
"Baik, aku akn menemani direktur Rendra untuk bermain, sesuai dengan harga ku, dan satu hal lagi, aku masih gadis loh.?" Ucap Allta sambil membuka topeng yang dirinya kenakan.
Gadis muda itu berjalan mendekati direktur Rendra, 'huh.! jadi ini perkerjaan yang kau maksud tuan Vano.?, baik aku akan melihat, siapa yang akan di permalukan di sini. tidakkah kau sendiri yang akan malu karna menjual istrimu sendiri?.' Kata Alleta dalam hati.
Melihat Alleta membuka topeng dan mendekati direktur Rendra, wajahnya berubah. Lelaki itu memicingkan matanya. Sangat tampak jelas bahwa dia sedang marah. Gavano kemudian menarik tangan Alleta dan menghentikan langkahnya.
"Kenapa kau menghalanginya presedir Gavano.?" Tanya direktur Rendra
"Anda tau siapa gadis ini.?"
"Bukankah dia adalah gadis yang akan kau tukarkan dengan tanah itu.?"
"Tutup mulutmu yang menjijikan itu.?"
"Kau kenapa presedir.? hanya karna gadis ini kau berani membentakku, apa kau sudah tidak menginginkan tanah itu.?"
Gavano semakin mendekat pada pria gemuk itu, Ia lalu menarik kerah baju dan menatapnya dengan tatapan ingin melahapnya,
"Dia istriku.!"
"Ap...apa.? Maaf, aku tidak tau.!"
"Bukankah sekarang kau sudah tahu. Jadi apa kau masih menginginkan gadis ini untuk menemanimu bermain.?"
"Tidak,! dan atas permintan maafku, aku akan memberikan tanah yang kau inginkan dengan sia-sia"
"Aku bukan orang yang seperti itu, aku akan tetap membayar harga yang sesuai, dan saya harap ini terakhir kalinya kau muncul di hadapanku direktur Rendra.! dan jangan pernah membahas masalah ini pada siapapun.! apa kau mengerti.?"
"Aku mengerti." Jawab pria gemuk itu yang takut dengan ancaman Gavano.
Alleta tersenyum, ternyata Gavano tidak bersungguh-sungguh dengan ucapan ingin menjualnya. Sebentar setelah pria gemuk itu berlalu, Gavano berbalik menatap Alleta yang tersenyum hangat padanya, jujur saja, senyum yang menghiasi wajah cantik Alleta membuat Gavano terpesona, kemarahannya berangsur menghilang.
"Maafkan aku tuan, aku sudah salah paham lagi terhadapmu."
"Sudahlah Alleta, aku sangat pusing.! pergilah berkeliling dan menikmati hidangan-hidangan yang ada di sini, dengan catatan jangan sampai menimbulkan masalah yang akan membuatku malu."
"Terimah kasih tuan.!" Sambil berbalik hendak pergi.
"Tunggu.!,"
"Ada apa lagi.?"
"Pakai ini, pakaianmu terlalu terbuka.! Aku tidak ingin pria lain melihat bagian tubuhmu itu." Ucap Gavano memakaikan jasnya pada Alleta, baru kemudian berlalu dan menghampiri para rekan bisnisnya.
__ADS_1
Sesuai yang Gavano titahkan padanya, gadis itu mulai berkeliling sampai ia tertuju pada sebuah meja yang terdapat banyak makanan dan kue manis. Tak bisa gadis itu pungkiri bahwa dirinya sangat tergoda dengan makana-makanan itu, selama hidupnya, ia bisa menghitung hanya berapa kali saja dirinya mencicipi makanan yang seperti itu lantaran kehidupannya yang terbilang kurang mampu.
Gadis yang sudah terbuai akan makanan-makan dan kue manis itu, segera saja mengabil salah satu dan menyantapnya. Namun di tengah keasikan menikmati kue-kue yang ada di hadapanya, dirinya di kejutkan oleh seseorang.
"Alleta.!"
"prufff..." Alleta berbalik sambil menyemburkan makanan yang ia kunyah dan belum sempat tertelan, alhasil mengenai baju seseorang yang mengejutkannya.
"Alleta kau...!"
"Apa ? mau balas.? silahkan, itupun kalau kamu sudah tidak perduli dengan imagemu Arkana, hahaha.!"
"Berhenti menertwaiku, tolong ambilkan tisu di samping gelas itu." Titah Arkana, karna dia adalah seorang aktor, dirinya juga harus di tuntut untuk menghadiri acara-acara seperti itu, meskipun Arkana sangat tidak menyukainya.
Alleta meraih tissu tersebut, sebenarnya dirinya tidak ingin membantu Arkana, tapi karna itu adalah kesalahannya, kali ini Alleta menurut saja. Lantaran haus Allet meraih gelas yang berisi wine di meja tampa tau bahwa wine itu mengadung tujuh puluh lima persen alcohol, gadis itu, menghabiskan satu gelas, tapi hausnya belum juga hilang maka ia meraih gelas yang lain dan meneguknya samapai habis.
"Arkana.!"
"Hem...!" masih sibuk membersihkan pakaiannya
"Kenapa kau ada tiga.?"
"Hei, apa yang kau maksud.?"
Arkana lalu mengecek gelas-gelas yang berisi wine itu, lalu mencobanya sedikit, 'Astaga, ini adalah wine yang di sediakan untuk orang-orang dengan tingat minum diatas rata-rata'
"Alleta, kau ini,! aku takut kau menyebabkan masalah di sini, sebaiknya kita pulang.!"
"No.! aku masih ingin di sini." Jawab Alleta yang sudah hampir tak sanggup untuk berdiri.
"Ada apa ini.?"
"Kakak.! untung saja kau datang dengan cepat, istrimu minum banyak, sepertinya dia sudah mabuk berat.!"
"Baik aku akan membawanya pulang, dan kau tolong temani rekan bisnis yang lain menggatikanku menyapa mereka."
"Ok.!"
***
Di rumah Gavano membawa Alleta masuk ke kamar dan membaringkan tubuh gadis yang tertidur karna mabuk berat, ia kemudian melepaskan pakaiannya, lalu mengganti dengan celana pendek saja. Karna Gavano sangat lelah, dia juga ikut berbaring di samping Alleta.
Baru saja Gavano ingin memejamkan matanya Alleta sudah sadar dan me..ni..ndih Gavano, Pengaruh alcohol yang sangat tinggi bisa berubah fungsinya pada gadis muda seperti Alleta, gadis itu tidak hanya mabuk saja, melainkan ge..jo..la..knya juga sudah mulai timbul.
__ADS_1
Mendapati Alleta sudah berada di at..as..nya, Gavano menegakkan tubuhnya tapi tidak memindahkan Alleta, posisi gadis itu tetap berada di pangkuan dan menghadap Gavano.
"Ho..sh...! pa..na..s."
"Alleta, sadarlah.!" Tapi Alleta yang sudah be..rge..jo..lak tidak mengindahkan apa yang Gavano katakan, ia bahkan me..nci..um lembut bi..bir pria yang sedang me..mangkunya.
"Tubuhmu sejuk sekali...!" Sambil me..ra..ba da..da bidang Gavano.
"Aku peringatkan padamu, jika kamu terus seperti ini, maka kita akan..."
"Akan bagaimana.?" Mulai me..nji..lati saliva Gavano, menghujaninya dengan ke..cu..pan di dada, tangannya kini sudah me..nyu..sup dan me..na..ngkap sesuatu yang sudah me..ne..ga..ng di balik c*lana pendek Gavano.
"Akan apa tuan Vano.? bagaimana kalau kamu memberitahuku.?"
"Kamu...ag..rhh...!" Pekik Gavano saat tangan Alleta sudah mulai bermain dengan benda yang sudah me..ne..ga..ng itu,
"Apa kau yakin Alleta.?"
"Kenapa kau lama sekali, tu..bu..hmu sangat dingin tuan Vano, aku menginginkan...!" masih dengan tangan yang bermain di bawah sana.
Biar bagaimanapun Gavano tetap adalah seorang lelaki normal, tak dapat dirinya pungkiri, sesuatu dalam dirinya juga saat ini sedang meminta pelepasan, namun lelaki normal yang kini juga sudah di kuasai ge..jo..laknya masih berusaha bertahan, 'Tidak, jika aku melakukannya dalam keadaan seperti ini, aku takut dia akan memakiku seperti sebelumnya' Ucapnya dalam hati.
"Ag..rhh....!" Kembali Gavano me..me..kik, lantaran Alleta semakin hilang akal sehatnya, gadis itu be..rsimpuh di se..lang..kangan Gavano, baru kemudian mengeluarkan sesuatu yang sebenarnya sudah sejak tadi me..ronta, Dengan lembut Alleta be..rmain di sana dengan mu..lu..t mungilnya, hingga sesuatu yang berwarna pu..tih ke..ntal telah terlepaskan.
Gavano menarik nafas dalam-dalam melihat wajah Alleta yang terlihat sangat puas, lelaki itu kemudian meraih Alleta kembali ke pa..ngku..annya. Belum sempat Gavano berbicara, gadis di pangkuannya itu kembali me..nya..mbar bibir Gavano, Sesaat lelaki itu ter..bua..i dan membalasnya, alih-alih menghentikan permainan, Gavano kembali be..rgai..rah lantaran Alleta mulai me..nge..sek inti mi..lik..nya pada mi..li..k lelaki itu,
"Tuan... Tuan Vano.! Ucap Alleta setelah melepaskan ci..uman..nya.!"
"Ya, Kenapa.?"
Alleta meraih tangan Gavano dan menuntunnya untuk me..ra..ba benda ke..nyal miliknya, membuat lelaki itu semakin bertambah ge..jo..lak..nya. Tak kuasa menahan, lelaki itu mulai me..re..mas benda kenyal itu
"Ugh...!" Le..gu..h Alleta."
Gavano kemudian menganti posisi, kini dirinya yang berbalik me..nin..dih Alleta, sementara tangan Alleta meraih tengkuk Gavano hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa senti saja.
"Tuan Vano...! aku... Aku... Ingin..!"
Bersambung...
******
Author note : Maaf jika tulisanya banyak titik-titik. takut tidak lulus revew soalnya.✌✌
__ADS_1