KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Hanya milikku


__ADS_3

Di kediaman Atmaja.


"Ibu, ayah, kapan kalian datang.?" Tanya Reygan yang baru saja pulang dari berpesta seperti biasa yang di lakukannya setelah menyelesaikan urusan perusahaannya.


"Dasar anak nakal, jadi kamu tidak menginginkan kehadiran ibu dan ayah.? begitu.?" Jawab Axcel berdelik.


Axcel dan istrinya, baru saja tiba di kota S. bukan sambutan hangat yang di dapatkan dari putranya, justru pertanyaan yang tidak diinginkan yang keluar dari mulut Reygan.


"Lalu kapan kalian akan kembali lagi ke New York.?"


"Kamu...!"


"Sayang.! jangan emosi, kamu tau sendiri sifat putramu ini." Bela Julia menghalangi Axcel memaki putranya.


"Kau ini, jangan membuatku bertambah pusing nak.!" Ucap Axcel mengalah seraya memijit keningnya.


Reygan memang tipekal lelaki yang suka bermain wanita, dia sama sekali tidak menuruni sifat dan karakter ayahnya, Namun meskipun demikian, Reygan tetap konsisten dalam mengurus perusahaan yang di tinggalkan kakeknya itu, Atmaja Grup.


Terbukti, lelaki itu bisa mendapatkan bekerja sama dengan dengan Gramentha Grup dengan usaha yang tidak mudah lantaran Gavano adalah seorang presesir yang profesional, siapa yang menurutnya layak, maka itulah yang akn ia pilih.


Tak sedikit yang menginginkan kontrak itu, namun hanya Reygan yang sangat antusias dan sangat layak, maka Gavano hanya menyetujui kontrak dengan Atmaja Grup.


"Lalu, bagaimana dengan kontrak itu.?" Tanya Axcel.


"Janagan bilang kalian kembali ke kota S hanya untuk sebuah kontrak, dan tidak rindu padaku.?"


"Tidak nak, kami juga merindukanmu.!" Sergah Julia, lalu memeluk putra satu-satunya itu.


"Jadi bagaimana.?" Kembali Axcel bertanya, setelah mereka duduk di sofa ruang tamu.


Memang Benar, Axcel dan istrianya Julia, kembali ke kota S hanya untuk memastikan masalah kontrak kerja sama dengan Gramentha Grup, tapi tentu saja itu adalah masalah yang kedua, dan masalah pertamanya adalah, semua murni keinginan Julia, yang tiba-tiba ingin kembali ke kota S.


"Tak ada masalah!"


"Bukankah kemarin kamu memberitahu ayah tentang pembatalan kontrak itu.?"


"Ya.! memang benar, tapi setelah istrinya di temukan, lelaki dingin itu tetap melanjutkan kerja sama dengan perusahaan kita."


"Kenapa dengan istrinya.?" Tanya Julia tiba-tiba sangat penasaran.


"Ibu tahu.? Beberapa hari yang lalu, istrinya kabur dari rumah, dan itulah sebabnya Gavano tiba-tiba membatalkan kontrak, dengan alasan dirinya begitu pusing.!"


"Lalu apa hubungannya, antara kontrak kerja sama perusahaan dengan istrinya yang kabur.?" Kembali Julia bertanya.


"Reygan juga tidak tahu bu.! Intinya sekarang semuanya sudah kembali."


"Revandra juga hari kembali ke kota S. Sebaiknya kamu menemuinya, dan tunjukan sopan santunmu padanya,"


"Baik Ayah.!"


Setelah bebrapa saat berbincang, Reygan dan ayah beserta ibunya melanjutkan untuk makan malam.

__ADS_1


Berbeda dengan Axcel dan Julia yang menyantap makanannya dengan tenang, Reygan justru menatap ayahnya sedemikian rupa. 'Ah, bibir ayah... di mana aku pernah melihat bibir yang seperti itu.?' Tanya Reygan termenung dalam hati.


"Apa ada yang salah pada ayah Reygan.?"


"Tidak, tidak ada.!"


"Mengapa kamu menatapku sedemikan rupa.?"


"Tidak, Reygan hanya merindukan ayah dan ibu." Jawab Reygan berbohong.


Lelaki macho itu sebenarnya, memutar otaknya dan berfikir keras tentang di mana dirinya pernah melihat bibir yang begitu mirip dengan ayahnya, namun sekeras apapun Reygan berfikir, dirinya tetap tak dapat mengingatnya.


Di sebuah kamar yang bernuansa merah muda, di kelilingi beberapa kado yang belum dibuka sama sekali, Julia melangkah masuh dengan hati yang begitu pilu, sebenarnya, jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, wanita itu berharap, putrinya masih hidup dan berada di suatu tempat.


"Elena sayang.! ibu sangat merindukanmu.!" Ucap Julia setelah bersimpuh di antara kado-kado itu.


Meraih sebuah bingkai foto dan menatapnya penuh kerinduan. Wanita itu senantiasa mengelus bingkai foto putrinya Elena.


"Sidahlah sayang.! Jangan bersedih, bukankah kamu sudah berjanji tidak akan meneteskn air mata setelah kembali ke kota S.?" Tanya Axcel yang baru saja masuk dan segera memeluk istrinya.


"Tapi...!" Air mata Julia mengalir tak tertahankan.


"Jangan menangis lagi, kita hanya akan berada di sini sebulan saja, mari kita menikmati waktu kebersamaan bersama Reygan sebelum kembali ke New York." Bujuk Axcel seraya menyeka air mata istrinya.


***


"Awu.... ah, sakit.!" Rintih Alleta saat hendak bangkit dari pembaringan, namun gadis muda itu tidak dapat berdiri dengan baik, lantaran pinggulnya sakit dan bagian di antara selangkannya yang terasa perih.


Gadis itu mengapai-gapai dinding bertujuan ingin ke kamar mandi, namun sekali lagi dirinya terperosot ke lantai.


"Awu..., Dasar lelaki tua.mesum, semua ini karnanya, ah.!" Maki Alleta


"Maafkan aku.!" Jawab soerang lelaki dingin yang baru saja kelur dari kamar mandi.


Lelaki itu berjalan semakin mendekat pada Alleta, sedangkan Alleta seperti ketakutan melihat Gavano semaki dekat. 'Bagaimana ini, lelaki mesum itu mendengrku memakinya, apa aku akan di hukum lagi.? oh tidak, membayangkannya saja aku tidak sanggup.' Keluh Alleta dalam hati.


"Apa yang kamu pikirkan.?" Tanya Gavano yang sudah menggendong Alleta ke tempat tidur."


"Ma...maaf tuan.!"


"Untuk.?"


"Karna aku memakimu.!"


"Tak ada masalah.!"


"Kamu tidak marah tuan.?"


"Untuk apa marah.?"


"Lalu, apa boleh aku memakimu langsung.?"

__ADS_1


"Silahkan saja jika kamu mengingininnya."


Namun Alleta mengurungkan Niatnya, bagaimana tidak, tatapan Gavano berubah di akhir kalimatnya, seakan memberi isyrat bahwa jika Alleta berani memakinya, maka akan mendapatkan sesuatu yang tak terduga.


Tapi apa yang tidak di ketahui Alleta adalah, Gavano menatapnya bukan karna marah, melainkan terpesona dengan Alleta. 'Aku tidak akan melepaskanmu Alleta, kamu harus selalu berada di sini, di tempat ini, di sisiku, menemani hari-hariku, melahirkan putra yang lucu untukku.' Ucap Gavano dalam hati.


Lantaran sangat terpesona dengan Alleta, Gavano menjatuhkan ciuman di bibir gadis itu, me..lumatnya sesaat sebelum ciuman itu merambah ke leher jenjang Alleta.


"Tu... tuan.! sakit." Ucap Alleta saat Gavano hendak membuka lingrie yang dikenakan Alleta, dan satu tangannya sudah menyusup kedalam lingrie itu.


Mendengar rintihan Alleta, Gavano menghentikan tindakannya. 'Sial, hampir saja, aku kehilangan kendali dan kewarasanku, Alleta kau benar-benar telah menjadi candu bagiku.' Maki Gavano pada dirinya sendiri.


"Maaf...!" Merubah posisinya.


"Apa hari ini kamu tidak ke perusahaan.?"


"Tidak.!"


"Kenapa.?"


"Tunggu sampai Rico membawa berkas pernikahan kita. Dan lihat, bekas gigitan ini tidak memungkinkanku untuk bekerja hari ini.?" Sambil memperlihatkan seluruh bekas yang ditinggalkan Alleta padanya.


Gadis itu tertunduk malu, tapi tersadar kembali dengan apa yang sebenarnya di katakan Gavano.


"Apa maksudmu tuan.?"


"Bukankah setelah menikah, kita seharunya memiliki akta nikah.?"


"Tapi menurutku itu tidak penting tuan.! pernikahan ini hanya lima tahun saja, dan jika ada akta, begitu bercerai, maka statusku akan menjadi janda di kartu pengenalku." Jawab Alleta menolak.


Mendengar penolakan Alleta, Gavano menatapnya tajam. 'Gadis ini, apa dia tidak memiliki perasaan apapun padaku.? beberapa hari terakhir, dia selalu menyinggung masalah kontrak, bahkan saat berhubungan pun dia masih saja bertanya mengenai hal itu.' Ujar Gavano dalam hati.


"Tidak ada penolakan,!" Jawab Gavano tegas.


Alleta hanya bisa menuruti saja. 'Aku bertahan bukan karna mencintai atau apapun itu, aku akan bertahan sedikit lagi hingga aku menemukan keberadaan orang tuaku. Jika itu yang lelaki ini inginkan maka aku akan mengikuti permainannya. huff... Desah Alleta dalam hati.


Sebentar kemudian, pelayan membawakan sebuah map coklat berisi berkas dan akta nikah Gavano dan Alleta, Riko hanya menitipkannya pada pelayan, lantaran dirinya harus menjemput Revandra di bandra setelah mendapat panggilan telfon dari ayahnya, Andre.


"Simpanlah ini dengan baik Alleta, dan untuk akta nikah ini, kamu harus membawanya kemanapun." Sambil menyodorkan sebuah map pada Alleta.


Gadis itu meraih lalu membukanya.


"Tapi untuk apa aku harus membawa akta ini kemanapun tuan.? dan lagi kenapa umurku sudah delapan belas, bukankah menurut kartu kelurga ayah dan ibuku, masih ada beberapa bulan lagi, bahkan itu masih sangat lama tuan.? dan juga mengapa tanggal lahirnya berbeda.?" Tanya Alleta saat melihat data di akta nikahnya berbeda dengan data yang ada di kartu keluarga ibu dan ayahnya.


Bersambung...


******


Author note : Jangan lupa kak, jika berkenan mampir yuk dikaryaku yang berjudul CINTA SUCI GADIS DESA. hanya ada 20 episode. Tapi insyaallah tidak akan membuat menyesal.🙏🙏🙏🙏


__ADS_1


Terimah kasih😘😘🤗


__ADS_2