KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Penculikan yang gagal


__ADS_3

Daniel melarikan Anya ke rumah sakit. Tapi, sebelum itu, Daniel mengganti pakaian yang dikenakan Anya jadi tertutup.


"Ada apa dokter,?" Tanya Daniel khawatir.


Sang Dokter memberitahu apa yang terjadi tentang Anya, dan tentang sangat sulit mendapatkan keturunan.


Daniel terperosok ke lantai berjongkok, ketika sang dokter meninggalkannya. Laki-laki itu tampa sadar meniju dinding. Entah mengapa dia sangat sakit mendengar tentang Anya yang sulit mendapatkan keturunan, padahal hubungan mereka hanyalah hubungan kerja sama saja.


Daniel menemani Anya semalaman. Hingga esok hari, Anya terbangun dan mendapati Daniel tertidur sambil duduk di sisi pembaringan, wajahnya berada di antara tangan Anya. 'Andai saja itu Alvaro, aku akan sangat bahagia.' Ucapa Anya dalam hati, Air matanya mulai menetes.


Terus terang saja, Anya sangat mencintai Alvaro, dia juga merindukan pemuda itu. Dia berharap laki-laki yang menjaganya adalah Alvaro, bukan pria bajingan yang saat ini bersamanya.


Mendengar suara tangisan kecil Anya, Daniel terbangun.


"Kamu sudah sadar." Katanya seraya mengucek matanya.


"Apa boleh kita pulang Tn.?"


Daniel bangkit sedikit kesal pada Anya. Lantaran bukannya beristirahat sebentar lagi, Anya justru meminta dipulangkan.


"Sebaiknya kamu istrahat saja." Kata Daniel mencoba meredam kekesalannya.


"Aku ingin pulang Tn.!"


Karna Anya bersikeras ingin di pulangkan, terpaksa Daniel menuruti kemauannya, meski sangat kesal, Daniel tetap saja membantu Anya.


"Istirahatlah." Titah Daniel memcoba selembut mungkin setelah sampai di rumah.


"Aku ingin bertemu Boss."


Daniel berbalik, emosinya meledak, tampa sadar membentak Anya bahkan menyeret Anya keluar dari kamar dan menunjuk ke luar.


"Jika ingin pergi, maka pergilah... Apa yang Axcel berikan padamu, hingga kamu bahkan mengabaikan kesehatanmu demi membantunya. Dia bukan siapa-siapamu."


"Lalu kenapa jika dia bukan siapa-siapaku, setidaknya dia bisa menghargai wanitanya." Jawab Anya berteriak.


Plak... Sebuah tamparan mendarat di pipi Anya, Anya terkejut, lebih-lebih Daniel, dia lebih terkejut, bisa-bisanya dia menampar Anya.


Anya memegangi pipinya, rasa nyeri bekas tamparan Daniel terasa sangat membekas di hatinya. Air matanya mulai menetes.

__ADS_1


"Varo tidak pernah mengasariku seperti ini." Kata Anya.


"Maafkan aku...!"


Anya tidak memperdulikan Daniel yang merasa bersalah, dia memilih kembali ke kamar dan mengunci diri di dalam kamar. Dia terus menagis.


"Varo, maafkan aku, mungkin inilah karma yang kudapatkan atas penghianatanku padamu."


Sementara itu Daniel yang merasa bersalah juga memilih ke kamar lain, di temani sebotol wine dan rokok yang menempel di bibirnya.


"Sial..! apa yang terjadi padaku, kenapa aku begitu khawatir pada wanita itu."


Daniel meneguk minenya dan menghabiskan sebatang rokok, baru kemudian merebahkan diri dan menjemput mimpinya tampa tahu bahwa di kamar di mana Anya berada, ruangan itu di penuhi dengan isak tangis dari seorang wanita yang meratapi diri atas penyesalannya.


Di pinggir pantai, Alvaro menatap ombak yang mendayu, menerpa pinggiran pantai. Dia tiba-tiba dikagetkan dengan kehadiran seorang gadis berambut panjang.


Alvaro berbalik sedikit terkejut, dia bahkan sempat berfikir itu adalah Julia istri Boss Anya. Boss dari wanita yang dicintainya sekaligus wanita yang membuat hatinya terluka.


Betapa tidak, gadis yang menyapanya begitu mirip dengan Julia, hanya saja gadis di depannya berambut panjang, sementara Julia berambut pendek. Dia adalah Clara.


Setelah perkenalan singkat antara Alvaro dan Clara, Alvaro meninggalkan tempat itu, sementra Clara tetap tinggal, dia mentap ke depan. Gadis itu tersenyum saat membayangkan betapa bahagianya jika saja dia dan Julia bisa berkumpul bersama, hanya berdua saja.


Itu semua membuat Clara lebih memilih melindungi kebahagiaan Julia secara diam-diam, asal Julia bahagia, Clara juga akan bahagia.


***


Setelah keluar dari rumah sakit, Atman paman Axcel kembali merencanakan seauatu untuk Axcel, pria paruh baya itu menunggu Reygan sepulang sekolah.


Begitu Reygan keluar dari kelas, Atman segera menagkap Reygan, dan entah bagaimana caranya paman Axcel mengecoh para pengawal yang di tugaskan Axcel untuk menjaga putranya.


Di dalam mobil Reygan berteriak. Seseorang yang melihat anak kecil di bawah pergi, meminta supirnya mengikuti mobil Atman, dia adalah Clara.


"Kurang ajar." Maki Clara,


Beberapa menit kemudian, mobil Clara dan beberapa mobil yang mengikutinya berhasil menghadang Atman. Pria paruh bayah itu tampak sangat kesal, dia turun dan memaki orang yang menghadangnya, sedang Reygan di tahan oleh dua orang suruhan Atman.


"Nona Clara...!" Panggi salah satu pengawalnya.


Clara seakan mengerti panggilan itu, panggilan yang menandakn sebuah pertanyaan, apa yang harus dilakukan untuk mengatasi Atman.

__ADS_1


Beberapa orang turun dari mobil dan segera menangkap Atman. Clara hanya diam di dalam mobil melihat apa yang dilakukan orang-orangnya.


Ada dua orang yang ditugaskan Clara untuk Reygan. Tak butuh waktu lama, kedua orang itu berhasil mendapatkan Reygan dan membawanya pada Clara.


"Kamu baik-baik saja.?"


"Baik saja bibi." Jawab Reygan. Anak kecil itu sempat mengira yang membantunya adalah ibunya.


Reygan tak henti-hentinya menatap Clara, betapa tidak, andai saja rambut Clara tidak panjang, mungki Reygan akan benar-benar mengira bahwa Clara adalah ibunya.


Clara kemudian mengantar Reygan kembali ke rumah, dan menitip salam untuk ayah dan ibu Reygan.


"Terimah kasih bibi cantik," Ucap Reygan seraya melayangkan ciuman di kedua pipi Clara.


Clara tersenyum, tampak jelas bahwa dia sangat senang melihat Reygan, kelucuan anak kecil yang berlari masuk ke rumahnya.


Sementara itu, Atman masih berusaha meloloskan diri dari orang-orang Clara. Namun, sayang seribu sayang, nasib buruk selalu berpihak padanya.


Orang-orang suruhan Clara memang tidak berhasil menangkapnya, namun ada dua orang lain yang menangkapnya dan membekapnya dengan sapu tangan yang sudah diberi obat bius.


Lagi-lagi Ataman di tempatkan di suatu tempat yang tidak dia ketahui, matanya tertutup kain hitam. Dia meronta dan berusaha melepaskan diri. Tapi, itu sia-sia.


Hingga Atman mendengar suara langkah kaki seorang wanita yang menghampirinya. Wanita itu berjongkok di depannya lalu menyuntikkan sesuatu pada Atman.


Lima menit kemudian, Atman kembali tidak sadarkan diri, dan terbangun kembali setelah beberpa saat.


Atman terkejut mendapati dirinya sudah dalam keadaan lemah di rumah sakit. Dia hendak bangkit dari tidurnya. Namun, rasa sakit menyerang di bagian perutnya.


"Sakit."


"Anda sudah sadar," Kata seorang dokter yang merawatnya.


Atman paman Axcel terkejut saat sang Dokter mengtakan padanya bahwa dia baru saja di oparasi. Atman bertanya oprasi untuk apa, sedangkan dia tidak mempunyai penyakit yang serius.


Dokter itu menjelaskan bahwa Atman menderita infeksi usus, dan mau tidak mau, mereka harus memotong sebagian ususnya.


Semakin terkejut pria paru baya itu, bagaimana itu bisa terjadi padanya. Jika seseorang melakukan pemotongan usus, maka itu akan menghambat pencernaannya, bahkan dia akan mengalami gejala-gejala sakit di bagian tersebut.


Bersambung...

__ADS_1


******


__ADS_2