KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Rencana licik Julia


__ADS_3

Beberapa waktu setelah Julia kembli ke rumah, di mana malamnya di melewati malam kutukan bersama Axcel. Ternyata Helen diam-diam mencari tahu apa yang sebenarnya Julia lakukan sehingga tidak pulang.


Helen mendapatkan rekaman CCTV hotel saat dia pergi ke hotel itu dengan alasan ingin mengetahui apa yang kakak perempuannya lakukan.


Karna pernyataannya beserta foto Julia yang di serahkan kepada pihak yang mengurus CCTV, membuat mereka percaya, dan memberika rekaman CCTV itu pada Helen.


"Di mana kakakmu Helen.? Tanya ayahnya saat Helen sudah berada di rumah bersama Gio.


Pria paruh baya itu melihat Helen pulang bersama Gio, tapi tidak melihat Julia bersama mereka.


"Julia mampir ke tempat temannya." Jawab Gio berbohong.


"Baik... Jika begitu, kalian berseng-senanglah, aku kepengen istrahat."


Ayah Julia berbalik untuk meninggalkan Helen dan Gio, namun langkahnya di hentikan oleh Gio.


"Paman...!"


"Ada apa Gio.?'


Sebentar Gio mengambil nafas lalu menghembuskanya, mengumpulkan keberanian diri untuk mengatakan apa tujuannya.


"Paman, aku ingin menikahi Helen."


Ayah Julia terkejut dengan pernyataan Gio, 'kenapa Helen.? Bukankhah Gio mencintai Julia.?' Tanya ayah Julia dalam hati.


"Bisa kamu ulangi Gio.?"


"Aku ingin menikahi Helen paman.!"


"Tapi Gio, Helen masih enam belas.!"


"Saya tahu itu paman,"


"Lalu bagaimana bisa. Pengadilan tidak akan membiarkan itu."


"Tak apa paman, aku punya pemikiranku sendiri tentang itu."


Ayah Julia mendengus pelas.


"Baiklah, jika itu yang terbaik untuk kalian."


Dalam hati ayah Julia sangat ingin mempertanyakan tentang hubungan mereka, yang dia tahu selama ini bahwa Gio dan Julia saling menyukai, tapi kenapa tiba-tiba Gio justru melamar Helen bukan Julia.


Tapi ayah Julia tidak ingin memikirkannya lebih jauh lagi, yang terpenting anak-anaknya bahagia, dan menurut apa yang di katakan Helen bahwa Julia juga tidak keberatan dengan pernikahan itu.


"Besok aku akan membawa ayah dan ibu." Kata Gio.

__ADS_1


"Baiklah..."


Gio undur diri, pamit utuk kembali pulang ke rumahnya agar bisa memberi tahu tekadnya untuk menikah dengan Helen.


Malam hari selanjutnya, seperti yang sudah di sepakati, kelurga Gio dan keluarga Julia mengdakan pertemuan di sebuah restauran barat yang kebetulan berdampingan dengan sebuah Club malam x.


Karna itu adalah pertemuan kelurga, tentuny Julia juga menghadirinya, meskipun dia sangat kesal. Tapi apa boleh buat, demi untuk menyenangkan adiknya, dia rela melakukan itu semua.


Selama pertemuan itu, Gio tak sedikitpun melirik Julia, dia sibuk memberi perhatian untuk Helen.


"Cih... dia pikir aku cemburu." Kata Julia yang suaranya hampir terdengar."


"Apa yang kamu gumamkan Julia.?" Tanya ayahnya.


Julia tertawa sembari menjawab.


"Tidak ada. Itu ayah, aku membutuhkan toilet."


"Pergilah."


Julia meninggalkan keluarganya dan keluarga Gio yang tengah membahas tentang pernikahan Helen dan Gio sebulan lagi.


Umur Helen yang masih enam belas tahun dan Gio baru dua puluh dua, tentunya pernikahan mereka tidak akan di terima di pengadilan. Namun hal itu tidak berlaku, karna ayah Gio adalah salah satu pemegang saham di biro catatan sipil.


Ayah Gio mengambil kesempatan untuk mempermudah pendaftaran pernikahan Gio dan Helen menggunakan oteritas jabatannya.


***


Di waktu yang bersamaan, saat Julia telah selesai dan keluar dari toilet, dia tidak sengaja melihat Axcel yang kebetulan malam itu melakukan meeting di restoran itu bersama Daniel.


Julia mengikuti Axcel diam-diam, dan setelah membayar makanan Axcel dan Danile keluar dari restaurant di susul Julia.


Karna terburu-buru mengikuti Axcel, Julia tidak punya waktu untuk pamit pada kelurganya. Dia hanya mengirim pesan pada adiknya Helen.


Namun rupanya Helen tidak memberitahu pada ayahnya tentang pesan yang dikirim Julia padanya. Membuat ayahnya sedikit kesal pada kelakun Julia yang seperti tidak menghargai pertemuan itu.


Sementara itu Julia mengikuti Axcel yang ternyata Axcel menuju Club malam yang ada di sebelah restaurant itu.


Sebelum masuk, Julia terdiam di pintu, dan tiba-tiba sesuatu terlintas di pikirannya. Maka dia segera masuk dan mengambil tempat duduk tidak jauh dari Axcel. Tapi sebelum itu Julia mampir ke toserba yang juga tidak jauh dari Club malam itu untuk membeli sesutu.


Meneliti setiap apa yang di lakukan Axcel bersam Daniel, hingga seorang pelayan menghampirinya dan menawarinya sesuatu ubtuk di pesan. Tapi Julia mengabaikannya dan terus menatap Axcel.


"Jika anda tidak memesan, saya pergi nona, saya harus segera membawa anggur ini ke kedua pria yang ada di sana."


Julia tersentak.


"Maksud kamu dua yang di sana.?"

__ADS_1


"Begitu nona.!"


Julia akhirnya punya kesempatan untuk melancarkan akal liciknya. Dia meminta pelayan itu membantunya.


Awalnya pelayan itu menolak, namun dengan iming-iming berupa uang yang banyak dari Julia, akhirnya pelayan itu terbuai dengan uang Julia dan sepakat akan membantu Julia.


"Bagaimana tentang proyek air mancur yang tengah kamu kerjakan bersama presedir Revan.?" Tanya Axcel."


"Berjalan baik." Jawab Daniel


Di tengah pembicaraan mereka, seirang pelayan membawakan anggur yang Axcel pesan.


Pelayan itu juga membantu menuangkan ke gelas yang sudah berisi beberapa kotak es batu lalu memberikannya pada Axcel dan Daniel.


Karna sudah haus, Axcel meminumnya, baru saja Daniel ingin meneguk anggur itu, tiba-tiba ponselnya berbunyi dan tidak jadi meneguknya.


Daniel meletakkan kembali gelas itu di meja. Dan meminta waktu pada Axcel untuk menjawab panggilan itu yang tidak lain dari Revandra. Karna saat ini, Aliya sedang ingin bertemu dengannya.


Panggilan telfon berakhir dan Daniel berpamitan pada Axcel.


"Apa kamu baik-baik saja aku meninggalkanmu di sini sendiri Axcel.?"


"Tidak apa. Jika itu tentang Aliya."


Daniel berlalu, sedangkan Axcel tetap di Club itu, terlebih Daniel mengatakan ada seseuatu pada Aliya, membuat Axcel semakin bertambah gairahnya untuk meneguk habis anggur yang ada di depannya.


Bahkan Axcel menambah dua botol lagi, namun dia berhenti di botol yang terakhir, karna ada seauatu didalam dirinya yang menggejolak.


Wajahnya memerah, Samar-samar Axcel melihat seorang gadis berdiri di depannya.


"Aliya...!" Panggilnya pada gadis itu, sebelum dia benar-benar tidak sadarkan diri dan terjatuh di pelukan gadis itu.


Melihat Axcel sudah dalam keadaan yang seperti itu, seorang pria berbadan kekar dengan pakaian serba hitam menghampirinya.


"Ada yang bisa saya bantu nona.?."


"Oh... kebetulan, tolong pesankan saya satu kamar VIV, dan beberapa botol anggur, lalu bantu saya bawa dia ke kamar itu."


Pria berpakaian serba hitam itu melakukan apa yang di minta gadis yang saat ini sedang membopong Axcel. Lalu membawa Axcel ke sebuah ruangan yang biasaya di pakai untuk melakukan pertemuan pribadi oleh para kolongmerat.


"Terimah kasih, ini tipmu," Kata Gadis itu setelah berhasil membawa Axcel masuk ke ruangan itu, dan memberi tip pada pria berpakaian serba hitam yang tidak lain adalah salah satu pegawai di Club itu.


"Aliya..." Sekali lagi Axcel menyebut nama Aliya dan samar-samar melihat wajah gadis di depannya yang tidak di kenal sama sekli. Bru kemidian menjatuhkan ciumannya oada bibir gadis di depannya


Bersambung...


******

__ADS_1


__ADS_2