KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Penculikan Reygan dan Anya


__ADS_3

Setelah meminta beberapa orangnya untuk membawa Alvaro ke rumah sakit, Clara yang yang belum sempat mengatakan siapa dirinya, meminta Axcel mengikutinya. Clara juga meminta Axcel ikut di mobilnya saja.


Axcel ingat bahwa, dia telah memasang sesuatu pada jam tangan Reygan, seperti yang pernah dilakukannya pada Aliya sesaat sebelum penculikan Aliya dahulu.


Axcel segera memeriksa ponselnya untuk mengetahui di mana posisi Reygan dan Anya berada.


"Belok kiri" Kata Axcel dan Clara bersamaan.


Rupanya Clara juga telah memasang sesuatu pada Reygan. Lagi-lagi Julia dan Axcel bingung bercampur khawatir. 'Siapa dia sebenarnya, mengapa begitu perduli pada putraku,? terlebih wajahnya, begitu persis denganku. Jangan-jangan...' Tanya Julia dalam hati.


Sekelabat pertanyaan muncul di benak Julia. Dia mulai curiga tentang siapa Clara sebenarnya, Julia bahkan sudah mengambil kesimpulan bahwa jangan-jangan Clara adalah saudarinya.


Sementara itu, di suatu tempat, Anya sedang memeluk Reygan yang terbaring lemah, anak kecil di pangkuan Anya itu tadi pingsan lantaran begitu terkejut.


Tiba-tiba, Anya di kagetkan dengan kedatangan tiga pria berbadan kekar penuh tato di sekujur tubuhnya. Ketiga pria besar itu berjalan semakin mendekat ke arah Anya yang semakin mendekap Reygan. Dia takut kalau-kalau ketiga pria tersebut akan berbuat sesuatu di luar dugaan pada Reygan.


"Jangan mendekat." Kata Anya.


"Cih..."


Meski Anya berusaha menghentikannya, para pria bertubuh besar itu memisahkan Anya dan Reygan yang masih tidak sadarkan diri dari pingsanya.


"Lepaskan, tolong jangan menyakitinya, aku akan melakukan apapun?" Pinta anya di sela tangisnya.


Mendengar perkataan Anya salah dari dari mereka merubah pandangannya. Dia memandang Anya penuh nafsu.


"Baik, asal kau melayaniku, aku akan melepaskannya."


"Lakukan saja, asal jangan menyakitinya." Kata Anya lagi.


Anya berfikir jika hanya dengan mengorbankan dirinya, Reygan baru bisa selamat, maka dia akan melakukan apapun, termaksud melayani nafsu bejad pria menjijikan di depannya. 'Tak ada yang perlu kupertahankan, hidupku sudah hancur sejak aku tak bisa mendapat keturunan' Guman Anya dalam hati, Air matanya menetes.


Anya hanya bisa melihat Reygan di bawa pergi oleh kedua pria bertato dan berbadan besar setelah pria yang tubuhnya bertato itu berjanji akan melepaskan Reygan setelah Anya memuaskan hasratnya. Sementra yang satunya sudah siap mengambil ancang-ancang untuk melampiaskan hasrat bejatnya pada Anya.


Semakin pria bertubuh besar itu mendekat, Anya semakin gemetaran dan ketakutan. Namun, demi keselamatan Reygan, dia akan rela jika pria itu sungguh melakukan sesuatu padanya.

__ADS_1


Jujur saja, Anya merasa jijik melihat pria bertubuh besar itu, terlebih saat pria itu mulai menyentuh Anya dan mebuka kancing baju Anya. Tak sanggup menahannya, Anya berpaling ke arah lain sambil menutup matanya serta berusaha sebisa mungkin untuk menahan aroma tubuh tidak enak yang keluar dari badan pria besar itu.


Saat pria bertubuh besar itu hendak mencembu Anya, pintu ruangan itu tiba-tiba terbuka. Clara masuk dan segara meminta orangnya untuk menolong Anya.


Hanya beberapa pukulan saja, pria tersebut sudah tumbang, Clara bahkan meminta orangnya untuk segera mengebiri pria itu di tempat, tampa menggunakan obat bius.


"Aaghhrhhhh..." Teriak pria itu kesakitan. Namun, apa boleh buat, semuanya sudah terjadi.


"Itulah hukuman untuk pria pemerkosa sepertimu." Kata Clara tersenyum puas.


Sementara itu, Julia berlari mendekap Anya yang serperti sedang trauma melihat pengebirian di tempat. Bukan hanya Anya, Axcel juga Julia bahkan sempat terkejut dengan apa yang dilakukan Clara.


Akan tetapi, hal itu tidak penting, setelah beberapa saat, Anya mendapatkan kembali kesadarannya dan teringat pada Reygan. Dia memberitahu bahwa tadi Reygan di bawa keluar oleh dua orang pria.


Senyum Clara berubah. Wajahnya tiba-tiba seperti ingin memangsa. Dia berbalik dan meminta beberapa orangnya untuk mengikuti arah yang ada di ponselnya yang tersambung dengan keberadaan Reygan.


***


"Ibu..." Panggil Reygan mencari ibunya setelah membuka matanya, lalu menguceknya.


Reygan yang bingung di mana dia berada berusaha memperbaiki kesadaran dirinya. Dia tetap tenang meski tak tahu dengan keadaan dan situasi di sekelilingnya. Anak kecil itu dikejutkan dengan beberapa orang yang menerobos masuk ke rungan di mana dia berada.


Sebelum menerobos masuk ke tempat di mana Reygan, Beberapa orang itu terlebih dahulu melewati rintangan dan terjdi petkelahian. Itulah kenapa orang-orang yang menerobos tadi terdapat banyak percikan darah.


"Jangan takut, kami adalah suruhan bibimu." Kata seorang dari mereka yang memang Reygan mengenalnya.


"Paman, di mana bibi Anya.?" Tanya Reygan berlari kepelukan orang tadi.


"Jangan khawatir, bibi Anya, baik-baik saja."


Di tempat lain, Axcel dan Julia yang khawatir dengan Anya di sisi mereka terkejut saat beberapa orang keluar dari sebuah ruangan di mana tempat Reygan di sekap tadi. Julia berlari meraih Reygan dari pelukan seseorang tadi.


"Reygan..."


"Ibu, Ayah, bibi Anya,!"

__ADS_1


"Apa Reygan baik-baik saja.?" Tanga Axcel membelai rambut putranya.


"Reygan baik-baik saja, beruntung orang-orang bibi cepat datang."


Axcel bingung, 'bibi.? Bibi yang mana.? Bukankah Anya tidak memiliki banyak orang.?' Tanya Axcel dalam benaknya. Berbeda dengan Axcel, Julia justru memberanikan diri bertanya pada orang-orang yang membawa Reygan tadi.


"Di mana dia.?" Tanya Julia yang curiga bahwa yang di maksud bibi oleh Reygan adalah Clara.


"Maafkan kami Nyonya, itu bukan tugas kami untuk menjawab, kami hanya ditugaskan untuk menyelamatkan Tn.muda Reygan."


Julia mengerti dengan jawaban itu, dia juga tidak bisa memaksakan kehendaknya untuk bertanya dan mendapat jawaban yang di inginkannya. Setelah menjawab pertanyaan Julia tentang siapa bibi yang di maksud Reygan, beberapa orang tersebut berlalu meninggalkan Mereka.


"Ibu, bibi itu namanya Clara."


"Sungguh.?" Tanya Julia."


"Iya Ibu, Reygan tidak berbohong.!"


Setelah mengantarkan Anya ke rumah sakit, Axcel dan Julia pulang ke kediaman mereka dengan Reygan yang sudah tertidur pulas setelah Julia memberinya makan. Sedang Anya di temani oleh Daniel. Axcel menghubungi Daniel saat Anya tertidur setelah mendapat beberapa pemeriksaan. Daniel begitu marah mendengar Anya hampir di merelakan dirinya.


Sementara itu di sebuah tempat yang jauh di pinggiran kota, seorang pria paruh baya sedang meringkuk di lantai, tangannya diikat di balik punggungnya, sedang kakinya di biarkan begitu saja. Dia adalah Atman. Matanya tertutup kain hitam seperti biasa.


"Aggrrhhh..." Tetiaknya kesakitan saat seseorang meremas bekas jahitan oprasinya.


"Dasar tua bangka, beraninya kau menculiknya."


"Siapa kau.. Aaggrrhh..." Teriak Atman lagi saat sesuatu merobek kulitnya.


"Kau tak perlu tahu siapa aku,"


"Berhenti menyiksaku seperti ini, apa yang kau inginkan. Uang.? aku akan memberimu.!"


"Cih. Uang.? apa kau pikir uangmu adalah tujuanku.?"


"Lalu apa tujuanmu.?" Tanya Atman menahan rasa sakit di bagian perutnya.

__ADS_1


Bersambung


******


__ADS_2