KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Penyusup


__ADS_3

Alleta yang tidak tahu apa-apa menuruni anak tangga, dan memanggil Arkana, benar apa yang di katakan Gavano, bahwa ada yang sudah menyelinap masuk ke dalam rumah.


Arkana segera menarik tangan Alleta dan menuntunnya hendak keluar dari rumah. Namun Alleta di kejutkan dengan kedatangan tiga orang polisi.


"Ada apa.?" Tanya Alleta bingung.


"Itu nyonya muda Gramentha, seseorang telah menelfon bahwa ada kebocoran gas.!"


"Kebocoran gas.? aku merasa tidak ada apa-apa."


"Itu aku yang menelfon, ayo kita keluar terlebih dahulu, biarkan petugas kepolisian memeriksanaya." Sela Arkana.


Meskipun kebingungan lantaran jika memang ada kebocoran gas kenapa yang di panggil polisi, Alleta tetap mengikuti intruksi Arkana untuk segera keluar.


Setelah berada di luar, beberapa orang menerobos masuk, orang yang telah diperintahka oleh Gavano untuk menggeleda seisi rumah.


"Arkana, apa yang sebenarnya terjadi.? bukankah hanya ada kebocoran gas.? tapi kenapa aku merasa baru saja bayak orang yang masuk ke rumah.?" Tanya Alleta ingin berbalik lantaran merasa banyak orang yang masuk ke dalam rumah.


Dengan sigap Arkana menahannya agar tidak berbalik dan melihat apa yang terjadi.


"Lihat ke depan ada orang yang tidak memakai baju. Jika kamu tidak menutup mata, aku akan memberitahu kakak kalau kamu mengintip pria telanjang."


"Baik...baik... aku akan menutup mata."


Arkana mengantar Alleta ke rumah lama Revandra, dengan alasan lebih enak jika makan bersama ayah dan ibu.


Aliya yang sangat menginginkan Alleta tinggal untuk menginap membuat Alleta tidak bisa berbuat apa-apa. dan tetap tinggal setelah makan malam.


Sementara Aliya dan Alleta berbincang di kamar, Revandra mengajak Arkana untuk keluar


"Hei bocah tengil, apa sebenarnya yang terjadi.!" Tanya Revandra pada putra keduanya


"Di rumah kami ada penyusup."


"Lalu.?"


"Semuanya sudah beres,"


"Baiklah, istirahatlah.


"Ya. ayah.!"


Di waktu yang bersamaan di kediaman Gavano, Reygan juga sudah ada di tempat itu. Mendengar ada yang menyusup di kediaman di mana Alleta tinggal, Reygan tidak tinggal diam.


"Siapa yang menyuruhmu.?" Tanya Reygan pada pria penyusup yang sudah tertangkap.


"Maaf tuan, aku tidak tahu, aku hanya di perintahkan untuk meletakkan sesuatu di rumah ini." Jawabnya ketakutan.


Reygan kemudian melakukan panggilan telfon dengan Gavano.


"Bagaimana.? apa semuanya sudah beres.?" Tanya Gavano di ujung telfon.


"Ya.! Lalu apa yang akan kamu lakukan pada pria ini." Tanya Reygan sambil mencengkram keras rambut pria yang menyusup tadi.

__ADS_1


Dengan bantuan polisi dan beberapa orang, tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk menemukan penyusup tersebut.


"Lepaskan saja dia, dan ikuti ke mana dia pergi, maka kita akan tahu siapa yang menyuruhnya." Ucap Gavano mengakhiri panggilan.


Seperti apa yang di katakan Gavano, Reygan melepaskan pria penyusup itu, lalu diam-diam mengikuti ke mana pria penyusup itu pergi.


Setelah mengetahui di mana pria penyusup itu pergi, Reygan kembali menelfon Gavano.


"Benar apa yang kamu pikirkan, Pria itu suruhan Leo, dan Felisa juga bersamanya saat ini." Ucap Reygan yang melihat Leo dan Felisa yang membuka pintu untuk pria penyusup itu.


"Baiklah, lakukan apapun sesuai keinginanmu.!"


"Ok...!" Jawab Reygan yang tempo hari memang sengaja melepaskan Felisa, dan memerintahkan seseorang untuk selalu mengikuti wanita itu.


Di waktu yang bersamaan, di depan pintu rumah Leo, seorang pria meminta untuk di bukakan pintu dengan tergesa-gesa.


Mendengar pintunya di gedor-gedor dari luar, Leo beserta Felisa keluar dan mendapati seorang pria yang sudah babak belur, yaitu si pria penyusup.


"Kenapa kamu ke sini.?" Tanya Felisa marah.


"Nona, kita sudah ketahuan, apa yang harus kita lakukan.?"


"Itu masalahmu, bukankah kita sidah sepakat dari awal agar kamu berhati-hati, jangan sampai ketahuan." Sela Leo menambah luka di wajah pria itu hingga pingsan, baru kemudian menutup pintu rumahnya, tapi sebelum itu, Leo telah memerintahkan seseorang untuk mengurus pria penyusup itu.


***


Di kediaman Revandra, Gavano sidah kembali dari perusahaan dan langsung mencari Alleta saat tiba di rumah.


Alleta yang mendengar namanya di panggil oleh Gavano, segera berlari keluar dari kamar dan menemui Gavano di ruang tamu.


"Maaf, ternyata masih ada hal yang perlu di urus." membelai lembut rambut panjang Alleta.


"Begitu ya.?" Jawab Alleta memeluk manja Gavano.


"Bagaimana perasaanmu sekarang.?"


"Emm...! seperti biasanya, selalu merindukanmu saat sedang bekerja. Tapi tadi setelah kamu menutup panggilan vidio itu, rumah kita tiba-tiba kebocoran gas!"


"Benarkah.?"


"Em.!"


"Kalau begitu, untuk sementara kita tinggal di sini saja dulu, sampai rumah benar-benar aman dari kebocoran gas.!"


"Baiklah.!"


Kebocoran gas hanyalah alasan Gavano agar tidak membuat Alleta khawatir, ia tak memberi tahu gadis muda itu bahwa ada yang menyusup ke dalam kediamannya. Dan setelah di telusuri, pria yang menyusup itu adalah keponakan dari tukang kebun di rumah Gavano.


Itulah sebabnya, neskipun ada beberapa penjaga di rumah itu, tetap saja si penyusup bisa masuk.


Hingga malam sudah sangat larut, Gavano dan Alleta segera masuk ke kamar untuk beristirahat, meskipun Aliya masih ingin bersama Alleta lebih lama, tapi Gavano tidak mengijinkannya, dengan alasan Alleta harus menjaga pola tidurnya agar cepat mendapatkan seorang bayi.


Sedang Arkana, pergi entah ke mana.

__ADS_1


***


Langit malam di spanyol sangat indah, Alexa berjalan-jalan di keramaian tentunya di temani oleh Riko, sampai pada saat di mana Riko ingin sekali ke toilet. Dan membawa Alexa ke tempat sepi jauh dari keramaian yang terdapat toilet


"Alexa, aku membutuhkan toilet, bisakah kamu menungguku di sini.?"


"Tapi kakak, di sini sangat sepi.!"


"Sebentar saja, kamu teriak saja jika ada sesuatu."


"Baik kakak.!"


Setelah Riko berlalu, ada tiga orang pria spanyol yang sedang berjalan kaki, entah apa yang ada di pikiran Alexa, gadis kecil itu mendekati ketiga pria pejalan kaki itu.


"Hallo,,, nama saya Alexa." Sambil mengulurkan tangannya dan berbicara bahasa Spanyol


"Hallo juga. kenapa gadis cantik sepertimu berkeliaran di tempat sepi seperti ini.?"


"Hanya jalan-jalan saja. lalu, apa aku cantik.?" Tanya Alexa seperti sedang menggoda.


Itu ia lakukan lantaran sangat kesal pada Riko yang seharian menemaninya namun tak mengajaknya berbicara sekalipun. Dan bermaksud menggoda ketiga pria itu agar Riko melihatnya.


Akan tetapi apa yang Alexa tidak sangka adalah, ketiga pria itu justru bernafsu padanya. Maka perlakan mereka bertiga mengelilingi Alexa, membuat Alexa seketika panik.


"Ka..kalian... apa yang ingin kalian lakukan.?"


"Tentu saja bermain dengan gadis kecil yang cantik" Jawab salah satu pria itu sambil menyolek dagu Alexa


"Tidak, jangan mendekat.."


"Sudah terlambat nona.!"


Maka segera ketiga pria itu mulai melakukan aksinya. Mereka, merobek lengan baju Alexa dengan brutal, hingga Alexa berteriak sekuat tenaga.


Baru saja ketiga pria itu ingin meraba bgian-bagian sensitif Alexa.


Buk... Buk.. buk... Brak...


Dengan sigap Riko menendang dan meninju ketiga pria itu secara bergantian. Meskipun mereka bertiga, tapi tetap saja tidak dapat melawan Riko yang sudah seperti kesetanan.


Setelah puas menghajar merekah hingga babak belur, Riko berbalik ke arah Alexa, dan segera saja ketiga pria itu berlari ketakutan.


Betapa hancurnya hati Riko saat melihat keadaan Alexa yang setengah telanjang, dan duduk di tanah memeluk lututnya, gemetaran dan menangis.


"Alexa.! apa kamu tak apa.?"


"Kakak... Lexa takut." Sambil menangis.


Riko lalu memeluk Alexa



Baru kemudian melepas jasnya dan membalutkannya pada Alexa, lalu menyewa sebuah kamar hotel yang tidak jauh dari tempat itu. Riko tidak membawa Alexa ke hotel di mana mereka menginap selama ini, lantaran udara sangat dingin, dan posisi mobil mereka juga sangat jauh.

__ADS_1


******


Bersambung...


__ADS_2