KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Keinginan Alleta


__ADS_3

"Aku juga tidak tahu, dia kenapa.!" Jawab Alleta berbohong.


Padahalah Alleta tahu mengapa Arkna berubah demikian, namun Alleta dan Arkana sepakat untuk tidak memberitahu pada siapapun apa tujuannya.


Melihat Gavano yang terheran-heran dengan Arkana, Alleta mengubah topik pembicaraan, Gadis muda yang tengah mengandung itu bertingkah manja pada Gavano.


"My.! aku lapar.!" Ucapnya sambil merebahkan kepalanya di dada bidang Gavano.


Seperti biasa, jika Alleta sudah seperti itu, Gavano tidak dapat berbuat apa-apa kecuali menuruti permintaan istrinya, terlebih lagi, saat ini Alleta sedang mengandung, jadi Gavano tambah memanjakannya.


"Istriku ingin makan apa.?"


"Sup iga asam manis, tapi aku mau suamiku yang membuatnya.!"


"Baiklah, bagaimana jika kamu ke kamar dan membersihkan diri terlebih dahulu, dan aku membutkannya untukmu.!"


"Ok.! aku tunggu di kamar ya.!"


"Emm...!"


Alleta bergegas ke kamar sementara Gavano ke dapur untuk membuat sup iga asam manis yang diminta Alleta. Akan tetapi semua bahan untuk membuat makanan yang diminta Alleta itu tidak tersedia.


Alhasil, Gavano harus keluar untuk mencarinya, tapi sebelum itu ia memberitahu pada Alleta, untung saja Alleta mengerti dengan keadaan dan mau menunggu, Sepanjang mencari bahan, Gavano tidak menemukannya, lelaki itu tampak frustasi hingga pukul 23:02, Gavano baru mendapatkan bahan tersebut.


Cepat-cepat Gavano turun dari mobil dan segera ke dapur untuk membuat sup iga asam manis yang di minta Alleta. Untung saja Gavano pandai dalam hal memasak apapun. Senyum puas terlukis di wajah tampan lelaki itu ketika selesai membutnya yang tampak sempurna.


Tak mau membuat istrinya menunggu lebih lama lagi, lelaki tegas itu cepat-cepat ke kamar. Namun ia mendapati Alleta sudah tertidur. 'Siluman kecil, kamu sungguh bermain dengan kesabaranku hari ini.'


Gavano akhirnya duduk di tepi pembaringan dan hanya meletakkan sup iga asam manis itu di meja smping pembaringan. berharap saat Alleta bangun akan langsung menyantapnya. Ia menatap lekat wajah sang istri.


Beberapa saat Alleta merubah posisi tidurnya, dan menampakkan dadanya yang kenyal, membuat Gavano hanya bisa menelan salivanya.


"Sebaiknya aku mandi air dingin."


Selama sejam Gavano mandi air dingin untuk meredam ga..irahnya yang timbul hanya dengan melihat dada kenyal istrinya.


"Kamu bangun.?" Tanya Gavano pada Alleta yang sudah duduk sambil mengucek matanya.


Gadis muda itu hanya mengangguk pelan. Sementara Gavano melangkah menghampirinya dan duduk di samping Alleta.


"My...!"


"Em...!" Sambil membelai lembut rambut Alleta.


"Lapar.!"


"Aku sudah menyiapkannya.!"


"Tapi aku mau yang baru.!"


Gavano menyesal, kenapa hanya membeli bahan untuk seporsi saja, andai saja lelaki itu tahu bahwa istrinya akan meminta yang baru, ia pasti akan membeli bahan sebanyak mungkin


"Makan ini dulu ya.! besok baru aku buatkan lagi."

__ADS_1


"Aku mau yang baru My.!"


"Sayang.! ini sudah begitu larut, di mana aku harus mendapatkan bahan-bahannya.?"


"My,,, aku mau yang baru.!" Tegas Alleta


Gavano membujuk Alleta, tapi tetap saja, gadis itu mau di buatkan yang baru. Lelaki itu sungguh bingung di mana ia harus mendapatkan bahan-bahan di tengah malam yang begitu larut.


Karna Alleta merajuk, bahkan membuat wajah yang tidak enak dipandang, mau tak mau Gavano akhirnya keluar untuk mencari bahan-bahan itu.


Meskipun sudah berkeliling tapi Gavano tidak menemukannya, akhirnya ia meminta bantuan orang-orangnya. Bersyukur mereka dapat menemukan bahan-bahan tersebut meskipun begitu sulit.


Pukul 02:00, Gavano pulang dan membawa bahan untuk membuat sup iga asam manis yang di minta Alleta, baru saja hendak ke dapur, langkah Gavano terhenti ketika melihat Alleta sudah duduk di ruang tamu dengan setelan dres biru laut yang berbalutkan blaser merah muda.


Sesaat Gavano terpesona, sudah lama sekali ia tidak melihat Alleta mengenakan pakaian yang seperti itu, Semenjak resepsi di gelar, Alleta hanya memaikai rok celana dengan atasan hoddi milik Gavano.


"My...!" Pabggil Alleta membuyarkan lamunan Gavano.


"Ah... maaf, kamu begitu cantik, tunggu sebentar, aku akan membuatkan apa yang kamu minta."


"Tunggu.!" Cegah Alleta saat Gavano hendak ke dapur.


"Ada apa.?"


"Aku sudah tidak ingin itu."


Jujur saja Gavano sedikit kesal dengan apa yang di katakan Alleta, betapa tidak, dua kali ia harus keluar hanya untuk mencari bahan-bahan untuk membuat sup iga asam manis dengan susah payah. Namun begitu mendapatkannya, Alleta justru sudah tidak menginginkannya lagi.


Meskipun begitu, Gavano tetap sabar dan memaklumi, toh istrinya sedang mengandung buah cinta mereka.


"Tidak ada. Aku hanya ingin kembali ke rumah ibu dan ayah"


"Sayang, ini sudah begitu larut, bukankah kita akan menganggu ayah dan ibu.?"


"My.! aku ingin ke rumah ayah dan ibu, aku merindukan mereka,"


Beberapa saat Gavano meminta pengertian, namun itu hanya sia-sia saja, Alleta tetap ingin kembali ke kediaman Atmaja. Tak mau membuat istrinya geram, Gavano yang sedikit kesal pada akhirnya membawa Alleta ke kediaman Atmaja.


"Alleta, Gavano.!" Panggil Reygan terkejut saat membuka pintu dan melihat Alleta dan Gavano sudah berdiri di ambang pintu.


"Kakak...!"


"Reygan."


Reygan menuntun adik perempuannya dan Gavano masuk,


"Ada apa malam-malam begini,"


"Tanyakan padanya saja" Jawab Gavano melempar pertanyaan pada Alleta.


"Kakak, aku ingin tinggal di sini, aku merindukan ayah dan ibu, apa boleh.?"


"Tentu saja boleh, kamu juga adalah salah satu pewaris rumah ini.!"

__ADS_1


"Terimah kasih kakak.!"


Akhirnya Alleta memutuskan untuk tinggal di kediaman Atmaja, sedangkan Gavano memilih untuk kembali ke kediaman Revandra dengan alasan tak mau membuat orang tuanya khawatir karna tiba-tiba Gavano dan Alleta sudah tidak berada di sana.


Awalnya Alleta menolak dan tidak membiarkan Gavano kembali ke kediaman Revandra. Berkat bujukan ayah dan ibunya yang terbangun lantaran mendengar suara Alleta, akhirnya gadis muda itu membiarkan Gavano kembali.


***


Esok pagi di kediaman Revandra, Gavano menjelaskan pada keluarganya tentang apa yang terjadi semalam. Pembicaraan berhenti ketika seorang pelayan menghampiri mereka.


"Tuan, nyonya, di luar ada seorang wanita dan anak kecil


"Oh...! persilahkan mereka masuk," Ucap Revandra memerintahkan pelayan itu


Gavano sudah memberitahu bahwa hari ini, Grace akan memba putranya untuk bertemu dengan keluarga Gavano.


Grace dan anak kecil yang ia bawa masuk ke dalam rumah setelah pelayan mempersilahkannya, lalu duduk di sofa.


Betapa terkejutnya Gavano dan keluarganya melihat anak laki-laki yang masih berumur lima tahun itu, Semua yang ada padanya begitu mirip dengan Gavano saat masih kanak-kanak, Siapapun yang melihatnya akan tahu bahwa itu putranya.


Aliya sedikit berdelik, biar bagaimanapun seorang anak yang begitu mirip dengan ayahnya, pasti akan menuruni genetik ibunya meski hanya secuil kuku, tapi melihat anak kecil itu tidak ada yang bisa di samakan dengan Grace, sedikitpun tak ada.


Namun Aliya tidak memberitahu siapapun tentang penilaiannya. Sebenarnya, Revandra, Alexa dan Arkana juga berfikiran seperti Aliya, akan tetapi, mereka tidak ingin sembarangan mengeluarkan pendapat, apa lagi di hadapan Gavano.


"Ibu, apa dia ayahku.?" Tanya anak kecil yang begitu tampan, manis dan lucu itu.


"Ya.! sapalah.!"


"Ayah...!" Panggil anak itu berlari ke arah Gavano yang hanya berdiri sejak tadi.


Untuk lebih dekat, Gavano berjongkok, dan membelai rambut anak kecil itu. Rambut yang mirip dengannya, bahkan potongannyapun begitu mirip.


"Siapa namamu nak.?"


"Devan, tapi teman-temanku memanggilku Van Van.!" Jawabnya dengan gaya bicara yang tegas persis seperti Gavano.


"Ok, mari kita panggil Van Van saja.!"


"Ayah siapa mereka.?"


"Itu nenek dan kakekmu, lalu mereka berdua, adalah paman dan bibimu.!" Jelas Gavano


"Kakak, dia sungguh putramu, lihat saja, caranya melihat kami begitu mendominasi, persis sepertimu." Sela Arkana.


Setelah menjelaskannya, Aliya beserta anggota keluarga yang lain bergantian memeluk anak itu.


"Van Van, apa kamu ingin tinggal di sini.?" Tanya Revandra.


Melihat Gavano, Revandra, Aliya, Arkana dan Alexa penuh harap, Anak itu mengiyakan tawaran Revandra


"Aku mau.!"


"Tidak, aku tidak mengizinkannya."

__ADS_1


Bersambung...


******


__ADS_2