KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Balasan Reygan


__ADS_3

Byur...


Guyuran air yang menimpanya, membuat Felisa segera tersadar dari tidurnya. Wanita itu kalang kabut sambil mengapai-gapai, baru kemudian tersadar dan segera menyapu wajahnya dengan telapak tangan.


"Nona Felisa bangunlah.!" Perintah salah satu dari dua pria yang datang.


"Kalian...! apa yang ingin kalian lakukan padaku.?"


"Tenanglah nona, kami tidak ingin melakukan apa-apa padamu.!"


"Lalu mengapa kalian membangunkanku seperti ini.?"


"Kami hanya membawakan mkanan untuk nona."


Karna sangat kelaparan, Felisa yang dalam keadaan basah kuyup segera mengambil makanan itu, baru kemudian menyantapnya dengan lahap., dan minun setelah menghabiskan makanannya.


Beberapa saat setelah minum, Felisa tidak sadarkan diri, ternyata minumannya sudah diberikan obat tidur.


"Bagaiman.?" Tanya Reygan yang baru saja masuk ke ruangan di mana Felisa di sekap.


"Sudah selesai tuan,!"


"Baik, bawa di keluar."


Seperti yang di perintahkan oleh Reygan, kedua pria itu membawa Felisa keluar dari tempat itu. Tapi sebelum itu, Felisa dibersihkan terlebih dahulu agar tampak rapi dan cantik seperti biasanya.


Kedua pria tersebut membopong Felisa naik ke mobil dan membawanya ke suatu tempat yang di perintahkan oleh Reygan.


"Direktur Reygan, bagaimana dengan apa yang direktur janjikan.?" Tanya seorang pria gendut, mesum yang sangat menjijikan


"Sabarlah direktur Sean, sebentar lagi barangnya samapai."


Tak lama kemudian, di ruangan di mana Reygan duduk bersama para direktur-direktur yang menjijikan dan penuh nafsu itu, kedua orang suruhan Reyagan membawa Felisa masuk yang sudah sadar. Akan tetapi seperti yang luna lakukan, Reygan juga melakukannya yaitu memberi suntikan perangsang pada Felisa.


"Tuan Reygan kami membawanya."


"Bawa ke kamar xx.!"


"Baik tuan."


Setelah kedua orang suruhan Reygan berlalu membawa Felisa. Reygan kembali berbalik pada para direktur yang sudah ileran melihat kecantika Felisa.


"Apa kalian puas dengan apa yang kubawa.?"


"Tentu saja, selama ini dia adalah model terhot di Gramentha Grup."


"Ya.!" Jawab singkat Reygan.


"Lalu apa presedir Gavano tidak akan melakukan sesutu pada kami, jika kami menganggu salah satu artisnya.?"


"Tenang saja, Gavano sudah memberikannya pada saya.!"


"Lalu apa yang ingin kamu mau dari kami direktur Reygan.?"


"Tidak ada, hanya melakukannya dengan mengenakan topeng, dan ingat lakukan dengan baik, buat wanita itu semenderita mungkin.!"

__ADS_1


"Ok..."


Setelah pembicaraan dengan para direktur-direktur penuh nafsu itu Reygan meninggalkan tempat itu.


Sementara di sebuah kamar yang di penuhi dengan alat-alat B.D.S.M, Felisa sudah dalmlam kedaan polos lantaran melepaskan pakaiannya sendiri. Bahkan wanita itu sudah mulai bermain dengan beberapa alat bantu yang ada di kamar itu.


Hingga beberapa saat, para direktur tadi masuk dan mendapati Felisa sedang bermain dengan dirinya sendiri.


Segera saja salah satu di antara mereka meraih sebuah tali merah, dan mengingat tubuh Felisa ala-ala pemeran wanita di dalam vidio biru.


"Apa yang kalian lakukan pdaku.?" Tanya Felisa di selah nafas gairahnya yang memburu.


"Tenang saja nona Filisa, cukup temani kami bermain."


"Tolong jangan menyiksaku seperti ini,"


"Oh... tubuh seorang model terhot sungguh indah."


Direktur Sean, kembali meraih sebuah cambuk di susul ke empat di rektur yang lain.


"Auw...!" Keluh Felisa ketika direktur Sean mulai menjatuhkan satu cambukan pada tubuh yang sintal itu.


Sementara itu direktur yang lain memengarahkan ke..ja..ntanannya pada mulut Felisa dan melakukan permainan di sana, dan direktur yang lainnya juga sudah bermain pada in..ti Felisa dengan liarnya hingga mengakibatkan rasa nyeri untuk Felisa.


Begitulah meraka bermain dengan tubuh Felisa yang cantik. Hingga mereka puas dan meninggalkan Felisa yang sudah tidak berdaya. Tak lupa mereka juga mengambil kamera yang mereka pasang sebelum bermain dengan Felisa. Tentu saja itu juga atas pernintaan Reygan.


Begitulah para direktur tersebut melakukannya dengan liar, seperti apa yang di perintahkan oleh Reygan.


Dan vidio-vidio yang di rekam kini sudah berada di tangan Reygan dan memberikan salinannya pada Luna.


Maka apa yang di lakukan Felisa, Reygan juga melakukannya tapi dengan cara yang berbeda.


***


"Sayangku Alleta..." Sambut Aliya saat Gavano dan Alleta membuka pintu dan hendak masuk ke dalam rumah.


"Ayah, ibu, kalian sudah kembali... kenapa tidak beritahu kami.? tempo hari juga ibu kembali ke New York tidak bilang-bilang." Kata Alleta segera memeluk mertuanya Aliya.


"Alleta sayangku, aku sangat rindu padamu, aku tidak memberitahumu sebelumnya kalau aku kembali kamu tidak akan menyalahkan aku kan.?"


"Bagaimana bisa.? aku sangat-sangat senang kalian kembali." Jawab Alleta tampak senang.


"Ayo..! ayo masuk, kita ngobrol sambil makan." Ajak Aliya menarik dan menuntun Alleta masuk.


Sementara di luar Gavano dan Revandra berdiri tegak di hadapan semua hadiah-hadiah yang Aliya bawa untuk Alleta.


"Ayah..."


"Em..."


"Sepertinya kita akan memindahkan baran-barang masuk ke rumah."


"Iya."


Setelah berada di dalam, Aliya membuka salah satu hadiah yang ingin di berikan pada Alleta. Wanita umur empat puluh tujuh itu mengangkat sebuah pakaian dan memperlihatkannya pada Alleta.

__ADS_1


"Alleta sayangku, ini adalah baju musim semi, yang dirancang khusus oleh desainer New York, aku rasa modelnya sangat cocok untuk kamu, jadi aku membeli seluruh koleksinya, dan ini yang paling aku sukai." Ucap Aliya gembira.


"Tapi bu, itu adalah pakaian bayi."


"Ah... hahahaha, kenapa mengambil kotak ini, ini salah, Alleta aku berencana memberikan baju ini pada Delia" Kata Aliya pura-pura, padahal dia memang memberikan baju itu untuk Alleta, lantaran sangat ingin menimang cucu segera.


"Ibu, aku ingat, bibiku Delia masih belum menikah." Sergah Gavano meletakan sebuah cemilan di meja.


"Baiklah, ibu membelinya untuk kalian berdua, normal bukan jika ibu sangat menginginkan seorang cucu.!" Ucap Aliya memperlihatkan wajah sedihnya.


"Tunggulah ibu, kami juga berencana untuk membuatnya secepat mungkin." Sela Alleta,


"Benarkah.?"


"Benar sekali ibu."


"Ibu akan membantu kalian mengurus bayi kalian, agar kalian bisa menikmati hidup kalian berdua."


"Tapi istriku, aku juga ingin menikmati kehidupan bersama berdua bersamamu." Sela Revandra tiba-tiba memeluk Aliya dari belakang.


Revandar bahkan menjatuhkan ciuman di bibir Aliya, dan Aliya juga menerimanya dengan senang hati, Hingga tangan Revandra mulai bergerak hendak menyusup di balik dress Aliya.


"Hey... kalian berdua bisa pulang dan bermesraan di rumah kalian, Alleta baru saja pulang dari universitas, dia butuh istirahat." Tegur Gavano memalingkan wajahnya.


"Dasar bocah tengik.! kami juga akan pergi tampa kamu mengatakannya." Bantah Aliya berbalik dan memaki Gavano.


"Lalu apa kita melanjutkannya di rumah Aliya.?"


"Tentu saja Ay.!"


Di depan Gavano, Revandra mengendong Aliya dan membawanya pulang ke rumah lamanya. Mereka kembali ke kota S. lantaran sebebetar lagi mengadakan resepsi pernikahan Gavano.


"Ibu dan ayah sungguh penuh energi.!" Kata Alleta tersenyum kecil.


"Dari dulu, mereka memang seperti itu, tidak kenal tempat dan situasi."


"Hahaha... pantas saja, kemesumanmu tidak kenal tempat, rupanya itu turunan dari ayah dan ibu. hahah.!" Meledak tawa Alleta, terlebih lagi wajah Gavano memerah.


"Jadi aku semesum itu.? bagaimana kalau kita melanjutkannya di tempt tidur." Jawab Gavano segera mendekati Alleta dan menarik pingga ramping gadis muda itu, hingga dadanya menempel pada dada bidang Gavano.


"Ah... itu, maaf, tapi aku sungguh lelah, lain kali saja yah.!"


Sementara itu, di waktu yang bersamaan terlihat Leo yang sedang duduk di depan sebuah makam seorang wanita.


"Ibu, meskipun ibu bukanlah orang tua kndungku, tapi ibu telah memberikan kasih sayang seorang ibu padaku, andai saja waktu itu ibu tidak menikah dengan ayah, aku mungkin tidak akan merasakan bahagianya mempunyai seorang ibu, aku berspah akan membalaskan dendamu pada mereka.!" Ucap Leo sambil mengelus sebuah makam wanita di sebelah makam ayahnya.



Laila Santosa-



Bersambung...


******

__ADS_1


__ADS_2