
Malam itu Gavano pulang lebih awal. Bergegas masuk ke kamar dan mendapati Alleta tengah duduk dengan muka masamnya, serta beberapa gaun berserakan di pembaringan bahkan ada yang jatuh ke lantai.
"Alleta ada apa.?"
"My...!" Sahutnya manja seraya memeluk suminya.
"Kamu kenapa Alleta.? apa yang membuatmu begitu sedih.?"
"My... Sebentar lagi kakak ku akan melangsungkan pernikahan.!"
"Lalu apa masalahnya.?"
"Semua gaunku tidak ada yang pas.!" Sambil melihat perutnya yabg sudah sesikit nampak.
Gavano tertawa mendengar keluh kesah istrinya, dia pikir Alleta kenapa, ternyata hanya persoalan baju saja.
"Hahhahaha...!"
"Mengapa tertawa.?"
"Alleta, kau pikir suamimu ini siapa.? apa bahkan baju saja tidak mampu ku belikan.?"
"Tapi My.!"
"Alleta, jangan memimikirkan persoalan gaun untuk pernikahan Reygan, lebih baik besok kamu pergi berbelanja saja.!"
"Boleh.?"
"Kenapa tidak.?"
"Terimah kasih My.!"
"Emm....!"
My...!"
"Hem...!"
"Ada yang ingin aku katakan padamu."
"Apa.?"
"Tentang ibu Van Van.!"
"Kenapa dengan Grace.?" Tanya Gavano.
"Grace bukan ibu kandung Van Van."
"Dari mana kamu tahu.?"
"Aku sudah menyelidikinya bersama Arkana."
"Lalu apa kamu tahu siapa ibu kandung Devan.?"
"Tahu.!"
"Siapa.?"
Baru saja Alleta ingin menjawab, tiba-tiba ponsel Gavano berdering."
"Hallo, ada apa Reygan.?" Tanya Gavano setelah panggilan terhubung.
"Ini tentang Grace, aku sudah mendapatkannya."
"Di mana kamu.?"
__ADS_1
"Ada di bar xx"
"Tunggu aku."
"Ok."
Setelah mengakhiri panggilan, Gavano berpamitan pada Alleta untuk menemui Reygan. Lantaran sangat terburu-buru, Gavano bahkan melupakan hal apa yang tengah ia bahas bersama Alleta.
Dan Alleta juga mengurungkan niatnya untuk memberi tahu Gavano dan merasa mungkin itu bukan waktu yang tepat.
Beberap saat perjalanan, Gavano akhirnya sampai di tempat di mana Reygan menunggunya.
"Jadi apa yang kamu temukan.?"
"Dalam penyelidikanku, aku menemukan bahwa Grace tidak pernah melahirkan, bahkan mengandung sekalipun,"
"Dari mana kamu tahu.?"
"Menurut apa yang di dapatkan orang-orangku, para tetangga Grace tidak pernah melihatnya mengandung, bahkan kadang-kadang mereke melihat Grace kembali ke apartemennya dengan lelaki yang berbeda-beda."
"Lalu di mana dia mendapatkan Devan. Terlebih lagi, Devan adalah putra kandungku."
"Bawa di kemari." Perintah Reygan pada orang suruhannya.
Reygan memerintahkan orangnya untuk membawa seseorang yang pernah bekerja dengan Grace. Hal itu membuat Gavano tampak bingung.
"Siapa dia.?" Tanya Gavano saat orang suruhan Reygan memba seseorang.
"Salah satu yang pernah bekerja di tempat Grace. Kau bisa bertanya dari mana dan dengan cara apa Grace bisa mendapatkan putra darimu."
Gavano bangkit dari duduknya, melangkah ke arah orang yang tengah berlutut di depannya. Gavano kemudian berjongkok dan bertanya
"Kapan kau bekerja pada Grace.?"
"Lima tahun lalu Tuan.!"
"Be..benar Tuan.!"
"Kalau begitu, tentunya kau tahu jelas apa yang terjadi.!"
"Itu tu..tuan, Sebenarnya."
"Jangan berbelit-belit, jika kau masih menginginkan hidupmu, maka kau harus mengatakan semuanya.!"
"Baik... Lima tahun yang lalu, Aku adalah orang yang di percaya oleh Direktur Leo.!"
"Leo...? Apa hubunganya semua ini dengan Leo.?"
"Tentu ada tuan, lima tahun yang lalu, direktur Leo memberi perintah padaku untuk menemui Grace, dan saat itu pula direktur Leo memberikan seorang bayi yang baru saja lahir pada Grace.!"
Gavano sakin bingung, begitu pula dengan Reygan.
"Lanjutkan." Bentak Gavano.
"Direktur Leo juga memeritahkanku untuk tetap tinggal bersama nona Grace. Tapi aku berhenti dan melarikan diri saat tahu bahwa direktur leo akan membunuhku dengan alasan karna aku tahu tentang nona Gracen dan bayi itu."
"Oh... haruanya kamu tahu dari mana Leo mendapatkan bayi itu kan.?"
"Kalau soal itu, aku tidak tahu Tuan..."
"Apa kau sungguh tidak tahu, atau karna Leo mengancammu untuk tidak memberitahu siapa pun.?"
"Sumpah mati tu...tuan, saya benar-benar tidak tahu, dari mana Leo mendapatkan bayi itu.!"
Setelah puas bertanya, Gavano berdiri dan kembali ke tempat duduknya.
__ADS_1
"Bagaimana dengan orang ini bos.?" Tanya orang suruhan Reygan.
"Bawa dia ke tempat biasa."
"Baik."
Setelah para orang-orang Reygan berlalu, Reygan menatap Gavano yang tampak sangat bingung.
"Selanjutnya apa yang akan kamu lakukan.?"
"Aku bingung, bagaimana cara Leo mendapatkan putra dari dariku, dan siapa ibu kandung Devan.!"
Gavano meraih gelas yang berisi wine di meja, menatap bayangan dirinya pada wine tersebut, tiba-tiba ingatan masa lalu menusuk fikirannya.
Seorang wanita memakai gaun merah, wanita yang duduk sambil membelai rambut Gavano yang saat itu tengah mabuk berat dan dikuasai hawa nafsu.
Saat itu juga, Gavano melakukan hal itu untuk pertama kalinya. 'Tapi siapa wanita itu, mengapa aku tidak bisa mengingat wajahnya, Sial'. Kata Gavano dalam hati lalu menghabiskan wine hanya dalam sekali tegukan.
***
Esok hari Alleta berbelanja di temani oleh ibunya yaitu Julia.
"Ibu, Aku mau gaun itu.!"
"Baiklah, mari kita ke sana dan membelinya."
Setelah mendapatkan gaun yang di inginkan, Alleta meminta pada ibunya untuk makan, dan kebetulan di pusat perbelanjaan itu terdapat restauran di lantai dua.
"Ibu, pesanlah, aku membutuhkan toilet."
"Ibu temani ya.!"
"Tidak perlu bu, aku baik-baik saja."
"Baik, hati-hati Alleta, ingat kamu sedang mengandung.!"
"Alleta ingat ibu."
Gadis muda itu bergegas ke toilet, dan tak butuh waktu lama baginya untuk menyelesaikannya. Saat Alleta keluar dari toilet, tiba-tiba saja sesorang menangkap tangannya. Tentunya hal itu membuat Alleta sangat terkejut.
"Kita bertemu lagi nona Alleta, sepertinya kita berjodoh."
Sementara Julia menunggu sambil memesan makanan, di situ juga sudah ada Axcel yang baru saja datang karna Julia ingin makan bersama suami dan putrinya. Hingga beberapa waktu berlalu, Alleta tak kunjung kembali. Julia akhirnya memutuskan untuk menyusul putrinya dan meminta Axcel tetap menunggu.
Julia masuk ke toilet, mencari-cari keberadaan Alleta, Namun tak menemukan sosok yang wanita separuh baya itu cari tidak ada di manapun. Jukua memberitahu suaminya, bahwa putri mereka menghilang.
Axcel segera menghampiri Julia dan ikut mecari keberadaan putri mereka, Keduanya sangat khawatir, meraka takut Alleta tiba-tiba di culik dan di sandra. Membayangkannya saja Axce dan Julia merasa buruk.
Terlebih lagi Alleta bukanlah gadis sembarangan, dia adalah nyonya muda Gramentha. Takutnya orang-orang yang sakit hati pada Gavano akan menculiknya dan melakukan sesuatu padanya. Atau menggunakan Alleta untuk menekan Gavano.
Begitu lama mencari, bahkan di bantu oleh orang-orangnya, Axcel dan Julia tak kunjung menemukan Alleta, Dan pada akhirnya menghubungi Gavano.
Beberapa saat menunggu sambil mencari keberadaan Alleta, Akhirnya Gavano tiba. Julia mencerikan apa yang terjadi. Meskipun sangat khawatir, Gavano tetap tenang, lalu memeriksa ponselnya.
"Ayah, Ibu, aku tahu di mana istriku berada."
"Benarkah.?"
Cepat-cepat Gavano menuju ke tempat di mana Alleta, Axcel dan Julia juga ikut bersama Gavano.
Walaupun Gavano tahu di mana Alleta berada saat ini melalui pelacak yang ada di cincin pernikahan yang ia berikan pada Alleta beberapa waktu lalu, tetap saja lelaki dingin itu sangat khawatir.
Begitu pula Axcel dan Julia.
Bersambung...
__ADS_1
******