KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Mengikuti Mira bekerja


__ADS_3

Di sebuah pulau, Gavano sedang mengerjakan sesuatu di temani Alleta, tiba-tiba Riko datang dengan tergesah-gesah memberitahukan sesuatu pada Gavano.


"Vano, Arkana telah meninggalkan kota S dan akan melakukan sesuatu di kota B. Namun, Tn. besar Revandra telah memberinya pelajaran. Arka juga telah menempatkan Dr.Aneth di sisi Mira."


"Oh... Itu menarik, sangat menarik."


Hanya itu yang keluar dari kerongkongan Gavano.


"Vano apa kau tidak menghawatirkan Arka.?"


"Tidak, biarkan saja, sepertinya cinta membuatnya lebih dewasa."


"Lalu apa yang akan kita lakukan selanjutnya.?"


"Tetap awasi dia, dan jangan mencampuri urusannya. Dan ingat kau harus fokus pada gadis kecil itu."


Riko menunduk, benar apa yang dikatakan Gavano. Dia akhirnya meninggalkan Gavano ketika Alleta menghampirinya bersama Devan dan Devani di gendongannya.


Alleta tersenyum hangat ketika menatap wajah Gavano. Dia juga bahagia lantaran Gavano tidak ikut campur dalam urusan Arkana dan Mira. Karna Alleta saat ini hanya ingin menikmati hidupnya selama beberapa waktu setelah berbagai rintangan yang mereka lalui sebelumnya.


Di pagi hari, Mira terbangun di sebuah rumah mewah yang baru saja Morgan beli di kota B. Terdengar suara ketukan pintu dari luar rumah, Mira bergegas membuka pintu itu.


"Selamat pagi kekasihku sayang.!" Ucap Morgan membuat Mira menggaruk keplanya.


"Apa yang kau lakukan di sini.?"


"Tentu saja membawakanmu sarapan."


"Aku tidak tahu kau begitu perhatian."


"Ada banyak hal yang tidak kau ketahui tentangku. Dan kau akan mengetahuinya." Kata Arkana membelai rambut Mira dan masuk untuk sarapan bersama.


Arkana membeli rumah itu untuk Mira, dia tidak tinggal di rumah itu, lantaran Mira tidak menginginkannya. Mira juga beralasan pada kakeknya untuk menginap di rumah anak dari saudara ibunya.


"Ini enak."


"Aku senang kau menyukainya."


"Aku siap untuk memulai misiku."


Arkana mendorong kepala Mira dengan telunjuknya.


"Kau tidak bisa melakukannya."


"Kenapa.?"


"Karna virus SH, kau bisa pingsan kapan saja, itu tidak baik untuk saat ini."


Mira meraih tangan Arkana yang terlihat khawatir padanya, dia berkata bahwa dia tahu jika Arkana khawatir padanya. Tapi dia tidak bisa berdiam diri di dalam rumah dan tidak melakukan apapun. Selain itu Xavier juga meminta Mira bekerja di club malamnya dan berjanji untuk mencari tahu tentang ayahnya.


"Aku akan membantumu." Kata Arkana sedikit kesal.


"Arka, aku tidak ingin membebanimu, atau memintamu membantuku dalam segala hal, kau juga berjanji bahwa kau tidak akan menghentikanku untuk melakukan apapun yang ku inginkan."


"Baik, kau boleh bekerja, Tapi..." Kata Morgan berdiri dan meletakkan kedua tangannya di meja seraya mendekatkan wajahnya ke wajah Mira.

__ADS_1


"Tapi.?" Tanya Mira.


"Kau harus membawaku bersamamu."


"Ah.. ahahaha... itu tidak ada yang membawa pacarnya saat bekerja."


"Pergilah ganti pakaianmu, aku akan menunggumu di luar, atau kau berharap aku yang mengantikannya.?"


Mira mundur beberapa langkah dan menjauh dari Morgan. Wajahnya merona.


"Kau... Kau mesum."


"Jangan berkata seperti aku tidak pernah melihat apa yang ada di balik pakaianmu." Kata Arkana meremas bagian bokong Mira dan pergi keluar.


Seperti yang diminta Arkana, Mira membawanya ke club malam milik Xavier, di sana dia bekerja sebagai pengatur para karyawan.


Saat Mira sedang memberi perintah pada karyawan, Arkana yang duduk di senuah sofa yang terdapat di tempat itu, menatapnya. 'Dia menarik saat bekerja.' Gumam Arkana.


Ketampanan Arakan membuat beberapa teman yang posisinya sama dengan Mira bertanya tentang Arkana.


"Siapa pria tampan yang datang bersamamu.?" Bisik salah satu dari mereka.


"Hahaha... dia pacarku." Jawab Mira tampa keraguan.


"Wow dia tampan, kapan kau akan memperkenalkan dia pada kami.?"


"Siapa yang bertindak lebih dulu.? dan sampai mana hubungan kalian.?"


"Jangan membahas itu, sebaiknya kalian kembali pada posisi kalian." Pinta mira. 'Ah. kenapa mereka terlalu menggosip, dan pelakunya tersenyum padaku.' Ucapnya dalam hati seraya berbalik melihat Arkan melempar senyum padanya.


Mira sedikit kesal pada Arkana yang seolah sengaja mengeluarkan aura ketampanannya. Mira bahkan memaki Arkna. Dia tahu bahwa Arkana melakukan semua ini untuknya.


"Tentu saja ada.?"


"Apa itu.?" Tanya Mira menyelidik.


"Merobek dan melepaskan pakaianmu dan membuangnya ke sembarang arah."


"Arka...." Teriak Mira.


Tiba-tiba ponsel Arkana mendapatkan sebuh pesan. Hal itu membuat Mira bertanaya-tanya dalam hati, siapa yang mengirim pesan itu dan ada masalah apa.


"Ada apa.?"


"Ada sesuatu yang rumit, aku tidak bisa di sini lagi." Kata Arkana bangkit dari duduknya.


"Sesuatu yang rumit.?"


Mira kemudian berfikir mengambil kesempatan itu untuk menggoda Arkana, Dia mendekat pada Arkana dan memncium aroma tubuh laki-laki itu.


"Ada bau seorang gadis di tubuhmu, siapa gadis itu.?"


Arkana tidak menjawab, dia hanya tersenyum dan dengan sigap menarik wajah Mira dan menjatuhkan ciuman di bibir Mira.


"Aku tidak tahu, tapi aku suka baumu." Kata Arkana setelah melepas ciumannya. Dan betapa puasnya dia saat melihat wajah Mira merona.

__ADS_1


"Kau membuatku lengah."


"Aku harus pergi." Ucap Arkana berbalik pergi.


Sebentar setelah Arkana berlalu, ada rasa penyesalan di dalam diri Mira. Dia sebenarnya tidak ingin Arkana meninggalkannya. Dia ingin tetap Arkana berada di sekitarnya sebagai penyangatnya.


"Arka membuatku sangat jatuh cinta padanya, aku jadi lamban karenanya." Kata Mira frustasi dan mulai bekerja.


Saat Mira bekerja merapikan beberapa lembar kertas tamu, tiba-tiba seorang pria menghampirinya, dia adalah Darren Revenzi, pemipin perusahaan Revenzi. Dia tahu siapa Arkana sebenarnya dan mencoba mendekati Mira.


Darren ingin menyaingi Arkana dalam segala hal. Namun, selama ini Darren tidak bisa melampaui Arkna.


Berulang kali Darren menggoda Mira. Namun, Mira tidak menanggapinya.


"Kau ada di mana-mana. Apa kau menguntitku.?"


"Itu pasti takdir, Aku tidak menyangka bertemu denganmu di sini." Jawan Darren.


"Takdir.? aku pikir bukan begitu, kau pasti sengaja Tn.Darren. Tolong urus dirimu sendiri aku harus bekerja." Kata Mira berbalik hendak meninggalkan Darren.


Namun, langkahnya terhenti ketika Darren meraih pergelangan tangannya.


"Jangan terlalu dingin padaku."


"Tn.Darren, ini adalah tempat umum, tolong tunjukan rasa hormatmu."


"Kau akan menyesal jika kau pergi. Bukankah kau ingin tahu tentang ayahmu.?"


"Apa yang kau ketahui.?"


"Kau tertarik sekarang.? Tapi aku tidak akan menganggumu. Aku akan menjemputmu sepulang kerja, dan membicarakan tentang ayahmu."


Darren pergi meninggalkan Mira. Sesaat sebelum menemui Mira, dia mengirim pesan pada Arkana untuk bertemu di suatu tempat.


Malam sudah semakin larut. Mira merasa tidak tenang, dia mengirim pesan pada Arkana untuk berjaga-jaga. Dia tahu bahwa Darren mempunyai niat buruk pada mereka.



Arka, Darren baru saja datang ke kelub, dia berkata tahu tentang apa yang terjadi pada ayahku. boleh aku pergi.?-



Beberapa waktu Mira menunggu balasan pesan dari Arkana, namun tak ada balasan. Mira mengambil kesimpulan bahwa masalah yang di katakan Arkana tadi pasti sangat sulit. Dia akhirnya memilih untuk menemui Darren. Mira berfikir bahwa Darren pasti tidak akan menyakitinya.


"Aku tahu kau tidak akan melewatkan kencan kita." Kata Darren saat Mira keluar dari Club.


"Ini bukan kencan, kau sebaiknya menghilangkan pemikiran itu."


"Tapi kau tetap datang, ayo, kita akan membahasnya sambil makan malam."


"Membosankan." Jawab Mira kesal.


Tampa sepengetahuan Mira, Darren mengirim sebuah pesan pada adiknya dan meminta adiknya untuk makan malam di tempat yang sama dengannya bersama Arkana.


Di sebuah restauran barat. Mira yang baru saja masuk melihat Arkana sedang makan bersama seorang gadis, dan Mira tahu siapa gadis itu. 'Bukankah dia adalah adik Darren.?'

__ADS_1


Bersambung


******


__ADS_2