
...🌹HAPPY READING🌹...
"Maaf, apa anda mencariku.?" Tanya Julia Menggunakan bahasa Maroko bertanya pada pria di dekat jendela itu.
Mendengar suara Julia, pria itu memutar badan lalu menatap Julia,
"Sayang...!" Panggil Julia berlari ke pelukan Axcel.
Kerinduan yang selama ini Julia rasakan akhirnya dapat terobati, dia memeluk erat Axcel, meski laki-laki itu tidak membalas pelukannya, dia hanya diam mematung.
Puas memeluk Axcel, Julia ingin menciumnya, lagi-lagi Axcel berpaling. Tapi bukan Julia namanya jika dia tidak berusaha mendapatkan apa yang dia mau.
Julia berjinjit, dan berbisik ke telinga Axcel.
"Sayang.! Lihat ke sana.!"
Axcel memutar wajahnya dan Cup... kecupan bibir Julia hinggap di bibir Axcel. Julia sudah bahagia meski hanya sebentar mencium Axcel.
"Emm... kenapa tiba-tiba datang.?" Tanya Julia melepas pelukannya.
"Aku ada bisnis di Maroko, kebetulan saja ku ke universitas ini." Jawabnya berbohong, padahal sebenrnya dia juga tidak tahu apa yang membuatnya datang ke Maroko setelah mendengrkan perkataan ayahnya.
"Oh... begitu.? Aku pikir kamu merindukanku sayang.!"
"Cih... Jangan bermimpi."
"Emm... begitu, sayang aku lapar...!"
"Baik, kita makan, mari cari restauran yang makanannya enak di sini."
"Emm... itu sayang, universitas ini tidak mengijinkan siswanya untuk ke luar selama itu masih belum jam pulang.!"
"Lalu...?"
"Makan di kantin universitas saja, makanannya juga tidak kalah enak sama restauran-restauran biasa." Kata Julia memelas
"Ok...!"
Julia meminta Axcel terlebih dahulu menunggunya di kantin universitas, sebab biar bagaimanapun Julia harus meminta izin pada dosen yang akan memulai pelajaran di kelas julia.
"Pak Adrian, keluargaku datang dari kota S. Apa boleh aku absen untuk kelas bapak.?"
"Jika itu menyangkut keluarga, maka tak apa gadis cantik." Jawab dosen Adrian seraya mengelus rambut pendek Julua.
Sementara itu, di kantin Axcel berjalan mencari tempat. Ketampanannya membut semu gadis-gadis di kantin itu memujinya.
"Lihat siapa itu..."
"Apakah dia malaikat.?"
"Aku belum pernah melihat pria seusianya begitu tampan di universitas ini kecuali dosen Adrian.!"
"Benar, dia tampan sekali."
"Aku belum pernah melihatnya."
"Lihat itu, dadanya, aku serasa ingin mengoyak semua bajunya."
"Ohh... ada malaikat."
Itu lah yang keluar dari mulut para gadis yang mengagumi Axcel, Dan salah satu dari mereka memberanikan diri menghampiri Axcel.
"Hallo...!" Sapa gadis itu
"Hallo...!" Jawab Axcel.
"Aku Jenny, boleh tahu siapa nama kamu.?" Tanya gadis itu mengulurkan tangan
Tapi Axcel tidak meraihnya
"Axcel." Hanya itu yang keluar dari mulutnya.
__ADS_1
"Aku belum pernah melihatmu di univeraitas ini.? apa kamu mahasiswa atau dosen baru di univeraitas ini.?"
"Bukan keduanya."
"Lalu kamu datang untuk bertemu seseorang."
"Begitu kira-kira."
"Siapa.?"
"Julia..."
"Julia siswa pertukaran pelajar itu ya.!"
"Begitu..."
"Kamu siapanya.?"
"Apa itu penting.?"
"Tidak juga... tapi apa kamu tahu kalau saat ini Julia sedang menjalin hubungan dengan dosen kami, namanya pak Adrian dosen paling tampan dan muda di universitas ini."
Jenny, mengeluarkan semua apa yang ada ada hatinya, dia menjelekkan Julia, lantaran dia memeng sangat membencinya, terlebih Julia sangat dekat dengan dosen Adrian yang menjadi incaran para siswa di unuversitas itu.
Tak sedikit siswa membenci Julia, tapi karna Julia tidak menanggapi mereka, ya mau tidak mau, mereka juga tidak menggangu Julia, apalagi mereka sudah mendapat teguran dari kepala universitas saat hendak mengerjai Julia.
Axcel menggepalkan tangannya dan menumbuk meja,
"Berhenti." Bentak Axcel
Jenny yang dari tadi mengomel terkejut dan menutup mulutnya. Gadis Maroko itu heran mengapa Axcel tiba-tiba marah padanya hanya karna dia mengomel tentang Julia.
***
"Sayang....!" Panggil Julia berteriak ke arah Axcel.
Hal itu membut semua gadis yang mengagumi Axcel tercengan mendengar Julia memanggil laki-laki tampan itu dengan sebutan sayang.
Tidak seperti Julia yang ada di hadapan mereka.
"Oh... ada Jenny juga.!" Sapa Julia
"Hai Juli..."
"Oh iya, Jenny, dia Axcel, dia keluar...!"
"Aku Suaminya.!" Kata Axcel memotong perkataan Julia.
Kembali meraka terkejut dengan pengakuan Axcel, dan kali ini bukan hanya mereka, namun Julia yang berada di samping Axcel ikut terkejut, dia bahkan menganga dan melongo.
"A... ap...apa itu Benar Juli.?" Tanya Jenny masih terkejut.
"Ya... begitulah.!"
"Jadi kamu selingkuh dengan pak Adrian."
"Tidak... aku tidak ada hubungan dengannya."
"Tapi kami sering melihatmu berduan di ruangannya."
"Itu kamu saja yang melebih-lebihkan, aku hanya membicarakan tentang tugas-tugasku." Jelas Julia.
Persaan Axcel menjadi lega, mendengar penjelasan Julia, hampir saja dia terbakar amarah yang tidak jelas akibat perkataan-perkataan Jenny.
"Lalu Jenny, apa kamu masih mau menganggu kami. Aku harap kamu bisa mengerti situasi, aku merindukan suamiku, dia datang jauh dari kota S, jadi tolong beri kami waktu."
Dengan kesal Jenny menarik tasnya di meja yang sempat dia letakkan sebelum menyapa Axcel, lalu pergi dari tempat itu.
"Lepaskan." Kata Axcel menarik lengannya yang sejak tadi di peluk Julia.
'Dia kenapa.? tadi tiba-tiba mempubikasi hubungan kami, sekarang tiba-tiba marah.' Pikir Julia dalam hati.
__ADS_1
"Pesan secepatnya, lalu mengikuti pelajaran selnjutnya." Kata Axcel.
"Kamu mau langsung pulang ke kota S.?"
"Tidak, aku akan menunggumu hingga selesai, kita pulang bersama di mana kamu tinggal."
Setelah makan Julia kembali mengikuti kelas, sementara Axcel menunggunya di mobil hingga kelas Julia selesai dan segera ke tempat Julia.
"Cukup bagus..." Kata Axcel, setelah masuk ke apartemen sederhana yang di sewa Julia.
"Ya...! berkat uang yang selalu kamu kirim.!"
"Oh...!"
Axcel duduk di sofa, dan merogoh sakunya untuk meraih sebungkus rokok dan sebuah pemetik, dia mengambil satu batang dan menyalakan pemetiknya, lalu menyelut rokok.
Axcel menghembuskan asap ke langit-langit apartemen.
"Tunggu sebetar, aku mau mandi.!" Kata Julia.
Axcel hanya diam dan menikmati rokoknya, matanya terarah ke sebuah meja belajar, Ada sebuah bingkai foto kecil di sana. Dan itu menarik perhatiannya. Laki-laki itu bangkit dan berjalan ke arah meja. Dia meraih bingkai foto kecil itu
"Kekanak-kanakan." Kata Axcel, setelah melihat bingkai foto yang isinya adalah foto saat pernikahannya dengan Julia, yang hanya bermodalkan gaun pengantin biasa. Dan Axcel hanya menggunakan setelan jas yang biasa pula.
Puas melihat foto itu, Axcel kembali meletakkannya di tempat semula dan mulai menyapu pandang sekeliling ruangan itu.
Di mana, kamar mandi, dapur, dan tempat tidur menyatu di suatu ruangan yang tentunnya agak luas.
"Sedang apa.?" Tanya Julia.
Axcel menatapnya, menatap Julia yang keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang hampir tidak menutupi semua tubuhnya.
Terdapat tetesan-tesan air yang jatuh dari rambut Julia yang jatuh di bahunya, sisa-sisa keramasnya, entah mengapa hal itu membut Axcel melihat Julia begitu mempesona.
Seperti biasa Julia tampa ragu melepas handuk yang melilit di tubuhnya, memperlihatkan setiap inci pada Axcel, Axcel menoleh ke arah lain untuk menghindari penglihatanya.
"Perhatikan sikapmu Julia.?"
"Sayang, ada apa.? Bukankah kamu juga sudah melihat semuanya."
Memang benar apa yang dikatakan Julia, tapi itu sudah lama sekali, sudah setahun yang lalu, Axcel melihatnya
Axcel menelan ludahnya yang terasa manis karna sisa-sisa menyelut rokoknya. Wajahnya memerah, Semetara Julia menghampirinya dengan tubuh polosnya.
Julia menempelkan tubuhnya pada dada bidang Axcel, membuka kancing kemeja leki-laki itu, dan meraba dada bidang Axcel.
"Sayang.! apa kamu menginginkanku malam ini.?" Tanya Julia.
Bersambung...
******
Author note : Hai para readersku yang setia... terimah kasih banyak yah atas dukungannya selam inu, gak kerasa udah sampe chap 100 lebih.
Ngomong-ngomong, gimana seru gak.? oiya satu lagi just info, kemarin ada readers yg menyarankan untuk mengajukan kontrak, iseng-iseng aku coba dong, ehh... ternyata gak sampe seminggu keterima dong...
Seneng gak tuh...😀😀😀. Sebenarnya aku tidak tahu apa keuntungan dari kontrak, klo ada yg tahu, tulis di komentar yah.
Pokoknya makasih banyak ya buat para readers...😘😘😘
Jadi jangan lupa
- LIKE
- KOMEN
- FOTE
- DAN BERI HADIAH
__ADS_1
Jika berkenang, klo gak, gak apa2 kok. baca aja novelnya selagi kalian suka aku tetep seneng.