KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Salah paham dan kekhawatiran


__ADS_3

Arkana yang sudah di beritahu tentang Alleta oleh kepala pelaya lantaran Alleta tidak menjawab pesannya dan menelfon ke kediaman Gavano, berinisiatif untuk mencari Alleta, namun peristiwa itu belum di katakan pada ibunya. Aliya.


"Tidak ada kabar apapun tentang si kodok betina itu, ini sudah sangat malam, apa yang dilakukan sendiri di luar, Bila ternyata hal ini akan terjadi gara-gara foto sore tadi... dan kalau sesuatu benar-benar terjadi padanya... aku akan membuat postingan di sosial media dan mengaploud tentang acara makan siang dengan ibu tadi, biar saja semua media tahu jika Alleta adalah nyonya muda dari kelurga Gramentha, dan itu akan muda bagiku untuk menemukannya dengan bantuan fansku." Gumam Gavano sambil mengendarai mobil, tak lupa menoleh kiri dan kanan.


Gavano yang masih berada di ruang kerjanya, di kejutkan oleh kepala pelayan yang tiba-tiba masuk.


"Tuan muda, ini sudah sangat malam."


"Jam berapa ini.?"


"ini sudah pukul dua puluh tiga lewat empat puluh lima menit."


"Apa Reygan menelfon.?"


"Ya Tuan muda, tuan Reygan menelfon berkali-kali dan bertanya penyebab anda membatalkan kontrak kerja sama dengan Atmaja Grup. Dan mengenai nyonya muda, tadi tuan muda kedua menelfon dan mencarinya."


"Apa.? jadi gadis itu tidak bersama Arkana.? dia menghilang.?" Ucap Gavano tegas seraya berdiri dari kursinya,


Lelaki itu berfikir saat mengusir Alleta, gadis itu akan mencari Arkana, rupanya itu tidak sesuai dengan dugaannya.'Gadis itu bahkan tidak membawa uang, tidak membawa ponsel, terlebih lagi cuaca di luar sangat dingin, ke mana dia pergi.?' Gumam Gavano dalam hati khawatir


"Kenapa kamu tidak bilang dari tadi.?" Meneriaki kepala pelayan.


"Ma...maaf tuan muda pertama, tapi anda sendiri yang memintaku untuk tidak mengganggu tuan."


Lelaki yang tadinya sedang emosi kini berubah menjadi khawatir, dirinya juga meminta bantuan pada departemen menejemen pemantauan bus untuk mencari tau keberadaan Alleta.


Beberapa saat menunggu sambil mengemudi, akhirnya departemen menghubungi Gavano dan memberi tahunya bahwa ada seorang gadis belia mengenakan piama berwana biru muda, dengan gambar kartun kucing sedang tertidur di pemberhentian bus terakhir menuju ke luar kota.


'Ke luar kota.? Alleta, apa yang sebenarnya kamu lakukan sampai pergi kesana.' Ucap Gavano dalam hati dan terlihat sangat khawatir.


'Wah... makanan enak, enak sekali, terimah kasih tuan.!' Seru Alleta dalam mimpinya.


Sementara seseorang sedang memperhatikannya dan melangkah ke arahnya.' Ini pertama kali aku melihatnya saat dia terlihat sangat lemah dan tak berdaya.' Ucap Gavano khawatir pada Alleta.


"Tuan..."


'Dia bahkan memanggilku dalam mimpinya'. Sambil mengelus pipi gadis itu. Merasa sesuatu mengenai pipinya, Alleta terbangun dan terteriak kaget melihat Gavano ada di depannya.


"Tuan.!"

__ADS_1


"Ayo pulang.!"


"Tidak."


"Apa kamu mau tidur di sini semalaman.?"


"Oh, kamu, mengapa kamu ada di sini.?"


"Tentu saja menjemputmu."


"Bukankah kamu telah mengusirku."


"Baiklah, jika tidak ingin ikut, aku akan membuang sup pangsit kepiting yang ada di dalam mobil." Berbalik dan berpura-pura tidak perduli.


"Apa.? pangsit kepiting.? tidak, petani sudah membanting tulang menanam padi dan kita tidak boleh membuang-buang makanan, untuk itu, aku akan ikut denganmu tuan...!" Berprilaku seperti anak-anak yang sedang kelaparan.


Melihat Alleta mengikuti di belakanngya, Gavano tersenyum puas. Hingga sampai ke dalam mobil, Alleta dengan lahapnya menyantap pangsit yang sempat Gavano belikan di jalan.


'Setalah aku mengetahui Alleta menghilang, aku tidak bisa menenangkan hatiku sama sekali,' Ucap Gavano dalam hati sambil menatap Alleta yang makan dengan lahapnya.


***


Setalah beberapa jam perjalanan, mereka sampai di kediaman Gavano, sebelum turun Alleta, melihat koran intertaiment di sampingnya,


Mimik waja Gavano kembali dingin dan sangat emosi, berbalik menatap gadis di sampingnya dengan tajam.'Ada apa dengannya, kenapa terasa seperti akan membunuh orang.?, tunggu tidak mungkin tuan akan membunuhku...!' Ucap Alleta takut dan mulai gemetaran


"Agrhh...!" Triak Alleta saat Gavano hendak menyentuhnya.


"Kenapa kamu menghindar.?" Tanya Gavano yang amarahnya semakin meluap. ' Tentu saja karna aku takut kamu membunuhku.' Jawab Alleta dalam hati sambil menutup kedua matanya.


Buk...!


Gavano mendorong Alleta hingga tersudutkan dan kini lelaki itu sudah berada di atas Alleta,


"Uawa....!" Kembali Alleta berteriak.


"Kenapa.? tak ingin aku menyentuhmu.? karna Arkana.?"


"Apa hubungannya dengan Arkana.?"

__ADS_1


Dengan brutal Gavano merobek piama Alleta, hingga gadis itu sudah hampir dalam keadaan polos, menciumi seluruh tubuh Alleta. mengulum benda lunak gadis itu, bahkan tangan Gavano menyusup ke balik dalaman Alleta, dan bermain di sana dengan liar.


Alih-alih memperoleh kenikmatan, Aleta justru merasakan sakit.


"Tuan... Pelan sedikit, pelan sedikit. sakit hiks...! hiks,"


Gadis itu mulai meneteskan air mata, baru pertama kali Gavano mencembuinya seberutal itu.


"Menangis lagi.? kenapa.? apa kamu hanya ingin melakukannya dengan Arkana.?"


"Tidak tuan... maafkan aku, jika aku bersalah, tapi tolong berhenti mengigit di sana, itu sangat sakit tuan. hiks...! hiks...!.


Entah nengapa, ada perasaan berasalah dan kasihan yang di rasakan Gavano pada Alleta dan menghentikan perbuatannya.


Gavano lalu menggendong Alleta masuk ke dalam rumah, dan membawanya ke kamar, Baru kemudian keluar untuk menerima panggilan. Karna sejak tadi ponselnya terus berbunyi.


"Hallo, ada apa.?" Tanya Gavano setelah panggilang terhubung


"Kakak, aku tidak tahu apa yang terjadi antara kamu dan kakak ipar, tapi jika skandal di media mempengaruhi pernikahan kalian...


'Kakak ipar.? ini baru pertama kali Arkana menyebut gadis itu kakak ipar.' Gumam Gavano lega dalam hati.


"Aku minta maaf kakak, hari itu ibu yang memintaku menjemput kakak ipar untuk makan siang bersama sekaligus menegenalkan kakak ipar pada teman-teman ibu di hotel xxx. Foto yang beredar di salah artikan. Kakak kamu memiliki kekuasan di kota S, aku berharap kamu bisa menemukan istrimu segera. Kalau kakak tidak percaya padaku, silahkan hubungi ibu."


"Dia sudah ada di rumah,.."


"Oh... Syukurlah, dan mungkin besok baru aku kembali ke rumah kakak, ini sudah malam, aku takut ibu akan mencariku jika tiba-tiba tidak berada di rumah."


"Terserah...!"


Gavano kemudian menghenyakkan pantat di kursi yang berada di sudut dekat pintu kamar utama, kamar di mana dirinya dan Alleta tidur bersama, melakukan hal-hal yang di lakukan sepasang suami istri.


"Ah,,, Apa aku sudah salah paham.? Sepertinya aku memang salah paham. Tidak mingkin dua orang yang hampir setiap hari bertikai, bisa saling mencintai... tapi tetap saja Arkan aadalah pemuda yang sudah dewasa," Ucap Gavano kesal pada kelimat terakhirnya.


Setelah puas memimirkannya dan waktu sudah menunjukan pukul tiga menjelang subuh Gavano seketika sadar bahwa tadi dirinya sudah berlaku kejam pada gadis belia itu. Perasaan menyesal kembali tersirat dalam dirinya.' Alleta, apa gadis itu sudah tidur.? mengapa aku tak mendengar apa-apa di dalam sana.


Lelaki itu beranjak dan berjalan melangkah ke arah pintu, memenganng ganggang pintu dan membukanya perlahan, Namun rasa takut tiba-tiba menyelimutinya,


"Alleta...." Teriak Gavano panik saat masuk ke kamar dan tak melihat Alleta berada di dalam kamar. Terlebih lagi jendela sedikit terbuka.

__ADS_1


Bersambung...


******


__ADS_2