KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)

KISS ME LIAR (Cium Aku Pembohong.!)
Rasa sakit Anya


__ADS_3

Setelah Reygan menceritakan apa yang terjadi padanya, Julia dan Axcel semakin bertekad untuk bertemu dengan Clara.


Esok pagi di kediman Mintle, Anya baru keluar dari kamar setelah merasa baikan, wanita manis itu, berprilaku seperti biasa, seolah tidak ada yang terjadi. Sebagai wanita milik Daneil, Anya harus menyiapkan sarapan untuk laki-laki itu.


Setelah selesai, Anya dan Daniel sarapan bersama, Tak ada suara yang keluar dari keduanya, entah itu karna mereka canggung atau memang mereka tidak ingin berbicara satu sama lain.


Selama aktifitas sarapan, suasananya begitu hening, hingga Anya mulai mbuka suara.


"Aku ingin berkunjung ke rumah Bossku malam ini."


"Silahkan," Kata Daniel.


Sebenarnya Anya terkejut dan bertanya-tanya, biasanya jika ingin mengurus keperluan Axcel, terjadi beberapa drama dulu baru Daniel mengijinkannya. Tapi, kali ini Daniel tidak banyak bicara, laki-laki itu bahkan beranjak tampa sepata kata setelah menghabiskan sarapannya.


Seperti yang Anya katakan, setelah sarapan, dia langsung ke rumah Axcel, kebetulan hari itu juga adalah hari libur bagi para pekerja perusahaan.


Di rumah Axcel, lagi-lagi Anya merasa iri dengan kebahagian Axcel dan Julia. Air matanya menetes di saat Anya melihah Reygan sibuk dengan minannya.


"Bibi...!" Kata Reygan ketika melihat ada butiran bening menetes di pipi Anya.


Cepat-cepat Anya menyeka air matanya, dia tahu bahwa Reygan menyadarinya. Wanita cantik itu mengurai senyum pada Reygan. Sementara Axcel dan Julia sibuk saling menggoda. Mereka tidak memperhatikan tentang Anya.


Reygan beranjak dan menghampiri Anya, anak kecil itu memeluk tengkuk leher Anya seraya mencium kedua pipinya.


"Bibi...!" Panggil lembut Reygan.


"Emm... Ada apa sayang.?"


"Akhir-akhir ini, Reygan sudah tidak pernah melihat paman Varo. Apa bibi dan paman putus.?"


Anya meraih Reygan ke pangkuannya, memegang kedua pipi anak kecil itu. Lalu tersenyum.


"Bibi dan paman Varo sudah tidak bersama lagi."


"Bibi, Jika suatu saat tidak ada pria yang akan menikahi bibi, Reygan yang akan menikahimu." Kata Reygan.


Akhirnya Anya tertawa, bisa-bisanya anak sekecil Reygan bisa berfikiran seperti itu.


"Hahaha... baik, Reygan boleh menikahi bibi." Katanya sambil tertawa


"Apa yang kalian tertawakan.?" Tanya Axcel tiba-tiba.

__ADS_1


Axcel dan Julia ingin makan siang di luar, mereka sekalian meminta Anya ikut bersama mereka. Awalnya Anya menolak, tapi karan Reygan merengek, akhirnya Anya mengikuti permintaan Reygan untuk ikut makan siang di luar,


Di sebuah restauran, Axel dan Julia memilih tempat duduk tepat di dekat jendela yang mengarah ke pantai. Mereka segera makan setelah pelayan menyiapkan pesanan mereka.


Anya menatap ke pantai, tiba-tiba air matanya mengalir ketika dia tidak sengaja melihat seseorang yang sangat dia cintai, terlebih orang itu tidak sendiri, dia adalah Alvaro yang sedang berdiri di pinggir pantai dengan seorang wanita di sisinya.


Tak kuasa dan tak ingin menghancurkan kebahagian Axcel dan Julia, Anya meminta waktu ke toilet tampa memberi tahu apa yang terjadi pada Axcel ataupun Julia.


Sesampainya di toilet, Anya mengunci diri, air matanya berurai semakin deras, wanita manis itu memukul-mukul dadanya lantaran sangat sesak di bagian itu. Sakit sekali rasanya melihat orang yang begitu dia cintai bersama dengan wanita lain.


"Ya Tuhan, sakit sekali." Kata Anya di sela isak tangisnya.


Setelah puas menagis, Anya membuka kunci toilet. Belum juga dia sempat keluar, Daniel menerobos masuk dan kembali mengunci pintu toilet itu. Rupanya Daniel kebetulan juga makan di restauran yang di pilih Julia, yaitu restauran barat yang letaknya berada di pesisir pantai.


Daniel tidak sengaja melihat Anya berlari ke toilet dan menyusulnya. Daniel mencoba masuk tapi toilet tekunci, maka dia menunggu hingga pintu toilet terbuka. Itulah sebabnya saat Anya membuka pintu, Daniel menerobos masuk.


***


Sementara itu, Alvaro yang berdiri menatap desiran ombak ditemani seorang gadis cantik yang tak lain adalah Clara. Semenjak perkenalan singkat mereka beberapa waktu lalu, Clara dan Alvaro sesekali bertemu untuk makan, atau sekedar minum teh bersama, tidak lebih.


Clara yang memang selama ini menghabiskan waktunya tampa seorang teman, merasa Alvaro adalah laki-laki baik, terlebih Alvaro begitu sopan pada Clara, hingga membuat gadis itu merasa senang dan ingin tetap berteman dengan Alvaro.


Begitu pula Alvaro, semenjkak dia merasa terkhianati oleh Anya, dia merasa Clara adalah gadis yang baik, yang bisa di ajak berteman.


"Paman Varo, bibi Clara." Panggil Reygan berlari ke arah Clara dan Alvaro.


Tadi sesaat setelah makan, Reygan meminta ijin pada ayah dan ibunya untuk berjalan-jalan ke pantai, Axcel mengijinkannya dengan dua orang yang mengikuti Reygan. Itulah mengapa Reygan bisa bertemu Clara dan Alvaro tampa sepengetahuan ayah dan ibunya.


"Reygan.!" Sahut Alvaro dan Clara bersamaan. Baru kemudian mereka berdua berjongkok di depan Reygan agar bisa lebih mudah berbica dengan anak kecil itu.


"Bibi kenal dengan paman Varo.?" Tanya Reygan.


Clara tersenyum hangat, dia tidak menyangka jika keponakannya ternyata mengenal Alvaro. Reygan bahkan mengatakan jika Alvaro adalah orang yang selalu membuat Anya menagis.


"Sayang, tidak boleh terlalu ikut campur dengan urusan orang dewasa" Kata Clara dengan senyumnya.


Reygan berhenti membahas hal tersebut, dia kemudian meminta Clara dan Alvaro menemaninya berjalan-jalan setelah mengataka bahwa ayah dan ibunya juga ada restauran dan sudah mengijinkannya untuk berjalan-jalan. Tentunya dengan dua orang yang menjaganya.


Beberapa saat kemudian, Anya kembali ke meja di mana Axcel dan Julia berada. Anya berusaha menyembunyikan luka sakit di hatinya pada Axcel dan Julia. Sungguh wanita yang tangguh.


Tadi di toilet, saat bertemu Daniel, laki-laki itu hanya melayangkan satu kecupan di bibir Anya dan memeberi Anya libur untuk menikmati waktunya selama seminggu. Anya juga heran mengapa Daniel tiba-tiba berbaik hati seperti itu.

__ADS_1


"Boss...!" Panggil Anya setelah duduk.


"Ada apa Anya.?"


"Boleh aku tinggal di rumahmu selama seminggu.?"


"Tentu saja, boleh. Mintle Grup juga tidak jauh dari kediaman kami." Jawab Axcel.


"Tn.Daniel memberiku ijin untuk libur jadi selama seminggu, aku tak akan berada di Mintle Grup, aku hanya ingin bersama Reygan, aku sudah lama tidak tidur dengannya."


Julia tersenyum, dan meraih tangan Anya.


"Anya, bagiku kamu adalah keluargaku, jadi apapun itu, kamu boleh melakukannya."


Sayang sekali, Axcel dan Julia tidak mengetahui tentang Anya yang akan sulit mendapatkan keturunan, juga tidak tahu apa penyebabnya. Anya menyembunyikan hal itu, dia juga meminta Daniel untuk tidak memberitahu Axcel tentang itu.


Setelah makan, Reygan juga sudah kembali, di temani dua orang suruhan Axcel. Saat keluar dari restaurant, langkah Axcel terhenti oleh sapaan wanita cantik,


"Lama tidak bertemu Axcel." Kata wanita itu.


"Jane," Jawab Axel.


Jane adalah wanita yang pernah mengejar Axcel di masa lalu. Namum, dia berhenti lantaran Axcel mengabaikannya dan terobsesi pada Aliya saat itu.


Jane tidak memperdulikan Julia yang mengandeng tangan Axcel, dia bahkan menyela di antara Julia dan Axcel, membuat raut wajah Julia berubah.


Karna sangat jengkel melihat Jane menggoda Axcel, bahkan mengesek dadanya di lengan Axcel, terlebih Axcel sudah mendorong, Julia tampa sadar menarik rambut Jane dan menamparnya.


"Auw...!" Teriak Jane kesakitan.


"Dasar perempuan ja..lang." Kata Julia kembali menampar Jane lalu mendorongnya hingga Jane tersungkur ke lantai.


Axcel hanya tertawa kecil, dia tidak melerai, begitu pula Anya dan Reygan. Sangat lucu melihat Julia cemburu.


Setelah puas, Julia menyeret Axcel meninggakan tempat itu. Beberapa saat Axcel berlalu, Clara menghampiri Jane dan meminta pengawalnya membawa Jane.


"Bawa wanita kurang ajar ini." Kata Clara.


Jane meronta dan bingung, baru saja dia di tampar oleh Julia, sekarang tiba-tiba ada gadis yang membawa paksa dirinya. Gadis yang bahkan tidak dia kenal.


Bersambung...

__ADS_1


******


__ADS_2