
"Aleta..." Panggil Vano yang terkejut melihat kedatangan istrinya.
Sedang Alleta terus berjalan menghampiri Gavano lalu menyela Felisa agar sedikit menjauh dari lelaki itu.
"Selamat ulang tahun Suamiku, Vano.!" Ucap Alleta keras di sertai dengan senyum yang menghiasi wajah cantiknya.
Suami.? kapan presedir Gavano menikah.? Ya.! itulah pertanyaan-pertanyaan yang timbul di atara para tamu,
Tak mau mengulur waktu, Gavano segera saja meraih pinggan Alleta agar lebih mendekat padanya.
"Semuanya...! Dia adalah Nyonya muda Gramentha, Alleta Anastasia Gramentha." Ucap Vano bangga.!
Tidak sedikit yang memuji kecantikan Alleta, terkagum-kagum dengan pesona gadis muda yang saat ini berada di samping presedir Gavano. Namin tak sedikit juga yang membeci Alleta.
Mereka membeci Alleta lantran sudah tidak ada hrapan untuk mendapatkan seorang presedir tampan seperti Gavano, yang banyak di minati oleh wanita-wanita cantik untuk di jadikan suami.
Tapi apa daya, semuanya hanya angan-angan yang tidak mungkin mereka capai, melihat betapa cantiknya nyonya muda Gramentha, mereka lebih memilih berhenti untuk berhayal.
Berbeda dengan Felisa, Wanita cantik itu justru sangat kesal dan timbul dendam terhadap Alleta, karna kehadiran gadis itu menggagalkan rencananya untuk membuat semua orang berfikir bahwa dialah wanita Gavano satu-satunya.
Melihat Alleta di sambut hangat oleh keluarga Gavano, Felisa segera meninggalkan tempat itu.'Gadis sialan, rupanya dia masih selamat, ok, kali ini kamu memang bisa menghindar, tapi lain kali, tidak akan pernah,!' Maki Felisa meninggalkan tempat itu.
"Alleta, ini ayah dan Alexa." Gavano memperkenalkan Alleta pada ayahnya dan adik perempuannya.
"Hallo kakak ipar, maaf waktu itu aku membuatmu salah paham."
"Tak apa, salahku juga tidak bertanya terlebih dahulu, Lalu, untuk ayah, maafkan aku, kita berkenalam saat itu dalam keadaan yang tidak seharusnya."
"Tak apa Nak,! saya tidak menyalahkan kamu, karna pada dasarnya, bocah tengil ini memang kurang ajar" Jawab Revandra sambil melirik ke arah Arkana.
"Maaf menyela pembicaraan keluarga anda presedir Gavano. Tapi kami semua ingin menyakan seauatu, apa boleh.?" Tanya salah satu wartawan
"Silahkan!" Jawab Gavano datar.
"Tentang pernikahan anda, kapan itu terjadi.?"
"Sekitar beberapa bulan yang lalu.!" Jawab Gavano
"Lalu di mana anda bertemu istri anda.?"
"Dia begitu muda, bagaimana dengan asal usulnya.?"
"Bukankah anda saat ini sedang berkencan dengan nona Luna.?"
"Apa kalian menikah karna saling mencintai.?"
"Siapa yang mengatakan cinta terlebih dahulu.?"
Begitulah pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh wartawan yang penasaran ingi tahu tentang pernikahan itu untuk Gavano, Akan tetapi tak satu pun yang ia jawab kecuali kapan ia menikah.
Tak samapi di situ, para wartawan yang penasaran bahkan beralih bertaya pada Alleta, namun gadis yang belum pulih total itu tiba-tiba merasakan pusing.
Sampai pada pandangan terakhirnya, ia terjatuh dan tidak sadarkan diri, membuat keluarga Gavano panik.
"Alleta...!" Panggil Gavano bersamaan dengan ibunya.
"Semuanya, aku akan membawa istriku pulang untuk beristirahat, Tentang pertanyaan kalian, jika ada yang berani menyebarkan berita sembarangan, maka silahkan berurusan dengan pengacara keluarga Gramentha." Ancam Vano di kalimat terakhirnya.
Tentu saja di atara wartawan dan media itu tidak ada yang berani, Namun ada satu orang yang memperlihatkan senyum iblisnya.
"Ibu, Ayah, Vano akan membawa istriku kembali untuk beristirahat, urusan di sini aku serahkan pada ayah dan Riko.!"
"Baik, pergilah nak, jangan lupa kabari kami jika ada sesuatu yang terjadi padanya." Ucap Aliya cemas pada menantunya.
__ADS_1
"Baik bu."
***
Di Villa xxx, Gavano membaringkan Alleta ke tempat tidur lalu meminta Dr.Aneth segera memeriksanya.
"Jangan khawatir, nyonya baik-baik saja, dia hanya kelelahan."
"Siapa yang membawanya datang menemuiku.?"
"Itu... tadi tuan Reygan datang untuk melihat keadaan nyonya, tapi nyonya memaksa agar tuan Reygan mau membawanya untuk bertemu dengan anda.!" Jawab Dr.Aneth.
"Baiklah, kembalilah, jika terjadi sesuatu, aku akan memanggilmu."
Sebentar setelah Dr.Aneth berlalu, Gavano duduk di tepi pembaringan, menatap wajah istrinya, mengusap pipinya. Hingga beberapa saat, Alleya tersadar.
"Vano...!"
Gavano tidak menjawabnya, dia hanya langsung memeluk Alleta, kekhawatirannya menghilang melihat Alleta sudah sadarkan diri.
"Vano.! kamu memeluk terlalu kencang.!"
"Ah,, maaf."
Puas memeluk Alleta, Gavano melerai pelukan itu, lalu mengangkat dagu Alleta
"Mengapa tidak patuh.?"
"Itu... aku tidak mau jadi istri yang durhaka karna tidak menghadiri ulang tahun suaminya.!"
"Hahaha... kamu ini, pdahal aku sudah melarangmu,"
"Tapi aku sudah tidak apa-apa sekarang."
"Benarkah." Tanya Gavano mencoba menekan pada bagian bahu Alleta
"Katanya sudah tidak apa-apa. Andai saja gaunmu tidak menutupi memar di sekujur tubuhmu, mungkin saja orang-orang akan berangapan bahwa seorang presedir Gavano yang bergelimang harta melakukan kekerasan dalam rumah tanga.!" Canda Gavano.
"hahahaha... itu, kamu memang selalu melakukan kekerasan padaku.!"
"Di mana, kapan dan bagian mana.?"
"Tentu saja jika itu berhubungan dengan area se..langkangan, kamu selalu melakukannya tampa henti." Tersenyum kecil membalas candaan suaminya.
"Apa kamu tidak suka.?"
"Ya...!"
"Maafkan aku, aku tidak akan mengulanginya."
"Tapi aku hanya bercanda...hehehe.!" Tawa Alleta membuat Gavano kembali memeluk istrinya.
"Vano...!" Panggil Alleta
"Em...!"
"Aku tidak suka dengan wanita yang bernama Felisa itu."
"Lalu apa yang kamu ingin aku lakukan.?"
"Tentu saja berhenti bertemu dengannya."
"Tidak bisa Alleta, saat ini dia masih bernaung di Gramentha intertaimen, dan lagi ada sesuatu yang membuatku mempertahankannya, tapi aku janji setelah semuanya selesai, aku tidak akan bertemu dengannya lagi.?"
__ADS_1
Sebentar Alleta berfikir, baru kemudian menatapa wajah suaminya.
"Apa itu yang membuat kamu mempertahankannya."
"Aku akan memberitahumu, tapi jangan beri tahu siapa-siapa.!"
"Janji..."
Lantaran sangat mencintai Alleta, Gavano berfikir tak ada yang harus di sembunyikan antara mereka, Dan memberithu Alleta semuanya.!
Begitulah memang seharusnya, jika diantara dua insan saling mencintai, maka tak ada yang perlu di sembunyikan pada pasangannya. Baik itu adalah hal yang paling kecil sekalipun.
Di waktu yang bersamaan, di salah satu kamar yang ada di rumah tempat perayaan pesta ulang tahun. Reyaga sedang mencembu seorang perempuan cantik.
"Benar apa katamu, setelah sekali melakukannya denganmu, maka tidak akan melakukannya lagi dengan orang lain." Ucap Delia di sela-sela de..sahannya.
"Jadi apa kami setuju untuk berkencan denganku."
"Baiklah, tapi bagaimana dengan gadis itu.?"
"Ada Gavano yang mengusrusnya, Dia memeng sangat penting bagiku, namun cintaku juga harus aku perjuangkan" Jawab Reygan kembali me..***** bibir Delia.
"Bibi Delia, kalian sedang apa.?"
Seketika dua orang yang saling berpagut terkejut dan cepat-cepat membenahi pakaiannya.
"Ah... itu, kami hanya mebicarakan sesuatu."
Reygan yang di kejutkan oleh Fia dan Faiq tak tau harus menjawab apa. maka ia menjawab seadanya saja.
"Tapi Fia lihat tadi bibi Delia memegang sesuatu seperti sebuah tongkat, di mana, boleh Fia pinjam.?"
Seketika wajah Delia memerah, jelas saja, ternyata tindakannya yang bermain dengan benda milik Reygan di saksikan oleh Fia dan Faiq.
"Ah... itu... itu adalah tongkat sihir milik bibi, dan hanya akan muncul ketika bibi sedang merasa kepanasan, dan itu... itu untuk em... untuk supaya bibi tidak kepnasan lagi." Jawab Delia asal-asalan.
Namun Faiq yang pikirannya sedikit dewasa, tau apa yang sedang terjadi. Anak laki-laki itu menarik tangan Fia untuk segera keluar dari ruangan itu.
"Bibi maafkan kami, kami tidak tahu kalau bibi ada di sini dengan paman Reygan."
"Tidak apa-apa sayang, tapi lain kali, kalian tidak boleh masuk ke kamar sembarangan, harus ketuk pintu dulu. Dan apa yang kalian lihat hari ini tidak boleh beri tahu siapapun, mengerti sayang.?"
"Kami mengeti paman." Ucap si kembar bersamaan dan berlalu meninggalkan Delia dan Reygan yang menghela nafas lega.
Kembali pada Gavano yang sudah mengatakan semuanya pada Alleta.
"Lalu apa rencanamu.?" Tanya Alleta
"Belum tau, Dan juga mulai saat ini akan ada dua orang yang akan mengikutimu."
"Aku tidak mau.!"
"Kenapa.?"
"Aku hanya ingin hari-hariku seperti biasa tampa ada orang yang mengawasi." Tolak Alleta.
"Tapi..."
"Bukankah kamu sudah memasang sesuatu di cincin ini.? jadi jika aku dalam bahaya, tentunya kamu bisa menolongku secepat mungkin."
"Baik... baik... Sesuai maumu saja. Tapi kamu hasus lebih berhati-hati mulai sekarang, Saat ini sebagian orang sudah mengenalmu sebagai nyonya muda dari Gramentha Grup, Tidak hanya sedikit orang yang ingin menjatuhkan Gramentha Grup, bahkan mereka juga ada yang mengincar nyawaku, aku takut, setelah mereka tahu kamu adalah istriku, mereka akan menggunakanmu untuk menekannku."
"Jangan khawatir aku akan mejaga diriku baik-baik."
__ADS_1
Bersambung...
******