KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Persetujuan Clara


__ADS_3

"Menikalah denganku"


Perkataan Daniel membuat Anya terkejut dan bingung. Dia meraih rahang Daniel, mengelusnya pelan.


"Tn.Daniel, apakah kamu sadar akan kata-katamu.?" Tanya Anya tersenyum mengejek.


Daniel mengambil tangan Anya, meremasnya, menatap Anya berharap Anya akan memberikan jawaban yang sesuai dengan yang dia pikirkan.


"Tentu saja aku sadar." Jawab Daniel.


"Maaf Tn.Daniel, aku tahu kamu berkata seperti itu karna merasa kasihan padaku kan.?" Kata Anya menarik tangannya.


Daniel hanya diam saja. Sejujurnya dia juga tidak tahu apa yang sedang dia bicarakan yang tiba-tiba meminta Anya menikah dengannya. Kata itu hanya terlontar begitu saja. Apakah itu karna kasihan atau memang karna Daniel ingin bertanggung jawab lantaran telah merusak kehormatan Anya.


"Aku tahu kamu hanya bercanda." Kata Anya lagi.


Anya kemudian mengganti pakaiannya denga sebuah dress sederhana, dan mengkuncir rambut panjangnya.


"Mau ke mana.?"


"Aku ingin jalan-jalan di luar."


"Baik, tapi jangan terlalu larut."


"Apa kamu tidak menghentikanku.?"


"Tidak.!" Jawab Daniel.


"Meski itu dengan Alvaro.?"


"Em..."


Anya lagi-lagi di buat bingung oleh Daniel. Beberapa hari terakhir Daniel berubah banyak, yang biasanya sering kali melarang Anya untuk keluar sendiri, kini tidak lagi, meski Anya akan kuar bersama Alvaro, Danile tidak mempermasalahkannya. 'Terserah saja, aku tidak ingin ambil pusing.' Ucap Anya dalam hati berlalu meninggalkan Daniel.


Sesaat setelah Anya berlalu, Daniel menghubungi Axcel dan meminta Axcel menemaninya ke sebuah Club malam.


Sedang Anya yang memang sudah merencanakan makan di luar bersama Alvaro segera menuju ke tempat di mana mereka berjanji untuk makan malam bersama. Betapa terkejutnya Anya setelah melihat siapa yang berada di samping Alvaro. Seorang gadis cantik yang begitu mirip dengan istri Bossnya.


"Maaf terlambat." Kata Anya merebahkan diri, duduk di kursi.


"Tak masalah." Jawab Alvaro


Alvaro kemudian memperkenalkan Anya dengan Clara. Anya yang memang belum pernah melihat wajah Clara, sontak teringat bahwa yang membantu Bossnya mendapatkan perusahaan kembali adalah gadis yang bernama Clara.


Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, Anya langsung saja mengutarakan maksudnya tentang Bossnya yang ingin bertemu dengan Clara

__ADS_1


"Ok, nanti aku kabari, jika aku punya kesempatan." Jawab Clara setelah mendengar permintaan Anya untuk mempertemukannya dengan Axcel.


Sungguh gembira rasanya hati Anya, akhirnya dia bisa memanfaatkan sebuah kesempatan untuk mempertemuka Axcel dan Clara. Anya kemudian, menghubungi Axcel dan memberitahukan bahwa dirinya sudah mendapat persetujuan dari Clara untuk bertemu denganya.


Setelah mengakhiri panggilannya dengan Axcel, Anya mohon pamit pada Alvaro dan Clara. Sedang Alvaro, melihat Anya yang begitu gembira, dia juga ikut merasakan kegembiraan itu.


"Bagaimana.? Apa kamu sudah melepaskannya sepenuhnya.?" Tanya Clara.


"Em... aku sudah melepasknnya." Jawab Alvaro tersenyum.


"Lalu, kapan kamu akan membuka hati.?"


Sejenak Alvaro diam, sampai sesuatu yang menimpa bibirnya membuatnya terkejut setengah mati. Betapa tidak, disaat dia diam, Clara dengan sigap melayangkan satu kecupan pada Alvaro.


"Maaf, itu ciuman pertamaku." Kata Clara.


"Begitupun denganku." Jawab Alvaro.


"Sungguh.?"


"Em..."


Alvaro dan Clara tidak menjalin hubungan apapun selain pertemanan, Clara memang menyukai Alvaro tapi Alvaro tidak menyukainya. Dan Alvaro juga sudah mengatakanya pada Clara bahwa, meski dia telah melepas Anya, tapi tetap saja cintanya pada Anya masih utuh. Clara juga tidak ingin memaksa Alvaro, dia lebih memilih berteman saja, dan jika jodoh, tentunya Alvaro tidak akan pergi darinya.


***


"Juli jangan berlebihan."


"Tapi kamu menekannya terlalu kuat."


"Juli... tahan sedikit."


"Sayang, aku tidak bisa menahannya, Ah..h...!"


De..sahan Julia semakin lantang saat Axcel menekan.


"Ck.! kamu ini kenapa.?"


"Hehehe... itu,?"


"Berhenti, aku sudah tidak tahan Juli."


"Sayang jika sudah tidak tahan, sebaiknya di lepaskan saja."


"Ayah... Ibu... Apa kalian tidak merasa berlebihan, di sini masih ada Reygan, dan kalian menganggu belajarku.' Kata Reygan kesal melihat apa yang di lakukan ayah dan ibunya.

__ADS_1


"Nak, ayah hanya memijat ibumu, dan saat ini ayah sudah tidak tahan kepengen buang air kecil."


"Jika ingin, maka seharusnya ayah segera melakukannya." Keluh Reygan melompat dari kursi belajarnya dan meninggalkan ayah dan ibunya.


Setelah Axcel kembali dari kamar mandi, dia menatap Julia.


"Juli, ada apa dengan Reygan.? sepertinya dia tampak sangat frustasi."


"Sayang, aku juga tidak tahu. Bagaimana jika meminta bantuan Anya, Mungkin Anya bisa tahu kenapa Reygan seperti itu."


Axcel setuju dengan usulan Julia, dia segera menghubungi Anya, meminta Anya untuk segera datang ke kediamannya, beruntung Daniel memberi ijin pada Anya untuk menginap di rumah Axcel.


Beberapa saat kemudian Anya telah tiba dan segera masuk ke kamar Reygan setelah sebetar bertemu Axcel dan Julia. Anya mengetuk pintu kamar Reygan. Namun, anak kecil itu tidak membukanya lantaran dia mengira bahwa itu adalah ayah dan ibunya.


Reygan baru membuka pintu saat mendengar yang mengetuk daun pintu adalah Anya. Reyga. melompat dari pembaringan dan segera membuka pintu yang tadi dia kunci.


"Bibi..." Teriak Reygan memeluk lutut Anya.


"Ada apa.? tadi ayah dan ibu Reygan bilang ke bibi kalau Reygan sedang tidak baik.!"


Reygan membuat wajah cemberut yang membuat Anya tertawa kecil, wajah cemberut Reygan begitu lucu bagi Anya. Wanita itu kemudian menenteng Reygan dan membatunya naik ke pembaringan.


"Sekarang ceritakan, ada apa dengan Reygan."


"Bibi, aku sungguh kesal dengan ayah dan ibu.!"


"Memangnya apa yang mereka lakukan.?"


Reygan menceritakan tentang apa yang terjadi tadi. Anak kecil itu juga mempraktekan saat ayahnya sedang memijit ibunya, bahkan suara de..sahan Julia, Reygan juga mempraktekannya. Dan pada akhirnya Anya hanya bisa menepuk jidatnya. ' Jelas saja, Boss sungguh keterlaluan, haishh...!' Keluh Anya.


Sebentar setelah Anya menemani Reygan hingga tertidur, Anya segera menemui Axcel dan Julia yang memang sudah menunggunya sejak tadi di ruang tamu. Begitu Anya keluar dari kamar Reygan, Axcel dan Julia menegakkan badan dan beraiap untuk mendengar apa yang membuat Reygan jadi kesal.


"Boss, saya sarankan, kamu sebaiknya tidak seperti itu lagi, Ingat, Reygan masih terlalu kecil untuk melihat hal-hal aneh yang kalian lakukan."


Akhirnya Julia menydari bahwa yang membuat Reygan kesal adalah dirinya dan Axcel yang berkelakuan konyol di depan Reygan.


"Tentang itu, aku minta maaf, kami akan hati-hati lain kali." Ucap Axcel.


Esok hari, setelah Anya mengantar Reygan ke taman kanak-kanak, dan kembali ke kediaman Mintle.


Begitu sampai, Anya mencari keberadaan Daniel. Namun, dia hanya menemui Alvaro. Anya bertanya ke mana Daniel pergi, tapi Alvaro juga tidak tahu ke mana. Hingga setelah Alvaro berlalu, salah satu karyawan mengatakan bahwa semalam saat Anya ke kediaman Axcel, Daniel juga keluar dan tidak kembali.


Anya hanya bisa menghela nafas panjang. Wanita itu di kagetkan dengan bunyi ponselnya yang menerima sebuh pesan. Dan itu dari Daniel yang meminta Anya segera menjemputnya di sebuah hotel, lantaran kepalanya sangat sakit.


Bersambung...

__ADS_1


******


__ADS_2