KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Terpukul


__ADS_3

"Bos... boleh aku isin hari ini.?" Pinta Anya pada Axcel.


"Mau ke mana.?"


"Seorang teman baru saja datang dari New York.!"


"Teman atau kekasih.?" Kata Axcel menggoda Anya sekertarisnya.


Anya tersipu, Axcel pun memberinya isin


Di sebuah Cafe, Seorang pemuda sedang menikmati cafe late sambil menunggu kedatangan seseorang, dia adalah Alvaro Mintle.


"Varo...!"


Seseorang memanggilnya, dia menoleh ke sumber suara. Wajahnya seketika bahagia melihat siapa yang memanggilnya.


"Anya...!" Sahutnya.


Alvaro dan Anya yang selama ini hanya menjalani hubungan jarak jauh selama tiga tahun, dan hanya bertemu beberpa kali saja. Dan akhirnya bisa bertemu setelah hampir satu tahun.


Mereka hanya bertemu saat Anya ada mendapat perjalanan bisnis dari perusahaan ke New York.


"Do you miss me.?" Tanya Alvro.


"Of course"


Meski begitu rindu, Anya dan Alvaro tidak saling memeluk, ada rasa malu-malu di antara keduannya.


Saat mereka bertemu di New York pun mereka hanya makan dan nonton bersama, tak pernah sekalipun Alvaro melakukan sesutu pada Anya, dan hanya sebatas pegangan tangan saja.


Keduanya saling memandang dan saling tersipu, tak tahu apa yang harus di bicarakan. Sampai Anya memulai pembicaraan


"Kapan akan kembali.?"


"Sepertinya aku akan menetap di kota S."


"Really"


"Em..."


"Kamu berencana melakukan apa di kota S.?"


"Mungkin akan bergabung di perusahaan kakak, tapi aku harus belajar terlebih dahulu sampai aku mampu dan bisa membantu kakak di perusahaan."


Alvaro tidak mengatakan bahwa dia adalah keluarga Daniel, toh Anya juga tidak bertanya tentang itu, Anya mencintai Alvaro setulus hatinya dan tidak pernah bertanya tentang latar belakang Alvaro selama mereka menjalin hubungan.


Selam dua jam di Cafe, hanya sesekali mereka saling bertanya dan menjawab. Mereka hanya mentap satu sama lain dan malu-malu ketika tatapan mereka menyatu.


Sampai pada saat ponsel Alvro menerima panggilan dan beranjak dari Cafe, setelahnya. Sementa Anya ke rumah sakit untuk menjaga ayah Axcel.


Di rumah sakit Anya di kagetkan dengan kedatangan paman Axcel yaitu Atman. Dan meminta Anya untuk meninggalkannya di sana.

__ADS_1


Karna Anya tidak ada hak, untuk mengehentikanya, dia memilih mengikutinya saja.


"Kakak...! apa kamu merindukanku.?" Kata paman Axcel setelah Anya berlalu.


Tak ada jawaban dari ayah Axcel, dia hanya bisa melihat saja karna kondisinya yang sudah semakin memburuk.


"Tersika.? baik aku akan membantumu agar kamu tidak tersiksa lagi."


Ataman pama Axcel, memasang sarung tangan, membuka alat bantu pernafasan ayah Axcel, lalu membekamnya dengan bantal.


Sesak, Itulah yang di rasakan pria tua Atmaja hingga hembusan nafas terakhirnya.


"Apa yang kamu lakukan tuan, hentikan." Teriak Anya yang melihat tindakan paman Axcel itu.


Dia mencoba menghentikannya, namun sudah terlambat, Anya bahkan mendapat satu tendengan di perutnya, hingga mememuntahkan darah.


Mulai saat itu hidup Anya berubah, terlebih dia di tuduh telah membunuh pria tua Atmaja, Hal itu karna setelah paman Axcel mengakhiri hidup kakaknya, di segera memanggil dokter.


Atman menuduh Anya yang telah melakukannya, dan dia mencoba menghentikan perbuatan Anya.


Meski Anya mengelak dan tidak mengakui, tapi tak ada yang percaya.


Dan pada Akhirnya Anya di lemparkan ke penjara. 'Apa karna aku tidak punya apa-apa, mereka memperlakukanku seperti ini.?' Kata Anya dalam hati.


Anya memang adalah seorang yatim piatu, kedua orang tuanya meninggal saat dia masih berumur belasan tahun, dan mulai hidup mandiri, dan tetap melanjutkan sekolah dari hasil kerja part timenya.


Kematian Atmaja tentunya sangat membuat Axcel terpukul dan sangat kehilangan. Beruntung Julia berada di sisinya dan memberinya kekuatan.


******


Anya kemudian di antar ke ruangan pertemuan antara tahanan dan penjenguk.


"Bos...!" Panggil Anya saat melihat Axcel datang menemuinya.


"Anya...!"


Anya mulai meneteskan air matanya. Axcel juga baru mengunjunginya setelah dua minggu larut dalam kesedihannya atas kehilangan seorang ayah yang begitu dia sayangi.


"Boss... aku tidak membunuh Tuan. Sungguh bukan aku."


"Aku percaya Anya."


"Terimah kasih boss...!"


"Bertahanlah sebentar lagi, tidak mudah bagiku untuk mengeluarkanmu dari sini, lantara semua bukti mengarah padamu."


"Kamu percaya padaku saja sudah cukup bagiku."


Anya menagis dan menyesal tidak dapat menjaga ayah Axcel dengan baik, andai saja dia tidak meninggalkannya di saat itu, semuanya tidak akan terjadi seperti ini.


Di sisi lain Helen yang sangat membenci Julia dan kedua orang tuanya, mulai bertindak.

__ADS_1


Pertama dia meminta cerai pada Gio, dan setelah perceraian, dia diam-diam mengubah nama perusahan atas namanya.


Tak lama setelah itu, Ganendra dan istrinya mengetahui apa yang di lakukan Helen. Mereka sangat kecewa dengan perbuatan helen itu.


Helen juga diam-diam meracuni Ganendra dan istrinya. Belum sempat keduanya memberitahu Julia, keduanya tiba-tiba terkena serangan jantung mendadak dan mninggal di tempat.


Julia sangat terpukul dengan apa yang menimpanya. Pertama ayah mertuanya dan sebulan kemudin kedua orang tuanya.


Julia yang sedang mengandung bahkan mengalami gangguan mental lantara tak kuasa menahan semua yang menimpanya.


Julia seringkali ingin mengakhiri hidupnya. Membuat Axcel terpaksa merantainya di kamar.


Meski Axcel melakukah hal itu pada Julia, hatinya juga sangat sakit. Orang yang sedang mengadung buah hatinya justru mengalami gangguan kejiwaan karna masalah yang begitu pahit menimpanya.


Tujuh bulan berlalu, Anya juga sudah keluar dari penjara dan di tugaskan untuk menjaga Julia saat Axcel di perusahaan. Selama tujuh bulan itu, Emely tak henti-hentinya menganggu Julia bahkan mengatakah hal-hal yang menyakitkan saat ada kesempatan.


Emely megatakan bahwa Axcel sudah tidak menginginkannya lagi dan hanya ingi anak yang di kadung Julia, dan setelah bayi itu lahir Emely dan Axcel akan menikah.


Julia sangat sakit mendengar hal itu, Dia hanya bisa menagis. Tak menyangka ternyata Axcel tidak berubah sedikitpun. Tak pernah sekalipun dia mencintanya.


"Kenapa menagis.?" Kata Axcel yang baru saja kembali dari perusahaan.


"Sayang... apa kamu mencintaiku.?" Kata Julia.


Tapi Axcel tidak menjawabnya, dia hanya menatap Julia dan memberinya obat.


"Sayang...!"


"Emm..."


"Sampai kapan mau merantaiku begini?"


"Sampai kamu sudah tidak ingin menyakiti dirimu."


"Aku janji, tidak akan menyakiti diriku sendiri."


Julia berusaha meyakinkan Axcel hingga Axcel melepas semua rantai itu lalu memeluk Julia.


Axcel meneteskan air matanya, tak kuasa menahan rasa bahagiannya melihat Julia akhirnya bisa keluar dari keterpurukannya.


"Kamu mau makan apa Julia.?"


"Tidak ada, aku hanya ingin istrahat. Sangat lelah rasanya."


Axcel menemani Julia siang itu hingga tertidur, dan kembali ke perusahaan setelahnya. Merasa Julia sudah baik-baik saja. Anya juga kembali ke perusahaan.


Di perusahaan Emely tidak henti-hentinya menganggu Axcel, sementra pama Axcel saat ini sedang sibuk melakukan sesuatu, dia tidak pernah muncul setelah dia mengakhiri hidup ayah Axcel.


Sedangkan perusahaan Ganendra akhirnya bangkrut di tangan Helen yang tidak tahu apa-apa tentang bisnis. Hal itu membuat Julia kembali merasa depresi.


Bersambung...

__ADS_1


******


__ADS_2