KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Menyiksa


__ADS_3

Hai hai hai... seperti biasa, asupan malam jum'at๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜ buat para jomblo maafkan diriku yang khilaf ini๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ


...Kedua oknum yang akan menemani kalian di malam jum'at...



...๐ŸŒนHAPPY READING๐ŸŒน...


-HAPPY FRIDAY NIGHT-


Gavano kemudian menatap wajah cantik istrinya yang sudah berbaring di ba..wahnya. Tak butuh waktu lama bagi Gavano untuk kembali menjatuhkan ci..uman pada leher Alleta.



Baru kemudian lelaki itu berpindah untuk men..ciumi bibir mungil istrinya


"U..g..h..! Vano," Panggil Alleta di sertai dengan le..gu..hannya.


"Kali ini kamu ingin menggodaku seperti apa siluman kecil?" Tanya Gavano yang mulai menurunkan ci..u..mannya ke da..da Alleta.


"A..h..! Aku,"


Tangan Gavano mulai nakal menyusup di balik rok cosplay yang di kenakan Alleta,


Lelaki itu mulai me..raba pa..ha mulus istrinya, sementara ci..u..mannya sudah merambah ke perut.


"Sebaiknya secepatnya harus ada seorang putra atau putri di dalam." Ucap Gavano sambil me..ji..lati bagian pe..rut Alleta.


"A..h..! Vano.!, U..g..h."


Kembali lelaki itu menatap wajah Alleta yang memerah, lantaran sesuatu yang sudah bergejolak dalam dirinya.


"Kamu suka laki-laki atau perempuan.?" Tanya Gavano sambil me..ngu..lum ujung benda lunak dan kenyal mi..lik istrinya.


"A..h..h.., Banyak yang mengatakan, Ugh.! anak perempun akan mirip dengan ayahnya, u..g..h.!, melahirkan anak perempuan berwajah dingin sepertinya bagus juga, a..h..!" Jawab Alleta di sertai le..gu..han-le..guhan dan de..sa..hannya


"Maka kita akan memiliki satu.!" Sambung Gavano.


Tangan Gavano kembali mulai nakal, dan menyusup di bawah sana, me..raba sesuatu yang manis,


"A..h..." De..sah Alleta saat Gavano mulai me..ne..kan bagian yang me..nonjol kecil di dalam in.ti Alleta dengan jari tengahnya.


"Sepertinya ada yang sudah tidak sabar untuk sesuatu" Ucap Gavano sambil memperlihatkan dua jarinya yang terdapat cairan putih bening. Membuat Alleta semakin merona, dan berpaling ke arah lain.


"Kamu.. kamu, apa yang kamu lakukan.?" Ucap Alleta malu


"Lihat aku siluman kecil.?"


"Tidak mau.! siapa suruh kamu mempermainkanku."


"Maka tetaplah seperti itu." kata Gavano yang menurun dan bersimpuh di bagian se..lang..kangan Alleta.


Lelaki itu me..m..buka lebar kedua pa..ha Alleta


"Apa.. yang kamu lakukan.?"


"Tentu saja membuatmu menatapku.!"


Gavano mulai bermain dengan li..dah..nya di sana. Meskipun terhalang oleh CD yang di kenakan Alleta, namun tetap saja gadis itu dapat merasakan ni..k..matnya pe..rmain li..da..h Gavano di area in..ti miliknya.


"U..g..h..!, Va..no.., A..h..!"


"Sungguh manis..." Ucap Gavano ketika me..n..cium aroma stroberry itu.


Puas bermain di bawah sana, kembali Gavano me..ni..ndih Alleta, me..ci..um bibir mungil gadis itu, sementara tangannya me..re..mas benda lunak yang membusung di da..da Alleta, dan tangan yang satunya tetap bermain di bawah sana.


"Vano...! tolong jangan menyiksaku seperti ini.!"


"Baik sesuai keinginanmu siluman kecil."


Gavano kemudian membuka kaos hitam yang ia kenakan tadi setelah mandi. Sekali lagi gadis yang sedang berada di bawahnya, terpesona melihat keindahan tubuh Gavano yang sempurna. ' Beruntung sekali bisa memiliki pria seperti ini.' Gumam Alleta dalan hati tampa sadar tangannya mengapai dan me..ra..ba bagian kotak-kotak perut Gavano.


"Kenapa.?"


"Sungguh indah."


"Kamu baru sadar ya.? bahwa suamimu memiliki tubuh indah seperti ini,?"

__ADS_1


"Tidak... itu,, aku..." Jawab Alleta menarik tangannya.


"Sepertinya ini menghalangi saja." Ucap lelaki itu sambil me..robek pakaian cosplay Alleta.


Hingga menampakan tu..buh yang polos, tubuh yang sudah siap meneria ke..ha..ngatan dan ke..ni..kmatan.


"A..h..!" De..sah Alleta saat Gavano sudah membenamkan ke..le..lakiannya pada in..tinya.


Perlahan memberikan hen..ta..kan, yang semakin lama hen..ta..kan itu semakin cepat.


Gerakan maju mundur di bawah sana benar-benar memberikan ke..ni..kmatan yang tiada tara.


"U..g..h...! a..a..h..h. A..h...! Vano...aku...aku.."


Mendengar le..gu..han dan de..sa..han yang keluar dari bibir Alleta, membuat Gavano semakin mempercepat ge..rakan maju mundurnya. Hingga membuat Alleta me..de..sah panjan di he..ta..kan terakhir.


"A...h..h...h...h...!" De..sa..h Alleta


"A..g..g..r..h.!" Era..ngan Gavano bersamaan keluarnya cairan putih kental seperti susu di dalam in..ti Alleta.


Seperti biasa Gavano tidak akan puas jika hanya mendapatkan sekali pe..le..pasan. Lelaki itu kemudian merubah posisi Alleta yang di atas, mengambil alih permainan.


Tak tahan dengan ke..nik..matan Alleta me..re..mas rambut Gavano, hingga beberapa saat mereka kembali mencapai pe..le..pasan yang kedua.



Setelah mendapat pe..le..pasannnya, kedua suami istri itu saling memeluk sebelum membersihkan diri, baru kemudian tertidur.


***


Esok hari, pagi-pagi sekali, Alleta membangunkan Gavano untuk segera berbenah dan berangkat ke perusahaan.


Gadis itu mengecup bibir suaminya, beberapa kecupan mendarat di pipi, dan dibibir Gavano. Hingga lelaki itu tebangun.


"Sudah bangun.?"


"Em..." Jawab Gavano singkat.


"Kalau begitu bersiaplah, dan berangkat untuk bekerja."


"Tapi boleh aku minta sarapan dulu.?"


"No...! Bukan sarapan itu yang ku maksud.?"


"Lalu.?"


"Sarapan yang seperti ini." Ucap Gavano kembali menindih Alleta, lalu me..ngauli istrinya di pagi hari."



Beberapa saat kemudian, Gavano sudah bersiap di bantu oleh Alleta memasangkan dasinya.


"Vano..!"


"Emm..!"


"Boleh aku ikut ke perusahaan.?"


"Bukankah hari ini ada jadwal kuliah."


"Bisa ditunda... boleh ya.!"


"Baiklah jika kamu ingin ikut.!"


"Benarkah.?"


"Tentu saja.


Setelah sarapan bersama, Gavano membawa Alleta ke perusahaan, di dalam perjalanan Alleta sesekali mengecup pipi suaminya.


Gavano yang sejak tadi berusaha menahan kelakuan Alleta, akhirnya tak dapat menahannya, segera saja Gavano membaringkan tubuh Alleta dan me..nin..dihnya


"Apa yang kamu lakukan, lepaskan aku."


"Baik, aku akan melepaskanmu, setelah menjawab dua pertanyaanku." Ucap Gavano seraya mencengram kedua tangan Alleta yang di angat keatas.


"Pertanyaan apa.?" mulai memerah.

__ADS_1


"Pertama, apa semalam enak.?"


Seketika Alleta bertambah merona dan tetap diam. 'Apa dia berengsek.? bagaimana aku menjawabnya.?'Ucap Alleta dalam hati malu.


Melihat Alleta diam saja, Gavano menegakkan tubuhnya, dan mengelus dagu bercambangnya.


"Seharusnya enak, kalau tidak... tidak mungkin..." Ucapannya Terhenti lantaran Alleta segera menutup mulutnya.


"Diam..." membungkan bibir Gavano dengan tangannya.


Sementara sopir yang sedang mengemudi tak tau harus berbuat apa mendengar apa yang terjadi di jok belakang. 'Seharusnya aku tidak berada di dalam mobil ini, sehrusnya aku di bawah mobil saja, terlindas mati dari pada harus mendengarkan sesuatu yang seperti itu, nasib harus menjomblo, huhuhu..' gumam sopir itu dalam hati.


Setelah tiba di perusahaan Gavano dan Alleta masuk bergandengan tangan, membuat beberapa karyawan merasa iri dengan kehangata dan kemesraan itu.


Melihat Gavano bekerja dengan serius Alleta yang sejak tadi hanya diam mencoba mengingatkan bahwa sudah waktunya makan siang,


"Vano.! apa kamu tidak ingin makan siang.?" Tanya Alleta yang berdiri di depan jendela kaca.


Dan Gavano menghentikan pekerjaan lalu bangkit dari duduknya, melangkah mendekat ke arah Alleta, memutar tubuh gadis itu menghadapnya.


"Sebelum makan siang, aku ingin makan kamu terlebih dahulu."


"Baiklah aku akan melayananimu pria tua mesum.!"


Alleta lalu membuka dasi dan kacing kemeja putih milik Gavano, lalu megangkat tangan Gavano ke atas dan mengikatnya dengan dasi.


"Alleta... kenapa aku merasa kamu sedang tidak melayaniku.? Tapi lebih mirip seperti menyiksaku." Tanya Gavano.


Dalam posisi duduk di sofa, Alleta naik ke pangkuan Gavano mengelus kedua dada bidang yang terpampang di depannya.


"Untuk itu, kamu jangan meremehkan aku, karna aku sudah belajar banyak."


"Kamu belajar sebanyak ini dari mana.?"


"The origin of species, pemeran utama pria melakukan seperti ini." Jawab Alleta sambil me..nji..lati saliva Gavano.


"heh.. Bukankah itu komik BL yang di gambar oleh bibiku Delia.?"


"Memangnya kenapa jika itu komik BL toh caranya sama saja."


Alleta kemudian membuka gasper Gavano, tangangnya menyusup dan menangkap sesuatu yang sudah me..ne..gang di balik celana itu.


"A..h..h.. Alleta, kamu...a..h.h" Pekik Gavano saat Alleta mulai bermain di sana, Lelaki itu merasakan penyiksaan ke..nik..mtan.


'Ternyata membuat orang yang kita cintai bahagia, adalah salah satu hal yang sangat memuaskan.' pikir Alleta dalam hati


"Siluman kecil" Panggil Gavano menarik kepala Alleta lalu bangkit dari sofa, dan memutar tubuh Alleta membelakanginya, dan kedua tangan Alleta menempel pada dinding kramik.


"Se..sejak kapan dasinya lepas.?"


"Itu adalah rahasiaku, sekarang giliranku" Jawab Gavano, kemudian mulai me..ci..umi tengkuk leher Alleta.


"Ough."


Gavano me..n..cembu leher Alleta, bahkan sesekali men..jilati area kuping gadis itu. 'Keramiknya sangat dingin tapi, suhu tubuh Vano yang ada di belakang panas seperti api.!' ucap Alleta dalam hati.


"A..h..!" De.. sah Alleta saat Gavano melakukan aksinya.


"Bagaimana.?"


"Vano cepatlah...!" Pinta Alleta yang sudah tidak dapat menahan rasa yang menyiksa itu, terlebih lagi sesuatu di dalam dirinya meronta ingin segera meminta pe..le..pasan.


"Kenapa seprti ini, tadi saat kamu menyiksaku barusan, kamu sangat senang."


"Umh...! kamu berbicara sembarangan... a..a..h..h..h, Jangan... jangan mempermainkanku lagi, cepatlah.!" Pinta Alleta.


"Laksanakan."


Ruangan Gavano kini di penuhi dengan de..sa..han dan le..gu..han yang keluar dari mulut Alleta, begitu pula Gavano yang mengeluarkan era..ngannya saat mencapai pe..le..pasannya.


Sementara itu di sebuah Cafe xxx, Felisa dan Arkana bertemu untuk membicarakan sesuatu.


Bersambung...


******


...KOMIK BL YANG DI MAKSUD ALLETA...

__ADS_1



...๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜โœŒโœŒโœŒ...


__ADS_2