
Selamat malam para readers, seperti biasa jika malam jumat, Maka author akan menyediakan yang hot hot...βββ. Jadi sebaiknya di bca setelah taraweh aja yah.πππ Awas bukan area bocil loh yah.
...πHAPPY READINGπ...
"Vano..." Panggil Alleta.
"Hem.." Masih sibuk mencembui leher jenjang Alleta. Sementara Alleta menyapu tengkuk leher lelaki itu
"Bagaimna dengan apa yang kamu janjikan.?"
Pertanyaan Alleta, membuat Gavano menghentikan aktivitas me..nce..mbunya.
"Saat ini tidak ada yang lebih penting dari pada ini." Ucap Gavano seraya melirik ke bagian bawah di ikuti Alleta.
"Tapi..."
Namun Gavano tak mengindahkan sergahan Alleta, lelaki itu kembali men..cem..bui leher Alleta, mulai membuka kancing dress yang di kenakan Alleta, perlahan tangan Gavano menyusup di balik kain dresa itu.
"A..h..." De..sah Alleta saat Gavano me..re..mas lembut benda kenyal mem..busung milik Alleta.
Hingga Gavano mulai membuka dress berwarna biru muda itu dan melemparnya ke sembarang arah, Seketika mata Gavano terbelalak melihat keindahan polos di hadapannya.
Lelaki itu menatap sesaat membuat Alleta kikuk dan wajahnya berubah merah jambu. 'Sial... kau sungguh gadis yang telah mengoyak hatiku Alleta' Ucap Gavano dalam hati, Baru kemudian menyapu setiap inci tubuh Alleta yang sudah polos dengan ci..uman-ci..uman lembutnya.
Hingga Alleta, meng..elinjang-nge..linjang, terlebih lagi cambang Gavano terasa menusuk kesetiap pori-pori kulit gadis muda itu.
"Vano...!"
"Em...!
"Aku...!"
Sesaat Gavano menghentikan ci..u..man itu dan menatap wajah cantik istrinya di bawah remang-remang sinar lampu.
"Alleta, aku..."
Cup... Alleta berinisiatif men..cium Gavano, tangannya juga kini telah menarik tengkuk leher Gavano,
"Tuan Vano yang terhormat, tidakkah kamu mengabaikan tubuhku terlalu lama dengan pikiran-pikiranmu saat ini.?"
Mendengar ucapan yang keluar dari bibir mungil istrinya, tampa menungu lama lagi, Gavano kembali men..cembui Alleta, Sambil melepaskan pakaiannya sendiri dan melempar ke sembarang arah. Baru kemudian tangan mereka saling berpagut
"Lembutlah.."
__ADS_1
"Sesuai permintaanmu siluman kecil"
Beberapa lama bermain pada bagian leher Alleta, Gavano menurunkan ci..uman itu ke dada Alleta.
"Ugh...!" Leguh Alleta.
"Manis sekali..." Ucap Gavano seraya menurunkan ci..uman..nya ke bagian in..ti Alleta.
Gavano membuka da..la..man berwana putih transparan itu, hingga memperlihatkan sebuah gundukan bu..lu-bu..lu halus terpampang jelas di depan matanya.
Menyerbakkan aroma stroberry yang sudah menjadi candu Gavano. Sejenak Gavano terdiam memandangi sesuatu yang beraroma stroberry itu, hingga akhirnya mulai menyentuh dengan telunjuknya, sedikit menekan pada benda me..no..jol di ba..gian dalam in..ti gadis itu.
"a..h..!, Kembali Alleta me..de..sah, seraya tangannya mengapai-gapai untuk mencari sesuatu yang bisa ia re..mas agar de..sa..han..nya tidak keluar
"Tak apa, di rumah ini hanya ada kita berdua, maka lepaskan saja. tak perlu ditahan" Pinta Gavano pada istrinya untuk melepaskn de..sa..hannya.
Memang pada dasarnya, de..sa..han yang keluar dari bibir mungil Alleta, seperti irama yang merdu bagi Gavano, dan de..sa..han itu juga adalah sumber ga..i..rah Gavano.
Semakin besar alunan de..sa..han dan le..gu..han yang keluar dari bibir Alleta, maka semakin tinggi has..rat Gavano.
Seperti yang Gavano katakan, Alleta mengeluarkn de..sa..hannya hingga memenuhi kamar itu. Maka semakin lihai pula Gavano bermain dengan li..da..hnya di bagian in..ti istrinya.
Ketika li..dah..nya menekan pada satu titik, di saat itulah Alleta me..me..kik dengan legu..han dan de..sa..hannya.
"Aa..hh..hh....!" De..sah panjang Alleta keluar bersamaan dengan puncak pelepasannya.
Nafas gadis itu memburu, 'Apa aku sudah gila.? beru kali ini aku merasa ada sesuatu yang berbeda.' Ucap Alleta dalam hati sementara wajahnya semakin merona. Sebenarnya memang baru kali ini Alleta seperti rela tampa meronta atau banyak drama terlebih dahulu, gadis itu menyerahkan tubuhnya pada seorang lelaki yang sudah menjadi suaminya dengan suka rela.
Gavano kembali me..nin..dih Alleta, dan mengarahkan mi..li.knya pada in..ti Alleta.
"U..gh...! Le..guh Alleta saat mi..li..k Gavano sudah terbenamkan dengan sempurna. Sementara memberikan hen..ta..kan di bawah sana, Gavano juga me..nci..um bibir mungil Alleta.
Melihat Alleta seperti hampir kehabisan nafasnya, Gavano menarik ci..u..mannya berpindah ke leher jenjang Alleta. Berbisik lembut hingga deru nafas Gavano terasa hangat dan jelas di rasakan Alleta.
"Sekali lagi aku akan mengtakannya."
"Ap...a..h..h.. Apa it..u..gh.! Apa itu.?"
"I love you siluman kecil" Perkataan Gavano yang keluar dari mulutnya bersamaan he..ntakan terakhir yang di berikan di bawah sana.
"A..a..h..h.!" De..sah Alleta panjang.
"Ag..rh..hh...!" Pekik Gavano bersamaan sesuatu yang sejak tadi ingin dilepaskan.
Tampa mencabut mi..liknya, Gavano kembali me..ne..gang, dan seperti biasa jika hal itu terjadi, maka Gavano tidak akan berhenti. Namun kali ini, lelaki itu melakukannya sedikit lembut agar Alleta tidak terlalu sakit dan perih jika telah selesai.
Butuh waktu sejam bagi Gavano untuk mendapatkan pe..le..pasannya yang kedua. Dan setelah mendapatkannya. hanya beberapa menit saja akan kembali mene..ganng hanya dengan melihat tubuh istrinya.
__ADS_1
Untuk mencapai pelepasan yang ketiga, Gavano menggedong Alleta masuk ke kamar mandi, tampa melepaskan sesuatu yang tengah berpagut di bawah sana.
Pelan-pelan Gavano menyandarkan tubuh Alleta ke dinding kamar mandi.
"Vano...!"
"Em...!"
"Aku takut..."
"Tenanglah, aku tidak akan menjatuhkanmu."
Alleta hanya mengangguk seraya memberi isyarat pada Gavano untuk melanjutkannya. Tak mau membuat Alleta menunggu, Gavano kembali memberikan hen..taka-hen..takan nikmat di bawah sana,
"A..h..h.! U..u..g..h.!, Va..ah..Vano.!"
"Panggil aku suamiku." pinta Gavano tetap bergoyang ma..ju mun..dur.
"U..g..h..! Su.. A..h..h.! Sua... u..g..h.!"
"Apa siluman kecil,.? katakan dengan jelas, aku tak bisa nendengarmu." Semakin mengencangkan hentakannya.
"Suamiku.... A..a..a..a..h..h..h" Panggilan Alleta bersaman dengan ke..pua..san yang mereka dapatkan secara bersamaan
Sepasang suami istri itu kini mencapai pe..lepa..sannya masing-masing, tak mau membut Alleta merasakan sakit di bagian sana, Gavano menghentikannya. Meskipun dirinya sebenarnya belum terlalu puas, akan tetapi melihat Alleta yang sudah sangat suka rela menerima dirinya, itu sudah cukup bagi Gavano. 'ah... Sudahlah, toh masih ada banyak waktu untuk melakukannya. Alleta, aku mencintaimu.' Ucap Gavano dalam hati.
Setelah membersihkan diri, Alleta langsung tertidur. Hingga Gavano yang harus memakaikan lingrie pada istri cantiknya itu. Baru kemudian memakai celana pendek, dan ikut tertidur sambil mendekap gadis yang sangat ia cintai.
***
Esok hari di perusahaan Riko dikejutkan dengan kedatangan Alexa.
"Kakak...!" Panggil Alexa manja, berlari dan memeluk Riko sembari melayangkan sebuah kecupan pada leher leleki itu,
Ingin sekali rasanya Alexa untuk mencium bibir Riko, namun apalah daya, Alexa tidak dapat menggapainya, meskipun Alexa sudah berjinjit, tetap saja tidak dapat mencapai bagian yang ia inginkan, jadi hanya bagian leher Riko yang dapat ia jatuhkan ciumannya itu.
Riko mendorong lembut Alexa.
"Alexa, bukankah aku sudah mengatakannya. Behentilah menggangguku, aku tidak cocok denganmu.!" Ucap Riko yang sadar akan statusnya.
"Tidak kakak, aku tidak akan berhenti. Kamu bohong.! Lexa tau kakak juga menginginkannya kan.?"
"Alexa.! Diam."
"Jika itu karna tatus, maka Lexa rela melepaskan semua yang ada pada Lexa, asalkan kakak mau hidup bersama Lexa." Ucap Alexa memohon.
Tiba-tiba ganggang pintu ruangan Riko bergerak, seperti akan ada seseorang yang akan masuk. Alexa segera menyusup ke bawah meja untuk bersembunyi.
__ADS_1
Bersambung...
******