KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Balasan untuk Emely dan Helen


__ADS_3

Sementara itu, Emely yang masih berada di rumah Clara, terkejut dengan kedatangan dua orang pria yang berpakaian perawat


"Siapa kalian dan apa mau kalian.?" Teriak Emely meronta saat kedua pria tersebut mencengkram tangannya.


Kedua pria itu kemudian menuntun Emely ke sebuah ruangan lalu mengikatnya di sebuah pembaringan yang sudah di siapkan, di sana juga sudah ada Clara yang terbaring di pembringan sebelah Emely.


"Apa yang ingin kalian lakukan pa...da..ku...?" Suara Emely melemah sesaat setelah salah satu dari pria yang membawanya tadi menyuttikan obat bius padanya.


Semenit kemudian Emely sudah tidak sadarkan diri.


"Bagimana nona Clara.? Apa sudah bisa di mulai.?"


"Lakukan dokter."


Dokter pribadi Clara memberikan obat bius pada Clara dan segera melakukan oprasi pencangkokan ginjal, dan itu berjalan sempurna tampa adanya kendala atau ganguaan dari siapapun.


Di tempat lain Helen sedang berjalan-jalan dengan salah satu orang kaya yang saat ini tengah memeliharanya. Tiba-tiba beberapa orang pria berpakaian serba hitam menghampirinya.


"Nona Helen ikut kami.!"


"Siapa kalian."


"Tak perlu bertanya."


Pria yang bersama Helen pergi setelah salah satu dari pria berpakaian hitam itu membisikkan sesuatu padanya.


"Ah. Lepaskan...!" Kata Helen


Tapi meski Helen meronta, dia tidak dapat melepaskan diri, dia kemudian di lemparkan ke dalam mobil, baru kemudian di bawah ke sebuah ruangan di mana di sana juga sudah ada seorang dokter dan beberapa perawat.


"Kalian mau apa.?"


Dokter itu menyuntikkan sesuatu pada Helen seperti yang di lakukan pada Emely beberapa jam lalu.


Clara yang masih terbaring kembali meminta dokternya segera melakukan oprasi. Dan oprasi pemindahan kornea juga berjalan mulus.


Setelah sadar Clara tersenyum puas. Dia mendapat ginjal dan kornea mata secara bersamaan tampa bersusah payah. Clara juga melakukan hal itu lantara selama ini dia tahu apa yang dilakukan Emely dan Helen pada Julia.


"Kakak, aku sudah membentumu. Tolong jangan kecewakan aku."


Helen yang belum sadar di bawah ke rumah Gio, beruntung Gio masih mau menerimanya tapi itu hanya sebatas teman, tidak lebih.


Helen berteriak setelah bena-benar sadar. Dan tahu bahwa Gio ada di sampingnya


"Gio... aku tidak bisa melihat." Teriak Clara.


Sedangkan di rumah Clara, Emely juga sudah sadarkan diri. Dia merasa sakit di pinggangnya.


"Ah... sakit.!"


Setelah memeriksa dan mengetahui apa yang terjadi, Emely begitu marah, dia meraih pisau bedah yang ada di samping pembaringan lalu menuju ke kamar Clara.


Clara sendiri sedang beristirahat dan Emely mengambil kesempatan itu, dia hendak menancapkan pisau bedah itu pada Clara, tapi nasib baik tidak berpihak padanya. Dokter yang telah melakukan oprasi tadi datang dan mencegahnya, Dokter itu bahkan mendorong Emely hingga tersungkur ke lantai.


"Sakit sekali." Kata Emely meraba pinggangnya yang sudah mengeluarkan darah lantaran bekas jahitannya terbuka.


"Nona bagaimana membereskannya.?" Tanya dokter itu saat Clara terbangun.


"Biarkan saja, antarkan dia keluar dari rumah ini."


Dokter tersebut mengantar Emely keluar dari rumah Clara di bantu beberapa pengawal Clara. Saat itu Emely sunggu sangat kesal dan dendam pada Clara. 'Aku akan membalasnya.'

__ADS_1


***


Di suatu tempat di mana ayah Axcel di kuburkan, Axcel merenung bersama putranya di sana, ditemani beberapa orang kepercayaannya dan juga Anya.


"Apa sudah ada kabar dari istriku.?"


"Belum ada bos."


"Cari terus"


"Baik."


Setelah mengunjungi makam ayahnya, Axcel ke perusahaan namun langkahnya di hentikan oleh petugas keamanan


"Maaf anda tidak bisa masuk.!"


"Yang benar saja.!" Kata Axcel terkejut.


"Kami hanya mengikuti perintah presiden direktur keluarga Atmaja, yaitu, direktur Atman."


"Tapi ini perusahaan ayahku.!"


"Maaf, jika ingin masuk, anda harus punya saham di perusahaan ini."


Axcel begitu kesal, namun dia juga tidak tau harus melakukan apa. Sampai pada saat seseorang memanggilnya.


"Sayang...!" Panggil Julia


"Kamu kembali, dari mana saja kamu.?"


"Nanti kita bahas."


Julia kemudian memberikan berkas transfer saham yang diberikan Clara padanya beberapa waktu lalu,


"Baik sayang.!"


Setelah Axcel masuk ke ruangan rapat, dia duduk di salah satu kursih, di sana juga sudah ada pamannya yang menempati kursih presiden direktur, tak lupa dengan gaya arogannya.


"Hai keponakanku.!"


"Kalau aku tak datang, entah apa yang akan terjadi pada perusahaan ini.?"


"Ini sudah menjadi milikku, aku adalah pemegang saham di sini. Apa kamu keberatan.?"


"Tidak, hanya saja..."


Axcel mengelurkan berkas transfer saham, tapi pamannya tidak percaya dengan apa yang di bawa Axcel, dia bahkan meminta mendatangkan pengacara untuk memeriksa berkas tersebut.


Beberapa saat kemudian pengacara tiba, dan segera memeriksanya, dan mengatakan bahwa itu adalah asli.


Saat ini, posisi Axcel dan pamannya sama-sam memiliki saham 50%. Paman Axcel meminta para direktur bagian untuk menentukan siapa yang layak memimpin perusahaan.


Setelah melalui beberapa perundingan, akhirnya semua ingin Axcel yang memimpin lantaran hanya Axcel yang tahu, berapa banyak kryawan aktif, berapa banyak pendapatan dalam sebulan, dan berapa keuntungan perusahaan.


Tentu saja hal itu membuat paman Axcel sangat kesal, namun dia berusaha menjaga imagenya di depan yang lain dan berpura-pura menerima. Padahal di dalam hati kembali merencanakan sesutu untuk melenyapkan Axcel.


Axcel segera keluar dan menemui Julia. Dia memeluknya erat.


"Sayang...! Bgaimana.?"


"Semua berkat dirimu.!"

__ADS_1


Julia tersenyum, dan mereka kembali ke rumah.


"Reygan... liahat siapa yang ayah bawa."


"Ibu... Aku merindukanmu.!"


"Ibu juga merindukan Reygan."


Setelah makan malam, Axcel mengantar Reygan untuk tidur. Baru kemudian menghampiri Julia yang masih berada di ruang tamu. Julia kemudian bangkit dan berjalan ke arah kamar Reygan.


"Istriku mau ke mana.?"


"Aku ingin tidur bersama Reygan.!"


"Kamu adalah istriku, bagaimana bisa aku membiarkanmu untuk tidur terpisah denganku."


Julia memutar tubuhnya dan mendekat pada Axcel, dia lalu mengalungkan tangannya di tengkuk leher laki-laki itu.


"Lalu malam ini... aku yakin kamu tidak akan tertidur." Kata Julia menggoda.


"Itu tergantung bagaimana kamu bekerja."


"Sayang.!"


"Emm... kamu sungguh mesum.!"


"Siapa yang memulainya?"


Julua tersipu, Axcel mengankut Julia di pundaknya layaknya karung beras, dan melemparnya ke pembaringan, baru kemudian melepas kancing kemejanya.


Axcel merangkak ke sisi Julia, membantu Julia melepaskan semua apa yang di kenakan Julia. Lalu memagutkan bibirnya dengan bibir Julia.


Tak ada lagi basa-basi, Axcel langsung menenggelamkan miliknya di dalam diri Julia. Tentunya dengan cembuan terlebih dahulu.


"Ah...!" De..sah Julia ketika milik Axcel mencapai sesuatu yang ada di dalan dirinya.


Julia memejamkan matanya, menikmati setiap gerakan-gerkan yang di berikan oleh Axcel.


Sesekali Julia me..desah keras saat Axcel memberikan hentakan di bawah sana.


"Pelankan suaramu, Apa kamu lupa di rumah ini masih ada seorang anak kecil berumur tiga tahun.?"


Julia merona, bagaimana tidak, dia seperti itu juga karna ulah Axcel yang memberinya sesuatu yang nikmat.


Malam semakin larut, Axcel dan Julia tertidur setelah mencapai pelepasan berkali-kali.


Esok hari, Axcel terbangun terlebih dahulu untuk ke perusahaan.


"Juli, aku berangkat ke perusahaan, baik-baik di rumah." Kata Axcel melayangkan kecupan pada dahi Julia.


"Em...!"


Siang hari, ketika Julia tengah beristirahat setelah membereskan mainan Reygan yang beranyakan, tiba-tiba bel rumah itu berbunyi.


"Ah.. Siapa lagi yang menganggu ketenanganku." Keluh Julia kesal


Bersambung....


******


Just info, novelnya up pada jam 06:00 dan 19:00.

__ADS_1


dan jang lupa tetap tinggalkan jejak yah,🤗🤗🤗 terimah kasih


__ADS_2