KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Pertanyaan Gavano


__ADS_3

"Ah... ibu.!" Sahut Gavano saat Aliya menegurnya.


"Kenapa putra ibu belum tidur.?" Tanya wanita yang sudah berumur namun tetap cantik itu.


Seperti yang Alleta katakan, Aliya lebih cocok menjadi kakak dari pada ibu Gavano.


"Aku ingin bertanya sesuatu pada ibu. Boleh.?" Tanya Gavano saat Aliya sudah merebahkan bokongnya di hadapannya.


"Apa itu Vano.?"


"Apa ibu tau siapa saja wanita dari masa lalu pria tua itu.?" Sambil menegakkan badan yang tadi bersandar seraya meletakkan tab di tangannya dan mulai memasang wajah serius.


"Vano.! wanita dari masa lalu ayahmu sangat bayak, ibu tidak bisa menyebutkannya satu persatu.!"


"Ahh...! maaf, jika aku mengungkit masa lalu ibu.!"


"Hanya saja, jika putraku bertanya siapa yang selalu mengganggu hubungan ibu dan ayahmu, itu tidak begitu sulit untuk ibu menjawab."


Gavano yang tadinya berfikir, lebih baik mencari tahu sendiri dari pada membut ibunya sakit hati, kembali memasang mimik wajah yang serius dan menatap ibunya, Aliya.


"Lalu apa ibu tidak keberatan memberitahu ku.?"


"Tidak, hanya saja, untuk apa putraku menanyakan seauatu yang berhubungan dengan masa lalu.?"


"Tidak, hanya penasaran saja dengan kehidupan cinta ibu dan pria tua itu. Jadi siapa wanita itu.?" jawab Gavano berbohong.


"Emmm... hanya ada Emma dan dan Magie."


"Lalu sekarang, apa ibu tahu keberadaan mereka.?" Bertanya semakin serius.


"Magie adalah istri dari paman ayahmu, terakhir ibu bertemu dengannya saat ibu mengandung Alexa, dan sepertinya dia menjalani kehidupan bahagia di Spanyol."


"Lalu bagaimana dengan wanita yang bernama Emma.?"


"ah, ibu juga tidak terlalu jelas tentangnya, tapi menurut yang ibu dengar dari kakekmu sebelum menikah dengan Sally, wanita itu kembali di kirim ke Amerika, dan tak tau lagi bagai mana kabarnya. Ayahmu sempat mencari tau keberadaannya, tapi sepertinya jejaknya sengaja di hilangkan."


Gavano mngut-mangut mendengar cerita ibunya.


"Nak.! ibu pergi tidur dulu, kamu juga jangan terlalu sering begadang ya.! agar bisa secepatnya memberi ibu cucu yang imut.!"


Gavano hanya terdiam, memikirkan tentang apa yang dikatakan Aliya padanya mengenai ke dua wanita dari masa lalu ayahnya.


Sebentar kemudian, setelah meneguk habis kopinya, lelaki itu kembali ke kamar dan merebahkan diri di samping istrinya yang sedang terlelap. Baru kemudian ia juga ikut terlelap, tapi sebelum itu, ada sebuah dorongan yang membuat Gavano melayangkan kecupan hangat di kening Alleta.


Hingga esok hari, usai sarapan bersama, sebelum Gavano berangkat ke perusahaan, Aliya dengan menenteng tangan si kembar menghampirinya, beserta sebuah tas dan beberapa mainan yang di bawa oleh pelayan.


"Ibu mau kemana.?"


"Ibu ingin pulang ke rumah lama, ibu sangat merindukan rumah yang menjadi saksi cinta ibu dan ayahmu."

__ADS_1


"Tapi, kenapa ibu juga membawa mainan.? apa ibu mengandung lagi.?" Tanya Arkana yang juga hendak berangkat ke lokasi syuting.


"Anak nakal, berhenti menggoda ibu, ayahmu sudah sangat tua untuk seorang bayi lagi."


"Bukankah ayah masih sehat dan segar.?"


"Arkana.!" Bentak Gavano, dan seperti biasa Arkana hanya bisa diam.


"Vano, Alleta, Ibu ingin membawa Fia dan Faiq ke rumah lama. Biar bisa ada yang menemani ibu selama ayahmu belum kembali, dan juga ibu pinjam dua pelayan ini ya.!" Sambil menunjuk ke arah pelayan yang seddang membawa barang Fia dan Faiq.


'Huh, kamu pikir ibu bodoh Vano.! aku membawa ke dua pelayan ini, agar kamu bisa dengan leluasa bermesraan dengan menantuku dan aku akan segera punya cucu yang imut... hahahah.!' Ucap Aliya dalam hati.


"Dan kamu Arkana, malam ini juga harus kembali ke rumah lama.!"


"Tidak mau.!" Sergah Arkana.


Walaupun Gavano sering memberinya hukuman, tapi tetap saja Arkana lebi nyaman di kediaman Gavano.


"Kamu harus kembali."


"Ibu, Arkana seaat ini sedang dalam masa menjalani hukum, jadi tidak di perbolehlan kemanapun, selain ke lokasi syutin, universitas dan di rumah."


"Tapi..."


"Tak apa bu, Arka juga tau apa yang harus Arka lakukan. Tidak berkeliaran di malam hari kan.?"


Setelah menyepakati permintaan Gavano, Arkana dan Gavano berangkat bersama, sedangkan Alleta seperti biasa hanya mengenakan sepeda motor saja.


******


Seminggu berlalu sejak Aliya membawa si kembar ke kediamannya berhatap Gavano dapat menghabiskan lebih banyak waktu untuk bermesraan tampa gangguan si kembar. Namun semua tidak sesuai dengan harapannya. Gavano justru dangat sibuk di perusahaan dan jarang pulang.


Begitu pula dengan Alleta, gadis itu juga sibuk menyiapkan makalah-makalah yang di tugaskan oleh dosennya. Dia hahanya bertemu Gavano saat hendak tidur saja, dan jika melihat Gavano Alleta akan berpura-pura tidur.


Sedang Gavano tak ingin menganggu Alleta, hanya satu kecupan saja yang selalu Gavano berikan di kening sebelum terlelap.


Seperti biasanya, Gavano pagi-pagi sekali sudah tidak berada di rumah, Alleta bahkan hanya makan sendiri saja. Lantaran Arkana semalam menginap di kediaman Revandra dan Aliya yang lama.


Ponsel Alleta berdering...


"Hallo.?" Sahut gadis yang tengah duduk bersantai sebelum sarapan.


"Kamu, kenapa baru mengangkatnya." Teriak Arkana di sebetang telfon yang semalam tidak pulang, dan menginap bersama ibunya.


"Suka-suka aku.!"


"Kamu dasar wanita...!"


"Apa.? Simpan tenagamu, jangan berteriak sesuka hati di sana, Jangan menganggu dan melecehkanku hanya karna kamu tidak mendapat uang jajan dari kakakmu."

__ADS_1


"Apa kamu bilang.?... aku.? melecehkan.? Kamu.? Dasar wanita gila, kamu sakit mental...!"


"Siapa yang membuat panggilan pelecehan ini.? Tentu saja itu kamu, kamu melecehkan kakak iparmu yang seperti putri ini.?"


"Alleta Anastasia, apa kamu kira, kamu naik tahta dan menjadi putri.? Dan bilang aku melecehkanmu, dasar bodoh." Teriak Arkana yang sudah bergejolak api emosinya


"Kamu memang adalah orang yang membut panggilan pelecehan ini."


"Melecehkanmu?, aku tidak mau melihatmu lagi."


Keduanya sama-sama memutuskan panggilan.


Di perusahaan Gavano lagi-lagi memikirkan tentang Alleta, sambil menatap foto-foto gadis itu melalui akun media sosialnya.


"Apa aku sudah terlalu lelah akhir-akhir ini.? Sebenarnya apa aku benar-bebar punya pemikiran semacam itu pada Alleta.? heemm lupakan, sepertinya aku harus merubah jadwalku." ucapnya sambil memijit keningnya.


Gavano tidak pulang ke rumah malam itu.


Pagi hari di kediaman Gavano, Alleta yang sudah berbenah menuruni anak tangga


"Nyonya muda, silahkan makan." Ucap pelayan yang membungkuk pada Alleta. baru kemudian menuntun gadis muda itu ke meja makan. Bahkan seorang pelayan wanita tepesona dengan kecantikan Alleta.


Tak butuh waktu lama bagi Alleta untuk sampai ke meja makan, dibantu oleh pelayan menarik kursi untuknya,


"Apa tuan tidak pulang.?"


"Tidak nyonya.! beliau hanya menelfon dan berpesan untuk membuatkan sarapan untuk anda."


"Oh... termah kasih.!" Dengan seenyum hangat dan mempesona.


Lagi-lagi pelayan wanita itu terpesona dengan Alleta.'Nyonya muda Gramentha secantik ini, aku takut tuan muda pertama akan mengalami masa-masa sulit di masa depan.' Gumam pelayan itu dalam hati


"Nyonya, muda, ada yang mencari anda." Panggil seorang pelayan yang baru tadi pagi di pekerjakan di kediaman Gavano, lantaran dua pelayan di bawah oleh ibu Gavano, Aliya.


Bersambung...


******


Author note : hai kakak reades setiaku, 😊😊😊sengaja hari ini aku kasih tiga chapter, soalnya kemungkinan besok tidak up, dan kembali up lusa...πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™ makasih banyak


πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ€—πŸ€—πŸ€—


Maaf banget yah.


...Salam hangat dari Alleta...



...

__ADS_1


__ADS_2