KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Kelicikan Julia


__ADS_3

Julia tersentak Axcel menciumnya, matanya melebar, bukankah memang itu yang dia inginkan.! Membuat Axcel jatuh untuknya.


Matanya seperti mengeluarkan satu cahaya, cahaya kelicikan yang begitu menggebu-gebu. Namun beberapa saat Axcel mencium Julia, Axcel tiba-tiba kembali tak sadarkan diri.


"Sialan...!" Maki Julia.


Julia yang kesal mendorong Axcel hingga terjatuh dan kepala Axcel terpentok di sisi meja,


Begitu terkejutnya Julia, takut kalau-kalau Axcel tersadar dan menghajarnya. Nafas lega dirasakan Julia setelah memastikan bahwa Axcel tidak bangun, meskipun terdapat sedikit memar di bagian jidatnya.


Axcel tidak merasakan apa-apa karna saat itu dia terlalu mabuk, di tambah lagi Julia memasukkan sesuatu pada anggur yang Axcel pesan. Beruntung Daniel tidak ikut meneguk anggur itu.


Julia kembali mengankat Axcel untuk naik ke sofa dengan susah payah.


"Hoss....! sungguh pria yang berat."


Sekian detik berlalu, Julia yang sudah berhasil membuat Axcel seperti itu, kembali berfikir dengan cara apa agar Axcel mau bertanghubg jawab padanya.


Hingga satu lagi pikiran picik muncul di otak Julia, yaitu dia harus membuat Axcel menidurinya lagi. Tapi bagaimana jika dia dalam keadaan yang tidak sadarkan diri seperti itu.? Bagaimana Axcel menidurinya.


"Sial...!"


Mata Julia tertuju pada gasper celana Axcel, tampa menunggu waktu lama, Julia membuka gasper itu, menurunkan resleting ce..lana Axcel. Lalu mengeluarkan benda lunak yang terhubung dengan tubuh Axcel.


Benda yang masih begitu lembek, dan tidak mengembang. Julia mentap benda itu sedikit lama, dia tak habis fikir bisa-bisanya dia bahkan bermain dengan seautu yang lembek itu.


"Terlihat lucu, hihihi..."


Terlalu asik bermain di sana, Julia tidak sadar Axcel membuka matanya.


"Apa yang kau lakukan.?"


Plak... Karna terkejut, Julia tidak sengaja menampar Axcel, membuat Axcel kembali tidak sadarkan diri. Bahkan wajahnya sudah memerah bekas tamparan Julia yang begitu keras.


"Astaga apa yang kulakukan. Bagaimana aku menjelaskan ini ketika dia sadar besok, aaaggrrhh...!" Ucap Julia sambil mere..mas rambutnya karna frustasi.


Julia kembali memikirkan cara bagaimana dia bisa tidur dengan Axcel malam itu. Julia kembali meraih milik Axcel, bermain dengan itu. Me..njilati ujungnya, hingga urat-urat perlahan membesar dan memanjang.


Julia sebenarnya tidak tahu apa yang tengah dia lakukan saat ini, dia hanya mengikuti tutorial di internet sebelum memanjakan milik Axcel.


Kini benda yang tadinya hanya sesuatu yang kenyal, lembek dan tidak berisi, sudah menegang, berdiri tegak, tampak indah dengan urat-urat di sekitarnya.


Hal itu membuat Julia tercengang dan berusaha menelan ludahnya yang terasa hambar, dia tidak menyangka telah membangunkan seauatu yang seperti itu.


"Sungguh besar dan panjang."


Melihat kejan..tanan Axcel sudah me..negang, Julia tidak menunggu lama lagi, dia segera menyingkap gaunnya, membuka da..lamannya yang berwana merah maron, baru kemudian naik di antara kedua pa..ha Axcel.


Pelan-pelan Julia mengarahkan milik Axcel untuk tenggelam di dalam dirinya. Sejenak Julia sadar.


"Astaga, apa yang kulakukan, seperti ini bukankah aku sangat murahan."


Julia berhenti sejenak saat ujung milik Axcel sudah terbenam di dalam dirinya karna tiba-tiba tersadar.


Namun nasi sudah jadi bubur, terlebih iblis di dalam diri Julia mempengaruhinya untuk berbuat lebih jauh.


"Persetan dengan murahan, hanya dengan cara ini dia mau bertanggung jawab padamu Julia." Kata Julia pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Pelan-pelan Julia mendorong dirinya agar milik Axcel bisa masuk lebih dalam lagi.


Julia meringis ketika milik Axcel benar-benar tenggelam dengan sempurna. Pelan-pelan dia mulai bergerak, namun semakin dia bergerak, semakin dia merasa kesakitan.


"Sial, ada apa ini.? kenapa begitu sakit, padahal aku sudah mengikuti apa yang ada di internet."


Sambil menahan rasa sakit Julia berhenti, dia sudah tidak sanggup lagi menahan rasa sakit itu. Tiba-tiba Axcel terbangun dan mengambil alih.


Axcel mendorong Julia hingga terbaring di sofa, kini giliran Axcel yang berada di atas Julia tampa melepaskan sesuatu yang tengah berpagut di bawah sana.


"Ah...!" De..sah Julia saat Axcel mulai memompa sambil me..remas dan mengulum bagian da..da Julia.


Axcel mempercepat gerakan maju-mundurnya, memberi hentakan yang awalnya terasa sakit dan perih, tapi seiring hentakan-hentakan yang semakin lama temponya semakin cepat, membuat Julia merasa sesuatu di dalam dirinya meminta untuk di lepaskan.


Julia tidak perduli lagi jika dia sudah menjadi sangat murahan, yang dia tahu bahwa Axcel memberinya sesuatu yang belum pernah dia rasakan selama dua puluh tahun hidupnya.


Axcel kemudin merubah posisi, duduk sementara Julia melebarkan pa..hanya di atas pa..nggkuan Axcel,


Jari-jari Axcel me..remas kedua bagian belakang Julia, sambil menuntunya bergerak naik-turun.


"Oh... Sial, ini sunggu ah.h..h."


Hampir setengah jam berlalu, Axcel mengambil alih tampa sadar siapa yang sedang ber..cinta dengannya. Hampir semua kewarasannya hilang. Sudah lama sekali dia tidak melakukan hal seperti itu.


Di umurnya yang dua lima, tentunya umur seusianya, gairah..nya mengebu-gebu.


"A..g..g..r..rhh.."


"Ah..h..h..h"


Axcel me..ngerang panjang begitu pula Julia. Er..angan dan de..sahan Julia bersamaan dengan pe..lepasan mereka, serta sesuatu yang tumpah di bawah sana.


***


Esok hari Axcel terbangun, kepalanya sakit. perlahan dia membuka matanya. Betapa terkejutnya dia saat melihat seorang gadis tengah bersimpuh di pangguannya dengan tubuh yang setengah polos.


Axcel menutup matanya, memcoba meyakinkan dirinya bahwa semua itu hanya mimpi. Namun semua tak sesuai, semua itu nyata.


"Lalu siapa gadis ini.!"


"Kamu sudah bangun tuan.?" Tanya Julia mengucek kedua matanya.


Axcel terkejut.


"Ka..kau..."


"Ini aku tuan.!"


"Kenapa bisa kau.?"


"Apa kamu tidak ingat tentang semalam.?"


Julia berpura-pura menagis, bahkan air matanya bercucuran.


"Tenag, jangan menagis, tolong berdiri dulu, posisi kita tidak wajar seperti ini."


"Huwaaaa....!" Julia semakin kencang menagis.

__ADS_1


"Baik-baik, kita bicara baik-baik nona Julia."


Akhirnya tangis Julia mereda, pelan-pelan dia bangkit dari pangkuan Axcel, meraih tissu, membersihkan area se..lang..kangannya dari sisa-sisa pelepasannya yang bercampur dengan milik Axcel.


Mereka merapikan pakaian masing-masing. Julia kemudian duduk di samping Axcel.


"Bagaimana anda akan bertanggung jawab kali ini."


"Ok... sebelum kita membahas tentang itu, bisa kamu jelaskan bagamana kita sampai bisa berakhir seperti ini dan juga kenapa jidatku sedikit memar dan pipiku perih.!"


Julia kaget dan bingung, Bukankah memar dan rasa perih itu karna ulahnya semalam yang kesal dengan Axcel.


"Mampus... bagaimana aku menjelaskannya.!"


"Nona Julia...."


"Ah... hahahaha itu... itu... aku." Katanya sambil menggaruk bagian belakang kepalanya.


"Jika nona Julia tidak bisa menjelaskannya, maka maafkan aku, aku tidak bisa bertanggung jawab atas apa yang terjadi, bisa saja nona Julia menjebakku."


Kata-kata Axcel membuat Julia jadi kesal, tampa sadar dia berteriak pada Axcel.


"Kamu,,, kamu pria brengsek, kamu sudah melakukan ini padaku dua kali, tapi kami masih tidak mau bertanggung jawab."


"Nona Julia tenangkan dirimu."


"Hiks...hiks...hiks..! aku hanya seorang gadis yang sudah rusak, tidak akan ada yang mau menikahiku di masa depan." Kata Julia kembali berpura-pura seolah dia hanya korban.


Axcel merasa iba pada Julia.


"Nona, aku akan bertanggung jawab.!"


Julia akhirnya berhenti menagis, tatapannya begitu segar, seandainya dia adalah seekor rubah, maka dia akan mengibaskan ekornya saat mendengar kata-kata yang kelur dari mulut Axcel.


"Benarkah.?"


"Ya...! Apa kau senang sekarang.?"


"Sangat senang tuan.!"


"Lalu kapan kamu akan membawaku bertemu orang tuamu.?"


"Saat pernikah adikku."


"Kapan itu.?"


"Aku tidak pasti, aku akan memberitahumu nanti, kemudian berikan nomor ponselmu tuan.!"


Saat itu Axcel sudah setuju untuk bertanggung jawab, setelah mendapatkan kontak Axcel Julia melompat dari kursi lalu berlari keluar dari ruangan itu. Sementara Axcel terkekeh.


"Aku akan membalasmu nona Julia atas apa yang kamu lakukan, kamu akan merasakan apa itu neraka setelah kamu masuk ke keluargaku."


Kelakuan Julia benar-benar membuat Axcel jengkel.


Bersambung...


IJIN PROMO KAK😅😅😅

__ADS_1



******


__ADS_2