
Awas konten ini mengandung 21+++, hati-hati saat membaca, bisa bisa langsung panas dingin.π€£π€£π€£ Devenisi bercanda dalam keseriusan.πππ
Seperti biasa jika malam jum'at tiba, maka author akan menyajikan sesutu yang indah untuk menemani malam jum'at kalian wahai para readersku yang setia.πππ semoga tidak bosanπ
Dan seperti biasa pula, jangan lupa untuk mengajak suami atau pacar juga boleh, dan untuk yang jomblo, maaf banget yah. dan semoga cepat dapat pasangan, agar ada yang menemani saat membaca novel dengan gendre yang seperti ini.
Love you bertubi-tubi
...πΉHAPPY READINGπΉ...
Saat ini Alleta sudah berada di hadapan Gavano, lelaki itu kemudian bangkit dari duduknya, meraih Alleta dan mendorong tubuh Gadis itu hingga terjatuh di kasur busa yang empuk.
"Alleta, kamu sungguh kurang ajar, apakah milikku kurang me..mu..askan, sehingga kamu ingin mersakan yang lebih, bahkan membeli alat seperti ini.?, Tapi di bandingkan denan alat ini tetap saja milikku lebih dari pada ini." Sergah Gavano terlihat kesal sambil memperlihatkan sebuah alat bantu s..e..x ber..getar di tangannya
Alat bantu itu ia dapatkan dari dalam kotak hadiah yang di berikan Arkana pada Alleta sebelum kembali ke kamar.
"Maaf... tuan Vano, itu bukan milikku, ak... aku, aku tidak membelinya."
"Lalu dari mana kamu mendapatkannya."
"Itu... itu."
"Baik, jika kamu tak mau meberitahu, tak apa, maka bersiaplah untuk semunya."
Tidak menunggu waktu lama, Gavano segera naik ke tempat tidur dengan posisi berada di at..as tubuh Alleta, Lelaki itu kemudin membuka tali bathrobe yang di kenakan Alleta, mebuka bathrobe, hingga memperlihatkan pemandangan yang indah,
"Tuan apa yang ingin kamu lakukan.?"
"Apa kamu tidak tahu, atau pura-pura tidak tahu.?"
"Maaf..." Berpaling ke arah lain.
"Tatap akau gadis...!" Paksa Gavano, sementra sesuatu di bawah sana juga sudah mulai me..ne..gang dan meronta mencari tempat untuk membenamkan diri, dan ingin segera mendapat pe..le..pasannya.
Alleta segera menatap wajah lelaki yang saat ini sudah berada di ata..snya. Sebentar kemudian ci..u..man Gavano sudah jatuh menimpa bibir mungil Alleta, gadis yang hanya bisa menerima perlakuan Gavano pasrah saja.
"Ap kamu ingin mencoba ini.? jika ingin aku akan membiarkanmu me..ni..kmatinya. tapi aku tidak yakin, ini akan me..mu..askanmu." Tanya Gavano sambil meyapu tubuh Alleta dengan alat bantu yang ber..ge..tar itu.
"A..h..! tuan... tolong jangan siksa aku seperti ini. u..g...h...!"
"Kenapa.? bukankah kamu menginginkannya.?"
"Ti...a..h..tidak...a..ah...tuan, tidak.!"
"Benarkah, apa kah kau tak menginginkannya.?" Masih menyapu tubuh Alleta dengan alat be..rge..tar itu.
"U..g...h..h..h..! ku..ku mohon tuan.!"
Nik..ma..t serta menyiksa, itulah yang saat ini di rasakan Alleta, terlebih lagi, Gavano mulai me..ce..bu..i leher jenjangnya, Hingga ci..u..man itu merambah ke benda lu..nak yang me..mbu..sung.
"a..g..h..h...!" Teriak manja Alleta saat Gavano me..ngi..git-gi..git kecil ujung benda lu..nak itu sambil me..re..mas..nya, sedang tangan yang satunya tetap memengang alat bantu be..rge..tar dan tetap menyapu di ku..lit Alleta.
Tu...a..h..h..tuan.. tolong sing...a..h..singirkan Al..at itu."
Namun Gavano tidak menghiraukan permintaan Alleta, puas bermain pada benda lu..n..ak gadis yang me..nde..sah di ba..wa..hnya, Gavano mulai menurunkan ciu..man..nya di bawah sana.
__ADS_1
"Rupanya kamu sudah se..ba..sah ini gadis.!" Ucap Gavano dengan senyum iblisnya, puas sekali rasanya lelaki itu telah membuat Alleta seperti itu.
Seperti biasanya, aroma manis strauberry pada in..ti mi..lik Alleta yang sudah menjadi candu bagi Gavano terpampang jelas di depan wajah lelaki itu. Tak kuasa menahan godaan manis itu, Gavano membuka lebar se..lang..kan..gan Alleta, dan ber..sim..puh di bagian itu.
"Tuan... apa yang ingin kamu lakukan di sana.?"
"Tak perlu banyak bertanya."
"Tapi tuan, bisakah kita mematikan lampu.?"
"Tak perlu, bagian mana tu..buhmu yang belum pernah aku lihat.?"
"U..g..h..h...! Leguh Alleta saat Gavano suda mulai me..ngu..lum, men..ji..la..ti bagian godaan itu, sesekali menekankan lidahnya pada sesuatu yang me..non..jol kecil di dalam in..ti Alleta.
"A..h..h,, tu..an, aku... aku,,, ingin."
"Lepaskan saja gadis, tak perlu di tahan,"
"Ak..a..h..h.. aku malu."
"Benarakah.?"
Gavano semakin lincah dan berutal me..nji..la..ti bagian in..ti itu. Di sertai dengan irama-irama dari le..gu..han Alleta yang memenuhi ruangan itu.
"A...h...h...! Tu..tuan... aku,, aku u..g..hh.! aku... ing...a..a.. iginn, Aku kel..uar, a..h..h...h...!" De..sa..han panjang keluar dari mulut Alleta bersamaan dengan keluarnya pele..pasan..nya.
Dan seperti biasanya, Gavano tersenyum puas saat melihat Alleta mencapai pu..nca..k pe..le..pasannya, Di tambah lagi karna ke..ni..kma..tan yang di rasakan Alleta, membut gadis itu me..re..mas selimut di sampingnya, bahkan kedua mata hitamnya sudah tak terlihat lagi.
"Sungguh manis.!"
"Ini belum selesai Alleta.?"
Kembali Gavano bermain di bawah sana, lelaki itu sangat menyukai aroma manis strauberry di bagian in..ti Alleta, sehingga dirinya seperti tidak ingin berhenti dan tetap ingin me..ni..kmati rasa manis yang keluar di sana.
"A..h..h..! Kembali Alleta me..nde..sah ni..k..mat setelah pe..le..pasan yang keduanya.
Lagi-lagi Gavano tersenyum puas.
"Tuan, hentikan, aku sudah tidak kuat."
"Baik."
Merasa puas bermain di sana, Gavano kembali me..nin..dih Alleta, dan melemparkan Alat bantu ber..ge..tar itu ke sembarang arah.
"Kita tak butuh ini,"
"U..g..h..." Kembali Alleta mengelurkan le..gu..han-le..gu..han, saat Gavano membenamkan benda mi..lik..nya yang lebih be..sar dan pan..ja..ng dari alat bantu itu.
Mulai bergerak, ma..ju mun..dur, memberikan hen..ta..kan-he..nta..kan nik..mat yang tiada tara, semakin lama semakin mem..perkut dan me..nge..ncakan ge..ra..kan, sehingga hen..ta..kan-he..nta..kan yang di peroleh Alleta, membut gadis itu memeluk erat bahu lelaki yang tengah me..ngga..uli..nya.
Lantran sangat ni..k..mat, Alleta tampa sadar mencakar bahu Gavano dengan kukunya, tentu saja itu tidak membut Gavano berhenti bahkan semakin bertambah ga..ira..h..nya. di tambah lagi le..gu..han dan de..sa..han-de..sa..han Alleta sangat jelas ter..de..ngar di te..li..nga..nya.
Puas dengan posisi itu, Gavano kemudian membalik tu..bu..h Alleta, dan kembali membenamkan mi..li..knya pada in..ti Alleta. Menyapu seluruh area belakang gadis itu dengan ci..u..ma..n sambil tetap memberikan he..nta..kan di bawah sana.
Tak lupa, tangan Gavano me..re..mas benda lunak mem..bu..sung mi..li..k Alleta, dan tangan yang satunya memegang wajah gadis itu.
__ADS_1
"a..h..h..h..! Tuan...aku... u..h..h..h.! aku."
Gavano semakin mempercepat ge..ra..kan..nya,
"A..g..g..r..h...!" Pekik Gavano saat dirinya mencapai pe..le..pasan..nya. Begitu pula dengan Alleta, de..sa..ha..n panjang keluar dari bibirnya bersamaan pe..lepa..san..nya yang serentak dengan Gavano.
Alleta ter..kulai lemah tak ada tenaga, bagaimana tidak, gadis itu memperoleh tiga kali pe..lepa..san berturut-turut. Sedangkan Gavano tetap me..ni..ndih tubuh Alleta dari arah belakang.
"A..a..h..h..!" Desah Alleta saat Gavano kembali mem..be..na..mkan keper..ka..saan..nya yang kembali me..ne..gang hanya karna melihat tengkuk leher Alleta, 'Sial... aku benar-benar tak bisa berhenti, gadis ini membuatku gila.'! Ucap Gavano dalam hati, Lalu merubah posisi.
Saat ini giliran Alleta yang berada di at..as Gavano dalam posisi duduk dan bersandar pada sandaran pembaringan. Menuntun tubuh Aleta na..ik tu..ru..n yang semakin lama semaki cepat.
"U..g..g..h..h.." Le..gu..h Alleta.
"Gadis... aku tak bisa berhenti. Kali ini maafkan aku."
"Tap...a..h..h..h, a..a..h, Tapi tuan ini sangat da..la..m u..g..g..h.!"
Gavano semakin mempercepat menuntun gerakan na..ik tu..ru..n tu..buh Alleta, hingga gadis itu benar-benar tak tahan, membutnya menjatuhkan wajahnya ke leher Gavano, bahkan gadis itu mengigit bahu lelaki itu hingga sedikit mengelurkan da..rah.
"a..h..a..h..a..h..!! u..g..g..h!"
Tak mau berlama-lama Gavano merubah posisi menindih Alleta tampa melepaskan seauatu yang sedang berpagut di bawah sana.
Tangan Alleta me..re..mas rambut Gavano, sedang Gavano men..ce..mbu..i leher jenjang Alleta, sambil tangannya me..mi..lin ujung benda lu..nak mi..lik Alleta.
"A..g..g..h..r..r.!" Teriak Gavano kembali memperoleh pe..lepa..san..nya, tapi tak sampai di situ, Gavano kembali melakukannya berkali-kali hingga pukul dua malam.
Alleta benar-benar sudah terkulai lemah, dan langsung tertidur. setelah Gavano puas, gadis itu bahkan tak sempat membersihkan diri dari sisa-sisa keringat dan pelepasannya. Hingga Akhirnya Gavano yang membersihkan tubuh Alleta,
Meraih lingrie dan memakaikannya pada gadis yang sudah terkulai lemah, baru kemudian membersihkan dirinya sendiri, dan ikut tertidur.
Andai saja Alleta tidak tertidur, Gavano akan melakukannya lagi dan lagi.
Meskipun bahunya terasa sedikit perih akibat cakaran Alleta dan terdapat bekas luka gigitan di bagin leher dan bahu Gavano, lelaki itu tidak marah sedikitpun. Dia justru sangat senang dan puas.
Malam yang dingin itu, berlalu begitu saja, ruangan yang tadinya di penuhi dengan ******* dan leguhan-leguhan Alleta, serta erangan Gavano kini kembali menjadi tenang. Hingga pagi hari tiba.
Gavano terbangun terlebih dahulu, menjatuhkan ciumannya di kening Alleta yang masih terlelap, tak ada tanda-tanda gadis itu akan terbangun.
"Alleta, kamu milikku, hanya milikku. keluargamu sekalipun tak akan mengambilmu dariku."
Setelah puas menatap serta membelai Alleta, Gavano beranjak dari pembaringan lalu meraih ponselnya dan melakukan sebuah panggilan telfon.
"Hallo, Riko, tolong bantu aku."
Bersambung...
******
Selamat malam jum.'at dari Alleta dan Gavano
Maaf jika banyak terdapat titik-titikππππ
Jangan lupa, Like dan komen...!πππ
__ADS_1