KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Wanita masa kecil


__ADS_3

"Kemarilah Axcel." Kata ayahnya.


Axcel kemudian duduk di samping ayahnya dan masih bertanta-tanya, ada apa sebenarnya.


"Axcel, kamu sudah besar rupanya, perkenalkan dia Emely. Emely rose, calon istrimu.


Terkejut Axcel mendengar apa yang di katakan pamannya, lalu menatap ayahnya dan meminta penjelasan pada ayahnya. Tapi ayahnya hanya diam saja.


"Kakek kalian menjodohkan kalian di masa lalu. Dan sekarang adalah saat yang tepat untuk melaksanakan amanah mendiang kakek kalian." Kata pamannya.


"Kenapa baru sekarang.?" Tanya Axcel,


"Karna sekarang adalah waktu yang tepat."


"Tapi aku sudah menikah.!"


"Ceraikan." Sela Emely.


Ayah Axcel yang hanya diam sejak tadi mendengarkan perkataan adiknya, bangkit, emosinya membara lantaran hanya satu ucapan yang keluar dari mulut Emely.


"Tidak ada perceraian."


"Ayah... Tenang, ingat jantungmu."


Paman Axcel adalah anak dari kekenya dari wanita yang berbeda, sementara Emely adalah putri dari salah satu perusahaan besar di New York, bisnis kelurganya bergerak di bidang tekstil dan properti pembangunan.


Memang benar sejak kecil, kakeknya dan kakek Emely meminta agar ketika besar nanti, Axcel dan Emely di nikahkan. Tapi dengan satu syarat yaitu jika di antaranya belum memiliki pasangan. Namun syarat itu tidak di sebutkan pamannya.


"Aku tidak akan menceraikan istriku, sekalipun seandainya aku tidak mencintainya."


Emely hanya tersenyum menaggapi apa yang Axcel katakan. Emely adalah wanita yang tenang, anggun dan juga berwibawa, baik dan santun. Begitulah imagenya di depan orang, tapi siapa yang tahu apa yang ada di dalam dirinya yang sebenarnya.


"Maka aku akan jadi yang kedua." Kata Emely.


"Maaf. Sampai di aini saja. Aku lelah, dan jangan bahas tentang ini lagi." Kata Axcel, kemudian meninggalkan ruang tamu itu.


"Kamu dengar itu Atman.? putraku tidak tertarik dengan pernikahan itu."


"Aku juga tidak bisa berbuat apa-apa Atmaja, terlebih itu adalah amanah mendiang ayah."


"Berhenti mebawa-bawa nama ayah, Sejak ayah sakit, tak sekalipun kamu menjenguknya, hingga dia menghembuskan nafas terakhirnya kamu baru ada, aku bahkan berfikir kamu yang membuat ayah meninggal."


Atman paman Axcel geram mendengar apa yang di katakan kakaknya itu, dia bangkit dan menghantam meja. Ayah Axcel tidak bergeming sekali pun, dia tidak takut.


"Atmaja, aku di sini datang hanya untuk melaksanakan amanah ayah.!"


"Apa kamu fikir aku tidak tahu, bahwa kamu tiba-tiba muncul seperti ini."


"Apa maksumu.?"


"Sejak dulu, kamu selalu ingin mengalahkanku dalam segala hal, dan ingin memiliki perusahaan. Kamu pikir aku tidak tahu itu.? Jangan bermimpi, Atmaja grup di bangun atas namaku dan itu juga adalah warisan dari mendiang ibuku."


"Sialan, kita lihat saja nanti. Ayo Emely, kita pergi."


Emely mengikuti paman Axcel, tapi sebelum itu, Emely mengatakn sesutu pada ayah Axcel.


"Paman aku tidak akan menyerah, enam bulan lagi, aku akan kembali untuk mengambil hakku. Axcel." Kata perempuan cantik itu.

__ADS_1


Ayah Axcel begitu kesal, dia sangat menyukai Julia, baginya Julia adalah menantu satu-satunya, dan itu tidak bisa di gantikan oleh orang lain.


Axcel dan Emely memang sering kali bertemu, namun itu di waktu mereka masih kanak-kanak, Axcel yang waktu itu masih berusia enam tahun, berjanji pada seorang gadis kecil yang cantik yaitu Emely, dia berjanji untuk menikahi Emely ketika mereka telah dewasa.


Tapi itu sudah dua puluh tahun berlalu, dan itu hanyalah janji seorang anak kecil yang belum mengerti apa-apa. Dan kebetulan saat itu kakek mereka mendengar janji Axcel pada Emely, dan akhirnya menjodohkan mereka.


***


"Ada apa Emely.?" Tanya paman Axcel melihat Emely melamun.


"Hanya mengenang masa lalu."


"Jadi apa selanjutnya."


"Biarkan saja dulu, biarkan mereka menikmati hidup hingga enam bulan ke depan."


Atman paman Axcel tersenyum, dia hanya bisa mengikuti apa yang direncanakan Emely.


"Kemana kita akan pergi.?"


"Terserah kamu saja." Jawab Emely.


Di waktu yang bersamaan di kediaman Ganendra, Helen begitu emosi. Karna mengetahui kenyataan pahit bahwa sebenarnya dia bukan putri Ganendra dan bukan adik Julia, Ternyata adik kandung Julia di bawa pergi oleh ibunya saseaat setelah di lahirkan, dan di ganti dengan bayi perempuan yang ibunya sudah meninggal.


Ibu pengganti itu tidak mau memberikan bayinya pada Ganendra dan melanggar perjanjian.


Kenyataan itu dia dapatkan saat Helen ke rumah sakit untuk cek up kesehatan lantaran sudah hampir dua tahun dia menikah dengan Gio, tapi belum memiliki keturunan, sementara orang tua Gio sudah mendesaknya.


"Ada apa Helen.? kenapa begitu emosi.?" Tanya Gio.


Helen segera menyembunyikan berkas tentang kelahirannya.


"Apa yang kamu sembunyikan.?"


"Hanya hasil cek up saja."


"Bagaimana hasilnya.?"


"Aku sehat." Ucapnya berbohong.


Sebenarnya Helen tidak dapat memiliki keturunan, dari situlah berawal dia bisa mengetahui kenyataan pahit itu. Sementara di dalam keluarga Ganendra dan keturunannya tidak ada yang tidak bisa memiliki keturunan.


Helen lalu meminta seseorang untuk mencari tahu tentang kelahirannya, dan rupanya dia hanya anak hasil hubungan gelap seorang wanita panggilan, dan ibunya meninggal setelah melairkannya.


Kesempatan itu di gunakan oleh wanita yang melahirkan adik Julia, menempatkan Helen di tempat putrinya dan membawa kabur adik Julia yang sesungguhnya.


"Bersabarlah sayang.!" Kata Gio


"Em..."


Malam hari di Maroko Julia terbangun dan mendapati Axcel sudah tidak di sampingnya, dan hanya menadap sebuh pesan dari Axcel



Jangan pindah tempat tinggal lagi, aku akan mengunjungimu, ketika ada kesempatan, Aku juga sudah mendapatkan nomor ponselmu, jika aku menelfon. Segera angkat. Awas kalau tidak. Axcel.-


__ADS_1


Julia tersenyum setelah membanca pesan itu, dia merasa puas, usahanya tidak sia-sia.


Seperti yang di katakan Axcel pada pesan itu, dia menyempatkan diri untuk mengunjungi Julia di Maroko. Dan kebetulan hari itu adalah hari ulang tahun Julia yang ke dua puluh dua.


"Apa yang kamu inginkan di hari yang spesial ini.?" Kata Axcel.


"Kamu."


"Julia, aku tidak sedang bercanda."


"Tapi sayang, aku sungguh menginginkanmu."


"Baiklah, aku akn menemanimu"


Seharian itu Axcel hanya menemani Julia di apartemennya, dan makan malam romantis saat malam tiba. Itupun juga di lakukan di dalam apartemen.


"Sebutkan keinginanmu sebelum meniup lilin." Kata Axcel memberi kue tart pada Julia.


Julia menutup matanya sebentar dan membuka lagi baru meniup lilin. dan memeluk Axcel setelah Axcel meletakkan kue itu di meja.


"Aku mencintaimu sayang.!" Kata Julia.


"Sungguh.?"


"Sungguh." Jawab Julia tampa keraguan.


Sebentar meraka berdua larut dalam suasana yang romantis itu, Axcel merogoh sakunya, mengelurkan ponselnya , memutar sebuah musik romantis


"Mau berdansa.?"


Julia mengangguk.


Sepasang suami istri itu berdansa mengikuti alunan musik romantis, suasana yang hanya di terangi beberapa lilin menambah keromantisan itu.


Julia berdansa sambil memeluk Axcel, dia menyandarkan wajahnya di dada Axcel.


"Sayang...!" Kata Julia masih bersandar di dada Axcel


"Apa kamu mencintaiku.?"


Bersambung...


******


Spoiler chap selanjutnya :


Julia terkekeh,


"Kamu sudah tahu keahlian istrimu."


"Sungguh kamu wanita..."


Julia memotong perkataan Axcel


"Wanita murahan maksudmu.?"


"Wanita yang membuat gila."

__ADS_1


"Sungguh.?"


__ADS_2