
"Kamu kenapa.?"
"Ha...hantu...!" Teriak Emely.
"Nona, buka matamu lebar-lebar, aku bukan hantu."
Setelah beberapa saat memastikan, bahwa apa yang dilihatnya bukanlah hantu melainkan Julia, Emely kembali dengan sikapnya seperti semula, Anggun dan tenang.
"Rupanya kamu kembali."
"Ya aku kembali."
"Sayang sekali, Axcel sudah melupakanmu.!"
"Apa maksudmu nona Emely.?"
Emely memberitahu Julia, bahwa selama Julia tidak di sisi Axcel, Helen menjadi penggantinya, dan setiap hari Helen datang untuk merawat Reygan.
Semua itu Axcel lakukan karna Axcel merasa Helen adalah adalah adik Julia dan mereka sangat mirip, bahkan Axcel menganggap Helen adalah Julia dan selalu melakukan hubungan intim. Itu semua yang di katakan Emely pada Julia.
Namun Julia tidak mempercayai itu semua.
"Jangan menyesal karna tidak percaya, aku sudah mengingatkanmu.!"
"Keluar dari rumahku.!" Tegas Julia.
Emely akhirnya keluar dari rumah itu dan sangat kesal, ternyata Julia masih hidup, Dia lalu melakukan panggilan telfon dan meninggalkan tempat itu setelah mengakhiri panggilannya.
Axcel belum kembali, baru saja Julia bernafas lega dengan kepergian Emely, tiba-tiba pintu kembali terbuka, padahal Julia sudah memastikan telah mengunci pintu.
Julia lagi-lagi terkejut melihat yang masuk adalah Helen.
"Kakak.!"
"Ya, ini aku Helen.? Apa yang kamu lakukan di sini.?"
"Aku memang selalu di sini, aku juga punya kunci rumah ini."
Julia kemudian berfikir, bahwa apakah benar tentang apa yang dikatakan Emely tadi, dan juga pakaian wanita yang ada di lemari pakaian Axcel, bahkan kunci pintu yang ada di tangan Helen.
Itu semua menguatkan bahwa apa yang dikatakan Emely mungkin saja benar.
"Kakak, mengapa terdiam.
"Tidak, apa sungguh kamu selalu datang ke sini.?"
"Ya... Tn.Axcel sendiri yang menyuruhku dan memberikan kunci ini padaku."
"Keluar dari rumah ini.!" Teriak Julia yang mulai frustasi terlebih ingatan tentang kematian orang tuanya dan perusahaan yang bangkrut di tangan Helen kembali ternayang.
Julia mulai menangis dan membanting barang-barang yang bisa dia raih di sekitarnya. Beruntung Axcel sudah kembali dan bisa segera memeluk Julia yang tampak sangat frustasi.
"Julia... Ini aku...!"
"Suruh dia keluar...!" Kata Julia berteriak menunjuk Helen.
"Keluar dari sini, kamu sudah menyebabkan masalah, terlebih apa yang kamu lakukan di sini.?"
"Tn.Axcel bukankah kamu yang memintaku ke sini."
__ADS_1
"Sejak kapan, aku bahkan sangat jijik melihat wajahmu itu. Keluar."
"Tapi Tn.Axcel bukankah kamu mencintaiku.?"
Plak... Lantran begitu Emosi, Axcel yang tidak pernah bermain kasar pada wanita, menampar Helen hingga Helen tersungkur ke lantai. Baru kemudian berteriak.
"Di mana semua orang di sini, kenapa membiarkan wanita menjijikan ini berada di sini."
Teriakan Axcel membuat dua pelayan berlari menghampirinya, sejak tadi pelayan itu ada di kebun belakan hingga tidak mendengar saat Julia berteriak.
"Maafkan kami tuan.!"
"Lemparkan dia keluar dari rumah ini." Titah Axcel.
Kedua pelayan itu kemudian menyeret Helwn keluar dari rumah, dan melemparkannya ke jalan,
Sementra Axcel kembali memeluk Julia yang belum tenang. Menuntunya ke kursi lalu memberi minum.
Setelah merasa tenang, baru Julia mentap Axcel lalu bertanya panya.
"Sayang...!"
"Em...!"
"Apa yang dikatakan Emely dan Helen itu benar.?"
"Emely...?"
"Ya... sebelum Helen datang, Emeli sudah terlebih dahulu menemuiku dan memberitahuku tentang kamu dan Helen."
"Julia, tatap mataku. Dan lihat, apa aku sedang berbohong.?"
Benar saja, Julia tidak menemukan adanya kebohongan di sana. Begitu suasana sudah tenang, Anya dan Reygan juga sudah kembali, Axcel kemudian meminta Anya untuk mencari tahu, apakah Helen dan Emely ada hubungannya.
***
"Dasar bodoh, begitu saja tidak bisa."
"Maafkan aku nona Emely, aku tidak menyangka bahwa Tn.Axcel akan segera kembali."
"Cih..."
"Lalu apa yang harus saya lakukan sekarang nona Emely.?"
Emely kemudian membisikkan sesuatu pada Helen, dan Helen tersenyum lalu bertanya
"Tapi bagaimana aku melakukannya.!"
"Itu urusanku, kamu hanya tinggal melakukan sisanya saja."
"Baik..."
Beberapa hari berlalu, Axcel ke perusahaan seperti biasa, Reygan juga sedang bersekolah, sedangkan Julia berada di rumah karna kebetulan dia begitu lelah melayani nafsu Axcel yang membabi buta semalaman.
Baru saja Julia ingin mengunci pintu, dua orang sudah mendorong pintu itu lalu menagkap Julia dan membekamnya dengan sapu tangan yang sudah di beri obat bius lalu membawa Julia pergi.
Melihat Julia tidak ada di rumah, pelayan segera menghubungi Axcel. Begitu mendapat kabar dari pelayannya, Axcel segera meninggalkan perusasahaan. Di tengah jalan Axcel mendapatkan sebuah panggilan telfon dari seseorang, dan memberi tahu Axcel bahwa Julia ada pada mereka.
Axcel segera menuju ke sana, saat dia baru mau masuk ke tempat yang dikatakan si penelfon, seseorang menghantamnya dari belakang dan menyuntikan sesuatu pada Axcel.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, di sebuah ruangan, Axcel dan Julia di satukan namun di batasi dengan sebuah kaca di mana hanya Julia yang dapat melihat Axcel, tetapi Axcel tidak dapat melihat Julia.
"Sayang...! Panggil Julia ketika sadar, dan melihat Axcel masih pingsan
Julia kemudian melihat Emely masuk di sisi Axcel, meski Emely tidak melihat wajah Julia, dia tahu Julia sudah ada di sana.
"Hallo Julia kita bertemu lagi. Kaca ini kedap suara, dan tahan getaran, sekuat apapun kamu berteriak, Axcel tidak dapat mendengarkanmu" Kata Emely menekan tombol agar suranya terhubung pada Julia.
Emely tiba-tiba menggila dan berteriak pada Julia, dia mengatakan bahwa karna Julia, Axcel menghancurkan kelurga Rose. yaitu keluarga Emely.
"Apa maumu.?" Kata Julia.
"Aku hanya ingin memberitahumu bahwa hubungan Axcel dan Helen itu nyata. Masuk...!" Kata Emely di akhir perkataannya yang meminta Helen segera masuk ke ruangan di mana Axcel berada kemudian Emely meninggalkannya.
Di balik kaca itu Julia melihat Helen melepas pakaiannya, dan duduk di samping Axcel yang masih pingsan, semenit kemudian Axcel terbangun
"Panasnya...!"
Helen kemudian melepaskan kancing baju Axcel, laki-laki itu perlahan membuka matanya dan melihat Julia di depannya sedang melepas pakaiannya.
Saat itu, Axcel di kuasai nafsu birahinya, lantaran cairan yang di suntikkan padanya tadi adalah cairan perangsang.
"Istriku... itu kamu," Kata Axcel memeluk Helen.
Sementra di balik kaca sebelah, Julia menangis melihat apa yang terjadi, namun dia berusaha meyakinkan dirinya bahwa itu semua adalah rencana Helen dan Emely untuk membuatnya berpisah dengan Axcel.
Terlebih, Julia mendengar Axcel yang memeluk Helen memanggil namanya,
"Sayang... aku harap kamu sadar."
Axcel kemudin melepas pelukannya pada Helen dan hendak menciumnya, namun sebelum itu Axcel terlebih dahulu menjatuhkan wajahnya pada leher Helen.
"Tidak, ini bukan bau istriku." Ucap Axcel sadar bahwa yang di depannya bukanlah Julia,
Axcel kemudian mendorong Helen lalu menamparnya dan keluar dari ruangan itu.
Di tempat lain, di mana Emely memantau, sangat kesal, dia segera memerintahkan orang untuk membawa pergi Julia dari sana.
Julia berteriak saat orang suruhan Emely menangkapnya lalu mengikat tangannya kemudian memasukkan Julia ke dalam karung dan membawanya.
"Itu suara Julia." Kata Axcel.
Dengan sekuat tenaga Axcel mengejar orang yang membawa Julia itu, dan menyempatkan menelfon Anya untuk menjaga Reygan,
Julia di lemparkan ke laut, dan Axcel yang melihat hal itu, segera menceburkan dirinya ke laut menyusul Julia.
Bersambung...
******
Author note : Mulai hari ini, insyaallah, saya akan up dua sampai tiga bab.
Tapi sebelum itu, saya harap kakak-kakak readeraku yang baim dan setia pada novel ini, untuk jangan lupa tinggalkan jejak.😊
-LIKE (JANGAN LUPAKANYANG INI YA🤗🤗)
-KOMEN
-VOTE (JIKA BERKENANG😀)
__ADS_1
-BERI HADIAH (JIKA BERKENANG😀)
pokoknya makasih banyak buat kakak-kakak, Love you..😘😘😘