syukur saja, Gavano mengerti tatapan itu, dia segera menghamipiri Alleta dan memeluknya.


Setelah Alleta mengangguk setuju, Gavano melepas pelukan itu dan beralih pandang menatap Felisa yang juga seperti sedang kebingungan.


"Seperti yang kalian dengar dan lihat, Istriku adalah putri dari pemilik Atmaja Grup."


"Lalu apakah ada bukti presedir Gavano.?" Tanya salah seorang rekan bisnis Gavano.


Gavano tidak menjawab pertanyaan itu, dan juatru memberikan printah pada Riko untuk menyalakan sebuah layar.


"Tentang bukti, kalian semua bisa melihat apa yang ada di layar." Kata Riko.


Begitu vidio di layar itu diputar, semua tamu, terkejut, di layar terdapat bukti-bukti berupa, foto masa kecil seorang gadis imut yang memperlihatkan tanda lahir yang persis dengan tanda milik Alleta, perbandingan antara foto Alleta bersama kedua orang tua angkatnya dengan foto Alleta bersama Axcel dan Julia.


Dan terahir, semua lebih yakin ketika hasil tes DNA terpampang jelas di layar.


"Rupanya gadis yang di nikahi presedir Gavano bukanlah gadis sembarangan, melainkan putri dari pemilik Atmaja Grup, yang terkenal ramah, baik, kompoten, pekerja keras." Sergah salah satu rekan bisnis Gavano.


"Benar sekali, apa yang anda katakan, meskipun kekuatan perusahan Atmaja grup tidak sebanding dengan Gramentha Grup, tapi tetap saja Atmaja grup terkenal tidak pernah gaga dalam proyek apapun." Lanjut rekan bisnis yang lain.


Sementara para rekan bisnis berbisik, tiba-tiba salah satu media berteriak saat melihat sesuatu di layar.


"Lihat itu, bukankah itu nona Felisa.?"

__ADS_1


"Wah... bebar sekali, itu sungguh dia."


"Apa itu editan.?"


"Tidak mungkin editan, itu sangat jelas."


"Menjijikkan.."


Begitulah para wartawan dan para tamu memberi tanggapa saat melihat vidio di layar yang memperlihatkan Felisa sedang bermain dengan dirinya sendiri, dan lama kelamaan, vidio itu menamakkan Felisa sedang bermain dengan para pria bertopeng.


"Tidak... siapa yang melakukan ini.? aku di jebak." Teriak Felisa frustasi dan merosot jatuh ke lantai.


"Cih... menjijikan sekali,"


"Cantik-cantik ternyata murahan."


"kami saja yang bisa di bilang masih bersih tidak dilirik oleh presedir Gavano, apa lagi kamu, seorang wanita murahan."


"Sungguh wanita ja..lang."


"Berani menyebut orang lain ja.. lang, ternya dirinya sendiri yang begitu ja..lang."


Ucapan-ucapan para artis itu sungguh mebusuk Felisa, wanita cantik itu semakin frustasi dan menjambak rambutnya sendiri.


"Tidak,,, tidak, semua pasti bohong."


"Keamanan bawa wanita gila ini.!" Perintah Reygan pada beberapa keamanan.


"Tidak jangan, aku tidak bersalah, aku di jebak, lepaskan aku.!" Ronta Felisa ketika keamanan mentertnya.


Sementara Leo hanya berdelik. 'Sungguh tidak bisa diandalkan.' Ucapnya dalam hati.


Di luar hotel, Felisa di lemparkan keluar. meskipun memaksa ingin masuk kembali, akan tetapi niatnya terhentikan. Terlebih lagi, Luna yang begitu anggun keluar dari dalam hotel dan menghampiri Felisa yang tersungkur di tanah.


"Itulah balasanmu wanita ja..lang.!" Ucap Luna yang juga sudah menyaksikan apa yang terjadi di dalam.


"Ternyata ini semua karnamu."


"Lalu kenapa memang.? jika itu aku yang melakukannya. hahahah... sungguh puas sekali rasanya melihatmu seperti ini." Lanjut Luna seraya menginjak salah satu tangan Felisa yang ia gunakan untuk memopong tubuhnya di tanah.


Luna kemudian berlalu begitu saja meninggalkan tempat itu, dan memilih untuk mengikuti Samuel. Sementara Felisa menagis, frustasi, dan mengacak-ngacak rambutnya. ' Tidak akan aku biarkan kalian semua bahagia, tunggu pembalasanku.' Dendam Felisa dalam hai yang semalin bergejolak.


Kembali pada suara di dalam hotel yang di liputi oleh suara-suara para pebisnis untuk mengucapkan selamat pada Gavano dan Alleta. Hingga Alleta merasa lelah, dan meminta Gavano untuk membawanya istrirahat. Padahal dia hanya ingin meminta penjelasan, terlebih lagi gadis itu belum berbicara pada Axcel dan Julia setelah apa yang terjadi tadi.


Seperti apa yang diminta Alleta, Gavano menurutinya. Dan meminta Arkana, Alexa dan dan Riko yang menemani para tamu untuk menikmati hidangan pesta.


Sementara Revandra, Aliya, Axcel dan Julia beserta Reygan, sama ke suatu ruangan dan berkumpul di sana.


Di suangan itu, sungguh hening, tak ada yang membuka mulut, hingga ganggang pintu ruangan itu bergerak seperti ada yang akan masuk.

__ADS_1


Bersambung...


******


__ADS_2