KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Perayaan tahun baru 21+


__ADS_3

Waktu menunjukan oukul 19:00. Saat Mira tertidur, Mira bermimpi bertemu dengan ayahnya. Di dalam mimpinya, ayahnya memberikan sebuah batu giok berwaran biru menyala.


"Cantik sekali ayah." Kata Mira


"Ini giok biru. Giok ini begitu sulit untuk dimengerti. Aku berhrap gadis kecilku tidak terlibat dengan perselisihan yang ada di keluarga Bantara."


"Ayah...!" Panggil Mira terbangun dari mimpinya.


Mira akhirnya mengingat di mana ayahnya menyimpan batu giok biru itu. Dia mengingat bahwa ayahnya menaruh giok itu di ruang kerjanya. Meski saat itu Mira masih begitu kecil, dia bisa mengingat di mana ayahnya menyimpan giok tersebut.


Mira mengendap-endap masuk ke ruang kerja ayahnya yang sudah lama tidak ditempati, bahkan ruangan itu sudah di selimuti debu yang yang tebal. Namun, dia tidak menemukannya di manapun setelah mencarinya. 'Aku harus tenang, jika orang lain ingin mengambil giok biru, ayah pasti menyimpannya di tempat yang aman.'


Setelah menenangkan pikirannya, Mira tidak sengaja melihat sebuah bingkai yang di dalamnya terdapat sebuah gambar yang dia buat waktu kecil, gambar yang melekat pada sebuah dinding di ruang kerja ayahnya. Pelan-pelan Mira meraihnya, dia mengingat masa kecilnya bersama ayah dan ibunya sebelum mereka pindak ke kota S.


Betapa terkejutnya Mira ketika menemukan ada sebuah brangkas di balik gambar yang terbingkai itu. 'Aku akan mencoba hari ulang yahun ayahku sebagai sandinya.' Ucap Mira menekan tombol angka pada berangkas.


Benar saja, ayahnya menyimpan batu giok biru itu. Mira mengambilnya dan berncana akan memberikannya pada kakeknya setelah perayaan malam tahun baru, karna dia merasa hanya kakeknya yang dapat dia percaya.


Sementara itu, di kota S, keluarga Gramentha merayakan tahun baru bersama, Alleta dan Gavano juga kembali dari pulau untuk merayakan tahun baru bersama dengan keluarganya.


"Selamat tahun baru, beri aku amplop merah." Pinta Alexa centil.


"Lexa, kau sudah dewasa sekarang, kau sudah tidak perlu amplop merah." Ucap Aliya.


"Aku tidak perduli, ini adalah kali pertama seluruh keluarga berkumpul untuk merayakannya bersama." Tegas Alexa memaksa.


"Baik-baik, ayah akan mengirim amplop Merah dari ponselku." Kata Revandra mengalah pada gadis kecilnya.


Alleta dan Gavano tersenyum melihat tingkah centil Alexa, bayi perempuan di gendongannya juga tertawa lucu dan mengemaskan. Sedang Devan lebih memilih mendekat pada Arkana.


"Aku senang kalian di sini." Kata Alexa memeluk Arkana.


"Apa kau senang merayakan tahun baru denganku.?" Tanya Arkana


"Ya tentu saja, dan aku akan bertambah senag jika kakak Arka dan kakak Vano memberiku amplop merah. heheh.!"


Alleta meraih ponselnya dan memberikan amplop merah pada Alexa, Amplop merah yang berartui uang transferan.


"Kau adalah yang paling bungsu, aku akan memberikanmu." Kata Alleta tersenyum."


"Terimah kasih kakak ipar, kau yang terbaik." Ucap Alexa memeluk dan mencium pipi Alleta.


Di sela kebahagian menikmati tahun baru bersama, Arkana memperhatikan Alleta yang tengah sibuk memanggang barbiqiu. Tiba-tiba muncul sesuatu di fikirannya. Di ke kamarnya dan kembali setelah beberapa saat.


Arkana mendekat pada Devan, dan membisikkan sesuatu padanya.


"Tapi aku takut pada Ayah paman.!" Kata Devan menolak apa yang di minta Arkana padanya.

__ADS_1


"Paman akan bertanggung jawab."


"Sungguh.?"


"Tentu saja." Jawab Arkana dengan senyum iblisnya.


Sebentar kemudian, setelah makan, Alleta merasa pusing sesaat setelah meneguk habis jusnya. Dia merasa ada gejolak yang membara di dalam dirinya. Dia menatap Gavano yang tengah berbincang bersama Revandra. Bibir Gavano yang bergerak membalas setiap kata-kata Revandra membuat Alleta semakin merasakan sesuatu yang aneh. Sesuatu yang seperti akan meledak di dalam dirinya.


"My.!" Panggil Alleta melangkah menghampiri Gavano dan duduk di pangkuannya. Dia bahkan tidak perduli pada Revandra yang menatapnya.


"Alleta kau kenapa.?"


"My, Panas. Aku, aku menginginkanmu." Kata Alleta menjilati leher Gavano.


"Alleta sadarlah."


"My.! Aku tidak bisa menahannya. Kumohon." Pinta Alleta menggoda.


Revandra hanya bisa menepuk jidatnya menyaksikan hal tersebut, Pria tua itu akhirnya bangkit meningglkan putra dan menantunya. Sedang Aliya tersenyum. 'Hehehe. Sebentar lagi akan hadir cucu ketiga.' Ucapnya dalam hati.


" My. boleh kita ke kamar.?"


"Tapi Alleta."


"My.!"


Gavano menggendong Alleta ke kamar dan melemparnya ke pembaringan. Beruntung Devani telah tertidur. Jadi dia tidak perlu menganggu aktifitas panas ayah dan ibunya.


Alleta yang sudah dikuasai nafsu birahinya merobek paksa pakaian yang dikenakannya, baru kemudian merobek pakaian Gavano membuat semua kancing terlepas dan jatuh ke lantai.


Tampa membuang waktu, Alleta menjilati dada bidang suaminya, sementara kedua tangannya bergerak untuk melepas gasper Gavano dan mengeluarkan kejatanannya. Dia melirik ke bawah.


"Besar dan panjang, sungguh akan terasa nikmat." Kata Alleta segera bersimpuh di se.langkangan Gavano dan memberikan foreplay di sana.


******* demi ******* Alleta lakukan,


"Seorang ibu yang nakal." Kata Gavano menarik dagu Alleta dan berhenti bermain di bawah sana.


"Terimah kasih atas pujiannya My.!"


Gavano melepaskan ce.lana yang masih melekat padanya. Dia mendorong tubuh Alleta ke pembaringan dan me.nindihnya.


"Kau jangan menyesal Alleta."


"Jangan banyak bicara lakukan secepatnya. Aku tidak ah...h..." De.sah Alleta saat Gavano menengelamkan miliknya tampa aba-aba.


Meski terkejut, Alleta menikmatinya, dia menarik tengkuk leher Gavano,

__ADS_1


"Say... Ah...hh... Ug..h..h.!" Sayang. Kau begitu perkasa malam ini."


"Maka akan kubuktikan keperkasaanku."


"Ah..hh...hh.. Ak... Ah...h.. Aku."


Mendengar de.sahan Alleta, Gavano semakin bersemnagat untuk memompa.


"Ah...h, Sungguh Ug..h..h.! Su... ah..h..h Sungguh."


"Sungguh apa siluman kecil.?" Tanya Gavano di hentakan terakhirny.


"Sungguh ahh...hh...hhh...h, Nikamat." Kata Alleta keras bersamaan dengan pelepasan pada keduanya.


Setelah aktifitas panas itu. Alleta baru menyadari sesuatu terjadi padanya, bagaimana bisa dia tiba-tiba bergejolak di tengan merayakan perayaan tahun baru, terlebih itu terjadi di saat semua keluarga Gramentha berkumpul.


"Apa kau menyesalinya siluman kecil.?" Tanya Gavano yang melihat Alleta termenung.


"Ah tidak ada."


"Jika begitu, aku keluar dulu, berbenahlah dan siapkan alasan untuk ini."


"Baik."


Setelah Gavano berlalu, Alleta mengingat-ingat kembali apa yang membuatnya seperti itu. Hanya Devan yang berkeliaran di sekitarnya sejak tadi. Dan tidak mungkin seorang anak kecil bisa melakukan hal-hal yang aneh seperti itu.


"Arkana... ya siapa lagi kalau bukan dia.!" Kata Alleta yakin.


Memang benar, rupanya Arkana meminta Devan untuk memasukkan sesuatu ke dalam gelas yang berisi jus milik Alleta. Itu adalah obat perangsan. Karna Devan tidak tahu berapa dosis yang harus di beri, ia menuangkan semuanya ke dalam gelas ibunya. membuat ibunya bahkan berlaku tidak tahu malu di depan banyak orang.


"Aku akan membalasmu."


Alleta kemudian berbenah dan keluar dari kamar, dia begitu malu dengan apa yang dia lakukan di depan mertua dan juga iparnya. Kebetulan Alleta melihat Arkana sedang sendiri menikmati Tqila. Dia menghampirinya.


Tampa sepata kata, dia meraih tangan Arkana dan memotretnya dengan ponselnya. Baru kemudian mengetik sebuah pesan dan mengirim gambar itu pada seseorang. Sebuah gambar tangan Alleta dan tangan Arkan yang terlihat seperti tangan sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta.


"Apa yang kau lakukan.?" Tanya Arkana memarik tangannya. Namun, itu sia-sia, Alleta telah berhasil mengambil gambar dan mengirkm gambar itu pda seseorang.


Tapi belum sempat Alleta menjawab, ponsel Arkna menerima sebuah pesan.


(Dasar pria brengsek, aku akan membunuhmu.) Isi pesan itu.


"Jangan banyak bertanya, sebaiknya kau memikirkan cara untuk menangani masalhamu itu." Kata Alleta demgan swnyum iblis yang puas berbalik dan meninggalkan Arkna yang tengaj bingung bagaimana mencari alasan.


Beraambung...


******

__ADS_1


Author note : Maaf bangeet jika terdapat banyak typo.😁😁🙏


__ADS_2