KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Akan berusaha mencintai


__ADS_3

"Apa maksud kamu." Kata Axcel.


Julia akhirnya menjauh dari Axcel, dan berjalan ke pembaringan, meraih lingrie yang tadi sempat dia letakan di kasur, memakainya lalu masuk ke dalam selimut.


"Ya sudah, jika tidak ingin, aku akan tidur." Kata Julia.


Tak butuh waktu lama bagi Julia untuk menjemput mimpinya. Axcel kemudian melangkah ke arah tempat tidur setelah memastikan Julia telah terlelap. Dia juga sangat lelah setelah perjalan dari kota S ke Maroko.


Axcel naik ke pembaringan dan merebahkan diri di sana, di samping Julia, meski sangat lelah namun apa yang harus dia lakukan, jika sesuatu yang ada di bawah sana tidak dapat membuatnya terlelap.


Beberap waktu Axcel mencoba meredamnya, namun tetap tidak bisa, Jujur dalam hati Axcel sangat menginginkan sesuatu agar menghindari rasa pusing yang berlebihan.


Hingga pada saat Julia berbalik menghadap Axcel, bagian dadanya yang kenyal, membut Axcel sungguh sudah tidak dapat menahan.


Dalam tidurnya Julia bergerak semakin merapat pada Axcel dan segera memeluknya.


"Sayang...! aku merindukanmu.!" Kata Julia mengigau.


Axcel terdiam. 'Apa aku benar-benar berada di dalam hatinya, dan bukan sekedar meminta tanggung jawab.?' Tanya Axcel pada dirinya.


Malam semakin larul, Axcel baru bisa tertidur setelah beberapa saat mencoba meredam birahinya. Bisa saja dia membangunkan Julia untuk membantunya, toh Julia adalah istrinya yang sah, tapi Axcel mengurungkan niat itu.


Cahaya matahari telah menyibbakan sinarnya dari ufuk barat dan masuk di sela-sela jendela kamar tempat tinggal Julia. Pagi itu Julia terbangun dalam pelukan Axcel. Dia tersenyum hangat lalu menlayangkan satu kecupan di bibir Axcel.


Julia tidak langsung membangunkan laki-laki yang masih terlelap itu. Dia hanya menatapnya sesaat, baru kemudian berbenah dan kebetulan hari itu adalah hari libur Julia.


Jadi Julia bisa menikmati kebersamaannya bersama Axcel.


Sebentar setalah Julia membuat sarapan, dia membangunkan Axcel, dan menawarkan sarapan.


Julia merasa ada yang berubah dengan Axcel, biasanya ketika dia bertemu dengannya, laki-laki itu selalu saja berlaku kasar padanya. Tapi apa yang terjadi, kenapa dia begitu penurut hari ini.


"Aku libur.." Kata Julia di sela sarapannya.


"Oh...!"


"Karna hari ini libur, kamu mau ke mana, aku akan menemanimu.!"


"Tak perlu, aku hanya ingin di sini, sebentar malam aku akan kembali ke kota S."


"Secepat itu.?"


"Ya...! buat apa lama-lama.?"


"Apa kamu tidak merindukanku.?"


Axcel terdiam, dia tidak tahu harus menjawab apa pada Julia. Dia hanya melanjutkan sarapannya sampai selesai,


"Aku kenyang.!" Katanya lalu, menuju ke kamar mandi.


Karna Axcel tak membawa pakaian, maka dia hanya mengunakan haduk yang membungkus bagian bawahnya, sementara dadanya yang bidang di biarkn begitu saja sambil menunggu pakaiannya kering yang di serahkan ke londry pagi tadi.


Hari itu Julia dan Axcel tidak sering berinteraksi, lantara Julia sibuk dengan buku-bukunya, sementara Axcel hanya sibuk dengan ponselnya.

__ADS_1


"Apa kamu lapar.?" Tanya Julia sesaat setelah selesai dengan tugas sekolahnya.


"Tidak."


Julia merapikan buku-bukunya kemudian menghampiri Axcel yang duduk di sofa lalu menyandarkan kepalanya ke dada bidang Axcel, Axcel tidak menolaknya.


Mersa tidak ada penolakan dari Axcel, Julia mendongkak dan mencium Axcel. Sebentar Axcel terkejut sebelum mebalas ciuman Julia.


Tak ada yang berbicara diantara keduanya. Axcel bahkan menuntun Julia berpindah posisi ke pangkuannya. Julia mengalungkan tangannya di tenguk leher Axcel.


Sementra itu, Axcel mulai me...***** bibir Julia, dan semakin memperdalam ciumanannya.


***


"Aku merindukanmu.!" Kata Julia setelah ciuman mereka terlepaskan.


tapi Axcel yang sudah ber..gairah sejak tadi kembali menyambar bibir Julia, tangannya juga tidak tinggal diam, jari-jarinya mulai menyusup di balik gaun Julia.


"Aku ingin ke tempat tidur" Kata Julia.


Tampa sepata kata pun Axcel menggendong Julia dan melemparkan Julia ke pembaringan, Julia tersenyum saat Axcel melepaskan handuknya dan merangkak ke atas Julia.


Lagi-lagi Julia menarik tengkuk leher Axcel dan menciumnya. Axcel mulai melucuti pakaian-pakaian Julia satu persatu, Kini Julia telah dalam keadaan polos tampa sehelai benang di tubuhnya.


Kembali Axcel mulai men..cembu Julia pelan. Julia menikmatinya dia bahkan memejamkan matanya.


"Ugh...!" Le..guhnya saat Axcel mulai bermain di bagia da..danya.


Sesaat Axcel, terdiam menatap gundukan hitam yang halus. Pelan-pelan dia membuka in..ti Julia dan meliat ke dalam. Lalu mulai bermain dengan lidahnya di sana, menekan sesuatu yang menonjol kecil di sana.


Julia benar-benar tersiksa, bukan tersiksa karna sesuatu yang menyakitkan melainkan karna sesuatu yang rasanya tidak dapat dia deskrepsikan.


De..sahan dan le..guha Julia memenuhi rungan itu, Axcel yang puas bermain di bawah sana kembali pada posisi awalnya.


Perlahan dia me..mbuka lebar kaki Julia dan masuk di ataranya. Dia sudah tidak sabar lagi untuk menengelamkan miliknya di dalam diri Julia.


Saat Axcel mengarahkannya, Julia menghentikannya.


"Berhenti." Kata Julia.


"Why.?"


"Apa kamu tahu siapa aku.?"


"Tentu saja, kamu istriku.!" Jawab Axcel.


"Apa kamu mencintiku.?"


Pertanyaan Julia, membut Axcel sejenak berfikir, lalu berpindah posisi ke samping Julia dan bersandar di pembaringan sembari menarik selimut untuk menetup bagian bawah tubuhnya.


Axcel menatap langit-langit dan tetap diam sesaat.


"Apa aku harus mencintaimu baru boleh menyentuhmu.?" Tanyanya.

__ADS_1


"Tida juga."


"Baiklah nona Julia, jika kamu tidak ingin aku menyentuhmu, maka aku akan berhenti."


Julia bangkit, duduk menghadap Axcel.


"Sayang, aku istrimu, dan itu hakmu untuk menyentuhku."


"Julia, saat ini, aku memang belum mencintaimu, tapi aku akan berusah sebisa mungkin, dan jika itu sedah terjadi, tentunya kamu seutuhnya milikku."


"Sayang...! meski kamu belum mencintaiku saat ini, aku akan menunggumu."


"Terimah kasih Julia. Istirahatlah. Aku akan mandi."


Baru saja Axcel hendak beranjak ke kamar mandi Julia, menarik pergelangan tangannya.


"Sayang...!"


"Ada apa Julia.?"


"Apa kamu akan mengabaikan ku.?"


"Apa maksudmu.?"


"Aku tidak pernah melarangmu atau tidak mengisinkanmu untuk menyentuhku."


"Itu berarti.."


Julia mengangguk pelan, Axcel lalu mendorong tubuh Julia hingga terlentang,


"Kamu yakin.?"


"Aku yakin."


Aktivitas yang tadinya terhenti hanya karna sebuah pertanyaan, kembali berlangsung. Kali ini Axcek tidak tanggung-tanggung untuk segera menenggelmkan miliknya ke dalam diri Julia. Apa lagi dia sudah mendapat persetujuan Julua


Gerakan demi gerakan yang Axcel berikan di bawah sana. Semakin Julia men..desah, semakin Axcel mempercepat tempo gerakan maju-mundurnya.


Nik..mat yang juga menyikasa di rasakan Julia, Sementara di bawah sana, Axcel memberikan hen..takan, tangannya tidak tingal diam. Tentunya bermain pada bagian dada Julia.


Axcel melakukannya sambil menatap wajah Julia yang merasakan kenikmatan tiada tara itu, dan entah mengapa wajah itu membuat Axcel semakin ber..gairah dan mempercepat gerakannya.


Sampai pada titik di mana Axcel dan Julia mencapai pe..lepasannya.


"Aku mencintaimu sayang.!" Kata Julia sebelum tertidur karna kelelahan.


Malam itu Axcel kembali ke kota S dan hanya meninggalkan sebuah pesan pada Julia.


Sesampainya di rumah, Axcel terkejut dengan adanya sesosok wanita yang menyambutnya dengan senyum sedang duduk di ruang tamu, di sana juga ada ayahnya dan pamannya yang baru kembali entah dari mana.


Beraambung...


******

__ADS_1


__ADS_2